Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menerima kunjungan Rombongan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 24 dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung. Acara penerimaan berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (10/09/26).
Rombongan peserta yang terdiri dari 32 Pemimpin strategis instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, didampingi oleh 2 Widyaiswara Ahli Utama serta 8 pendamping dari BPSDMD Lampung, diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mewakili Bupati Tangerang.
Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai lokus pembelajaran dan Studi Lapangan VKN PKN II BPSDMD Provinsi Lampung.
"Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menerima visitasi dari para pemimpin strategis bangsa dari Provinsi Lampung. Kelas teori itu penting, tetapi turun ke lapangan dan melihat dinamika secara nyata jauh lebih penting untuk mengasah kepekaan kepemimpinan kita. Sebagai tetangga terdekat, kita harus saling mendukung dan belajar satu sama lain," ujar Sekda.
Soma juga memaparkan gambaran umum dinamika wilayah Kabupaten Tangerang yang berkembang sangat pesat. Memiliki luas wilayah sekitar 1.000 km² yang terbagi dalam 246 desa dan 28 kelurahan (serta lebih dari 12.000 RT/RW), Kabupaten Tangerang kini dihuni oleh lebih dari 3,5 juta jiwa. Letaknya yang strategis berbatasan langsung dengan DKI Jakarta menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai pusat industri dan kawasan pemukiman padat dengan tingkat pertumbuhan penduduk mendekati 3% per tahun dari migrasi dan kelahiran.
Dari segi kemandirian keuangan, Sekda mengungkapkan bahwa Kabupaten Tangerang mencatatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 5,5 Triliun dari total APBD sekitar Rp 9,3 Triliun, dengan kapasitas fiskal mandiri mencapai di atas 63%. Selain itu, porsi belanja pegawai berhasil ditekan hingga angka efisien 26% untuk membiayai sekitar 23 ribu pegawai daerah, sehingga sisa anggaran dapat dioptimalkan secara efektif untuk belanja pembangunan publik.
Dalam kunjungan studi ini, para peserta PKN II Lampung membawa dua fokus kajian (subtema) utama yang dinilai sangat krusial dan relevan bagi pembangunan tata kelola daerah:
1. Ketahanan Iklim dan Mitigasi Bencana: Pembahasan mengenai langkah adaptif daerah terhadap perubahan iklim dan kebencanaan, yang didiskusikan bersama Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.
2. Tata Ruang Berwawasan Lingkungan: Mengkaji strategi menjaga keseimbangan antara daya tarik investasi, kepatuhan hukum, dan kelestarian lingkungan hidup bersama Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), DPMPTSP, Satpol PP, dan Bagian Hukum.
Soma meminta seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang yang hadir untuk bersikap terbuka dan transparan memberikan data komprehensif, baik berupa keberhasilan maupun tantangan nyata di lapangan, agar peserta dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang obyektif dan konstruktif.
Sementara itu, Ketua Rombongan VKN Provinsi Lampung, Edarwan, didampingi Widyaiswara Ahli Utama Lukmansyah, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyambutan yang hangat dan solutif dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Kami membawa tim kepemimpinan yang solid dari Provinsi Lampung dan berbagai kabupaten/kota. Kedatangan kami tidak hanya untuk melihat dan mencatat, tetapi untuk belajar secara nyata, mengambil inspirasi, dan membawa pulang best practices pengelolaan tata pemerintahan dari Kabupaten Tangerang. Pemimpin masa depan harus adaptif, berani, dan kolaboratif," ungkap Edarwan.
Peserta yang hadir mencakup jajaran pimpinan strategis (Eselon II/Kepala Dinas/Direktur) dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Tengah hingga perwakilan Kementerian LHK wilayah Bengkulu-Lampung.
