Banten

Banten (6674)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara halal bi halal Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kec. Kosambi yang digelar di Majelis Taklim Nurul Islam, Minggu (03/04/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menngungkapkan bahwa halal bi halal bukan hanya sekedar tradisi semata namun merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai.

"Momentum halal bi halal ini bukan sekedar tradisi, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, yaitu sebagai sarana untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat kebersamaan, saling menghargai sebagai fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dalam masyarakat," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, peran ibu-ibu majelis taklim sangat strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Untuk itu dia berharap acara tersebut bisa semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama dan masyarakat

"Saya berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah," ujarnya

Dia pun mengapresiasi peran Majelis Taklim yang terus aktif menjadi garda terdepan dalam meningkatkan pembinaan dan pemahaman keagamaan, akhlak dan pembangunan keluarga

"Saya mengapresiasi peran aktif majelis taklim sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, akhlak mulia, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah," ucapnya

Dia juga mengucapkan terima kasib atas peran majelis taklim yang terus bersinergi dan berkolaborasi bersama dalam pembangunan daerah

Saya atas nama pemerintah daerah dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan sinergi dan kolaborasi yang telah dilakukan.

Ketua FKMT Maratussoliha, Hj. Rumsinah Forum Komunikasi Majelis Taklim merupakan wadah komunikasi yang tujuannya memberikan pembekalan dan penguatan kaum wanita agar mampu menjadi wanita-wanita sholehah dan tidak mudah terpengaruh dampak negatif pesatnya informasi di era global saat ini

"FKMT ini bukan hanya perkumpulan biasa saja, tapi merupakan wadah untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dari majelis ke majelis agar menjadi sholehah, tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif media sosial dengan menghadirkan ceramah-ceramah sehingga mendapatkan ilmu," jelasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Pekan Olahraga Buruh Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Stadion Mini Kecamatan Cikupa, Minggu (3/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan May Day di Kabupaten Tangerang dilaksanakan dengan pendekatan yang berbeda, yakni melalui kegiatan-kegiatan positif yang merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan serikat buruh.

“Setiap agenda tahunan ini, sebelumnya kita selalu bertemu dengan serikat buruh untuk merumuskan kegiatan apa yang akan dilaksanakan. Tahun ini, buruh menginginkan agar May Day diisi dengan kegiatan positif, salah satunya olahraga,” ujar Bupati Maesyal

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda seperti Kapolres, Dandim, Dansatrad, dan Kejari turut hadir dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen menjaga kondusivitas wilayah.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Buruh ini meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dan catur. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terus dilanjutkan sebagai ruang silaturahmi dan penguatan solidaritas antarburuh.

“Para buruh sepakat bahwa peringatan May Day lebih baik diisi dengan kegiatan yang bermanfaat daripada aksi turun ke jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ini merupakan hasil musyawarah bersama, bukan arahan sepihak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rangkaian puncak kegiatan May Day akan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 mendatang dengan berbagai kegiatan sosial seperti mancing bersama, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan buruh.

“Ini bukti bahwa buruh di Kabupaten Tangerang sudah semakin dewasa dan sadar akan pentingnya menjaga ketertiban. Kegiatan ini tidak hanya untuk buruh, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh buruh di Kabupaten Tangerang yang telah berperan aktif sebagai panitia penyelenggara dalam seluruh rangkaian kegiatan May Day tahun ini.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Forkopimda mengucapkan terima kasih dan bangga kepada buruh-buruh di Kabupaten Tangerang. Selamat melaksanakan Pekan Olahraga Buruh 2026, semoga berjalan lancar, aman, dan tertib,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 36 federasi buruh yang turut berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Kegiatan ini diawali dengan tasyakuran pada malam 1 Mei, dan hari ini resmi dibuka Pekan Olahraga Buruh. Selain olahraga, puncak perayaan nanti juga akan diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan wadah positif bagi buruh sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Kabupaten Tangerang selama peringatan May Day.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan penuh kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Tangerang, Sabtu (2/5/2026).

