Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Sabtu (26/09/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan musyawarah daerah bagi sebuah organisasi merupakan momentum penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan evaluasi menyusun langkah ke depan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi. Untuk itu, dia berharap Musda tidak hanya menjadi forum penggantian dan penyusunan pengurus baru, namun juga mampu melahirkan solusi, baik untuk ICMI maupun pembangunan daerah
"Saya berharap Musda 3 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi forum pergantian pengurus atau penyusunan pengurus tetapi juga menjadi ruang momentum melahirkan gagasan pemikiran dan rekomendasi yang konstruktif bagi pembangunan di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal
Ia mendorong ICMI sebagai wadah para cendekiawan muda agar terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan organisasi lainnya untuk memajukan pembangunan. ICMI diharapkan mampu menjalankan fungsi gandanya, baik dalam rangka penguatan organisasi maupun kontribusinya yang dapat dirasakan masyarakat
"ICMI sebagai mitra pemerintah daerah diharapkan bisa berkiprah bersama-sama. Kolaborasinya bukan saja dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, kelurahan tapi juga dengan organisasi-organisasi lainnya untuk bisa memberikan kontribusi terhadap wilayah dan masyarakat di segala bidang," ungkapnya
Bupati Maesyal meminta segenap pengurus dan anggota ICMI Kab. Tangerang terus meningkatkan eksistensi dan kontribusinya bagi Kabupaten Tangerang. Kehadiran ICMI di tengah-tengah masyarakat dapat menjadi contoh dan menginspirasi pihak lainnya untuk dapat memberikan sumbangsih dan kontribusinya bagi kemajuan pembangunan di semua aspek kehidupan
"Saya yakin ICMI akan memberikan suri teladan dan contoh yang baik buat seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Tangerang. Kembangkan terus program-program positif untuk masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," tandasnya
Mengakhiri sambutannya, dia memberikan pesan dan arahan kepada semua peserta Musda agar tetap menjunjung tinggi kebersamaan, saling menghormati dan menjaga kondusifitas.
"Kami mohon semua pihak bisa saling menghormati, junjung tinggi kebersamaan dan kondusifitas agar Musda ini dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kelangsungan organisasi dan masyarakat," pungkasnya
Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda ketiga ICMI Kab. Tangerang, Jahrudin mengatakan bahwa ICMI Kab. Tangerang siap mendukung program-program pembangunan daerah. ICMI berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan yang dilaksanakan.
'Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang atas kehadiran dan arahannya. Ini menjadi penyemangat bagi kami semuanya agar menjadi lebih baik lagi," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta KONI Kabupaten Tangerang bersama seluruh pengurus cabang olahraga (Pengcab) memperkuat pembinaan dan mematangkan persiapan atlet agar mampu tampil maksimal berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten di Tangerang Selatan
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) KONI Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang bertema “Sukses Organisasi, Gemilang Prestasi” yang digelar di Aula Gedung KONI Kabupaten Tangerang, Sabtu (26/9/26).
"Saya minta KONI bersama seluruh Pengcab terus memaksimalkan pembinaan dan latihan. Matangkan persiapan agar atlet kita tampil maksimal di Porprov nanti," pinta Bupati Maesyal.
Ia menegaskan, momentum Raker KONI tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi pembinaan atlet menghadapi kompetisi olahraga tingkat Provinsi Banten.
“Lakukan pembinaan kepada para atlet kita. Terlebih ini kita menjelang Porprov Banten yang akan digelar di Tangerang Selatan. Kita harus mempersiapkan para atlet kita supaya bisa meraih hasil maksimal,” ujarnya
Menurutnya, target prestasi membutuhkan kerja bersama yang solid dan matang. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara KONI, Pengcab, pelatih, atlet serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga harus terus diperkuat.
“Pengcab harus berkolaborasi dengan pengurus KONI dan yang lainnya. Jalin komunikasi dan kerjasama yang intens dan kuat,” katanya.
Bupati Maesyal berharap seluruh program pembinaan yang dilaksanakan dapat berjalan secara terarah sehingga para atlet Kabupaten Tangerang benar-benar siap menghadapi persaingan di Porprov Banten.
Selain mengejar prestasi, ia juga mengingatkan agar seluruh atlet dan insan olahraga Kabupaten Tangerang tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Junjung tinggi sportivitas, jaga nama baik Kabupaten Tangerang, dan raih prestasi gemilang,” tegasnya.