Acara penerimaan berlangsung dinamis, penuh keakraban, dilanjut dengan diskusi mengenai singkat, dan ditutup dengan pertukaran cinderamata serta foto bersama wujud mempererat tali silaturahmi antar-pemerintah daerah. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Hasil Evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Vega Hotel Gading Serpong, Kamis (10/09/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa hasil evaluasi iBangga menjadi instrumen penting bagi seluruh stakeholder untuk melihat sejauhmana capaian pembangunan keluarga, sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan program agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“iBangga jangan hanya kita lihat sebagai angka atau indikator kinerja. Di balik setiap angka itu ada keluarga, ada orang tua, ada anak-anak dan ada masyarakat yang menjadi bagian penting dari masa depan Kabupaten Tangerang. Karena itu, hasil evaluasi ini harus menjadi bahan bagi kita untuk memperbaiki kebijakan dan program agar lebih tepat sasaran,” ujar Wabup Intan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi maupun penyediaan fasilitas pelayanan publik, tetapi juga harus mampu menghadirkan keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, harmonis dan bahagia. Hasil iBangga Kabupaten Tangerang tahun 2025 berada pada angka 62,2 persen dengan kategori berkembang dengan tiga (3) dimensi yang diukur yaitu: ketenteraman sebesar 74,6 persen, kemandirian 62,2 persen dan kebahagiaan 49,8 persen.
“Kita ingin pembangunan keluarga tidak berhenti pada program dan kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga. Kita ingin membangun Kabupaten Tangerang yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memiliki masyarakat yang sehat, keluarga yang tangguh, anak-anak yang berkualitas, kehidupan sosial yang harmonis dan masyarakat yang bahagia,” tandasnya
Wabup Intan juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang telah terlibat langsung dan aktif dalam upaya penguatan keluarga dan kesejahteraanya. Ia berharap TP PKK terus menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung berbagai program pembangunan di lapangan. Menurutnya, keberadaan para kader PKK menjadi kekuatan penting karena mereka dapat melihat kondisi dan persoalan masyarakat secara langsung sekaligus mendukung pelaksanaan program hingga ke tingkat keluarga.
“Saya sangat mengapresiasi TP PKK sebagai mitra strategis Pemkab Tangerang. Saya berharap bersama para kader untuk terus mendukung program pemerintah dan melaksanakannya di lapangan dengan penuh tanggung jawab. Harapannya, hasil evaluasi ini bisa menjadi bahan bagi seluruh pihak untuk semakin baik dalam mendampingi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, mengatakan evaluasi iBangga menjadi bagian penting dalam melihat kondisi pembangunan keluarga secara lebih menyeluruh. Hasil pengukuran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi data, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Hasil pengukuran dan pencapaian iBangga perlu dikaji secara lebih mendalam agar tidak hanya menjadi data atau angka capaian, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan. Melalui evaluasi ini kita dapat mengetahui aspek yang sudah berkembang maupun aspek yang masih memerlukan penguatan,” jelas Muchlis.
Menurutnya, pembangunan keluarga membutuhkan koordinasi dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid yang juga hadir, menyampaikan bahwa sosialisasi hasil evaluasi iBangga memberikan pengetahuan penting bagi para kader, khususnya Tim Penggerak PKK Kecamatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ia berharap materi dan hasil yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Informasi dan materi yang kita dapatkan hari ini tentu sangat bermanfaat bagi para kader. Ilmu ini nantinya bisa kita sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat di kecamatan masing-masing. Dengan begitu, apa yang kita dapatkan hari ini tidak berhenti di ruangan ini, tetapi bisa diterapkan dan memberikan manfaat di lapangan,” ujar Risma. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meraih penghargaan sebagai daerah penduli inovasi ekonomi kreatif dari Kompas TV. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Bupati Tangerang dalam acara puncak HUT ke-15 Kompas TV yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu malam (9/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Radyid mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada daerah yang aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan pelaku UMKM
"Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang terus aktif mendorong inovasi pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan pelaku-pelaku UMKM agar mereka terus mampu bersaing," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus memotivasi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus menghadirkan kebijakan yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM dan usaha ekonomi kreatif.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan selamat ulang tahun Kompas TV yang ke-15. Semoga terus sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan terkait ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang,” ujarnya
Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM menjadi bagian dari strategi Pemkab Tangerang yang senantiasa berupaya membuka ruang-ruang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menekan angka kemiskinan.
Ia menyebut, jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang terus mengalami pertumbuhan. Pada akhir 2024 tercatat sebanyak 61.011 UMKM, kemudian meningkat menjadi 78.506 UMKM pada akhir 2025. Selain itu, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan wirausahawan baru melalui program bantuan permodalan yang dikelola Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB).
