JAKARTA, lensafokus.id — PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, dengan memperoleh dua penghargaan sekaligus, yakni Golden Champion (Konsistensi Kinerja Berpredikat Sangat Bagus Selama 5 Tahun Terakhir 2022–2026) serta penghargaan Kinerja Berpredikat Sangat Bagus (berdasarkan Performa Kinerja Tahun 2025).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, bersama Ketua Perbarindo, Tedy Alamsyah, dalam acara 17th INFOBANK BPR Award 2026 yang digelar di The St. Regis Hotel, Jakarta, Jumat (14/08/2026).
Penganugerahan yang diinisiasi oleh INFOBANK Media Group ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 audiens yang terdiri dari CEO dan jajaran eksekutif perbankan, sektor jasa keuangan, perusahaan asuransi, hingga industri teknologi finansial.
Pada tahun ini, sebanyak 421 BPR di seluruh Indonesia memperoleh predikat Sangat Bagus berdasarkan kinerja tahun buku 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 BPR berhasil mempertahankan konsistensi kinerja dengan predikat Sangat Bagus selama rentang waktu 5 hingga 15 tahun terakhir.
Dalam proses penilaiannya, Infobank Indonesia menggunakan sejumlah indikator utama untuk mengukur kinerja BPR di seluruh Indonesia. Penilaian tersebut mencakup lima aspek utama, yaitu permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.
Pada aspek permodalan, penilaian dilakukan melalui Capital Adequacy Ratio (CAR) serta pertumbuhan modal inti bank. Sementara pada aspek kualitas aset, penilaian melihat kualitas kredit serta rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
Selanjutnya, aspek rentabilitas dinilai berdasarkan tingkat pengembalian aset dan ekuitas atau Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), termasuk pertumbuhan laba tahun berjalan. Untuk aspek likuiditas, indikator yang digunakan antara lain Loan to Deposit Ratio (LDR) dan pertumbuhan dana pihak ketiga.
Sedangkan aspek efisiensi mengacu pada perbandingan antara beban dan pendapatan operasional bank, termasuk kemampuan bank dalam menjaga Net Interest Margin (NIM).
Direktur Utama PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Ai Suherlan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang kembali diraih perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran Direksi dan pegawai BPR Kerta Raharja Gemilang dalam menjaga kinerja perusahaan secara konsisten serta Dewan Komisaris yang terus secara konsisten mengawasi jalannya kinerja.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Infobank Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh jajaran PT. BPR Kerta Raharja Gemilang dalam menjaga kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat mendapatkan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Ai Suherlan.
Ia menegaskan, penghargaan Golden Champion bukan sekadar capaian, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Bagi kami, penghargaan ini bukanlah akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik. Kami akan terus menjalankan program-program yang telah direncanakan, salah satunya melalui Kredit Mikro Raharja sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro. Kami juga terus mendorong digitalisasi layanan melalui M-Banking agar pelayanan perbankan semakin mudah, cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ai Suherlan menambahkan, seluruh jajaran BPR Kerta Raharja Gemilang memiliki target bersama untuk terus memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah pertumbuhan aset perusahaan hingga Rp1 triliun.
“Target kami ke depan adalah bagaimana BPR Kerta Raharja Gemilang dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Kami memiliki target bersama untuk mencapai aset perusahaan sebesar Rp1 triliun. Untuk mewujudkannya tentu diperlukan kerja sama, inovasi, peningkatan kualitas SDM, penguatan digitalisasi, serta pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) untuk terus memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah. Melalui penguatan pembiayaan sektor mikro, peningkatan inklusi keuangan dan transformasi layanan digital, BPR diharapkan mampu semakin dekat dengan masyarakat serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat bersama orang tua calon siswa baru digelar di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi calon siswa dan orang tua untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus memahami sistem pendidikan, fasilitas, tenaga pendidik, serta penyelenggaraan Sekolah Rakyat secara lebih dekat.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Aji Januardhi Nurogo, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah kepada calon siswa, tetapi juga menjadi bagian penting dari awal perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter anak.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada calon siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun awal perjalanan pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan anak-anak kita,” ujar Aji.