Ia berharap Raker KONI Kabupaten Tangerang 2026 diharapkan menjadi titik penguatan konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan langkah seluruh cabang olahraga dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi.
"Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi antarpengurus dan persiapan yang matang, Kabupaten Tangerang terus mendorong agar prestasi olahraga dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi bagi nama baik daerah di tingkat Provinsi Banten maupun nasional," pungkasnya. (Red)
KAPUAS HULU, lensafokus.id — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas Hulu sepanjang 2026 menjadi peringatan bahwa penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar.
Kompleksitas persoalan, mulai dari kekeringan, kondisi ekologis, keterbatasan akses, aktivitas ekonomi, hingga perilaku masyarakat, menunjukkan perlunya strategi pencegahan yang lebih terintegrasi, terutama menghadapi potensi periode El Niño berikutnya.
Hasil sosialisasi dan penyuluhan Karhutla di Kapuas Hulu menemukan sejumlah persoalan sekaligus rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dan masyarakat.
Kapuas Hulu memiliki karakter wilayah yang sangat didominasi kawasan hutan dan konservasi. Berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut, sekitar 55,50 persen wilayah merupakan taman nasional dan hutan lindung, 21,69 persen lahan pertanian, 19,52 persen hutan produksi, 2,42 persen lahan pertambangan, serta 0,59 persen berupa sungai dan danau.
Kondisi geografis tersebut membuat pendekatan penanganan Karhutla harus disesuaikan dengan karakter wilayah dan pola kehidupan masyarakat setempat.
Salah satu persoalan yang ditemukan adalah penurunan muka air Sungai Kapuas saat musim kering.
Kondisi tersebut dapat menghambat kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM), sehingga distribusi BBM tidak selalu berjalan tepat waktu. Dampaknya ikut dirasakan dalam mobilitas kegiatan penanganan kebakaran.
Namun, persoalan distribusi BBM tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut, termasuk mengenai pola penggunaan BBM dan kemungkinan adanya kebutuhan lain dalam jumlah besar yang turut memengaruhi ketersediaan bagi masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi geografis ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam.
Dalam situasi tertentu, kebakaran bahkan lebih banyak berhenti setelah api padam secara alami karena sulitnya akses menuju lokasi.
Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa praktik pembakaran lahan memiliki latar belakang yang berbeda.
Bagi sebagian peladang, pembakaran merupakan bagian dari praktik pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam skala terbatas. Praktik tersebut memiliki aturan dan ketentuan daerah yang harus dipatuhi.
Persoalan menjadi lebih kompleks ketika pembakaran diduga berkaitan dengan pembukaan atau perluasan perkebunan sawit.
Karena itu, diperlukan penelitian dan pendataan yang lebih mendalam agar penanganan tidak menyamaratakan seluruh praktik pembakaran lahan.
Pembedaan antara pembukaan ladang masyarakat dengan aktivitas pembukaan lahan untuk kepentingan usaha menjadi penting agar kebijakan pencegahan dan penegakan aturan dapat dilakukan berdasarkan fakta lapangan.
Tanpa data yang kuat, perdebatan mengenai sumber kebakaran berpotensi berhenti pada saling tuding. Penelitian yang lebih mendalam dibutuhkan untuk mengetahui pola, penyebab, lokasi, serta pihak yang bertanggung jawab dalam setiap peristiwa kebakaran.
Dalam kegiatan lapangan ditemukan sejumlah tampungan air yang mengering serta lapisan tanah berpasir. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena pengeringan gambut dapat meningkatkan risiko api bertahan di bawah permukaan ketika terjadi kebakaran.
Karakter angin yang cukup kuat juga dapat memperluas penyebaran material pembakaran ke wilayah sekitar.
Yang tidak kalah penting, kawasan Danau Sentarum memiliki ekosistem gambut yang disebut dalam materi kegiatan sebagai kawasan gambut purba dengan perkiraan usia sekitar 46.000–49.000 tahun dan kedalaman mencapai sekitar 18 meter.
Jika data usia tersebut merujuk pada penelitian ilmiah yang relevan, kawasan ini memiliki nilai penting dari sisi ekologis sekaligus sejarah lingkungan. Karena itu, setiap kebakaran di kawasan gambut tersebut perlu dipandang sebagai risiko terhadap aset ekologis yang tidak mudah dipulihkan.