Dalam momentum tersebut, Sachrudin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk terus mentransformasi sektor pendidikan melalui semangat “Kolaborasi Semesta”. Tema peringatan tahun ini mengusung “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”.

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus membangun komunikasi untuk mendorong kesadaran orang tua agar tidak hanya menitipkan anaknya di sekolah, tetapi juga memberikan perhatian terhadap potensi dan perkembangan anak,” ujar Sachrudin.

Ia juga menegaskan keberhasilan program unggulan Pemkot Tangerang, yakni 3G (Gampang Sekolah), yang bertujuan memastikan akses pendidikan merata bagi seluruh masyarakat, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Mulai saat ini tidak ada lagi perbedaan antara sekolah favorit dan nonfavorit. Seluruh sekolah di Kota Tangerang, baik negeri maupun swasta, telah memiliki standar kualitas yang merata. Faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menambahkan bahwa tantangan pendidikan di era modern, termasuk pengaruh teknologi dan media sosial, harus diimbangi dengan penguatan karakter siswa.

Menurutnya, Pemkot Tangerang terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai fondasi dalam membentuk intelektualitas peserta didik.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang telah menjalankan program “Sekolah Gratis” wajib memberikan layanan pendidikan secara optimal tanpa adanya pungutan.

“Program Sekolah Gratis adalah bentuk komitmen intervensi pemerintah. Jika ditemukan pungutan liar di sekolah yang sudah berkomitmen gratis, kami akan menindak tegas. Kami ingin pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang terfasilitasi dengan baik demi mencetak generasi unggul di Kota Tangerang,” pungkas Wahyudi. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Kegiatan Marching Band Inter Siswa/i Competition Tahun 2026 Tingkat Provinsi Banten resmi dibuka di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/5/2026).

Ajang bergengsi ini memperebutkan Piala Gubernur Banten, Piala Ketua KORMI Provinsi Banten, serta Piala Ketua KORMI Kabupaten Tangerang.

Kompetisi tersebut menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan sportivitas generasi muda di bidang marching band, sekaligus mempererat silaturahmi antar pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Banten.

Ketua Federasi Youth Band Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana, Irawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti peserta dari jenjang SD hingga SMA/sederajat.

“Marching Band Inter Siswa/i Competition 2026 diikuti oleh 40 club marching band dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Banten, dengan jumlah peserta kurang lebih 1.600 siswa. Antusiasme ini menunjukkan bahwa marching band terus menjadi kegiatan positif yang diminati generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter melalui disiplin, kekompakan, kreativitas, dan semangat kompetitif yang sehat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten, Nur Aini, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul dari Provinsi Banten.

“Marching band merupakan perpaduan seni, olahraga, dan pembentukan karakter. Melalui kompetisi ini, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, serta semangat berprestasi kepada generasi muda. Semoga kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan talenta-talenta terbaik Banten di masa mendatang,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mendorong pengembangan olahraga masyarakat berbasis seni pertunjukan serta memperkuat pembinaan generasi muda di Provinsi Banten. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara softlauncing Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang berlokasi di Kawasan Central Business Distrik (CBD) Kec. Karang Tengah Kota Tangerang, Sabtu (02/05/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berharap pihak yayasan dan Civitas Akademika Politeknik Ismet Iskandar Indonesia bisa segera membangun kampusnya di Kabupaten Tangerang.

"Kami harap dan mendambakan nanti mudah-mudahan 2, 3 tahun Politeknik ini bisa mengembangkan sayap kampusnya di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia ada, Kabupaten Tangerang yang mempunyai penduduk sekitar 3,5 juta jiwa masih memerlukan adanya pengembangan sarana pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Ada 3 hal yang perlu terus diperkuat dalam penyelenggaraan layanan pendidikan di era global saat ini. Hal tersebut di antaranya: agama, pengetahuan dan kontribusinya, baik untuk orang lain maupun bagi kemajuan daerah.

"Dengan agama orang hidup akan lebih terarah, dengan seni orang akan lebih indah, dengan ilmu orang akan lebih mudah meraih kesuksesan dan dengan kesuksesan itu tidak hanya dapat memberikan kontribusi pada orang lain tapi juga kemajuan daerah," ungkapnya.

