Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menunjukkan perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah utara Kabupaten Tangerang dengan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga, menyerap berbagai masukan, sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat dan anak-anak yatim, Jumat (26/6/26).
Kegiatan diawali dengan kunjungannya ke Kecamatan Teluknaga, di mana Bupati Tangerang berdialog langsung dengan kelompok nelayan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mendengarkan berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan para nelayan terkait kondisi usaha perikanan dan kebutuhan masyarakat pesisir. Menurut dia, turun langsung, mendekat tanpa batas ke masyarakat merupakan cara terbaik untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan berdiskusi, menyerap aspirasi, masukan dan keinginan masyarakat
"Bagi saya, turun langsung ke lapangan dan bertemu masyarakat adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Aspirasi para nelayan ini menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program yang tepat sasaran," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Usai dari Teluknaga, Bupati melanjutkan kegiatan dengan memberikan santunan kepada 140 anak yatim di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji. Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
"Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Jami Nurul Huda, Desa Kiara Patung Pakuhaji. Selain melaksanakan salat Jumat berjamaah, Bupati memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di lingkungan setempat.
Menurutnya, program Jumat Keliling menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan berbagai kebutuhan warga dapat diketahui dn ditindaklanjuti dengan baik.
"Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Melalui Jumling, kami bisa mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan," ungkapnya.
Kegiatan Bupati di wilayah utara Kabupaten Tangerang ditutup dengan pemberian santunan kepada 650 penerima yang terdiri dari anak yatim dan janda di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Kehadiran Bupati disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung kebutuhan warga, serta memastikan berbagai program pembangunan dan pelayanan dapat dirasakan secara merata hingga ke wilayah pesisir dan pedesaan," pungkasnya. (Red)
Lebak, lensafokus.id - Memastikan setiap program pembangunan P3A (TGAI) benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat menjadi komitmen yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk itu kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan. Bersama tim dari Kementerian PU, BBWS C3 Parid beserta jajaran meninjau program P3A (TGAI) di Kampung Sanding Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Sejumlah infrastruktur sumber daya air, baik yang telah terbangun maupun yang sedang dalam tahap pelaksanaan. Kegiatan ini berlangsung pada. Jum'at, 26/06/2026.
Setiap lokasi yang dikunjungi memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengelolaan sumber daya air terpadu, mulai dari pengendalian banjir, peningkatan layanan irigasi bagi petani, hingga menjaga keseimbangan lingkungan melalui fungsi tampungan air alami.

Pada kesempatan tersebut, Parid selaku BBWS C3, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun 2025 di wilayah Kabupaten Lebak, merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini berlokasi di Kampung Sanding Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Dengan Volume Panjang 600m, Tinggi 60cm, Lebar 30cm. Program ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan petani agar kesejahteraan mereka meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan penanganan di DI, perlu mendapat perhatian mengingat luas lahan fungsionalnya. Selain dukungan program pemerintah, pelibatan tenaga kerja lokal juga dinilai penting untuk mempercepat progres pelaksanaan di lapangan.
“Tiga faktor penting yang dapat mendorong percepatan progres pekerjaan ialah ketersediaan alat, bahan, dan tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan keterlibatan petani sebagai tenaga kerja lapangan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih optimal," Terangnya.
Melalui tinjauan langsung ke lapangan, kegiatan ini turut dimaksudkan untuk memperoleh advis teknis berupa rekomendasi dan konsultasi yang berperan dalam peningkatan kualitas pekerjaan serta pemeliharaan infrastruktur yang telah terbangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, baik dalam bentuk layanan air yang lebih andal, perlindungan terhadap banjir, maupun dukungan bagi kegiatan pertanian di sekitar wilayah kerja BBWS C3.
Dalam kegiatan ini turut hadir BBWS C3, Kepala Desa Sumurbandung, Ketua Kelompok P3A se-Kecamatan Cikulur, Babinza, RT/RW.
Sementara itu dari hasil kunjungan tersebut, BBWS C3 dan Kemetrian PU mengapresiasi hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok P3A sanding bersatu dan menjadikan percontohan atau sampling untuk kelompok P3A yang lain baik itu dari sisi pekerjaan fisik atau asas manfaat yang akan diperoleh oleh masyarakat setempat," Tutupnya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni, menegaskan pihaknya akan mengawal pelaksanaan program P3-TGAI di Kabupaten Lebak dan Pandeglang ada 111 titik guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami mengawal pelaksanaan pembangunan irigasi P3-TGAI agar hasilnya berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” kata Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak.
Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawasi pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan jajaran pengurus BBP di tingkat DPC dan DPAC agar melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Menurut Eli, apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau ketentuan teknis, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelompok pelaksana dan pendamping program agar segera dilakukan perbaikan.
“Pengawasan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah agar pembangunan irigasi berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani,” pungkasnya.(C2P)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupat (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengingatkan para generasi Z yang sangat dekat dengan dunia digital akan dampak dan bahayanya narkoba. Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka Talkshow Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 di Kampus Universitas Esa Unggul Citra Raya, Jum'at (26/06/26)
"Narkoba adalah ancaman nyata yang merusak masa depan generasi bangsa. Narkoba tidak hanya kesehatan tapi juga menghancurkan cita-cita, memutus masa depan dan menghilangkan potensi besar yang dimiliki gerasi muda," tegasnya
Dia juga menekankan bahwa para mahasiswa merupakan calon-calon pemimpin bangsa masa depan. Tema Talkshow "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045," memiliki makna yang mendalam dan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini.
"Indonesia emas membutuhkan gerasi yang sehat, cerdas dan kuat. Sehat fisik dan mentalnya, cerdas dalam berpikir, mengambil keputusan dan memanfaatkan teknologi untuk hal positif serta kuat karakter dan integritasnya, tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dan godaan kehidupan, salah satunya narkoba," tandasnya
Lanjut dia, Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda-Bersinar) merupakan gerakan yang mengajak semua pihak untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, hebat, cerdas, kuat dan bersih dari narkoba.
"Gerakan ini dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat lagi oleh pihak sekolah dan kampus dan harus dijalankan oleh generasinya sendiri. Karena perang melawan narkoba itu bukan hanya tugas pemerintah dan penegak hukum, namun tanggung jawab kita bersama," jelasnya
Wabup juga mengajak semua pihak untuk saling menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam mengawal dan menyukseskan gerakan Ananda Bersinar di lingkungannya masing-masing
"Kepada mahasiswa yang hadir hari ini, saya mengajak jadilah pelopor dan agen perubahan gerakan Ananda Bersinar. Jadi teladan dan inspirasi bagi teman dan lingkungan kalian untuk hidup sehat, produktif dan bebas dari narkoba," ajaknya
Ketua Panitia Penyelenggara, Kepala Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Badan Kesbangpol, Asta Rangga Jiwo melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 100 peserta secara langsung dan lebih dari 1.000 peserta secara daring.
"Talkshow ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus membangun ketahanan diri dalam menciptakan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang bersih dari narkotika," jelas Angga
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan komitmen ikrar anti narkoba dilanjutkan penyematan pin anti narkoba secara simbolis kepada 5 orang peserta. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, keluarga besar Media Alap-alap News kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Jumat Berkah dengan membagikan sebanyak 125 paket nasi bungkus kepada masyarakat di wilayah Gondrong, Kota Tangerang, Jumat (26/6/2026).
Paket makanan dibagikan kepada jamaah yang baru selesai melaksanakan salat Jumat, serta para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Aksi sosial tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang menerima manfaat dari kegiatan berbagi tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah wartawan dan wartawati Media Alap-alap News yang secara langsung turun ke lapangan untuk membagikan paket nasi kepada masyarakat.
Menariknya, seluruh biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari hasil iuran dan donasi pribadi para wartawan dan wartawati Alap-alap News tanpa melibatkan sponsor maupun bantuan dari pihak ketiga. Hal tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian insan pers terhadap masyarakat.
Koordinator kegiatan, Heny, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah dapat terlaksana berkat kekompakan seluruh keluarga besar Media Alap-alap News yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
"Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dari dana pribadi para wartawan dan wartawati Alap-alap News yang dengan tulus mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk berbagi kepada sesama. Semoga apa yang kami berikan hari ini bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi semua," ujar Heny.
Ia berharap kegiatan Jumat Berkah dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan keluarga besar Media Alap-alap News.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, semakin banyak rekan-rekan yang ikut berpartisipasi, dan semoga Media Alap-alap News senantiasa diberikan kemudahan untuk terus berbagi manfaat kepada masyarakat," tambahnya.