Temuan lain muncul dari sejumlah desa yang menolak keberadaan perkebunan sawit. Di wilayah tersebut tidak ditemukan kebakaran dalam skala besar berdasarkan temuan lapangan yang disampaikan.
Kondisi tersebut dapat menjadi bahan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara pola penggunaan lahan, pilihan ekonomi masyarakat, dan risiko kebakaran.
Di tingkat masyarakat adat, sejumlah aturan pembatasan pembakaran sebenarnya telah diterapkan. Namun, persoalan muncul ketika masyarakat tidak melaporkan rencana pembukaan lahan kepada pemerintah desa.
Akibatnya, pemerintah desa kesulitan melakukan antisipasi, terutama jika lokasi pembukaan lahan berada jauh dari permukiman.
Hal ini menunjukkan pentingnya sistem pelaporan yang mudah dan cepat sehingga rencana pembukaan lahan dapat diketahui lebih awal dan langkah pencegahan dapat dilakukan.
Perizinan perkebunan berada pada pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Kondisi tersebut membuat kewenangan inspeksi terhadap kesiapan perusahaan dalam menghadapi Karhutla juga berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab dalam penanggulangan kebakaran di wilayahnya.
Karena itu, diperlukan pembagian peran dan sistem pengawasan bersama yang lebih jelas antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya menjelang periode kering berikutnya.
Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah penguatan fungsi Kapuas Hulu sebagai kawasan tangkapan air atau “bank air”.
Sebagai wilayah hulu Sungai Kapuas, pengelolaan air menjadi penting untuk menghadapi dua kondisi ekstrem sekaligus: banjir ketika curah hujan tinggi dan kekeringan saat musim kemarau panjang.
Konsep tersebut dapat dilakukan melalui pengelolaan cekungan air, perbaikan dan pendalaman saluran irigasi, serta pengaturan tata air untuk menjaga kelembapan lahan gambut.
Pengelolaan air juga dapat memberikan manfaat ganda, mulai dari mengurangi risiko kekeringan gambut, mendukung transportasi, hingga membantu pemenuhan kebutuhan pertanian sepanjang tahun.
Dengan pengelolaan yang tepat, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
Karhutla merupakan ancaman yang berulang di Kalimantan Barat. Karena itu, pendidikan masyarakat tidak dapat dilakukan hanya ketika musim kebakaran tiba.
Program edukasi perlu diarahkan pada perubahan pengetahuan dan perilaku, termasuk memperkenalkan metode pengelolaan lahan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembakaran.
Masyarakat juga membutuhkan alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan memperoleh sumber pangan tanpa meningkatkan risiko kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu juga direkomendasikan mengembangkan layanan informasi digital terintegrasi yang mudah diakses melalui telepon seluler.
Layanan tersebut dapat memuat informasi cuaca, musim tanam, peternakan, perdagangan, pengaduan cepat, hingga materi edukasi pencegahan Karhutla.
Informasi cuaca dapat membantu masyarakat menentukan waktu tanam dan aktivitas pertanian. Sementara layanan pengaduan dapat mempercepat pelaporan potensi kebakaran maupun gangguan pelayanan publik.
Penguatan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam menghadapi musim kering.
Pemerintah perlu menyiapkan alternatif distribusi BBM ketika kondisi Sungai Kapuas mengalami pendangkalan dan transportasi sungai terganggu.
Perluasan jaringan listrik dan internet juga penting untuk mempercepat distribusi informasi, memperluas akses edukasi, serta membuka jalur pengaduan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Kapuas Hulu sendiri memiliki potensi besar yang tidak hanya berasal dari sumber daya alam, tetapi juga dari ekosistem sungai, hutan, perikanan, gambut dan bentang alamnya.
Posisinya yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga membuat penguatan sumber daya manusia, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari pengelolaan wilayah perbatasan.
Rangkaian temuan tersebut menunjukkan bahwa mitigasi Karhutla di Kapuas Hulu perlu bergeser dari pendekatan reaktif menuju pencegahan yang terintegrasi.
Pemetaan kawasan tangkapan air, pengelolaan gambut, kesiapan perusahaan, alternatif distribusi BBM, edukasi masyarakat, sistem informasi digital, penguatan infrastruktur, serta koordinasi kewenangan pemerintah pusat dan daerah perlu disiapkan sebelum musim kering tiba.
Karhutla bukan semata persoalan api. Di baliknya terdapat persoalan tata kelola air, penggunaan lahan, akses wilayah, ekonomi masyarakat, kesiapan infrastruktur, hingga kualitas informasi.