“Bantuan permodalan dari UPDB memberikan kesempatan kepada wirausahawan baru untuk meningkatkan produk dan mengembangkan aktivitas usahanya. Pemerintah daerah hadir memberikan kesempatan kepada masyarakat pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Bupati Maesyal menegaskan, penghargaan tersebut menambah dorongan semangat bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuat berbagai inovasi ekonomi kreatif secara berkelanjutan, sehingga pertumbuhan UMKM tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap lapangan kerja baru dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini sudah kita rencanakan sebagai bagian dari program kegiatan untuk memutar roda perekonomian di Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan ekonomi masyarakat semakin kuat dan kesejahteraan terus meningkat,” tandasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi bagi masyarakat dan atlet muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menyatakan, komitmen tersebut tercermin dari prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang yang kembali meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026. Kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 106 medali emas, 75 perak dan 84 perunggu dalam ajang tersebut.
”Tak hanya itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga terus diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas,” ungkap Kaonang, Rabu (9/9/26).
Pada POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang mengirimkan 411 atlet yang bertanding pada 26 cabang olahraga. Para atlet mendapat dukungan dari pelatih, asisten pelatih, manajer dan ofisial sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah hingga nasional.
“Penguatan pembinaan atlet juga dilakukan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan atlet sejak usia pelajar agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif untuk melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Kaonang.
Di sisi fasilitas, Pemkot Tangerang terus memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga. Saat ini tersedia 36 gedung olahraga, delapan stadion dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk mendukung aktivitas olahraga. Sejumlah fasilitas lainnya juga tersedia, seperti sirkuit, panjat dinding, lapangan panahan dan lapangan tembak.
”Pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman juga terus dilakukan agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga juga semakin mudah melalui Tangerang LIVE dengan fitur Tim Sport,” katanya.
Selain pembinaan dan fasilitas, Kota Tangerang aktif menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat daerah, nasional hingga internasional. Penyelenggaraan event tersebut turut membuka peluang pengembangan sport tourism sekaligus memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, seperti UMKM, kuliner, transportasi dan akomodasi.
“Melalui Haornas 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai Sport City yang sehat, aktif, inklusif dan berprestasi,” tutupnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang siap menggelar Culinary Day 2026 pada Sabtu (12/9/2026) mendatang.
Menghadirkan 83 tenant yang terdiri dari UMKM lokal, kuliner viral, hingga pelayanan publik, ajang tahunan ini menjadi agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal dan memajukan potensi wisata kuliner Kota Tangerang.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menerangkan, gelaran tahunan ini dirancang sebagai wadah pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan.
"Culinary Day 2026 bukan sekadar festival kuliner biasa, melainkan panggung nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memberikan akses pasar yang luas bagi para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing," ujar Boyke.
Selain menghadirkan kuliner legendaris dan kekinian, gelaran ini juga mengikutsertakan berbagai instansi terkait guna memberikan pelayanan prima kepada warga.
Acara ini akan diramaikan oleh ragam kuliner populer, produk UMKM unggulan dari 13 kecamatan, serta dukungan jajaran hotel dan mitra swasta. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan publik terpadu di lokasi acara.
"Kami juga menyiagakan fasilitas pendukung secara optimal. Mulai dari panggung hiburan utama, photobooth, area VIP, hingga layanan darurat seperti posko keamanan, tim medis dan PMI, unit ambulans, serta armada pemadam kebakaran," pungkasnya.
Adapun jajaran tenant yang turut menyemarakkan Culinary Day 2026 di antaranya:
* Kuliner Populer & Industri Makanan: Kuali Bunda Al, Himari Snack, @gebsfoodsss, Mamam by Mican, Laksa Tangerang Mang Toyib, Ngodeng Tangerang, Choco Drink, Cilemboost, Kids Pucok, Pempek Tumpah Zakhyra, Fruity Delight, Say Burger, Omar Hotel, Extrajoss, Bejo Merah, Maxim, Freshcare, Sinde, Chatime, Pecelicious, Kuliner Viral, Stand Coffee Terio Dipo, Kecap SH, Stand Roti UMKM Evi, Stand Kopi Benteng Rio, Alpukat Kocok, hingga Ayoda Melon.
* Perhotelan dan Mitra Industri: Honda Mitra Gemilang Otista, Citadines Connect Airport Jakarta, Pakons Prime, Starradio, bjb, Golden Tulip Essential Tangerang, Howard Johnson by Wyndham Tangerang, Kyriad Hotel Jakarta Airport, Favehotel Hasyim Ashari, Narita, NEO+ Airport Jakarta, dan Novotel Tangerang.
