TANGERANG, lensafokus.id – Kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten, Dr. Menase Kadepa saat jajarannya melakukan kunjungan kerja dan diterima langsung Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng Kantor Bupati Tangerang, Selasa (06/10/26)
“Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang,” ujar Menase.
Menurutnya, keberagaman agama dan masyarakat di Kabupaten Tangerang selama ini dapat berjalan berdampingan dengan aman, damai dan tertib. Ia juga memastikan persoalan yang sebelumnya muncul telah ditangani pemerintah daerah dengan sangat baik dan bijak
“Saya hadir langsung di Tangerang bersama Bapak Bupati. Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Hari ini saya menerima laporan yang jelas, masalahnya sudah selesai,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Tangerang agar terus mempertahankan kondusifitas dan keamanan wilayah. Menurutnya, keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan kekuatan sekaligus sebuah cerminan Indonesia dalam skala kecil.
“Tangerang itu damai, aman dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang memang telah terjaga dengan baik. Bahkan, keberadaan tempat ibadah yang berdampingan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang telah menjadi hal yang biasa
“Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun dan saling bertoleransi,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menyebut Kabupaten Tangerang merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama sejak lama. Mereka hidup rukun berdampingan satu dengan yang lainnya
“Segala suku dan agama ada di Kabupaten Tangerang. Kita hidup rukun dan saling bertoleransi,” jelasnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan membiarkan setiap persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan secara berlarut-larut. Setiap persoalan yang terjadi senantiasa direspon cepat melalui komunikasi dan penyelesaian bersama Forkopimda serta unsur terkait lainnya
“Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama. Kita respons cepat agar persoalan tidak melebar dan tidak berkepanjangan,” tegasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang menertibkan sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum di sepanjang Jalan Raya M.H. Thamrin, kawasan Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026).
Penertiban dilakukan terhadap lapak-lapak yang berdiri dan beraktivitas di atas trotoar. Keberadaan lapak tersebut dinilai mengganggu fungsi fasilitas pejalan kaki sekaligus berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang Teguh Supriyanto mengatakan, penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta mengembalikan fungsi fasilitas publik.
“Kami telah menertibkan sejumlah lapak yang selama ini beraktivitas menyalahgunakan fasilitas umum, khususnya di sepanjang trotoar di Kebon Nanas. Dampak dari aktivitas ini cukup besar, tidak hanya menghilangkan fungsi trotoar, tetapi juga menyebabkan penumpukan kendaraan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas,” ujar Teguh, Selasa (6/10/2026).
Menurut Teguh, operasi penertiban tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat di Kota Tangerang.
Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan teguran kepada para pedagang agar tidak kembali menggunakan trotoar dan fasilitas umum untuk aktivitas berdagang.
“Tidak hanya ditertibkan, kami juga memberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya yang selama ini merugikan karena telah mengambil hak masyarakat dalam menggunakan trotoar sesuai dengan fungsinya,” pungkasnya.
TANGERANG, lensafokus.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan mengangkat tema “Penguatan Layanan Code Stroke, Layanan Jantung dan PONEK”, Selasa (6/10/2026), bertempat di Aula RSUD Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 170 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi jejaring pelayanan kesehatan, organisasi profesi, akademisi, unsur pemerintah, masyarakat, serta insan pers.
Forum Konsultasi Publik menjadi ruang strategis bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk memperoleh masukan, saran, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui forum ini, RSUD Kabupaten Tangerang secara khusus mendorong penguatan tiga layanan prioritas, yaitu Code Stroke, layanan jantung, serta Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons, ketepatan penanganan, kesinambungan pelayanan, serta keselamatan pasien, khususnya pada kondisi kegawatdaruratan medis.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Endang Widyastiwi, M.MKes., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh pihak.
“Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan jejaring, organisasi profesi, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. kami ingin mendengar secara langsung berbagai masukan dan kebutuhan di lapangan agar layanan yang kami kembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar dr. Endang.
Ia menambahkan, penguatan layanan kegawatdaruratan harus didukung dengan sistem pelayanan yang terintegrasi, sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta jejaring rujukan yang berjalan secara efektif.
“Orientasi utama kami adalah keselamatan pasien. Karena itu, setiap proses penguatan layanan harus bermuara pada bagaimana pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, terintegrasi, dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam layanan Code Stroke, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan penanganan pasien stroke. Sementara pada layanan jantung dan PONEK, kecepatan respons, kesiapan tenaga kesehatan, serta sistem rujukan yang terintegrasi juga menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan risiko komplikasi dan kematian.