Menurut Aji, Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, rasa percaya diri, serta penumbuhan cita-cita.
“Dari sekolah inilah, kita berharap akan lahir generasi Kabupaten Tangerang yang cerdas, berkarakter, mandiri, berakhlak, dan memiliki daya saing,” katanya.
Aji juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali calon siswa atas kepercayaan terhadap program Sekolah Rakyat. Menurutnya, melalui kegiatan Open House, orang tua dapat memahami secara langsung lingkungan sekolah dan berbagai aspek pendidikan yang akan dijalani anak-anak mereka.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Aji, berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan agar setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, dan mempersiapkan diri meraih cita-cita.
“Kami berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Tangerang dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Aji berpesan agar menjalankan peran dengan ketulusan, kesabaran, dan kasih sayang. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi para siswa.
Sementara kepada para calon siswa, Aji berpesan agar belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga pertemanan, serta membangun kedisiplinan.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak berhenti bermimpi karena besar kecilnya cita-cita tidak ditentukan dari mana seseorang berasal, melainkan dari besarnya usaha untuk mewujudkannya.
Aji berharap MPLS dan Open House tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi calon siswa dan orang tua sekaligus menjadi langkah awal menuju masa depan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Tangerang.
“Selamat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Selamat datang di Sekolah Rakyat Kabupaten Tangerang, dan untuk anak-anak semua, selamat memulai perjalanan untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, mengatakan kegiatan MPLS diikuti ratusan siswa dari tingkat SMP dan SMA.
Ia berharap para siswa dapat menjalani proses pendidikan sekaligus pembentukan mental dan karakter dengan baik, terutama karena mereka kini berada di lingkungan yang relatif baru.
“Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak-anak yang betul-betul berproses secara mental, belajar, dan juga mengalami pembentukan karakter. Semuanya berlangsung dalam lingkungan yang sekarang ini baru bagi mereka,” ujar Aziz.
Aziz juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap para siswa selama mengikuti program Sekolah Rakyat. Ia berharap tidak terjadi siswa yang meninggalkan lingkungan sekolah atau pulang ke rumah tanpa izin.
Menurut Aziz, penyelenggaraan Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para camat dan pendamping sosial di Kabupaten Tangerang.
Ia menjelaskan bahwa para calon siswa berasal dari latar belakang pendidikan dan lingkungan yang beragam. Karena itu, diperlukan pendampingan yang baik agar mereka dapat mengikuti proses pendidikan dan pembinaan secara optimal.
“Alhamdulillah, kegiatan ini juga didukung oleh para camat yang tadi mengantarkan anak-anak dengan kendaraan dari kecamatan masing-masing,” ujar Aziz.
Ia menambahkan, sebanyak 161 petugas pendamping sosial turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Selain itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) nantinya akan ditempatkan sebagai pendamping atau pengasuh di tempat belajar Sekolah Rakyat.
Menurut Aziz, pembinaan siswa juga akan mencakup aspek mental dan kedisiplinan. Program tersebut akan melibatkan taruna lulusan Akademi Militer (Akmil) yang diharapkan dapat membantu membangun karakter, ketangguhan, dan semangat juang para siswa.
“Kita berharap anak-anak ini memiliki mental yang kuat, prima, jiwa juang, dan jiwa tangguh sehingga dapat menjadi anak-anak yang hebat,” katanya.
