Tangerang, lensafolus.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadirkan kanal layanan digital baru bernama Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA). Melalui layanan ini, peserta bisa mengakses berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan tanpa perlu datang langsung ke kantor.
VIOLA memungkinkan peserta memperoleh informasi Program JKN, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan secara daring melalui video conference menggunakan Zoom.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IV, Yessi Kumalasari mengatakan, layanan ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan administrasi BPJS Kesehatan.
Menurut Yessi, peserta kini bisa berinteraksi langsung dengan petugas secara virtual tanpa harus mendatangi kantor cabang.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan pelayanan optimal meski melalui layanan virtual,” kata Yessi saat diskusi media bertajuk Ngopi JKN, Senin (29/6/2026).
Yessi menilai, kehadiran VIOLA menjadi solusi bagi peserta yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, maupun mobilitas.
Selama terhubung dengan internet, peserta dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dari mana saja secara lebih praktis dan fleksibel.
Ia berharap, masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan VIOLA sebagai salah satu alternatif layanan digital BPJS Kesehatan.
Menurutnya, pengembangan layanan digital menjadi bagian dari transformasi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses peserta JKN.
Selain VIOLA, BPJS Kesehatan juga menyediakan sejumlah kanal layanan digital lain seperti Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, serta program REHAB untuk membantu peserta melunasi tunggakan iuran secara bertahap.
Yessi menegaskan kehadiran berbagai kanal layanan ini memberi masyarakat lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, baik melalui layanan tatap muka maupun digital.
“Kami berharap masyarakat bisa memilih kanal layanan yang paling sesuai. Dengan begitu, pelayanan administrasi menjadi lebih cepat, mudah, tanpa antre, dan manfaat Program JKN bisa dirasakan optimal oleh seluruh peserta,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peresmian Jembatan Garuda Kodim 0510/Tigaraksa di Kampung Dukuh, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Senin (29/06/26).
Jembatan yang dibangun melalui program pemerintah pusat bersama TNI Angkatan Darat tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia melalui jajaran TNI yang telah menghadirkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Pak Pangdam Jaya yang telah membangun jembatan di Kabupaten Tangerang. Ini sangat bermanfaat bagi roda perekonomian masyarakat setempat," ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah, memperlancar distribusi hasil usaha, serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan publik.
"Setiap infrastruktur yang kita bangun harus benar-benar memberi manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat. Inilah makna pembangunan yang sesungguhnya, yaitu menghadirkan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Bupati Maesyal juga memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melengkapi fasilitas penunjang di sekitar jembatan agar masyarakat semakin nyaman dan aman saat melintas. Menurutnya, pemasangan penerangan jalan dan perlengkapan pengaman akan segera direalisasikan setelah berkoordinasi dengan jajaran TNI.
"Pemerintah daerah akan hadir untuk melengkapi penerangan lampu, termasuk railing pengaman di jembatan ini. Lebih cepat tentu lebih baik karena sebagian penerangan juga sudah mulai disiapkan," katanya.
Selain itu, Bupati menegaskan keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi yang selama ini terjalin erat antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus dipelihara agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi menjelaskan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang menugaskan TNI Angkatan Darat membangun jembatan di berbagai daerah di Indonesia. Pada hari yang sama, Kodam Jaya meresmikan tiga jembatan, termasuk Jembatan Garuda di Desa Patrasana, yang seluruhnya berhasil diselesaikan sesuai rencana.
"Sebelum ada jembatan, masyarakat harus menempuh akses yang jauh, sedangkan sekarang mereka bisa langsung menuju tempat tujuan. Mudah-mudahan, masyarakat bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah dapat menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Pangdam Deddy.
Pangdam Deddy juga mengajak masyarakat untuk melaporkan lokasi-lokasi yang masih membutuhkan jembatan agar dapat disurvei dan dibangun secara bertahap melalui kolaborasi bersama sehingga semakin banyak wilayah yang memperoleh akses yang lebih aman, cepat, dan layak. (Red)
Lebak, lensafokus.id – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidurian Ciujung Ciliwung (BBWSC3) Kementerian Pekerjaan Umum terus berjalan di wilayah Banten Selatan. Tahun ini, program tersebut mencakup 74 titik di Kabupaten Lebak dan 37 titik di Kabupaten Pandeglang.
Salah satu desa yang mendapat manfaat adalah Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang memperoleh dua paket pembangunan jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh dua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), yakni P3A Tani Mandiri dan P3A Cibangkur Sabrang, yang akan mengairi puluhan hektare lahan persawahan produktif.
Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Oke Oktaviani, ST, mengatakan kedua kelompok P3A tersebut masing-masing menerima anggaran sebesar Rp195 juta untuk pembangunan irigasi.
"Ada dua kelompok P3A di Desa Sukadaya yang mendapatkan Program P3-TGAI. Saat ini pekerjaan sedang berlangsung sesuai petunjuk pelaksanaan dengan mengutamakan kualitas pembangunan," ujar Oke Oktaviani kepada awak media di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, Program P3-TGAI merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sarana irigasi yang memadai bagi petani.
"Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi padi, sehingga hasil panen petani dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan mereka," tambahnya.
Sementara itu, Ketua P3A Cibangkur Sabrang, Ilham, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan pembangunan dengan penuh tanggung jawab karena irigasi merupakan kebutuhan utama para petani.
"Kami sebagai pelaksana memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan bangunan irigasi yang berkualitas. Irigasi ini adalah kebutuhan kami sendiri, sehingga tidak mungkin kami membangun asal jadi," tegas Ilham.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua P3A Tani Mandiri, Mahdi. Ia memastikan pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dengan menggunakan material berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Kami menjamin kualitas fisik bangunan sesuai spesifikasi, karena seluruh material yang digunakan mengacu pada RAB yang telah ditetapkan," ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Sukadaya, Suheri Suryaningrat, mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum atas bantuan dana hibah dari APBN Tahun 2026.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat karena Desa Sukadaya mendapatkan dua titik pembangunan irigasi. Kami akan mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para petani," ungkap Suheri di Kantor Desa Sukadaya, Senin (29/6/2026). (C2p)