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Awarding Ceremony Corporate Awards 2026 di Hotel Lemo Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkab Tangerang kepada perusahaan yang dinilai konsisten membangun hubungan industrial yang harmonis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan peserta serta pihak yang telah mendukung pelaksanaan Corporate Awards 2026. Menurutnya, pertumbuhan investasi dan perkembangan industri di Kabupaten Tangerang perlu diimbangi dengan perlindungan pekerja dan tata kelola ketenagakerjaan yang baik.
“Selamat kepada perusahaan penerima penghargaan. Jadikan ini motivasi untuk terus berinovasi dan menjadi teladan. Bagi yang belum menang, jadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan,” kata Soma.
Soma mengatakan, Corporate Awards 2026 merupakan bagian dari pembinaan ketenagakerjaan berdasarkan Perbup Tangerang Nomor 28 Tahun 2024. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kepatuhan terhadap aturan sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
“Pembangunan ketenagakerjaan membutuhkan peran bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Keberlangsungan usaha, kesejahteraan pekerja, dan kepatuhan terhadap aturan harus berjalan secara seimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana menuturkan, Corporate Awards 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga instrumen pembinaan untuk meningkatkan kualitas hubungan industrial di Kabupaten Tangerang.
“Corporate Award ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan untuk meningkatkan kepatuhan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, produktivitas perusahaan, serta daya saing investasi di Kabupaten Tangerang,” tutur Rudi.
Lebih lanjut, kata Rudi, indikator penilaian Corporate Awards 2026 meliputi struktur dan skala upah, fasilitas kesejahteraan, LKS Bipartit, peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB), kepesertaan jaminan sosial, penerapan K3, pelaporan dan rekrutmen tenaga kerja, serta kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas.
Adapun perusahaan yang meraih penghargaan Corporate Awards 2026, yaitu:
Perusahaan Besar
Juara 1: PT Adis Dimension Footwear
Juara 2: PT KMK Global Sports
Juara 3: PT Victory Chingluh Indonesia
Perusahaan Sedang
Juara 1: PT Lautan Air Indonesia
Juara 2: PT Bumi Bandara Indah
Juara 3: PT Seasonal Supplies Indonesia
Perusahaan Kecil
Juara 1: PT Tokyo Radiator Selamat Sempurna
Juara 2: PT Stainless Steel Primavalve Majubersama
Kota Tangerang, lensafokus.id - Kota Tangerang resmi ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Banten II yang akan berlangsung pada 7 hingga 10 November 2026.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini menjadi momentum penting bagi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang untuk menggerakkan budaya hidup aktif, sehat dan gembira di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menerangkan, KORMI hadir sebagai penggerak olahraga masyarakat yang terbuka untuk seluruh kalangan.
Dalam sistem perhelatan olahraga masyarakat, terdapat jenjang agenda besar mulai dari tingkat nasional (FORNAS), tingkat provinsi (FORPROV), hingga tingkat kota (FORKOT).
"Festival Olahraga Masyarakat merupakan perhelatan yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai inti kegiatan, bukan semata-mata mengejar prestasi kompetitif. Olahraga diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup yang aktif, sehat, rekreatif, inklusif, dan membangun kebersamaan," tegas Kaonang.
Ia menambahkan, keberhasilan festival tidak hanya dinilai dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari tingkat partisipasi, antusiasme, interaksi sosial, serta dampaknya terhadap pembentukan budaya olahraga secara berkelanjutan.
"Kami menyiapkan lokasi strategis mulai dari Stadion Benteng Reborn, kawasan Puspem, GOR, hingga beberapa mal agar perhelatan ini mudah diakses dan dapat dinikmati seluruh masyarakat," kata Kaonang.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Tangerang Sulfi Afriadi, menyampaikan kesiapan kontingen Kota Tangerang dalam menyambut perhelatan besar ini. Di bawah naungan KORMI Kota Tangerang, terdapat 45 Induk Olahraga (INORGA) yang terhimpun dan siap berpartisipasi aktif.
"Pada FORPROV Banten II ini, kami menerjunkan sebanyak 745 meliputi Pegiat, Pelatih, Asisten Pelatih olahraga. Setelah sukses meraih juara umum pada 2024 lalu, kami optimis dan memasang target tinggi," terang Sulfi.
