TANGERANG, lensafokus.id — DPRD Kabupaten Tangerang menggelar rapat paripurna dengan agenda persetujuan bersama perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026, Kamis (13/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga teknis, serta jajaran perusahaan umum daerah.
Dalam rapat tersebut, Badan Anggaran DPRD menyampaikan hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Pembahasan dilakukan selama lima hari, yakni pada 6, 7, 8, 10, dan 11 Agustus 2026.
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tangerang, Astayudin, mengatakan pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah, kebutuhan pembangunan, efektivitas belanja, serta aspirasi masyarakat.
“Pembahasan dilakukan secara komprehensif, mendalam, konstruktif, serta memperhatikan kemampuan keuangan daerah, kebutuhan pembangunan pemerintah daerah dan aspirasi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Astayudin dalam rapat paripurna.
Menurut Astay, berdasarkan hasil pembahasan, struktur utama anggaran tidak mengalami perubahan. Pendapatan daerah dalam perubahan KUA-PPAS 2026 ditetapkan sebesar Rp8,76 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5,55 triliun dan pendapatan transfer sebesar Rp3,20 triliun.
PAD antara lain bersumber dari pajak daerah sebesar Rp4,44 triliun, retribusi daerah Rp223,76 miliar, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp67,08 miliar.
Sementara itu, pendapatan transfer berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp2,76 triliun dan transfer antardaerah sebesar Rp436,65 miliar.
Pada sisi belanja, anggaran perubahan APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp9,43 triliun. Rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp6,70 triliun, belanja modal Rp1,76 triliun, belanja tidak terduga Rp42,82 miliar, dan belanja transfer Rp914,31 miliar.
Adapun pembiayaan daerah tetap sebesar Rp671,86 miliar dan seluruhnya berasal dari penerimaan pembiayaan. Pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk penyertaan modal maupun pengeluaran pembiayaan lainnya.
"Selain menyetujui perubahan KUA-PPAS, DPRD juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Rekomendasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendapatan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan belanja daerah lebih efektif dan tepat sasaran, " Ujarnya.
Salah satu perhatian utama DPRD adalah optimalisasi pendapatan daerah. Badan Pendapatan Daerah diminta memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi, mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemangku kepentingan terkait.
DPRD juga meminta penagihan piutang pajak dilakukan secara intensif dan transparan. Potensi penerimaan pajak yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp75 miliar per bulan diminta dicatat berdasarkan realisasi dan potensi riil penerimaan, bukan sekadar berdasarkan angka proyeksi.
Penguatan peran juru sita pajak internal juga menjadi rekomendasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penagihan tunggakan wajib pajak tanpa menambah beban operasional maupun melakukan rekrutmen pegawai baru.
DPRD turut menyoroti sektor parkir, khususnya pada fasilitas milik pemerintah daerah dan empat RSUD. Pengelolaan parkir didorong menggunakan sistem yang lebih transparan atau melalui pola kerja sama dengan BUMD maupun pemerintah kecamatan guna meningkatkan pendapatan sekaligus mencegah kebocoran dan pungutan liar.
Di sektor ketenagakerjaan, DPRD meminta Dinas Tenaga Kerja menyusun program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat kemitraan dengan perusahaan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi yang diperlukan.
Pemerintah daerah juga diminta memperluas akses informasi lowongan kerja melalui portal resmi dan kegiatan bursa kerja secara hibrida hingga tingkat kecamatan. Kebijakan yang mendorong terbukanya kesempatan kerja bagi warga Kabupaten Tangerang juga perlu disusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di bidang pendidikan, DPRD meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengantisipasi peningkatan jumlah siswa mutasi masuk yang diperkirakan mencapai 24.000 siswa.
Pembangunan dan penambahan ruang kelas baru juga diminta diprioritaskan di wilayah dengan kepadatan penduduk dan jumlah peserta didik tinggi, termasuk wilayah yang memiliki kebutuhan serupa dengan SDN Pasir Jaya.
Sementara di sektor kesehatan, DPRD menekankan pentingnya pemenuhan tenaga dokter spesialis di RSUD Tigaraksa. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit rujukan di luar daerah.