Di tempat terpisah, Bob Fallah C.BJ., C.PA, selaku pimpinan perusahaan media Alap-alap News, Bidik Realita, Kabar Publik Net, Realita62, dan Fakta Lidik News, menyampaikan apresiasi atas inisiatif serta kekompakan para wartawan dan wartawati dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.
"Saya sangat mengapresiasi kekompakan rekan-rekan wartawan dan wartawati yang memiliki inisiatif mengadakan kegiatan Jumat Berkah. Semoga segala kebaikan yang telah dilakukan mendapat balasan dari Allah SWT dan seluruh urusan mereka senantiasa diberikan kemudahan," ungkap Bob Fallah.
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, keluarga besar Media Alap-alap News berharap dapat terus menumbuhkan semangat berbagi, mempererat rasa kebersamaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (Mala)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan pihak lainnya lebih serius menjalankan dan mengevaluasi program percepatan penurunan Stunting. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka rapat koordinasi evaluasi dan rencana aksi TPPS tahun 2026 di Ruang Media Center Dinas Kesehatan, Kamis (26/06/26)
"Saya minta kita semua lebih serius terhadap pelaksanaan dan evaluasi program rencana aksi TPPS ini. Kalau perlu perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan, segera lakukan agar target penurunan angka stunting dapat dicapai secara riil, bukan sekadar seremonial," tegas Wabup Intan
Dalam arahannya, Wabup Intan menyoroti hasil Elevaluasi di lapangan yang menunjukkan adanya fenomena Lost Contact, di mana orang tua tidak kembali menimbangkan anaknya ke Posyandu setelah menghadiri acara besar seperti Gerebeg Posyandu atau seremonial lainnya.
"Kita harus ubah strategi. Jangan hanya menyuruh mereka datang ke Puskesmas lalu membagikan makanan. Kalau perlu, lakukan metode jemput bola, disamperin ke rumahnya, dipantau langsung, dan didampingi saat makan agar gizinya benar-benar masuk," tandasnya
Lanjut dia, guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, semua pihak lintas sektor harus terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama dalam pelaksanaan rencana aksi percepatan penurunan Stunting tahun 2026
"Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita dan PKK, petugas Puskesmas dan pendamping lainnya harus bersama-sama turun ke lapangan. Metode intervensi, pengawasan dan menu gizinya harus kita ubah agar lebih efisien dan berdampak nyata," jelasnya.
Wabup Intan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus bergerak cepat dan responsif dalam mengevaluasi pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Dia menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai leading sektor untuk terus mempererat dan memperkuat kolaborasi, baik dari penganggaran maupun program kegiatan rencana aksi TPPS Kab. Tangerang
"Kita akan mengagendakan rapat khusus bersama Bappeda untuk mengunci dukungan penganggaran program ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pak Bupati, saya menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas KB untuk berkolaborasi menyusun strategi yang jauh lebih efektif," ujarnya
Selain itu, dia juga meminta semua pihak terus memperkuat monitoring, mulai dari tingkat desa melalui rembuk stunting dengan libatkan para camat agar pelaksanaan rencana aksi selanjutnya bisa lebih efektif dan tepat sasaran
"Sya minta seluruh jajaran bisa mendampingi tim survei eksternal yang akan turun pada bulan Agustus nanti agar sampling data yang diambil di lapangan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil," pungkas Wabup Infan.
Dia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, TPPS Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk segera merumuskan rencana aksi baru yang lebih taktis, integratif, dan berbasis penanganan langsung di akar rumput demi mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas stunting. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kembali menggelar dialog yang mengusung konsep kearifan lokal, ngariung bersama masyarakat. Kali ini Bupati Maesyal Rasyid bersama perwakilan OPD ngariung bersama komunitas nelayan di TPI Tanjung Pasir Kec. Teluknaga, Jum'at (26/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa sektor perikanan tangkap bukan hanya sekedar penggerak ekonomi, namun juga menjadi urat nadi kehidupan bagi ribuan kepala keluarga di sepanjang pesisir Kab. Tangerang
"Melalui dialog yang mengusung kearifan lokal seperti ini, pemerintah bersama pihak terkait lainnya hadir lebih dekat kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk mendengarkan usulan, aspirasi dan keinginan masyarakat secara langsung dan terbuka tanpa sekat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengungkapkan bahwa selain bersilahturahmi dan menghimpun aspirasi para nelayan, pihaknya bersama para mitra pemerintah daerah juga memberikan bantuan sebgai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan produktifitas, perlindungan dan pelayanan penerbitan kartu pass untuk kebutuhan barcode BBM bersudsidi serta kegiatan sosial bagi nelayan
"Kami semua bersama hadir juga memberikan bantuan kepada para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap ikannya di antaranya: 10 unit bubu naga, 300 unit bubu rajungan, 15 keranjang ikan dan dibantu juga ada 3 akta notaris AHU untuk kelompok nelayan dan juga 200 sembako anak yatim," ungkapnya.
