DPPKB Bekali Catin Penyiapan Kehidupan Berkeluarga

TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin (catin) sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang berkualitas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Kemis, Selasa (15/09/26)

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPPKB Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 calon pengantin mengikuti kegiatan yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan mental dan emosional, komunikasi dalam rumah tangga, perencanaan kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan.

Nia Kurnia pemateri dari DPPKB Kabupaten Tangerang menyampaikan, bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi maupun pelaksanaan akad, namun juga menyangkut kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu membangun keluarga yang harmonis, man+diri, sehat, serta memiliki perencanaan yang baik.

“ Calon pengantin perlu memahami bagaimana membangun komunikasi yang sehat, merencanakan kehidupan keluarga, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bertanggung jawab,”ujar Nia Kurnia.

Selain itu Nia Kurnia, juga memberikan pemahaman kepada para calon pengantin mengenai pentingnya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ketika anak sudah lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak pasangan merencanakan kehidupan berkeluarga. Kesiapan kesehatan calon ibu dan calon ayah, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perencanaan kehamilan menjadi bagian penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Calon pengantin perlu memahami bahwa kesehatan dan kecukupan gizi pasangan akan menjadi bagian dari kesiapan membangun keluarga dan mempersiapkan generasi berikutnya,” ujar Nia Kurnia.

Dikesempatan yang sama Yoga salah seorang calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kehidupan berkeluarga. Menurutnya, bimbingan perkawinan memberikan gambaran bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi, termasuk komunikasi, kesehatan, pengelolaan kehidupan keluarga, serta kesiapan menjadi orang tua.

“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai calon pengantin. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami menjadi lebih jelas, sehingga kami merasa lebih siap untuk menjalani kehidupan setelah menikah,”tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, DPPKB Kabupaten Tangerang bersama KUA dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin. Pembekalan sejak sebelum pernikahan diharapkan mampu melahirkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang unggul di masa mendatang. (Red)

Pemkab Tangerang Gencarkan Warteksi Gemilang: Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga Lewat Sembako Murah

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026).

Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi

“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:

Beras premium 2 kilogram: Rp7.000

Gula pasir: Rp12.000

Minyak goreng: Rp13.500

Bawang merah: Rp20.000

Bawang putih: Rp20.000

Cabai merah keriting: Rp25.000

Cabai rawit merah: Rp50.000

Cabai rawit hijau: Rp30.000

Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.

“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.

“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.

“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (Red)

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Alat Usaha Kepada Kelompok Wirausaha Baru

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB). Sebanyak 12 kelompok wirausaha yang terdiri dari 48 penerima manfaat dari tiga kecamatan menerima bantuan peralatan usaha dari Pemkab Tangerang, Selasa (15/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.

“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.

Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada

"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.

Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. (Red)

Dispora Kota Tangerang Dukung Penuh Kejuaraan Gymnastics Tangerang Open 3 Tahun 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mendukung penuh gelaran Kejuaraan Gymnastics Kota Tangerang Open 3 Tahun 2026 yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp19 juta. Sebanyak 500 peserta dijadwalkan bertanding dalam kategori Artistik dan Aerobik Gymnastics pada 25–30 September 2026.

Ajang yang terbuka untuk umum ini mencatatkan lonjakan partisipasi pada pelaksanaan tahun pertamanya hingga memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menuturkan, komitmen Pemkot Tangerang dalam memfasilitasi wadah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi para atlet muda.

"Kehadiran 500 peserta menunjukkan lonjakan yang sangat pesat dan menjadi bukti bahwa olahraga senam makin diminati. Kami berharap ajang ini dapat memotivasi para atlet muda untuk menunjukkan bakat terbaiknya,"tutur Kaonang.

Sementara itu, Ketua Gymnastic Kota Tangerang Sumarti, mengapresiasi tingginya antusiasme pendaftar dari berbagai tingkatan yang ikut berpartisipasi tahun ini.

"Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Gymnastics Kota Tangerang Open, dan jumlah 500 peserta ini meningkat sangat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan dibukanya kategori dari Level 1 sampai 5, Federasi Gymnastics Indonesia (FGI) Junior putra-putri, hingga Aerobik Gymnastic, kami optimistis kejuaraan ini mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif serta melahirkan bibit-bibit atlet senam potensial," ungkap Sumarti.

Menurutnya, kejuaraan ini memperlombakan dua disiplin utama, yakni Aerobik Gymnastic serta Artistik Gymnastic putra-putri yang terbagi mulai dari Level 1 hingga 5 dan kategori FGI Junior.

"Kejuaraan ini diharapkan, tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang ramah dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga nasional, tutupnya. (Red)

Bupati Tangerang Paparakan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang

Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang menghadiri, sekaligus menjadi narasumber acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/26).

Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa ‎penataan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh stakholder, bukan hanya dari pemerintah pusat dan daerah namun juga lembaga, akademisi, swasta dan tentu saja masyarakat setempat.

"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, ‎khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak. Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan bahwa di Desa Tanjung Anom Kec. Mauk tadinya ada sekitar 1,2 hektar wilayah yang sangat kumuh dan tidak tertata. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak di antaranya Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa dan masyarakat nelayan setempat sepakat untuk bersama-sama menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang lebih baik dan nyaman.

"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.

Lanjut dia, sebagai bentuk komitmen nyata dan kehadiran kepada masyarakat nelayan, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan koperasi dan lembaga Habitat for Humanity menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi 110 hunian dan memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para nelayan.

"‎Saat ini, alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi hunian yang sehat bagi para nelayan. Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan jalannya, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan," jelasnya.

Bupati Tangerang menegaskan ‎pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat Desa Tanjung Anom. Sebagai bentuk implentasinya, Pemkab Tangerang telah menetapkan proram unggulan pembangunan daerah SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan) yang fokus utamanya antara lain: pengelolaan sampah, pengendalian banjir dan pembangunan rumah layak huni.

"Kami sudah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan pemukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS)," tuturnya.

Pihaknya berharap dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, penataan kawasan pesisir Kab. Tangerang tidak hanya akan membuat kawasan yang lebih ramah lingkungan, aman, sehat dan nyaman, namun juga mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat. (Red)

Bupati Tangerang Dorong Masjid Jadi Benteng Moral dan Spiritual Generasi Muda

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid Masjid meresmikan Masjid Jami Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Panggang, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Sabtu malam (12/9/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ritual ibadah namun juga harus menjadi tempat pembentukan karakter dan benteng moral, spiritual generasi muda

"Masjid juga harus hadir sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, ruang memperkuat silaturahmi, sekaligus wadah membangun ukhuwah Islamiyah serta jadi benteng moral dan spiritual generasi muda di tengah masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Membangun masjid merupakan langkah awal memakmurkan masjid dengan semangat kenersamaan dan kegotong royongan

“Membangun masjid adalah langkah awal yang sangat baik, tetapi memakmurkannya adalah tugas kita bersama selanjutnya dengan kebersamaan dan kegotong royongan,” tegasnya

Lanjut dia, momentum peresmian juga menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, dia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Maesyal mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, panitia, DKM dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid. Menurutnya, berdirinya Masjid Jami Baiturrahman merupakan buah dari kerja sama dan niat tulus masyarakat Kampung Panggang.

"Mari kita jaga bersama kebersihan, kenyamanan dan keasrian Masjid Jami Baiturrahman ini. Saya berharap masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus memberikan keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten Tangerang, pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta Lahirkan Atlet Catur Berprestasi

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka turnamen Catur U17 Putra/Putri Tingkat Kabupaten Tangerang di Kawasan Pasar Modern Paramount Petals Kec. Curug,Sabtu (12/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pembinaan atlet agar mampu berprestasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat.

“Pemerintah tentu saja tidak bisa sendirian. Perlu peran serta masyarakat dan swasta untuk memfasilitasi para atlet muda agar bisa beraktivitas dan berprestasi,” ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kegiatan olahraga merupakan langkah positif. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, sekaligus mengejar prestasi.