Melalui FKP ini, RSUD Kabupaten Tangerang juga memperkuat komitmennya untuk terus membangun pelayanan publik yang transparan, responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Masukan dari berbagai unsur yang hadir diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam penyempurnaan kebijakan dan pengembangan pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang ke depan.
Dengan adanya sinergi seluruh pemangku kepentingan, RSUD Kabupaten Tangerang optimistis penguatan layanan Code Stroke, layanan jantung, dan PONEK dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. (Red)
Tangsel, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengikuti sekaligus melepas siswa Taman Kanak-Kanak pada kegiatan Tarbiyah Manasik Haji yang diinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Tangerang di Almahmudah Manasik Training Center (AMTC) Lubana Sengkol Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Selasa (06/10/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi upaya IGTKI Kab. Tangerang tersebut sebagai bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
"Saya sangat mengapresiasi IGTKI-PGRI Kabupaten Tangerang atas kegiatan ini yang tidak hanya mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini," ujar Wabup Intan
Dia menandaskan kegiatan manasik haji bagi anak-anak TK tersebut mengajarkan langsung tentang bagaimana menjadi tamu Allah SWT yang baik, belajar mengenal rukun Islam, berdoa, bersabar, tertib, taat aturan, serta belajar menghormati dan menyayangi sesama serta membawa pesan moral dan spiritual lainnya
"Kegiatan ini membawa satu pesan bahwa menjadi anak yang baik juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Rajin berdoa, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta berkata dan berbuat baik harus menjadi kebiasaan sehari-hari," tandasnya
Menurut dia, pendidikan anak usia dini tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk akhlak, kemandirian, kedisiplinan, dan karakter anak melalui keteladanan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Saya berpesan kepada para guru dan orang tua, agar nilai-nilai yang diperkenalkan melalui kegiatan ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang dipelajari hari ini tertanam dalam hati dan menjadi bekal untuk mencintai ibadah serta mengenal makna menjadi tamu Allah SWT," pungkasnya
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid yang turut hadir menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji bagi anak-anak TK akan memberikan kesan yang mendalam bagi setiap anak yang dapat menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesan mendalam bagi anak-anak melalui pengalaman langsung atau simulasi sehingga menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT," ungkapnya
Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kab. Tangerang, Lies Aan Rodiantini melaporkan bahwa Talbiyah Manasik Haji tersebut diikuti sekitar 8.132 anak-anak TK yang terbagi menjadi 3 gelombang
"Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 6-8 Oktober. Ada 16 kecamatan yang mengikuti kegiatan pada hari ini sampai hari Kamis," jelasnya
Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, bunda PAUD, guru, orang tua serta semua pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut
"Terima kasih bunda semuanya yang sudah hadir dalam rangka Talbiyah Manasik Haji Anak TK se-Kabupaten Tangerang. Kami sangat berbahagia dengan hadirnya Ibu atas support dan dukungan dari Bunda PAUD, Ibu Wabup, Ibu Ketua IGTKI Provinsi, ibu pengawas semuanya," ucapnya. (red)
ANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/26).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan optimal, higienis, serta sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Camat Sukamulya, serta Kepala Desa Parahu. Bupati dan jajaran melihat langsung seluruh tahapan operasional SPPG, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, standar kebersihan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal menyebut SPPG Parahu 2 saat ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, mulai dari balita, anak-anak sekolah jenjang TK, SD dan SMP, hingga ibu hamil. Proses distribusi menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal sekitar 15 menit menuju titik penerima manfaat.
Makanan MBG didistribusikan menggunakan wadah ompreng yang kemudian ditarik kembali untuk dibersihkan dan digunakan kembali. Pengambilan wadah dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah makanan selesai dikonsumsi.
Bupati Maesyal juga menilai kehadiran SPPG memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. SPPG Parahu 2 yang dikelola Ibu Laras tersebut mempekerjakan sebanyak 43 warga lokal.
“Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjamin,” katanya.
Bupati berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi salah satu contoh bagi SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang, terutama dalam hal menjaga kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan distribusi, serta membangun kolaborasi dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Salah seorang relawan SPPG Parahu, Indah fitriani mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG. Selain mendapatkan pekerjaan, penghasilan yang diterima cukup dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya
“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya sangat bersyukur Bapak Presiden mempunyai program MBG ini, karena kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” ungkapnya.
Saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki sekitat 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi. Dengan rata-rata penyerapan sekitar 40 tenaga kerja pada setiap unit, keberadaan SPPG diperkirakan telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Cisoka menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) di Aula Masjid Jami' Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini kasus TBC di masyarakat untuk menekan angka penularan.
Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, mengatakan skrining TBC menjadi salah satu upaya penting dalam menemukan kasus secara lebih cepat, sehingga pengobatan dapat segera diberikan kepada warga yang dinyatakan positif.
“Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk lebih dari tiga minggu, badan terasa lemas, terjadi penurunan berat badan, serta menurunnya nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, warga yang memiliki gejala akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya melalui pemeriksaan dahak dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM). Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien akan mendapatkan obat antituberkulosis sesuai dengan tata laksana pengobatan.
“Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan dengan pengawasan minum obat. Kami juga melakukan monitoring melalui kunjungan rumah untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sampai tuntas,” katanya.
Selain pengobatan bagi pasien, Puskesmas Cisoka juga melakukan upaya pencegahan terhadap anggota keluarga maupun warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut di lingkungan sekitar.
drg. Reta menambahkan, pencegahan TBC juga perlu dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang baik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh. Masyarakat perlu memastikan rumah memiliki jamban sehat, sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, serta lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Ia mengatakan, Puskesmas Cisoka juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan lingkungan untuk melakukan pemantauan langsung ke rumah pasien. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal pasien memenuhi aspek kesehatan dan tidak menjadi lingkungan yang mendukung penyebaran bakteri TBC.
“Selama ini kami juga bekerja sama dengan petugas kesehatan lingkungan dan sering turun ke lapangan untuk memastikan rumah pasien dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Reta menjelaskan bahwa penemuan kasus TBC di wilayah Cisoka dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Namun, peningkatan tersebut tidak semata-mata menunjukkan bertambahnya penularan, melainkan juga karena semakin aktifnya kegiatan penemuan kasus melalui skrining dan active case finding (ACF).
“Kegiatan penemuan dan skrining TBC yang terintegrasi dengan PKG membuat kami lebih aktif turun langsung ke masyarakat. Dengan semakin banyak kasus baru yang ditemukan, diharapkan semakin banyak pula pasien yang mendapatkan pengobatan,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan penemuan kasus tersebut dapat diikuti dengan peningkatan angka keberhasilan pengobatan, sehingga kasus TBC di Kabupaten Tangerang secara bertahap dapat ditekan dan target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Tercatat, target penemuan kasus TBC di Kecamatan Cisoka tahun ini sebanyak 464 kasus. Hingga saat ini, Puskesmas Cisoka telah menemukan sebanyak 290 kasus TBC, sehingga upaya skrining dan penemuan kasus secara aktif terus dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga, Suparti, mengapresiasi kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Cisoka. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke puskesmas karena harus mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami semua. Kami para ibu ada yang tidak bisa naik motor dan ada juga yang repot dengan anak-anak, jadi sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan gratis ini. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya dan tidak perlu meninggalkan anak-anak,” ujarnya.
Suparti juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan berharap kegiatan pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat dapat terus dilaksanakan. Ia mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan juga membantu warga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh ke puskesmas.
“Alhamdulillah, tadi saya sudah diperiksa dan insyaallah diberikan obat serta vitamin. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah perhatian kepada warga. Semoga kegiatan seperti ini terus ada ke depannya karena sangat membantu kami, terutama para ibu yang banyak pekerjaan di rumah,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara lepas sambut Kepala Sekolah SMP dan SMK Satya Muda Gemilang Tigaraksa, Senin (5/10/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah merupakan proses yang wajar dalam sebuah organisasi dan sekaligus menjadi momentum untuk menghadirkan semangat baru dan gagasan baru serta peningkatan kualitas pengelolaan sekolah.
“Pergantian kepala sekolah merupakan proses yang wajar, sekaligus harus jadi momentum untuk menghadirkan semangat baru dan gagasan baru serta inovasi untuknpeningkatan kualitas pengelolaan sekolah," tandas Bupati Maesyal
Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Abdi Satya Negara dan seluruh keluarga besar SMP dan SMK Satya Muda Gemilang yang telah melaksanakan proses pergantian kepala sekolah dengan baik. Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada kepala sekolah sebelumnya atas pengabdian, dedikasi, serta kontribusinya dalam memajukan sekolah.
"Setiap kepemimpinan meninggalkan jejak dan memberikan warna dalam perjalanan lembaga pendidikan. Karena itu, berbagai hal baik yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemajuan sekolah ke depan," ujarnya
Kepada kepala sekolah yang baru, Bupati Maesyal mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi, melainkan ada tanggung jawab besar untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik dan berkualitas
“Kepemimpinan yang baru harus dapat melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan mutu pendidikan, kedisiplinan, karakter, serta prestasi para peserta didik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan.