DPRD juga merekomendasikan penguatan program penanganan stunting melalui sinkronisasi data dan intervensi lintas sektor. Program tidak hanya diarahkan pada aspek kesehatan, tetapi juga akses air bersih, sanitasi, lingkungan, dan faktor pendukung lainnya.
Menanggapi persetujuan tersebut, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas berbagai masukan selama proses pembahasan.
Menurutnya, masukan legislatif menjadi bagian penting untuk memastikan perubahan KUA-PPAS 2026 mampu mengakomodasi kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan prioritas pembangunan daerah.
“Semangat kemitraan dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif terus dapat terjaga dengan baik. Kondisi ini menjadi modal utama untuk membangun Kabupaten Tangerang secara berkelanjutan,” kata Intan.
Intan menegaskan, nota kesepakatan perubahan KUA-PPAS 2026 selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan nota keuangan dan rancangan perubahan APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.
Setelah kesepakatan ditandatangani, Tim Anggaran Pemerintah Daerah akan menyusun dan melakukan asistensi Rencana Kerja dan Anggaran perangkat daerah. Dokumen tersebut kemudian dihimpun sebagai dasar penyusunan nota keuangan rancangan perubahan APBD 2026 untuk dibahas bersama DPRD.
Dengan persetujuan perubahan KUA-PPAS tersebut, pemerintah daerah dan DPRD kini memiliki pijakan bersama untuk memastikan perubahan APBD 2026 tidak hanya memenuhi aspek administratif dan fiskal, tetapi juga menjawab kebutuhan pembangunan serta kepentingan masyarakat Kabupaten Tangerang. (Mala)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi sinergi dan kolaborasi TNI dan Polri yang membangun 22 jembatan Merah Putih di Kabupaten Tangerang untuk memperlancar akses dan perekonomian masyarakat
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri peresmian jembatan Garuda Merah Putih di Desa Pangadegan Kec. Pasar Kemis, Kamis (13/08/26)
"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kolaborasi TNI, Polri dalam program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi maupun Jembatan Garuda Merah Putih yang ada di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengungkapkan ada 22 jembatan Merah Putih yang dibangun Polri dan TNI di wilayah Kabupaten Tangerang. Jembatan tersebut bertujuan untuk memberikan akses penghubung yang lebih baik antar desa, kecamatan maupun antar kabupaten
"Jembatan untuk kepentingan masyarakat ini dilaksanakan oleh TNI ada 8 tempat, yang dibangun Polri ada 14. Jadi totalnya jumlahnya adalah 22 yang dibangun di Kabupaten Tangerang, berkolaborasi antara TNI, Polri dengan pemda dan juga pihak pengusaha," ungkapnya
Lanjut dia, kolaborasi untuk kepentingan rakyat kepentingan masyarakat ini membuktikan bahwa TNI, Polri, pemerintah hadir di tengah masyarakat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat
"Mudah-mudahan dengan percepatan akses ini akan juga mempercepat urusan-urusan warga, memperlancar roda perekonomian dan juga InsyaAllah ketahanan pangannya juga semakin meningkat," imbuhnya
Bupati juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama jaga dan memelihara jembatan yang telah dibangun agar bisa bertahan lama dan berdampak luas bagi masyarakat
"Mari sama-sama kita jaga, kita pelihara agar jembatan ini bisa tahan lama dan manfaatnya bisa berkelanjutan," imbaunya
Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M Indra Waspada menjelaskan bahwa dari 14 jembatan, saat ini telah diselesaikan sebanyak 3 jembatan
"Di Kabupaten Tangerang ini, kami melakukan pembangunan sebanyak 14 jembatan, yang mana 3 jembatan di Pasar Kemis, Balaraja dan Kecamatan Mauk, alhamdulillah telah diselesaikan dengan baik selama kurang lebih 3 bulan dan siap diresmikan," jelas Indra
Munurut dia, 14 jembatan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dan TNI dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, di lokasi kita berdiri ini, kurang lebih sebanyak 502 KK dan sekitar 2 ribu masyarakat yang ada di sini bisa menikmati manfaat jembatan yang kita resmikan pada kesempatan siang hari ini," ujarnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang, jajaran Forkopimda dan para pengusaha serta masyarakat yang membantu pembangunan Jembatan Merah Putih.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan kegiatan cek kesehatan dan penyerahan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Sodong Village, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/08/26).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Tangerang bersama warga RW 06 dan RW 07 Perumahan Sodong Village. Rangkaian kegiatan diisi dengan donor darah, penanaman pohon, bakti sosial, serta peresmian balai warga.