Aziz menambahkan, dukungan terhadap program Sekolah Rakyat melibatkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan, pengawasan, dan pendampingan siswa berjalan dengan baik.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga pendidik, pendamping sosial, orang tua, serta berbagai unsur lainnya, MPLS dan Open House Sekolah Rakyat di PPI Curug diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan anak. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak pihak Universitas Dharma Indonedia (UNDHI) untuk berkolaborasi dan kerjasama dalam memperkuat Program Beasiswa Tangerang Gemilang
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri wisuda tahun akademik tahun 2025/2026 UNDHI yang dilaksanakan di Aston Cimone Hotel and Convention Center, Sabtu (15/08/26)
"Mudah mudahan dari universitas UNDHI ini juga bisa kerjasama dan berkolaborasi dengan kami, dalam rangka upaya mencerdaskan bangsa melalui proses belajar mengajar anak-anak didik kita melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang," ujar Bupati Maeysal Rasyid
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan Pemkab Tangerang saat ini terus menggalakkan sekaligus juga memperbanyak program-program beasiswa bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi dengan prioritas keluarga dari Desil 1-5, agar anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi
"Kami telah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan lanjutan pendidikan ke perguruan tinggi. Tahun 2025 kami telah mengirimkan sebanyak 235 mahasiswa, ada yang ke Kairo 20 orang, Swiss German University 30 orang, ke Unpad ke Untirta ke IPB. Kita berangkatkan mereka selama mereka kuliah dan sampai dengan lulus, tanpa mengekuarkan biaya 1 rupiahpun," ungkapnya
Lanjut dia, Pemkab Tangerang juga telah membantu sekitar 400 guru PAUD untuk dapat menyelesaikan pendidikan sarjansnya di beberapa perguruan tinggi. Tahun 2026 ini, Pemkab Tangerang juga memberikan bantuan beasiswa kuliah secara gratis kepada lebih dari 1170 mahasiswa dan guru
"Alhamdulillah sudah 2 tahun ini kami telah memberikan atensi terhadap dunia pendidikan sampai dengan lulus tanpa mengeluarkan biaya Rp1 pun. Alhamdulillah juga sudah ada anak yatim sudah kita kuliah di Kedokteran dua orang," imbuhnya
Ia juga menandaskan kepada para mahasiswa bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi ini.
"Hari wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan justru wisuda merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi ini," tegasnya
Menurut dia, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan dan perubahan dunia global yang sangat cepat telah membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi generasi muda. Untuk itu, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang baik namun juga harus inovatif, adaptif dan kreatif serta mampu melihat peluang dan siap menghadapi perubahan.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Pergunakan ilmu yang diperoleh, bukan sekedar gelar di atas kertas tetapi menjadi bekal untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya
ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika dari UNDHI yang terus konsisten mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang tangguh, adaptif dan siap menghadapi dan menjawab tantangan dunia kerja serta perkembangan global.
"Terima kasih kepada seluruh civitas akademika UNDHI, Pak Rektor, Pak Wakil Rektor juga kepada orang tua yang hadir pada kesempatan ini. Kami bangga sekali kepada anak kita calon-calon pimpinan di masa yang akan datang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus mengukuhkan Pengurus Sanggar Putro Satriyo Pambuko Jagad Lumaku (PSPJL) di Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Jumat malam (14/8/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Sanggar PSPJL yang dinilai terus berkomitmen dan konsisten menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni serta budaya di tengah masyarakat.
“Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati berharap Sanggar PSPJL dapat menjadi wadah positif bagi para seniman dan masyarakat, sekaligus berkontribusi menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, guyub, dan penuh semangat kebersamaan. Terlebih, kata dia, momentum menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan dan gotong royong.
“Semangat kemerdekaan kita jadikan energi untuk terus berkarya, menjaga persatuan dan memperkuat gotong royong,” katanya.
Ia menyambut baik pagelaran wayang kulit yang dilaksanakan setelah prosesi pengukuhan. Menurutnya, wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memiliki nilai-nilai tuntunan tentang kehidupan, keteladanan, kepemimpinan, keberanian, kesetiaan, kebaikan serta pentingnya menjaga persatuan.
"Saya berharap Sanggar Putro Satriyo Pambuko Jagad Lumaku semakin maju, semakin dikenal, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Tangerang," pungkasnya
Bupati juga meminta seluruh elemen masyarakat di Kec. Pasar Kemis untuk terus merawat dan menjaga kebersamaan, pelestarian seni budaya dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan karya-karya terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat membantu masyarakat yang rumahnya terdampak bencana. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Ibu Laila di Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (14/8/26).
Pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal dengan program "Bedah Rumah". Program BSPS bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang layak, aman, dan sehat.
Sebelumnya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah meninjau langsung kediaman Ibu Laila beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat kondisi rumah yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, sekaligus menginstruksikan pembangunan rumah tersebut segera dibangun melalui program bedah rumah tidak layak huni .
Kepala Dinas Bina Marga SDA, Iwan Firmansyah mengatakan, kehadirannya di Kecamatan Gunung Kaler merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Bupati Tangerang untuk memulai pembangunan rumah tersebut.
"Saya datang atas arahan Pak Bupati langsung untuk melakukan peletakan batu pertama. Ibu Laila menginginkan peletakan batu pertama dilakukan pada hari Jumat. Karena beberapa hari lalu saat Bupati datang belum dilakukan peletakan batu pertama, maka hari ini saya hadir untuk mewakili Bupati Tangerang untuk melakukannya," ujar Iwan.
Dia berharap pembangunan rumah tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga Ibu Laila dan keluarga dapat segera menempati rumah baru yang lebih layak dan aman.
"Semoga pembangunan rumah ini bisa secepatnya selesai dan bisa segera ditempati secara layak oleh Ibu Laila beserta keluarga," katanya.
Iwan menegaskan, pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan respons cepat kepada masyarakat yang mengalami musibah, khususnya mereka yang membutuhkan tempat tinggal layak huni, sehat dan nyaman.
“Pembangunan RTLH ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah atas respond cepat informasi masyarakat yang sangat membutuhkan rumah yang layak, sehat dan nyaman,” tandasnya
Sementara itu, Ibu Laila mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, yang telah memberikan perhatian dan respons cepat terhadap kondisi yang dialaminya.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan jajaran, khususnya Bupati Tangerang yang sangat peduli terhadap kesusahan masyarakat. Rumah saya terkena angin puting beliung dan bupati langsung merespons dengan memberikan bantuan serta membangun rumah saya hari ini" ungkap Ibu Laila.
Ia berharap rumah yang sedang dibangun tersebut nantinya dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membawa keberkahan bagi keluarganya.
"Semoga rumah saya nanti bisa menjadi rumah yang berkah dan bisa membawa keberkahan bagi keluarga," harapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Forum Anak Kabupaten Tangerang untuk berkolaborasi dengan lembaga lainnya, khususnya Forum OSIS untuk sosialisasi dan edukasi akan pentingnya kesadaran hukum dan perlindungan anak serta paham radikalisme
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang saat membuka kegiatan Forum Anak Pelopor Sadar Hukum angkatan II yang diikuti sebanyak 50 peserta di Perpustakaan Daerah, Jum'at (14/08/26)
"Ke depan, Forum Anak didorong untuk berkolaborasi dengan Forum OSIS sehingga edukasi mengenai kesadaran hukum dan perlindungan anak serta paham radikalisme dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa sadar hukum bukan hanya mengetahui peraturan tetapi mampu mengimplementasikannya dalam sikap, tutur kata, baik lisan maupun tulisan serta perilaku sehari-hari
“Kesadaran hukum bukan hanya mengetahui peraturan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati hak orang lain, menaati tata tertib, menggunakan media sosial secara bijak, menolak perundungan dan kekerasan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba,” tegasnya
Ia menyebut sosialisasi dan edukasi sejak dini merupakan hal yang sangat penting agar anak-anak mampu menjaga diri dan lebih bijak dalam menyaring informasi maupun pengaruh dari lingkungan dan media sosial serta perkembangan zaman
Wabup Intan berharap Forum Anak dan seluruh mitra jaringannya mampu menjadi contoh dan agen perubahan, baik sebagai pelopor maupun pelapor, berani berbicara serta melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan atau persoalan yang membutuhkan bantuan.
“Kalau melihat temannya mendapatkan perundungan, beranilah untuk melapor. Bullying jangan dianggap remeh, karena dampaknya bisa membekas lama. Bantu teman-teman kalian membutuhkan pertolongan,”tegasnya.