Secara filosofis, FORPROV mengusung tiga dimensi utama, yakni aspek sportif yang menjunjung kompetisi sehat, aspek rekreatif yang menghadirkan suasana menyenangkan, serta aspek partisipatif yang membuka ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
Ia menyebutkan, ajang ini akan menghadirkan berbagai rumpun olahraga masyarakat yang bervariasi, mencakup olahraga kebugaran, olahraga rekreasi, esports, hingga permainan tradisional seperti bakiak, egrang dan layang-layang.
"Target kami adalah meraih 171 medali emas, 90 perak, dan 70 perunggu. Dengan target yang ambisius ini, kami berharap adanya perhatian dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kota Tangerang berupa skema bonus bagi para pegiat olahraga yang berhasil mencetak prestasi," harapnya.
Perhelatan FORPROV Banten II diharapkan menjadi sarana sosial untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat yang sehat, aktif, sportif, dan guyub, sekaligus memperkuat jejaring komunitas di daerah. Lebih dari itu, momentum ini juga diproyeksikan untuk mengembangkan potensi olahraga masyarakat agar menjadi akar pembentukan prestasi di tingkat pelajar. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Petugas UPTD Puskesmas Cisoka melaksanakan kunjungan rumah kepada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Cisoka, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Selapajang, Desa Caringin, dan Desa Cisoka.
Kunjungan rumah pasien ODGJ merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari upaya Puskesmas Cisoka dalam melakukan pemantauan kesehatan pasien secara berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan obat kepada pasien sesuai kebutuhan dan terapi yang telah ditetapkan.
Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, petugas juga memberikan edukasi serta melakukan pemantauan untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan secara teratur. Kunjungan langsung ke rumah diharapkan dapat membantu petugas dalam mengetahui kondisi pasien dan memberikan pendampingan yang diperlukan bersama keluarga.
Kepala UPTD Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, menjelaskan bahwa kunjungan rutin ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Puskesmas untuk memastikan pasien ODGJ tetap mendapatkan pemantauan dan pengobatan secara berkesinambungan.
“Melalui kunjungan rumah secara rutin, kami dapat memantau kondisi kesehatan pasien secara langsung sekaligus memastikan obat yang diberikan dapat diterima dan diminum sesuai anjuran. Dukungan dan pendampingan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan secara teratur,” jelas Reta.
Kegiatan kunjungan rumah ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga kondisi kesehatan pasien ODGJ dapat terpantau dengan baik dan pengobatan dapat berjalan secara optimal. Puskesmas Cisoka juga mengajak keluarga untuk terus memberikan dukungan kepada pasien serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila terdapat perubahan kondisi atau kendala dalam pengobatan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan IKM Padat Karya dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Industri Daerah. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 23–24 September 2026 ini bertempat di Hotel Grantage BSD.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, 11 kawasan industri yang telah berizin, serta pelaku usaha untuk memperkuat kepatuhan perizinan, pelaporan industri, pembinaan tenant, dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan penguatan industri padat karya memiliki peran penting terhadap perekonomian daerah. Industri tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat rantai industri di Kabupaten Tangerang.
“Keberadaan industri padat karya memiliki arti yang sangat penting, terutama dalam memberikan kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat rantai industri di daerah,” ujar Resmiyati, pada Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, perkembangan industri harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, tertib administrasi, serta pemenuhan kewajiban pelaporan sektor perindustrian. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi agar pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dapat memahami ketentuan sekaligus membahas kendala secara langsung.
Resmiyati berharap kegiatan tersebut menghasilkan solusi yang dapat diterapkan oleh pelaku industri. “Apabila masih terdapat kendala dalam pelaksanaan perizinan, pelaporan, maupun penyelenggaraan kegiatan industri di kawasan, mari kita komunikasikan bersama dan mencari solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mendorong pengelola kawasan industri untuk aktif melakukan pembinaan dan koordinasi dengan perusahaan yang berada di dalam kawasan masing-masing. Menurutnya, perusahaan padat karya perlu memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun kebutuhan informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan industri.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Industri Disperindag Kabupaten Tangerang, Samsul Romli, menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 11 kawasan industri yang telah memiliki izin. Masing-masing kawasan diminta memaparkan kondisi kawasan, mulai dari aspek perizinan dan utilitas hingga kewajiban dalam melakukan pembinaan terhadap tenant.
“Konsep acaranya kita expose masing-masing kawasan industri, mulai dari aspek perizinan, kemudian juga utilitas, kemudian juga expose terkait masalah dan kewajiban sebagai kawasan industri untuk membina tenant-tenantnya,” jelas Samsul.