Dia berharap berbagi program dan bantuan yang terlah diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat serta mampu meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan nelayan
Menanggapi usulan dan aspirasi para nelayan terkait normalisasi sungai, PJU dan bantuan perahu, pemecahan gelombang, docking kapal dan akses jalur ke PIK, pihaknya berjanji akan berupaya maksimal membantu secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah serta terus mendorong pemerintah provinsi dan pusat serta pihak lainnya agar aspirasi masyarakat dapat segera direalisasikan
"InsyaAllah akan kita respon nanti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada di Kabupaten Tangerang. Kita akan bantu nelayan untuk mereka bisa melaksanakan tangkap ikan ke laut, meningkatkan pendapatan dan hasil tangkapnya," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Kepala Desa Cisoka, Satura, bersama seluruh perangkat pemerintahan desa menggelar acara santunan bagi puluhan anak yatim yang berlangsung penuh haru. Acara yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram 1448 Hijriah ini digelar langsung di halaman Kantor Desa Cisoka pada Jumat (26/06/2026).
Puluhan warga terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan dan mendukung jalannya kegiatan sosial tahunan tersebut. Tampak hadir di lokasi Danramil, Babinsa,Binamas, Bhabinkamtibmas Desa Cisoka, Pengurus RT dan RW se-Desa Cisoka,Tokoh agama ,ustad dan tokoh masyarakat ,Seluruh staf pemerintahan Desa Cisoka.
Pemerintah Desa Cisoka menyalurkan santunan dan paket bingkisan kepada 85 anak yatim dan 70 ustad di desa Cisoka . Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat prosesi penyerahan bantuan berlangsung. Beberapa warga dan perangkat desa tampak berkaca-kaca melihat kebahagiaan di wajah anak-anak yatim yang menerima santunan tersebut.

Kepala Desa Cisoka, Satura, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan 10 Muharram, yang dikenal sebagai lebarannya anak yatim. Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan acara ini tidak lepas dari gotong royong dan dukungan para donatur lokal.
"Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para mitra dan donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak-anak yatim kita. Terima kasih kepada Mitra Top, PT Lemon Spandek, PT Topik Purnama (Bapak Rosid), Bos Adi Baja Ringan, serta PT SSN Pasar Cisoka (Bapak H. Wijaya). Semoga usaha mereka semua semakin maju dan rezekinya terus dilipatgandakan," ujar Satura.
Secara khusus, Kepala Desa juga memberikan apresiasi tinggi kepada pemilik toko sembako lokal yang konsisten membantu setiap tahun.
"Apresiasi mendalam kami sampaikan kepada Bapak Budi dan Bapak Erwin pemilik toko sembako yang setiap tahun selalu setia turut serta membantu menyukseskan acara ini," pungkasnya. (Mala)
Lebak, lensafokus.id – Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMPN 4 Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, diduga tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya Proyek rehabilitasi dengan nilai anggaran mencapai Rp470.000.000 yang bersumber dari APBN tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media pada Jumat (26/6/2026), pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi rehabilitasi ringan WC siswa, rumah dinas sekolah, serta mushola. Namun, besarnya nilai anggaran dinilai tidak sebanding dengan volume pekerjaan yang terlihat di lokasi.
Selain itu, awak media juga menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Di antaranya, material bangunan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta para pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat dikonfirmasi, Apini, selaku Komite Sekolah SMPN 4 Warunggunung, mengaku tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan revitalisasi tersebut.
"Saya hanya sebatas mengetahui adanya kegiatan ini, tidak dilibatkan dalam pelaksanaannya," ujar Apini kepada awak media.
Ia juga mempertanyakan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.