Dia juga berharap melalui kegiatan tersebut, Forum Anak Kabupaten Tangerang semakin aktif menjadi pelopor dan pelapor, serta mampu menjadi contoh bagi anak-anak lainnya dalam membangun lingkungan yang aman, ramah anak dan sadar hukum.
"Seluruh materi yang diperoleh dalam kegiatan Angkatan 2 ini, jangan berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada teman-teman di lingkungan masing-masing," pungkasnya
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten tersebut menghadirkan narasumber narasumber dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan perbankan melalui transformasi digital yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan keamanan bagi nasabah.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Mobile Collection (MOLEC), sebuah layanan berbasis digital yang memungkinkan nasabah melakukan pembayaran angsuran kredit maupun setoran tabungan secara langsung di lokasi nasabah, tanpa harus datang ke kantor cabang.
Melalui MOLEC, petugas lapangan dibekali perangkat yang terhubung dengan sistem perbankan secara real-time. Setiap transaksi yang dilakukan akan langsung tercatat dalam sistem PT. BPR Kerta Raharja Gemilang sehingga nasabah dapat memperoleh bukti transaksi dan mengetahui pembaruan saldo secara lebih cepat dan transparan.
Kepala Cabang PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) Wilayah Tigaraksa, Eka Ratna Juwita, menjelaskan bahwa kehadiran MOLEC merupakan bagian dari upaya bank untuk memberikan pelayanan jemput bola sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah.
“Melalui Mobile Collection, nasabah tidak perlu lagi repot datang ke kantor cabang. Petugas kami yang mendatangi lokasi nasabah, dan setiap pembayaran angsuran maupun menabung, itu sudah tercatat secara real-time kepada sistem kami,” ujar Eka.
Menurutnya, sistem pencatatan secara real-time tidak hanya memberikan kemudahan bagi nasabah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keamanan dan transparansi transaksi.
“Dengan pencatatan secara real-time, nasabah dapat lebih mudah memantau transaksi yang telah dilakukan. Hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan risiko dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses transaksi,” tambahnya.
Kehadiran Mobile Collection (MOLEC) menjadi salah satu langkah PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) dalam menghadirkan layanan perbankan yang semakin praktis, cepat, transparan, dan aman. Digitalisasi layanan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kepercayaan dan kepuasan nasabah.
Melalui inovasi dan transformasi digital yang berkelanjutan, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) terus berupaya menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah bagi seluruh nasabah. (Red)
TANGERANG, lemsafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengukuhkan sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tangerang. Pengukuhan berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (13/8/26).
Ke-54 anggota Paskibraka tersebut akan mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 2026, khususnya dalam prosesi pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih di tingkat Kabupaten Tangerang.
Dalam arahannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meminta seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas negara tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan ketenangan
"Kami berharap saudara-saudara menjalankan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Rakyat, masyarakat Kabupaten Tangerang akan melihat tugas negara saudara-saudara pada tanggal 17 Agustus, baik pengibaran maupun penurunan bendera Sang Saka Merah Putih," ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, perhatian masyarakat akan tertuju kepada Paskibraka saat pelaksanaan upacara kemerdekaan, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan maupun desa.
Ia meyakini para anggota Paskibraka telah memiliki kesiapan dan bekal yang cukup setelah menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari kedisiplinan, kepatuhan hingga tata upacara.
"Saya yakin saudara-saudara sudah dilatih dan ditempa dengan baik, baik dari sisi disiplin, ketaatan, kepatuhan, termasuk peragaan sikap dan tata upacara. Pada akhirnya saudara-saudara akan melaksanakan pengibaran bendera sakral Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2026," katanya.
Bupati Maesyal menegaskan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, darah, dan keringat demi kemerdekaan Indonesia.
"Ini adalah kebanggaan dan hari sejarah kita semua. Kita harus terus mengenang sejarah perjuangan dan para pahlawan yang telah berjuang sehingga kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 dapat terlaksana," tuturnya.