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi JMSI Kabupaten Tangerang bersama masyarakat dalam mengisi momentum hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung bagi warga. Menurut dia, peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta meningkatkan semangat gotong royong.
“Semangat 17 Agustus bukan hanya tentang perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa terus bergotong royong, saling menjaga kerukunan, saling membantu, dan membangun lingkungan bersama-sama,” ujar Wabup Intan.
Wabup Intan berharap kegiatan peduli lingkungan dan aksi kepedulian sosial tersebut bisa dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam rangka menyemarakan peringatan HUT kemerdekaan RI tetapi juga hari-hari besar lainnya yang membawa manfaat dan bertujuan memperkuat kebersamaan serta kerukunan warga
“Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan semangat gotong royong. Semoga warga Sodong Village selalu guyub, rukun, dan kompak. Mari kita jaga persatuan dan gotong royong. Dengan kebersamaan, insyaAllah lingkungan kita semakin nyaman, aman, dan indah,” tandasnya
Selain itu, Wabup Intan mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih mudah terbakar. Ia juga meminta pemerintah desa, pengurus RW dan RT, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.
“Jangan buang dan membakar sampah sembarangan, apalagi saat musim kemarau dan angin cukup kencang, api bisa merembet dan membahayakan lingkungan maupun rumah warga. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan baik,” tegasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka kegiatan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Pegawai Tahun 2026 yang diselenggarakan di halaman parkir kantor BPKAD Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/26).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang ini untuk memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antar pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
Wabup Intan yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Tangerang membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya olahraga tradisional bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa.
"Olahraga tradisional mengajarkan kita banyak hal, ada semangat, kekompakan, sportivitas, dan yang paling penting adalah kegembiraan. Hari ini, melalui kegiatan ini, kita ingin membangun semangat kerja yang lebih baik dengan suasana yanggembira dan penuh antusiasme dalam menyambut Peringatan hariUlang Tahun ke-81 RI," ujar Wabup Intan.
Lebih lanjut, Intan menjelaskan bahwa terdapat lima cabang olahraga yang dipertandingkan, antaranya Bola Sundul, Dagongan, Tarik tambang, Terompah panjang, dan e-sport Ps 5. Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan senantiasa mengutamakan keselamatan selama bertanding.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Era Erahia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KORMI dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, antusiasme pegawai tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkantahun-tahun sebelumnya.
"Selain dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, tujuan kami adalah bagaimana menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kami berharap kegiatan ini bisa menghibur dan memberikan penyegaran bagi para pegawai, sehingga nantinya suasana kerja di instansi masing-masing menjadi lebih produktif dan harmonis," ungkap Era.
Ke depan, KORMI Kabupaten Tangerang berencana untuk terus memasyarakatkan olahraga tradisional melalui sosialisasi yang lebih luas ke sekolah-sekolah, mengingat tingginya minat pelajar terhadap olahraga khas daerah tersebut. Rangkaian kegiatan ini direncanakan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober mendatang melalui penyelenggaraan festival olahraga tradisional yang terbuka untuk umum dan instansi. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah, Soma Atmaja melepas gerak jalan santai dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) yang diikuti berbagai elemen masyarakat Kecamatan dan unsur pemerintahan se-Kecamatan Sukamulya, Kamis (13/08/26)
Dalam sambutannya, Sekda Soma sangat mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan masyarakat Sukamulya yang dengan penuh semangat dan kegembiraan mengikuti gerak jalan santai tersebut
"Masyarakat Sukamulya kompak. Saya sangat senang melihat antusias masyarakat pagi hari ini yang penuh semangat dan ceria, mulai dari anak-anak, pemuda bapak, ibu dan seluruh elemen masyarakat ikut memeriahkan jalan santai," ungkap Soma