Samsul mengatakan forum tersebut juga ditujukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kawasan industri di Kabupaten Tangerang. Dari 11 kawasan yang diundang, masih terdapat kawasan yang belum memenuhi kewajiban pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS), sehingga pembinaan diarahkan agar kewajiban tersebut segera dipenuhi.
“Kita harapkan mereka dengan acara pada hari ini memacu untuk memenuhi kewajiban untuk pelaporan di SIINAS,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga ingin mengetahui keluhan dan kebutuhan tenant agar dapat membantu menciptakan iklim investasi yang mendukung peningkatan produktivitas industri.
Samsul menuturkan Kabupaten Tangerang memiliki sekitar 3.141 industri yang tersebar di 11 kawasan industri. Besarnya aktivitas tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan agar keberadaan investasi tidak hanya berkembang secara jumlah, tetapi juga semakin produktif dan mampu memperkuat daya tarik industri daerah.
Dari sisi pemerintah pusat, Kepala Subdirektorat Sektor Industri Berbasis Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Cakra Indra Andyanto, menilai forum tersebut penting karena memungkinkan pemerintah memperoleh informasi langsung dari pelaku usaha. Menurutnya, masukan dari lapangan dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih detail sebelum menyusun pengembangan sistem maupun kebijakan.
“Forum-forum seperti ini jadi mendatangkan langsung dari pelaku usaha, dapat diketahui titik langsung permasalahannya ada di mana,” kata Cakra. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti diagnosis yang membutuhkan informasi berulang agar pemerintah dapat memahami variasi persoalan dan menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.
Cakra juga mendorong forum penjaringan masukan tersebut dilakukan secara berkala, baik secara tatap muka maupun daring. “Kalau memang menjadi kendala bagi para pelaku usaha maupun dari Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan alokasi pertemuan langsung, bisa dilakukan secara online,” ujarnya. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima langsung penghargaan yang disaksikan oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia X Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Kamis (24/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih tersebut dan berharap penghargaan tersebut dapat memberikan dorong semangat untuk terus meningkatkan transformasi layanan digital keuangan yang lebih cepat, efektif dan efisien serta transparan.
"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Bapak Menko Bidang Perekonomian juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maeysal pun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Bapenda dan OPD lainnya atas sinergi dan kolaborasi yang telah dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan program digitalisasi transaksi keuangan daerah yang lebih cepat, efektif, efisien dan transparan
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang kita raih hari ini. Penghargaan ini adalah bukti nyata teman-teman dari Bapenda dan OPD lainnya telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga atas partisipasi masyarakat yang telah melaksanakan program ini," ujarnya
Menurut dia, berbagai aplikasi program digitalisasi transaksi keuangan daerah, masyarakat bisa mengakses secara langsung tanpa harus datang ke Bapenda. Masyarakat juga bisa melihat langsung kewajiban dan membayar pajaknya melalui kanal-kanal pembayaran yang telah ditentukan pada aplikasi tersebut.
"Alhamdulillah fungsi pelayanan ini bermanfaat. Kecepatan, transparansi dan kemudahan dari sistem kemudahan bisa dirasakan langsung masyarakat. Semoga program digitalisasi transaksi keuangan ini terus ditingkatkan lagi oleh Bapenda dan OPD terkait lainnya," imbuhnya
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Rakornas Pengendalian Inflasi dan Pencapaian Perluasan Digitalisasi Daerah tersebut merupakan momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pusat-daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital ke depan.
"Ekonomi kita di semester I, alhamdulillah relatif solid dengan pertumbuhan 5,45% dan inflasi 3,19%. Ini harus terus kita sinergikan antara pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil," ujar Airlangga
Pemerintah pusat juga akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi, seperti : PKH tahap ketiga, bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat, bantuan beras yang dilanjutkan untuk Oktober sampai dengan Desember 2026 seberat 10 kg perbulan bagi 33,2 juta penerima dan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan bersama dengan Bank Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian menambahkan saat ini Kementerian Dalam Negeri sedang mengembangkan penguatan peran daerah dalam rangka memperkuat konsumsi rumah tangga, menjaga belanja daerah dan menstimulasi swasta yang diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi
"Selanjutnya adalah mempermudah perizinan dalam rangka untuk memperkuat investasi, dan bagaimana mendorong hilirisasi daerah dengan ini ide-ide kreatif daerah sehingga ada potensi ekspor kita dari daerah untuk ke luar. Jadi ekspor kita diharapkan lebih tinggi daripada impor agregat dari semua daerah," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting membuahkan hasil. Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, resmi terpilih menjadi salah satu dari 30 nominasi Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Pencapaian tersebut ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) di Desa Sodong, pada Kamis (24/09/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan capaian Desa Sodong terbilang luar biasa karena berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk masuk dalam 30 besar nasional.