Ia juga mengingatkan para anggota Paskibraka untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang hari pelaksanaan upacara. Ia meminta agar waktu istirahat dimanfaatkan sebaik mungkin serta kondisi kesehatan terus dipantau.
"Mulai sekarang sampai malam hari H, silakan istirahat dengan baik. Kalau bisa Dinas Kesehatan mengontrol dan mengecek kesehatan, apakah sakit atau tidak. Malam hari sebelum tidur, istirahat pukul 21.00 atau 22.00," pesannya.
Bupati juga meminta agar tugas besar tersebut tidak dianggap sebagai beban. Menurutnya, rasa percaya diri dan ketenangan menjadi modal penting agar seluruh rangkaian tugas dapat dilaksanakan dengan maksimal.
"Tugas negara itu harus dijalankan penuh dengan seksama, tapi jangan menjadi beban. Jangan terlampau dipikirkan. Setiap tahun memang dijalankan dan senantiasa sukses. Saya yakin saudara-saudara bisa menjalankannya dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan rileks," ungkapnya.
Ia menilai secara fisik, postur dan penampilan para anggota Paskibraka tahun ini terlihat sangat baik dan merata. Hal tersebut, menjadi modal tambahan untuk menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang. Maesyal juga menitipkan pesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan Kabupaten Tangerang.
"Kami percaya saudara-saudara dapat menjalankan tugas. Jaga nama baik pribadi, jaga nama baik keluarga, jaga nama baik daerah. Orang tua akan hadir menyaksikan tanggal 17 dengan penuh senyuman, penuh harapan dan doa supaya pengibaran dan penurunan bendera berjalan lancar," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjalankan tugas sebagai Paskibraka di tingkat Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
"Orang tua kita pasti bangga. Mudah-mudahan dengan menjalankan tugas negara ini, ke depan saudara-saudara bisa menjadi pemimpin di Negara Republik Indonesia," pungkasnya.
Pengukuhan 54 Paskibraka Kabupaten Tangerang tersebut menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjalankan amanah tersebut dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan semangat nasionalisme. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Penasehat Muslimat NU Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka Pengajian Tiga Bulanan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tangerang yang dirangkaikan dengan Santunan Yatim dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, bertempat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah penguatan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah sekaligus momentum untuk memperkokoh persatuan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan amal saleh, khususnya bagi para kader Muslimat NU di Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati hari ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan buah dari perjuangan para pahlawan, termasuk para ulama dan kiai NU melalui Resolusi Jihad.
“Tugas kita sekarang adalah menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa agar bangsa ini tetap kuat, damai, dan bermartabat. Ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah harus terus terjalin erat untuk menghindarkan kita dari perpecahan akibat perbedaan," ujarnya.
Menurutnya, peran ibu-ibu Muslimat NU sangat strategis di dalam keluarga maupun masyarakat. Sebagai garda terdepan pendidikan keluarga, Muslimat NU berperan besar dalam membentuk generasi yang berakhlak dan cinta tanah air. Di sisi lain, kiprahnya di masyarakat juga nyata melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi positif demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang lebih maju dan berdaya.
“Mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah, membina keluarga yang sakinah, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan adalah bentuk amal saleh yang nyata dari ibu-ibu Muslimat NU dalam mengisi kemerdekaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momen pengajian tersebut sebagai sarana menyerap ilmu agama yang bermanfaat, memperbarui niat untuk senantiasa berbuat baik, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Muslimat NU sebagai organisasi besar terus berkomitmen memperjuangkan harkat perempuan, menjadi pemersatu, dan terdepan dalam mensyiarkan agama Islam. Mari kita niatkan mencari ilmu dalam kebaikan, agar Muslimat NU maju dan semakin terdepan,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap kegiatan santunan dan majelis ilmu semacam ini dapat terus membawa manfaat yang luas, memberikan keberkahan, rezeki, kesehatan, dan perlindungan dari Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengajian dan santunan yatim ini dihadiri oleh ratusan jamaah dan kader Muslimat NU dari tingkat kecamatan (PAC) hingga tingkat desa/kelurahan (Ranting) se-Kabupaten Tangerang yang memadati Masjid Al-Amjad dengan penuh kekhidmatan. Acara puncaknya diisi dengan tausiyah agama oleh Rois Syuriah PBNU, Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, MA. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 pelajar jenjang SMP dan SMA pada acara Sarasehan Bupati Tangerang dengan Calon Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penguatan kepada calon siswa dan tenaga pendidik sebelum memasuki lingkungan pendidikan baru.