* UMKM Binaan 13 Kecamatan: Stand khusus UMKM dari Kecamatan Karang Tengah, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, Cipondoh, Batu Ceper, Benda, Cibodas, Pinang, Karawaci, Ciledug, Larangan, dan Tangerang.
* Pelayanan Publik Terpadu: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bapenda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, serta BAZNAS Kota Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, untuk hadir memadati area acara pada Sabtu (12/9/2026), menikmati aneka jajanan khas, serta mendukung secara langsung geliat perekonomian UMKM lokal. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung maupun dampak terhadap masyarakat.
“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Bupati Maesyal.
Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di wilayah masing-masing.
Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke Puskesmas, masyarakat, dan sejumlah tempat umum. Ketersediaan masker di apotek, minimarket, dan supermarket juga dipastikan masih mencukupi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja dan instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan dan semak-semak kering. Penyiraman rutin juga dilakukan di area TPA untuk mencegah kebakaran akibat kondisi cuaca kering.
Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak. Sementara unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui piket harian.
“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga (Siaga 3) dan masih terjadi erupsi kecil.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembuangan sampah liar masih menjadi perhatian utama di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi kebakaran.
“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Wabup Intan.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan pos pemadam kebakaran dan kelengkapannya juga perlu terus dipastikan kesiapannya, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan. Selain itu, para pemulung diimbau tidak masuk dan membakar sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena dapat meningkatkan risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas pemadaman. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Swaka Gedung Serbaguna (GSG) yang berlokasi di Jalan Raya Cisoka-Cangkudu, Rabu (09/09/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas selesai dan dibukanya Swaka GSG Cisoka yang berlokasi di kawasan strategis tersebut
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Swaka Gedung Serba Guna di kawasan strategis Jalan Raya Cisoka Cangkudu ini," ujar Wabup Intan.
Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur, kawasan permukiman maupun sektor ekonomi. Pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap sarana pendukung yang memadai.
Menurutnya, Swaka Gedung Serbaguna tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat pertemuan yang lebih representatif seperti: pernikahan, seminar, kegiatan bisnis, kebudayaan, sosial, keagamaan, hingga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.
“Gedung ini sangat diperlukan karena lokasinya cukup strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kecamatan di wilayah sekitar. Mudah-mudahan keberadaan fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung keterlibatan sektor swasta dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang bermanfaat. Dia menyebut keberadaan Swaka GSG tersebut merupakan bagian investasi yang akan memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian lokal.
"Kehadiran tempat ini akan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM lokal seperti jasa katering, dekorasi, hingga dokumentasi. Di samping itu, operasional gedung ini juga turut menyerap tenaga kerja dari warga sekitar serta meningkatkan kualifikasi sarana publik di kawasan ini," imbuhnya.
Wabup Intan juga memberikan apresiasi karena pengelola GSG telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Ia berharap pola pemberdayaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investasi dan fasilitas baru di daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga setempat.
“Tadi saya sempat bertanya kepada pengelola, apakah warga sekitar dilibatkan untuk bekerja. Alhamdulillah, hampir semuanya merupakan warga sekitar. Ini sangat baik, karena selain membangun fasilitas, keberadaannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Wabup Intan berpesan kepada pihak pengelola agar Swaka Gedung Serbaguna dapat dirawat dan dikelola secara profesional. Aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung harus senantiasa menjadi prioritas dan perhatian utama, selain hubungan yang harmonis bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Semoga gedung ini terus berkembang, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang secara luas,” harapnya.
Menutup sambutannya, dia juga mendoakan agar keberadaan Swaka Gedung Serbaguna terus maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menerima perserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin Kel. Binong Kec. Curug, Rabu (09/09/26)
"Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rayid
senantiasa berkolaborasi 3 komponen tripartit terus juga komunikasi yang bagus dan juga tidak terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak senang dengan Kabupaten Tangerang saya kira ini menjadi bekal bagus untuk kemajuan kita semua.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kab. Tangerang yang mencapai 5,67% tersebut tidak lepas dari kondisi hubungan Tripartit yang kondusif dan harmonis. Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perekonomian terus berjalan dan aktivitas usaha masyarakat juga terakomodir
"Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir," jelasnya.
