Banten

Banten (6281)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri Diploma dan Sarjana Wisuda IV Universitas Muhammadiyah Ar Fachrudin (Unimar) yang digelar di D'Prima Hotel Tangerang, Sabtu (11/10/25)

Dalam berbagai hal, Wabup Intan menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat komitmennya untuk bersinergi dengan dunia pendidikan termasuk dengan Unimar dalam mendorong lahirnya inovasi, penelitian dan pengembangan SDM untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang maju, cerdas, berdaya saing dan berkelanjutan.

“Pendidikan adalah salah satu yayasan penting pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen untuk bersinergi dengan dunia pendidikan termasuk universitas ini dalam mendorong lahirnya inovasi, penelitian serta terapan yang bisa dipraktikkan langsung kepada masyarakat,” ungkap Wabup Intan

Selanjutnya, tantangan dan hambatan global semakin kompleks yang berdampak negatifnya banyak menyebabkan disrupsi informasi dan teknologi. Dia berharap Unimar terus berbenah dan mengembangkan diri untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam spiritual dan moral di tengah-tengah zaman yang terus berubah.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Ar Fachrudin sebagai lembaga pendidikan Islami yang terus mengembangkan diri dan aktif mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat dalam spiritual dan moral,” ucapnya

Selanjutnya dia berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Jangan takut dan mudah menyerah untuk memulai proses kehidupan yang baru setelah wisuda.

“Jangan berhenti belajar, jangan takut untuk memulai dari bawah. Jangan malu untuk berproses dan jangan cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih,” imbuhnya.

Dia juga berharap seluruh wisudawan dan wisudawati bisa menjadi agen perubahan di masyarakat yang bisa menghadirkan solusi dan manfaat di tengah-tengah masyarakat.

“Sebagai gnerasi penerus, kalian diharapkan membawa perubahan positif di masyarakat, menjadi agen pembaruan yang mampu menghasilkan solusi dan memberikan manfaat nyata dimanapun kalian berada,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta seluruh jajaran PSSI Kabupaten Tangerang untuk menggalakkan pembinaan atlet muda dan menguatkan ekosistem sepak bola daerah.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat secara resmi melantik pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2025–2029, di Lemo Hotel Kelapa Dua Tangerang, Sabtu (11/10/25).

"Saya minta kepada para pengurus PSSI ini, galakan terus pembinaan atlet-atlet muda kita dan kuatkan ekosistem persepakbolaan daerah agar lebih baik lagi," seru Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pelantikan pengurus PSSI kali ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Kabupaten Tangerang, terutama dalam pembinaan usia dini dan pemanfaatan fasilitas olahraga yang telah dibangun pemerintah daerah.

“Kita sudah memiliki lapangan sepak bola di 29 kecamatan. Tugas kita sekarang adalah memelihara dan memanfaatkannya dengan baik. Dari sarana yang ada ini saya yakin akan lahir banyak kader dan atlet muda berbakat yang bisa berprestasi hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola pada kelompok usia, mulai dari U-14, U-17 hingga U-23, sebagai pondasi utama untuk pembentukan regenerasi atlet dan kemajuan sepak bola daerah.

“Kita punya banyak lapangan dan fasilitas yang memadai. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, saya yakin Kabupaten Tangerang bisa melahirkan pemain-pemain yang akan memperkuat tim nasional Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Tangerang yang baru dilantik, H. Danil Ramdhani, menyampaikan tekadnya untuk membawa organisasi sepak bola ini ke arah yang lebih profesional dan berprestasi.

“Amanah ini bukan hanya sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memajukan sepak bola Kabupaten Tangerang. Kami akan fokus pada pembinaan usia dini, peningkatan kompetisi yang sehat, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan semua stakeholder sepak bola,” jelas Danil.

Sebagai Dewan Kehormatan PSSI Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar yang juga menjabat sebagai Manajer Timnas Indonesia kelompok umur, memberikan apresiasi atas semangat pembinaan sepak bola di daerah.

“Animo sepak bola di Kabupaten Tangerang sangat tinggi. Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus terdahulu dan selamat bertugas kepada pengurus yang baru. Mari kita bangun ekosistem sepak bola yang kuat dan berkelanjutan,” ucap Zaki.

Ia juga menambahkan bahwa olahraga, termasuk sepak bola, bukan hanya membentuk fisik yang sehat tetapi juga mental yang kuat bagi generasi muda.

“Dengan anak-anak kita aktif berolahraga, kita bisa meminimalisir hal-hal negatif dan membangun karakter generasi yang tangguh,” tutupnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar pergelaran seni budaya dan pameran UMKM dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-393 Kabupaten Tangerang. Acara tersebut dibuka Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid yang hadir bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pagelaran seni budaya dan pameran UMKM tersebut merupakan salah satu momentum memperkuat potensi ekonomi kreatif dan memperluas ruang berekspresi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan kegiatan groundbreaking atau dimulainya pergelaran seni sesuai dengan budaya yang ada di Kabupaten Tangerang, seperti seni tari. Selain itu, ada juga UMKM yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” ujarnya di Alun-alun Puspemkab Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/25).