Pihaknya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Yayasan Ismet Iskandar atas peluncuran operasional Politeknik Ismet Iskandar Indonesia.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan paresiasi kepada bapak Dr. Haji Ahmed Zaki Iskandar dengan Yayasan Ismet Iskandarnya. Mudah-mudahan Politeknik ini bisa terus berkembang dan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan," pungkasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wabup Intan. Dia berharap Politeknik Ismet Iskandar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan tangguh yang mampu memberikan kontribusinya terhadap kemajuan dan pembangunan daerah.

"Mudah-mudahan Politeknik Ismet Iskandar ini bisa mencetak SDM-SDM unggul yang ke depannya bisa juga jadi calon-calon pemimpin di Kabupaten Tangerang serta bisa berkontribusi di pembangunan Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Ahmed Ismet Iskandar, A. Zaki Iskandar mengungkapkan bahwa Politeknik Ismet Iskandar akan diresmikan pada bulan Juni 2026 mendatang dan memulai tahun akaran baru pada bulan Juli 2026.

"Mudah-mudahan, insyaAllah, minta dukungan doa semuanya untuk kita bisa resmikan nanti di bulan Juni dan menerima tahun ajaran baru di Juli 2026," ungkap Zaki.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan membangun gedung baru di wilayah Kec. Legok sekitar 2-3 tahun ke depan. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan sayapnya untuk membangun kampus Politeknik Ismet Iskandar di Tangerang Utara.

"InsyaAllah, 2-3 tahun ke depan, kampus di wilayah Legok bisa diresmikan dan mudah-mudahan ke depan, kita juga punya rencana untuk membangun kampus yang berada di wilayah Tangerang Utara," imbuhnya.

Pihaknya berharap Politeknik Ismet Iskandar tersebut bisa menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan program kita ini, anak-anak Tangerang khususnya dan pada umumnya anak-anak Banten dan Indonesia bisa merasakan program pendidikan yang bisa meningkatan kualitas pendidikan dan juga karya mereka melalui Politeknik Ismet Iskandar," ujarnya. (Red)

 

Lebak, lensafokus.id — Aktivitas galian pasir kuarsa di Kampung Sawah, Desa Lebakeusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan tersebut diduga mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta belum memenuhi kewajiban administrasi berupa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja terlihat tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti helm pengaman, sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja.

“Saya melihat para pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja. Ini tentu berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja,” ujar Ewok, warga Kabupaten Lebak, Sabtu (02/05/2026).

IMG 20260502 WA0047

Selain persoalan K3, Ewok juga menyoroti dugaan belum disampaikannya RKAB tahun 2026 oleh para pengelola tambang, sebagaimana diwajibkan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 17 Tahun 2025, setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahap operasi produksi wajib menyusun dan menyampaikan RKAB paling lambat 15 November kepada Gubernur.

“Diduga para pengusaha galian pasir kuarsa di wilayah Banjarsari belum memenuhi kewajiban tersebut,” katanya.

Ewok menambahkan, apabila terbukti belum mengantongi persetujuan RKAB, izin usaha dapat dicabut oleh Gubernur tanpa melalui tahapan sanksi administratif.

“Dari hasil investigasi di lapangan, pengelola hanya menyampaikan secara lisan bahwa RKAB sudah diurus, namun tidak dapat menunjukkan bukti fisik,” ujarnya.

Sementara itu, Rohman selaku pemilik lahan mengungkapkan bahwa kerja sama dengan pengelola tambang menggunakan sistem bagi hasil (royalti) telah berjalan selama tiga bulan. Ia menyebut aktivitas penambangan dilakukan secara manual.

Dalam satu lokasi galian di Kampung Sawah, lanjut Rohman, terdapat tiga pengelola, yakni Lana, Ahda, dan Armin. Namun, saat dikonfirmasi terkait laporan tahunan dan dokumen RKAB, para pengelola juga belum dapat menunjukkan bukti fisik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas operasional maupun kepatuhan administrasi tambang tersebut. (Cecep)

Page 26 of 668
Go to top