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan anak-anak Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.
Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Bupati Maesyal menilai persiapan MPLS menjadi tahapan penting dalam membangun kesan pertama yang positif bagi para siswa. Menurutnya, MPLS tidak boleh dipandang sekadar sebagai formalitas awal masuk sekolah, tetapi harus menjadi gerbang untuk menciptakan rasa nyaman, aman, dan semangat belajar bagi semua peserta didik.
“Saya minta seluruh panitia dan tenaga pendidik mempersiapkan MPLS dengan sebaik-baiknya. Pastikan anak-anak kita merasa nyaman, aman, gembira, dan antusias ketika pertama kali memasuki Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar pelaksanaan MPLS mengedepankan prinsip ramah anak dan inklusif, serta terbebas dari segala bentuk perundungan, kekerasan maupun tindakan senioritas yang berlebihan.
Selain itu, MPLS diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan karakter dan nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak hari pertama. Nilai religius, kedisiplinan, gotong royong, serta kecintaan terhadap tanah air perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sekolah.
“Karakter harus dibangun sejak awal. Kita ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, semangat gotong royong, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” katanya.
Bupati Maesyal juga meminta tenaga pendidik mengoptimalkan masa persiapan MPLS untuk melakukan pemetaan terhadap bakat, minat, dan potensi masing-masing siswa. Dengan demikian, proses pendidikan di Sekolah Rakyat dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik nantinya
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kenali bakat, minat, dan kemampuan mereka sejak awal agar bisa dikembangkan secara optimal,” pintanya.
Di hadapan para calon siswa dan tenaga pendidik, Bupati Maesyal berharap pelaksanaan MPLS dapat menjadi awal yang baik dalam membangun kepercayaan diri dan semangat belajar para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat bertugas kepada seluruh tenaga pendidik dan guru yang telah mendapatkan amanah untuk mendidik para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang.
“Selamat bertugas kepada seluruh guru dan tenaga pendidik. Mari bersama-sama memberikan pendidikan terbaik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mengantarkan anak-anak kita meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengatakan, sebanyak 200 calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 telah dilepas oleh Bupati Tangerang. Para siswa juga mendapat bingkisan berupa suvenir, mukena bagi perempuan, sarung bagi laki-laki, serta uang saku Rp500.000 per orang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Insyaallah, Bapak Bupati akan hadir dalam acara MPLS di Poltek Curug. MPLS ini secara khusus metodenya langsung dari Kementerian Sosial dan akan dilaksanakan selama satu minggu,” ujarnya.
Aziz menjelaskan, pelaksanaan MPLS akan didampingi lima alumni Akademi Militer (Akmil) yang telah disiapkan. Pendampingan tersebut difokuskan pada pembentukan disiplin, kebersihan, sikap, dan tata krama siswa. Setelah MPLS, proses pembelajaran akan mengikuti teknis yang telah disiapkan pihak Sekolah Rakyat untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Sementara itu, salah satu calon siswi Sekolah Rakyat yang berasal dari Kecamatan Sindang Jaya, Siti Syahla Fauziyyah, mengaku senang dan bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Alumni Pesantren Darul Muttaqin 2 tersebut berharap kesempatan ini dapat menjadi jalan untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya merasa senang bisa terpilih di antara murid-murid yang lain dan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Siti mengatakan, dirinya ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-cita menjadi seorang pilot. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita yang selama ini diimpikannya.
"Terima kasih kepada Bupati Tangerang yang telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Saya berharap dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan mewujudkan cita-cita di masa depan," ucapnya. (Red)