Bupati juga menyebutkan, kegiatan tersebut menghadirkan 10 wahana permainan anak yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat bisa bersama-sama tetap menjaga keamanan dan perdamaian selama kegiatan berlangsung.

“Semuanya gratis, tidak terbungkus biaya. Jadi tempat bermain ini bisa dimanfaatkan anak-anak dan keluarga. Tinggal kita saling mengawasi bersama agar aman dan tertib,” imbuhnya.

Selain memberikan hiburan, keberadaan UMKM dalam rangkaian acara HUT ke-393 ini diharapkan bisa memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang.

“UMKM ini mudah-mudahnya bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian rakyat dan menopang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM lokal untuk menampilkan produk dan inovasi mereka. “Potensi-potensi lokal dapat tampil dan dipamerkan di sini sebagai bentuk inovasi masyarakat,” tandasnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat serta insan pers agar momentum HUT ke-393 Kabupaten Tangerang membawa manfaat luas bagi kesejahteraan warga.

“Kami mohon dukungan dan doanya agar HUT Kabupaten Tangerang ini memberikan kontribusi bagi masyarakat dari sisi kesejahteraan, serta mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid juga mengumumkan kabar gembira mengenai program pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik yang akan segera direalisasikan.

“Kemarin kami rapat dengan Pak Kadis LHK. Insya Allah doa sampai tiga bulan ke depan pemerintah daerah akan menyiapkan infrastruktur pengelolaan persampahan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, dan PT Danantara, dengan fokus pada 10 daerah prioritas yang memiliki volume sampah lebih dari seribu ton perhari.

“Sampah tersebut akan diolah menjadi sumber energi listrik. Ini kebijakan yang sangat positif dan memang ditunggu oleh banyak daerah, termasuk di Banten,” jelasnya.

Proyek pengolahan sampah ini rencananya akan berlokasi di TPA Jatiwaringin, dan sepenuhnya akan dibiayai oleh pihak investor. “Mudah-mudah dua atau tiga bulan ke depan kita bisa mulai persiapan. Pihak Danantara akan membangun dan berinvestasi. Doakan agar berjalan lancar,” pintanya.

Pihaknya pun berharap langkah ini dapat membantu Kabupaten Tangerang menjadi lebih bersih sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. “Mudah-mudahan Kabupaten Tangerang bisa secara perlahan bersih, dan sampah bisa diolah menjadi sumber energi listrik,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bersama Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kamis (9/10/2025). Program ini sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Tangerang.

Program PMT bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia dini agar tumbuh sehat, kuat, dan optimal sehingga dapat mendukung perkembangan fisik

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, didampingi Kepala Bidang PAUD dan Kasi PAUD, menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan merupakan salah satu strategi penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

“Mudah-mudahan dengan adanya pemberian makanan tambahan, anak-anak kita mendapatkan peningkatan nilai gizi. Pada akhirnya, hal ini akan menjadi faktor pengurang kasus stunting di Kabupaten Tangerang,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan.

Program PMT dilaksanakan secara bertahap selama beberapa minggu ke depan. Pada tahap awal, kegiatan mencakup tujuh kecamatan dengan total sepuluh desa, dan menargetkan sekitar 25.000 anak usia dini sebagai penerima manfaat.

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini dan menegaskan pentingnya perhatian terhadap gizi anak sejak dini sebagai langkah mencegah risiko stunting.

“Mudah-mudahan setelah pembagian makanan tambahan ini, khususnya bagi anak-anak di wilayah Kecamatan Teluknaga dan umumnya di seluruh Kabupaten Tangerang, tidak ada lagi anak yang mengalami stunting,” tutur Bunda PAUD.

Lebih lanjut, Bunda PAUD menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang, yang menempatkan penurunan stunting sebagai salah satu fokus pembangunan daerah lima tahun ke depan.

“Lima tahun ke depan, sesuai program RPJMD Bapak Bupati, fokusnya adalah terus menurunkan prevalensi stunting. PMT menjadi salah satu program yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan.

Bunda PAUD juga mengajak seluruh orang tua dan tenaga pendidik untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program ini dengan menjaga pola makan anak yang bergizi seimbang di rumah maupun di sekolah.

“Kami berharap kegiatan PMT ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan agar semakin banyak anak-anak yang memperoleh manfaat gizi seimbang. Pemenuhan gizi sejak dini adalah pondasi penting dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Tangerang,” tutupnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Program ketahanan pangan (Ketapang) ternak domba yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menuai sorotan dari organisasi masyarakat (Ormas) Badak Banten Perjuangan DPC Lebak.

Humas Badak Banten Perjuangan, Adnan atau yang akrab disapa Ewok, mengungkapkan bahwa program tersebut terhambat dan diduga tidak berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Hal ini bahkan memicu polemik internal di tubuh BUMDes hingga menyebabkan ketua unit ternak domba mengundurkan diri.