"Dengan anggaran yang sangat fantastis mencapai Rp470 juta, pekerjaannya hanya rehabilitasi toilet, rumah dinas sekolah, dan mushola," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Warunggunung, Ade Musoheh, belum berhasil dimintai keterangan. Saat awak media mendatangi sekolah, yang bersangkutan belum berada di lokasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum membuahkan hasil karena nomor yang dihubungi tidak aktif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan, penggunaan material, maupun penerapan standar keselamatan kerja dalam proyek revitalisasi tersebut.
Awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk instansi yang membidangi pelaksanaan program revitalisasi, guna memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (C2p)
Deli Serdang, lensafokus.id - PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tanjung Morawa melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Deli Serdang ke-80 Tahun 2026 dan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus wujud sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Deli Serdang.
Region Head PTPN I (Persero) Regional 1, Wispramono Budiman, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon merupakan program lanjutan PTPN Group yang tahun ini mengusung tema “Our Power, Our Planet” atau “Kekuatan Kita, Planet Kita”. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa sebagai bagian dari BUMN, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kami juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian alam serta bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN Group.
“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung program pelestarian alam demi keberlanjutan kehidupan di masa depan,” katanya.
Usai sambutan, Wispramono Budiman bersama Sekretaris Kecamatan Tanjung Morawa Fuad Ikhwan Hasibuan, Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Morawa, serta perwakilan Koramil 0201-16/Tanjung Morawa melakukan penanaman pohon secara simbolis di Jalan Industri, Desa Dagang Kerawan. Kegiatan tersebut turut diikuti para Kepala Bagian, Head of PMO, Manajer Unit Tembakau, pengurus Serikat Pekerja Perkebunan, karyawan PTPN I Regional 1, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 bibit pohon ditanam, terdiri atas 50 bibit pohon duku, 50 bibit pohon manggis, 100 bibit pohon mahoni, dan 100 bibit pohon trembesi. Bibit-bibit tersebut akan ditanam di sejumlah titik lahan gersang dan kawasan rawan longsor di beberapa desa di Kecamatan Tanjung Morawa.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PTPN Group dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan sekaligus meningkatkan kesadaran karyawan dan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem dan keberlanjutan alam.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah daerah melalui kolaborasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Tanjung Morawa, Fuad Ikhwan Hasibuan, menyampaikan apresiasi kepada PTPN I Regional 1 atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
Menurutnya, upaya menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepedulian PTPN I Regional 1 terhadap lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mendukung upaya pelestarian alam dan meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan penanaman pohon ini, PTPN I Regional 1 berharap dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Deli Serdang. (Tim)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengikuti proses penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang diwakili oleh Kelurahan Tigaraksa, Kec. Tigaraksa. Kegiatan penilaian digelar secara virtual di Ruang Rapat Citus, Kantor Bupati Tangerang, Kamis (25/6/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan optimisme dan kesiapan Kabupaten Tangerang apabila kembali dipercaya mewakili Provinsi Banten pada ajang Lomba Kelurahan tingkat nasional.
"Kami siap apabila ditunjuk mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional. Dari pengalaman dan sejarah yang sudah-sudah, Kabupaten Tangerang beberapa kali menjadi wakil Provinsi Banten pada lomba kelurahan tingkat nasional, bahkan pernah masuk lima besar kelurahan terbaik nasional," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa seluruh indikator yang menjadi bahan penilaian harus benar-benar sesuai dengan kondisi dan capaian nyata di lapangan, sehingga hasil yang diperoleh dapat mencerminkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang sesungguhnya.
"Kami berharap penilaian ini bukan hanya bersifat administratif atau seremonial semata, tetapi benar-benar menggambarkan progres dan kenyataan yang ada di lapangan. Apa yang dipaparkan harus sesuai dengan kondisi riil yang menjadi objek penilaian," tandasnya.
Ia menambahkan, Kelurahan Tigaraksa telah melakukan berbagai persiapan dan pembenahan dalam rangka penilaian tingkat provinsi. Berbagai program pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan publik, serta pembangunan lingkungan terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kelurahan Tigaraksa sudah siap. Apabila nanti ditunjuk untuk mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional, kami optimistis mampu memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten," tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan Kelurahan Tigaraksa pada lomba kelurahan bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi momentum untuk mengukur keberhasilan pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang telah dilaksanakan di tingkat kelurahan.
"Kelurahan Tigaraksa menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil menunjukkan berbagai capaian dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)