Bupati Maesyal pun mengapresiasi Diklat tersebut yang diharapkan dapat menambah motivasi, wawasan maupun ilmu pengetahuan, khususnya dari sisi advokasinya tentunya terkait dengan ketenagakerjaan. Pemerintah akan terus mendukung upaya bersama antara pengusaha dan serikat pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan yang diharapkan bisa semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja dengan serikatnya," pungkasnya
Sementara itu, Ketua panitia Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM), Satriyo Utomo mengatakan Diklat yang diikuti oleh 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten tersebut bertema "Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat pPekerja yang Berintegritas dan Bermartabat. Diklat tersebut bukan hanya sekedar kegiatan untuk memenuhi agenda organisasi, namun merupakan bagian dari investasi perjuangan organisasi.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota," ujarnya.
Pihaknya berharap diklat tersebut mampu menjadikan organisasi yang lebih kuat lebih solid lebih profesional dan lebih bermanfaat bagi anggota. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara simbolis menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi anak yatim serta bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga (Janda) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang menggelontorkan bantuan sekitar Rp2,65 miliar kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan janda kepala keluarga.
"Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengatakan BST diberikan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya, dengan nilai bantuan masing-masing Rp1 juta.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya
Selain BST, Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 430 penerima manfaat dengan nilai Rp5 juta perorang. Bantuan tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil, seperti berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman dan usaha kecil lainnya
“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.
Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan kepada kelompok lanjut usia sebanyak 1.200 orang dengan nilai Rp1 juta per penerima atau total Rp1,2 miliar.
Menurutnya, bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 5. Ia berharap bantuan produktif tersebut dapat meningkatkan kondisi ekonomi penerima sehingga secara bertahap dapat keluar dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan melakukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.
“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Madrasah Gemilang. Acara peluncuran yang menjadi angin segar bagi dunia pendidikan keagamaan ini digelar dengan khidmat di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, pada Selasa (08/09/2026).
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, jajaran pejabat struktural Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Tangerang, para tokoh agama, kepala madrasah serta 40 guru yang menjadi peserta penerima beasiswa.
Bupati Tangerang, Moch. Maesal Rasyid, dalam sambutannya memaparkan bahwa peluncuran beasiswa ini merupakan wujud nyata intervensi dan dukungan penuh Pemerintah Daerah. Upaya kolaboratif ini dilakukan secara konsisten untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya melalui penguatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
"Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Sumber dananya ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diberikan hibah kepada Kementerian Agama. Inovasinya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam, dan guru RA melalui kuliah gratis, sehingga insyaallah anak-anak kita akan semakin cerdas dan menjadi SDM unggulan," ungkap Bupati Maesal Rasyid.
Lebih lanjut, Bupati memaparkan rincian teknis terkait sasaran utama penerima program beasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan ikhtiar nyata Pemerintah Daerah bersama Kementerian Agama sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi.
"Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier. Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan," ujar Bupati Maesal.
Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, mewakili Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan hangat dari jajaran Pemkab Tangerang beserta seluruh tamu undangan yang hadir, sekaligus mengapresiasi antusiasme para guru yang terus berjuang di dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Helmi Halimatul Udhmah membagikan poin arahan strategis dari kementerian terkait urgensi peluncuran beasiswa pendidikan ini.
"Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan," tegas Hj. Helmi Halimatul Udhmah.
Peluncuran program ini membawa napas lega dan kebahagiaan tersendiri bagi para penerima manfaat, salah satunya adalah Neneng Rostiani, guru di MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari. Bagi Neneng, kesempatan ini sangat istimewa karena ia akan merasakan bangku kuliah untuk pertama kalinya dan tengah bersiap mengikuti masa orientasi (Ospek) pada tanggal 26 mendatang.
"Perasaan saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata. Melalui program Beasiswa Madrasah Gemilang ini, saya mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Semoga pemerintahan Kabupaten Tangerang semakin maju, jaya, gemilang dan bisa terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya penuh harap.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen bahwa Program Beasiswa Madrasah Gemilang merupakan wujud nyata kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ke depan, Pemkab Tangerang akan terus mempertahankan dan meningkatkan program-program strategis serupa. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta didik di Kabupaten Tangerang mendapatkan pendidikan dari tenaga pengajar yang kompeten, profesional, dan memiliki dedikasi tinggi. (Red)