"Kolaborasi ini sudah tentu mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya para atlet potensial untuk dapat mengembangkan diri, kompetisi dan mengejar prestasi, seperti turnamen Catur U-17 yang juga bagian dari proses pembinaan dan pencarian bibit atlet catur muda Kabupaten Tangerang," ungkapnya

Bupati Maesyal menilai olahraga catur memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Catur membutuhkan kecerdasan, konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyusun strategi. Nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang tangguh, disiplin, kritis, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Setiap pertandingan harus dimanfaatkan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkaya pengalaman.

“Jangan hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, serta menambah pengalaman,” pesannya.

Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dalam pembinaan olahraga semakin kuat sehingga dapat melahirkan atlet-atlet catur muda potensial dari Kabupaten Tangerang. Mereka diharapkan tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi mampu bersaing dan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten, nasional, bahkan internasional.

"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga dan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing," ujarnya. (Red)

Akselerasi Layanan Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kabupaten Tangerang Melampaui Target Program Cek Kesehatan Gratis

TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang terus menggalakkan program deteksi dini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Aula Kecamatan Pagedangan pada Jumat (11/09/2026), dengan jumlah peserta yang melampaui target sasaran.

Pelaksanaan layanan CKG di Kecamatan Pagedangan turut ditinjau langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Kehadiran jajaran Pimpinan Daerah dan Dinas Kesehatan ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan pelayanan kesehatan primer berjalan optimal hingga ke tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini mendapat antusiasme yang tinggi. Dari target awal sebanyak 400 orang warga sasaran di Kecamatan Pagedangan, jumlah peserta yang hadir dan terlayani mencapai 429 orang.

"Tujuannya adalah untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, jika ditemukan ada bibit penyakit atau gangguan kesehatan sedikit saja, cepat kita obati, cepat kita lakukan pencegahan, dan tetap bisa minum obat untuk terapi sehingga tidak terjadi komplikasi yang tidak kita inginkan," ujar dr. Hendra Tarmizi.

Ia juga menjelaskan bahwa upaya deteksi dini ini dinilai sangat krusial oleh Dinkes Kabupaten Tangerang. Selain pemeriksaan penyakit tidak menular dasar seperti batuk, hipertensi, dan diabetes, program kesehatan yang berjalan saat ini juga difokuskan pada deteksi penyakit menular melalui rontgen paru-paru untuk Tuberkulosis (TBC).

"Secara makro, intervensi dan deteksi dini dari Dinkes juga sukses menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tangerang yang angkanya terus menunjukkan penurunan signifikan sejak tahun 2024," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Hendra mengimbau agar kesadaran akan pentingnya deteksi dini kesehatan tidak hanya bergantung pada acara seremonial semata. Masyarakat diharapkan proaktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada secara berkala.

"Kami berharap nanti masyarakat minimal satu kali setahun tetap melaksanakan program cek kesehatan gratis ini. Walaupun boleh tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Tujuannya agar penyakit yang ada bisa cepat terdeteksi, aktivitas tidak terganggu, dan derajat kesehatan masyarakat terus meningkat," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan di setiap puskesmas, rumah sakit umum daerah, hingga bermitra dengan rumah sakit swasta guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang mendapatkan pelindungan kesehatan yang berkualitas. (Red)

Jumling di Pagedangan, Bupati Maesyal Rasyid: Pemerintah Harus Dekat dengan Warga

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling), menyapa dan mempererat silahturahmi dengan warga, tokoh agama di Masjid Jami’ Falahul Muttaqin, Kecamatan Pagedangan, Jumat (11/9/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Jumling, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah bisa hadir lebih dekat kepada masyarakat. Melalui kegiatan Jumling tersebut, aspirasi harapan warga dan kondisi faktual di lapangan dapat terlihat langsung dengan lebih jelas