“Program Ketapang ternak domba di Desa Kaduhauk terhambat karena perencanaan yang kurang matang. Akibatnya menimbulkan polemik di internal BUMDes dan membuat ketua kelompok ternak mengundurkan diri,” ujar Adnan kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).

IMG 20251011 131728

Lebih lanjut, Adnan menilai bahwa polemik tersebut menjadi perhatian serius bagi dirinya selaku aktivis dan pemerhati sosial masyarakat.

“BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa. Namun dalam kasus ini terlihat ada kelemahan dalam manajemen dan perencanaan yang patut dikawal bersama,” tegasnya.

Diketahui, program BUMDes Kaduhauk menggunakan anggaran sebesar Rp 80 juta, yang diperuntukkan bagi pembelian 21 ekor domba serta pembangunan kandang ternak. Namun, hingga kini realisasi di lapangan disebut belum optimal.

Menurut Adnan, kurangnya persiapan dari pihak pengelola menyebabkan keterlambatan pada tahap pengadaan. Ia juga mempertanyakan kelanjutan 18 ekor domba yang telah dipesan ke pemasok (suplier).

“Ini akibat terburu-buru dan kurangnya persiapan. Harusnya domba sudah ada di kandang, tapi faktanya belum,” katanya.

Sementara itu, Odang, selaku ketua unit atau kelompok ternak domba, menjelaskan bahwa dirinya mengundurkan diri karena tidak pernah mengetahui secara pasti bahwa ia ditunjuk menjadi ketua kelompok sejak awal.

“Saya tidak pernah tahu kalau ditunjuk sebagai ketua. Karena khawatir ada masalah di kemudian hari, saya memilih mundur,” ujar Odang.

Menanggapi hal tersebut, Imas, Direktur BUMDes Kaduhauk, membenarkan adanya pengunduran diri tersebut.

“Secara administrasi, Pak Odang sudah mengundurkan diri. Saat ini BUMDes sedang menunggu unit baru yang siap memelihara domba di kandang yang sudah disediakan,” jelas Imas. (Cecep)

Kota Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi meluncurkan aplikasi Sobat Dukcapil Versi 2, sekaligus menggelar Sosialisasi Pendaftaran Penduduk Non Permanen, bertempat di Aula Akhlaqul Karimah, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kepala Disdukcapil Rizal Ridollah, jajaran Forkopimda, perwakilan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri RI, serta para pengelola apartemen, lembaga pemerintahan, hingga unsur RT dan RW di wilayah Kota Tangerang.

Selain peluncuran aplikasi, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Administrasi Kependudukan (Adminduk) antar berbagai pihak untuk memperkuat sinergi layanan data kependudukan di daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa administrasi kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara, sekaligus kewajiban pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Dokumen kependudukan bukan sekadar data administratif, melainkan menjadi dasar bagi warga untuk memperoleh layanan dari pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial,” ujar Sachrudin.

Ia juga menyoroti masih banyaknya warga yang berdomisili di Kota Tangerang namun belum tercatat sebagai penduduk setempat. Hal tersebut, kata dia, berdampak pada pemerataan pelayanan publik serta keakuratan perencanaan pembangunan.

“Sebagai wilayah yang terhubung dengan pusat perekonomian nasional dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mobilitas penduduk Kota Tangerang sangat tinggi. Karena itu, kita membutuhkan sistem kependudukan yang akurat, cerdas, efisien, dan adaptif,” tegasnya.

IMG 20251011 WA0004

Lebih lanjut, Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi antara RT, RW, pengelola apartemen, yayasan, dan lembaga masyarakat dalam mendukung kebijakan pendaftaran penduduk non permanen.

“Kebijakan ini bukan untuk mempersulit, melainkan untuk melindungi masyarakat dan memastikan data yang akurat. Dengan begitu, kita bisa menyusun program pembangunan yang tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Kota Tangerang Rizal Ridollah menjelaskan bahwa peluncuran Sobat Dukcapil Versi 2 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendataan penduduk non permanen serta memperkenalkan inovasi layanan digital terbaru dari Disdukcapil.

“Melalui Sobat Dukcapil Versi 2, masyarakat dapat mengakses layanan administrasi kependudukan secara daring dengan mudah. Aplikasi ini juga telah terintegrasi dengan sektor pendidikan dan fasilitas kesehatan,” ungkap Rizal.

Aplikasi tersebut bahkan sudah terhubung langsung dengan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), hingga praktik bidan mandiri di Kota Tangerang.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat agar dapat dengan mudah mengurus administrasi kependudukan, termasuk bagi penduduk non permanen di wilayah Kota Tangerang,” tambahnya.

Sebagai penutup, Rizal Ridollah mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan Sobat Dukcapil sebagai upaya percepatan pelayanan publik berbasis digital.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya dokumen kependudukan dan memanfaatkan layanan digital ini demi kemudahan dan kecepatan pelayanan,” tutup Rizal. (Sumarna)

Page 69 of 629
Go to top