Dia menandaskan kekompakan, kepedulian dan kebersamaan merupakan modal dasar pembangunan. Dengan terjaganya kekompakan, kepedulian dan kebersamaan tantangan pembangunan akan lebih mudah dihadapi
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kekompakan masyarakat adalah kekuatan kita. Kalau masyarakat kompak, pembangunan akan lebih mudah, lingkungan akan lebih nyaman, masyarakat akan sehat dan aktif serta daerah pun semakin kuat," tandasnya
Menurut dia, gerak jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI tidak hanya sederhana tetapi juga mempunyai tujuan yang sangat besar di antaranya memperkuat silahturahmi, kerukunan, gotong-royong, kepedulian sosial dan persatuan
"Inilah yang kita harapkan dalam setiap peringatan kemerdekaan, bukan hanya dengan upacara, memasang bendera merah putih tetapi kemerdekaan juga kita isi dengan kebersamaan, persatuan, gotong royong dan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan seluruh masyarakat," ungkapnya
Soma pun mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sukamulya untuk terus menjaga dan memperkuat persatuan, kekompakan dan kepedulian dalam setiap sendi kehidupan, baik pemerintahan maupun kemasyarakatan
"Mari kita terus pertahankan semangat seperti pagi hari ini. Jangan hanya kompak ketika ada perayaan saja tetapi mari kita bangun dan perkuat kebersamaan ini dalam kehidupan sehari-hari, mari kita peduli terhadap lingkungan serta mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ajaknya
Selain gerak jalan santai dengan berbagai doorprize menarik, pada kegiatan tersebut juga digelar senam massal, cek kesehatan gratis dan tebus murah sembako. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean bersama warga Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan melakukan survei ke PT Kobe Kujira Mandiri (KKM) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan aroma tak sedap yang tercium hingga ke kawasan permukiman.
Nonce Thendean menegaskan bahwa aktivitas industri tetap harus memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami ke sini bukan untuk menghakimi suatu perusahaan. Kami datang untuk memastikan sejauh mana perusahaan tersebut berproduksi sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau belum,” ungkap Nonce pada Rabu 12 Agustus 2026.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Politisi Partai Demokrat itu adalah kelengkapan perizinan PT KKM. Nonce meminta pihak PT KKM menunjukkan dokumen perizinan asli untuk dilakukan pengecekan bersama instansi terkait.
Menurut Nonce, meskipun sebagian perizinan PT KKM diterbitkan oleh pemerintah pusat, keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya ketika aktivitasnya diduga menimbulkan dampak bagi masyarakat.
“Walaupun perizinan sudah dilengkapi secara komplit, tetapi masih ada dampak yang dirasakan masyarakat, perusahaan juga harus bertanggung jawab untuk mengurangi dampak dari polusi tersebut,” tandasnya.
Saat kunjungan ke lokasi, Nonce menceritakan pengalamannya ketika mencium bau menyengat yang diduga menyerupai bau oli terbakar di sekitar kawasan Citra Raya dan sekitarnya.
Diungkapkan Nonce, bau tersebut tidak selalu muncul di lokasi yang sama. Berdasarkan pengamatannya, bau dapat terbawa angin dan muncul di wilayah yang berbeda, terutama pada malam hari.
Nonce bahkan mengaku pernah membuka kaca mobil saat melintas di kawasan permukiman dan mencium bau yang serupa.
“Sesudah mobil saya bergeser jauh ke depan, tidak tercium lagi. Jadi, boleh dikatakan bau tersebut tidak menetap. Bagaimana arah angin, jika arah angin membawa, maka di wilayah tersebut akan tercium,” paparnya.
Selain perizinan, Nonce meminta penjelasan secara rinci mengenai kegiatan utama PT KKM, termasuk jenis bahan baku, proses produksi, hingga kapasitas produksinya. Nonce mempertanyakan apakah perusahaan hanya mengumpulkan dan menyalurkan oli bekas atau juga melakukan proses pengolahan.
“Kalau mengolah, bahannya itu mulai dari yang murni atau yang dari bekas? Dan kemudian setelah diproduksi, berapa banyak sehari yang diproduksi?” tanya Nonce.
Ia juga mengaitkan kapasitas produksi dengan potensi dampak lingkungan. Menurutnya, semakin besar aktivitas produksi, perlu dipastikan pula bahwa sistem pengendalian dampak lingkungan mampu mengimbanginya.
"Keberadaan industri dan perlindungan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan dampak yang dirasakan warga," pungkasnya. (Mala)