“Semoga SMP dan SMK Satya Muda Gemilang dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, berprestasi, dan mampu memberikan bekal yang kuat bagi peserta didik,” ungkapnya.
Lanjut dia, dengan mengusung tema “Melanjutkan Pengabdian, Memperkuat Kebersamaan, Menuju Sekolah yang Semakin Gemilang”, lepas sambut tersenut diharapkan bisa lebih mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat pengabdian seluruh keluarga besar sekolah.
“Lanjutkan pengabdian, eratkan kebersamaan, Satya Muda Gemilang semakin berjaya,” ujarnya
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maesyal juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menjaga kekompakan serta membangun komunikasi yang baik serta memperkuat kolaborasi dengan kepala sekolah dalam rangka memajukan sekolah bersama-sama
"Kemajuan sekolah tidak mungkin dibangun oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi antara yayasan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memimpin secara langsung Apel Pagi pekan pertama bulan Oktober yang berlangsung di Lapangan Raden Arya Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (05/10/26).
Apel pagi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, para Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan sejumlah arahan strategis, mulai dari percepatan realisasi program APBD triwulan IV, kesiapan menyambut Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang, penegakan disiplin kebersihan di area publik/pelayanan, penanganan banjir, hingga agenda olahraga nasional.
Memasuki triwulan terakhir tahun anggaran 2026, Bupati meminta seluruh jajaran dari tingkat Sekda hingga pelaksana untuk tetap bersemangat menuntaskan program-program APBD yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kita sudah memasuki triwulan terakhir. Kegiatan dan program yang menjadi beban tugas kita harus tetap bersemangat untuk dijalankan sesuai APBD di setiap OPD maupun Kecamatan. Di triwulan keempat ini, masyarakat menunggu hasil kinerja kita demi kepentingan publik," tegas Bupati Maesyal.
Menjelang peringatan Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang pada 13 Oktober 2026, Bupati menginstruksikan seluruh pegawai untuk bersiap dan menjaga kebersihan sarana-prasarana kantor, termasuk toilet dan ruang kerja, hingga set°erusnya agar lingkungan kerja menjadi ny°aman untuk kita semua.
"Beberapa hari ke depan, tepatnya 13 Oktober 2026, kita akan memperingati Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang. Saya mohon seluruh pegawai bersiap men-support perayaan ini, terutama menjaga kebersihan di lingkungan OPD dan toilet, guna memberikan kenyamanan bersama," ujarnya.
Bupati memberikan perhatian serius terkait laporan masyarakat dan media mengenai kepatuhan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Beliau menegaskan tidak boleh ada lagi puntung maupun asbak rokok di area pelayanan umum.
"Saya tidak mau lagi mendengar ada puntung rokok, abu rokok, atau asbak di ruang-ruang pelayanan publik. Ini menjadi perhatian terakhir dan saya akan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke dinas-dinas tanpa pemberitahuan. Mari kita saling mengingatkan demi kesehatan dan estetika," imbau Bupati Maesyal.
Bupati meminta OPD teknis dan camat untuk sigap melakukan penataan lingkungan, pemangkasan pohon lapuk, serta pembersihan saluran air guna mengantisipasi bahaya banjir.
"Menjelang musim hujan, mindset 'banjir hal biasa' harus dibuang. Kita harus antisipasi dari sekarang di lingkungan Puspem, di wilayah-wilayah yang terutama terdampak langsung kepada masyarakat. OPD terkait harus peka memangkas pohon lapuk dan membersihkan sampah," jelasnya.
Dalam rangka memberikan dukungan moral kepada Tim Nasional Indonesia yang bertanding melawan Thailand nanti malam, Pemkab Tangerang menyiapkan fasilitas Nonton Bareng (Nobar) layar lebar untuk para pegawai dan masyarakat.
"Nanti malam Timnas kita bertanding melawan Thailand. Kita siapkan layar lebar di Puspem/GSG. Mari kita berdoa bersama agar Indonesia meraih juara," ucapnya Bupati Maesyal.
Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tangerang, KORPRI Kabupaten Tangerang akan menggelar Night Run terbuka se-Indonesia pada Sabtu (10/10/26) di kawasan Gading Serpong, yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta beserta tokoh nasional.
"Event Night Run ini sudah terdaftar lebih dari 4.500 peserta dari seluruh Indonesia. Saya minta seluruh pegawai hadir, baik untuk lari, jalan sehat, maupun mendukung UMKM lokal. Kita tunjukkan bahwa Kabupaten Tangerang adalah tuan rumah yang baik," ajaknya.
Di akhir rangkaian apel pagi, Bupati Tangerang, didampingi Sekda Kabupaten Tangerang, dan Kepala BKPSDM menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat serta melepas para ASN yang memasuki masa purnabakti (pensiun) secara simbolis.
Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian, dedikasi, dan loyalitas para ASN yang telah menuntaskan tugasnya dengan baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian, jasa, serta dedikasi bapak dan ibu sekalian selama bertugas di Kabupaten Tangerang. Semoga seluruh kerja keras yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan terus membawa manfaat bagi masyarakat," pungkas Bupati. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menutup secara resmi open turnamen Link Viber Cup 2026 yang digelar di Stadion Mini Pangerang Jaga Lautan (PJL) Kec. Kronjo, Minggu (04/10/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, baik itu panitia dan club maupun masyarakat yang begitu antusias mendukung timnya masing-masing dengan tertib dan damai.
"Hari ini kita semua telah menyaksikan pertandingan yang luar biasa, final dalam rangka open turnamen Link Viber Cup Kecamatan Kronjo tahun 2026. Pertandingannya cukup bagus, semangat dan cukup sportif, termasuk supoternya, semuanya tertib dan damai," ujar Bupati Maesyal
Penutupan turnamen tersebut ditandai dengan pertandingan final yang mempertemukan kesebelasan AGS Muncung Kecamatan Kronjo melawan Srontol Bersatu Tanara Kabupaten Serang. Pertandingan yang berjalan seru dan sportif tersebut akhirnya dimenangkan oleh Srontol Bersatu lewat drama adu pinalti dengan skore 4-3 setelah bermain imbang 0-0 di waktu normal.
Bupati Maesyal mengucapkan selamat kepada tim pemenang dan terima kasih kepada segenap panitia serta masyarakat yang dengan tertib, semangat dan damai menyaksikan pertandingan final.
"Selamat yang juara, yang juara kedua, ini adalah keberhasilan yang tertunda, insya Allah ke depan bisa jadi juara juga. Saya titipkan semua warga masyarakat yang luar biasa, masyarakat Kronjo agar pulang dengan tertib, dengan aman, dengan lancar. yang telah menjadi karakter, ciri khas Kecamatan Kronjo yang tertib, yang damai," tandasnya
Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat untuk tim sepakbola kebanggaan, Persita dan juga Tim Nasional Indonesia yang besok (Senin, 05l10/26) akan bertanding melawan Thailand pada ajang final FIFA ASEAN Cup 2026
"Besok malam tim nasional kita final melawan Thailand. Kalau ada yang sempat, kita nonton bareng di Alun-alun Tigaraksa. Kita doakan tim nasional kita supaya menjadi juara, menang besok malam. Terus Persita-nya juga supaya terus di papan atas, mudah-mudahan juara tahun sekarang," imbuhnya
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Link Viber Cup 2026, Trisno Sergio menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada Bupati Tangerang yang menyempatkan diri hadir langsung dan menutup turnamen. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung
"Terima kasih, luar biasa antusias suporter masing-masing kedua tim. Kami atas nama panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dan mensukseskan kegiatan pada tahun ini," ucapnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka secara resmi Asskat League U-10, U-12 dan U-14 Season 4 Tahun 2026 di Stadion Mini Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (4/10/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan kompetisi sepak bola usia dini seperti Asskat League tersebut sangat penting untuk menjadi wadah pembinaan sekaligus mencari bibit-bibit muda berbakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.
“Event sepak bola usia dini seperti ini harus sering kita lakukan. Setiap tahun pasti akan kita gelar kegiatan seperti ini, karena ini untuk pembibitan anak-anak muda,” ujar Bupati Maesyal
Menurutnya, kompetisi usia dini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi menjadi titik awal bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, melatih mental dan meraih prestasi lebih tinggi.
Ia berharap, para pemain muda yang tampil dalam kompetisi tersebut kelak mampu menjadi kekuatan sepak bola Kabupaten Tangerang di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap anak-anak ini bisa menjadi bibit sepak bola Kabupaten Tangerang yang berlaga di pentas nasional dan internasional. Bahkan bisa menjadi pemain Persita, Timnas, maupun tim-tim Liga 1 lainnya,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong terselenggaranya kompetisi-kompetisi sepak bola usia dini secara berkelanjutan mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan kabupaten
“Kegiatan ini sangat positif. Kita akan sering melakukan event-event seperti ini dalam satu tahun, karena ini adalah untuk mencari anak-anak berbakat dari daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembinaan sejak usia dini harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar Kabupaten Tangerang tidak kekurangan talenta sepak bola potensial yang dapat membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
"Melalui Asskat League Season 4 ini, Pemkab Tangerang berharap lahir talenta-talenta muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan berprestasi," ujarnya. (Red)