"Desa Sodong ini luar biasa. Mengalahkan ratusan dan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk menjadi salah satu dari 30 desa yang dinilai dalam konvergensi penurunan stunting ini," ujar Soma.
Ia menegaskan, masuknya Desa Sodong ke jajaran 30 besar nasional merupakan cerminan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan optimal di lapangan.
"Terpilihnya Desa Sodong sebagai nominasi tingkat nasional ini adalah capaian yang patut disyukuri bersama. Ini bukan sekadar keberhasilan satu desa, melainkan cerminan kerja keras dan konvergensi seluruh elemen masyarakat, kader, hingga pemerintah daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas Pemkab Tangerang karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia generasi penerus. Menurutnya, penurunan stunting bukanlah perkara mudah dan harus diselesaikan secara bersama-sama.
"Tidak mudah untuk menurunkan stunting. Ini adalah masalah kita bersama yang harus kita selesaikan juga secara bersama. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, dan desa-desa lainnya agar berprestasi seperti Desa Sodong," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala desa dalam merumuskan strategi penanganan stunting yang tepat sasaran. Guna memastikan penanganan berjalan efektif, Pemkab terus memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
"Stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan menyangkut kualitas SDM generasi mendatang. Kepemimpinan seorang kepala desa itu sangat penting, karena di sinilah bagaimana strategi untuk menuntaskan penanganan stunting bisa dilakukan. Oleh karena itu, TPPS di semua tingkatan terus dioptimalkan agar intervensinya benar-benar terkonvergensi," tambahnya.
Dalam proses verifikasi ini, Pemkab Tangerang telah menyiapkan seluruh data, dokumen administrasi, serta keterlibatan langsung TPPS desa, kecamatan, hingga kader Posyandu dan PKK guna menyajikan gambaran capaian program secara transparan dan komprehensif.
Melalui verifikasi ini, Pemkab Tangerang berharap rekomendasi dari tim penilai pusat dapat menjadi bahan evaluasi berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas dan bebas stunting. (Red)
SERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Tiga perwakilan dari Kabupaten Tangerang sukses memborong penghargaan dalam ajang Anugerah Corporate Social Responsibility (CSR) dan Anugerah Inovasi Radar Banten Awards. Acara penyerahan penghargaan ini dilangsungkan secara meriah di Graha Pena Ballroom, Kota Serang, pada Rabu (23/09/2026).
Penganugerahan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang, legislatif, hingga aparatur di tingkat Kecamatan dalam menghadirkan inovasi pelayanan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Adapun tiga penghargaan membanggakan yang berhasil diraih oleh perwakilan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut:
* Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, atas dedikasinya dalam peningkatan infrastruktur publik melalui program rekonstruksi jalan terpanjang di Provinsi Banten, yakni sepanjang 31 KM.
* Camat Tigaraksa ( H. Cucu Abdurrosyid, S.STP., M.Si.), yang berhasil meraih penghargaan pada kategori layanan sektor publik lewat program Inovasi "Mantap Jasa".
* Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail, atas inisiatif dan dedikasinya dalam berkolaborasi dengan insan media di DPRD untuk melakukan pembinaan serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara bergengsi ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan berharap acara penganugerahan ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang penghargaan. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, terus tingkatkan prestasi. Kemajuan adalah sebuah keharusan yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi positif dari semua pihak guna memajukan Banten," ucapnya.
Pencapaian yang diraih oleh DBMSDA, Camat Tigaraksa, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya di Kabupaten Tangerang. Terus berinovasi dan berkolaborasi adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
Sebagai informasi, Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Radar Banten Awards 2026 diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Swasta, serta Kepala Daerah dan Perangkat Daerah. Adapun dewan juri pada ajang tahun ini diisi oleh para ahli yang kompeten di bidangnya, yakni Sekretaris Bappeda Provinsi Banten, Pemimpin Redaksi Radar Banten serta Praktisi Hukum. (Red)