“Jumling ini bukan hanya kegiatan rutin. Ini kesempatan kita untuk bertemu langsung dengan masyarakat, bersilaturahmi dan mendengarkan apa yang menjadi harapan warga serta kondisi faktual di lapangan dapat terlihat dengan lebih jelas,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Tangerang tidak cukup hanya dilakukan melalui program pemerintah. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kekuatan penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, gotong royong dan dukungan masyarakat. Kalau pemerintah dan masyarakat bersama-sama, insyaAllah Tangerang semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan Jumling juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya berlangsung di kantor pemerintahan. Mendatangi masyarakat, mendengar langsung suara warga dan menjaga silaturahmi menjadi bagian dari cara pemerintah memastikan pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat

"Pelayanan publik tidak hanya di dalam kantor. Bertemu warga, mendengarkan dan bersilahturahmi dengan warga tanpa jarak seperti ini juga menjadi bagian pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat," imbuhnya

Dia menyebut masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan kerukunan warga.

"Kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin dekat, sehingga berbagai persoalan maupun aspirasi warga dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama," pungkasnya. (Red)

Dukung Pembentukan Satgas Anti Rentenir, Bupati Maesyal Dorong Kemudahan Akses Permodalan

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendukung penuh pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir di Kabupaten Tangerang yang digagas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Urgensi Pembentukan Satgas Anti Rentenir di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Bupati Maesyal mengatakan, Satgas Anti Rentenir harus memiliki tugas yang jelas, mulai dari menerima dan menindaklanjuti pengaduan hingga mencari solusi bersama pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan satgas juga harus dibarengi dengan kemudahan akses pembiayaan agar masyarakat tidak memilih pinjaman dari rentenir.

“Satgas nanti harus jelas uraian tugasnya, menerima pengaduan, menindaklanjuti pengaduan, dan mencari solusinya bersama-sama dengan pemerintah daerah. Masyarakat kita ingin yang praktis, tidak berbelit-belit dan tidak banyak persyaratan,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menandaskan Pemkab Tangerang menghadirkan sejumlah lembaga pembiayaan milik pemerintah daerah, seperti BPR, PT LKM dan UPDB, sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Untuk itu, dia meminta lembaga pembiayaan tersebut memberikan kemudahan persyaratan dan pembiayaan dengan beban yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.

“Pemerintah tidak hanya membentuk satgas, tetapi harus memberikan solusi. Saya sengaja hadirkan UPDB, PT LKM dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, mudahkan persyaratannya dan ringankan bunganya, supaya masyarakat tidak ke rentenir,” tegasnya

Ia juga meminta MES untuk dapat membantu memberikan sosialisasi terhadap keberadaan lembaga pembiayaan tersebut hingga tingkat kecamatan dan mengimbau masyarakat agar pengajuan pinjamannya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, sehingga pinjamannya tidak menjadi beban di kemudian hari.

“Kalau kebutuhan usahanya Rp3 juta sampai Rp5 juta, ya pinjam sesuai kebutuhan itu. Jangan modalnya Rp3 juta sampai Rp5 juta, tetapi pinjamnya Rp20 juta. Kasihan nanti menjadi beban. Jadi pinjam harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” imbaunya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan membahas lebih lanjut kemudahan persyaratan bersama UPDB, PT LKM dan BPR. Menurutnya, upaya mencegah masyarakat terjerat rentenir harus dibarengi dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah sekaligus mendorong masyarakat memenuhi kewajibannya.

“Kita hadir untuk memberikan solusi. Kalau diberikan kemudahan untuk pinjam, jangan lupa kewajibannya. Sudah ada UPDB, PT LKM dan BPR, jadi manfaatkan lembaga yang resmi dan jangan sampai ke rentenir,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MES Kabupaten Tangerang Mohamad Mahrusillah mengatakan, pembentukan Satgas Anti Rentenir diharapkan dapat segera direalisasikan dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat partisipasi berbagai unsur masyarakat dalam satgas tersebut.

“Insyaallah sekali teken Pak Bupati, 29 kecamatan semuanya ter-cover. Karena kami ini sebagai masyarakat dan perwakilan masyarakat, kami juga memohon bantuan. Isi satgas ini bukan hanya dari MES, tetapi ada dari NU, PWI, ormas, mahasiswa, dan MUI,” ujarnya. (Red)

Page 9 of 318
Go to top