TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada tindakan penyegelan terhadap rumah ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Camat Rajeg, Oman Pariaman, setelah melakukan musyawarah dengwn pengurus dan pendeta di Kantor Kecamatan Rajeg. Senin, (28/09/26)
“Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada penyegelan terhadap rumah ibadah GKPI Rajeg. Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tetap aman, kondusif, serta kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga,” ujar Camat Rajeg Oman.
Oman menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialogis, komunikasi, serta koordinasi bersama seluruh pihak dalam menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Pemerintah daerah memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan disikapi secara hati-hati, dengan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat," jelasnya
Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, baik di media sosial dan informasi lain yang berkembang dimasyarakat. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan komunikasi dan penyelesaian secara musyawarah apabila terdapat persoalan di lingkungan masing-masing.
"Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan komunikasi guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tertib serta terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Koordinator Wilayah (Korwil) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Camat Rajeg dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yang telah memfasilitasi pertemuan dan koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan terkait relokasi tempat ibadah bagi jemaat GKPI.
"Terima kasih atas pertemuan kita bersama di sini Pak Camat dan Pak KUA yang telah menyambut kami dengan baik. Dan kami telah menerima kabar baik juga bahwa GKPI telah difasilitasi untuk beribadah di tempat yang layak atau nyaman untuk kami gunakan untuk beribadah," ujar Henri.
Henri menegaskan, pimpinan GKPI berkomitmen menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Terkait peristiwa penghentian ibadah yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ia memastikan pihak GKPI tidak akan menempuh langkah hukum.
"Jadi secara tegas kami sampaikan Pak Camat, kalau dari GKPI kami ada garis komando. Dengan kejadian yang hari Minggu yang lalu, kita tidak ada niat untuk mengajukan langkah apa pun ke jalur hukum, karena yang kita utamakan adalah ajaran kasih," tegasnya
Lanjut dia, sikap saling mengasihi dan mengampuni jauh lebih baik dari apapun. Dengan sikap yang demikian, semua pihak dapat saling menahan diri dan bisa berjalan beriringan dalam membangun wilayah
Kita saling mengasihi, saling mengampuni, itu jauh lebih baik dari apa pun itu. Ketika kita sudah saling mengampuni, saling mengasihi, saya kira kita dapat berjalan bersama untuk membangun kecamatan kita ini," imbuhnya.
Henri juga menitipkan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada pimpinan daerah yang telah memberikan perhatian kepada jemaat GKPI.
"Salam ke Pak Bupati juga yang sangat perhatian dengan kami, dan Pak Camat, dan semua aparat pemerintah kita di daerah ini. Kiranya tempat yang sudah disediakan itu dapat digunakan dengan baik untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan," tutupnya.
Dikutip dari dikutip dari Kompas.com, Senin (28/9/2026), Penatua Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol mengungkapkan
Rumah Doa GKPI Rajeg direlokasi ke lokasi baru di kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis
"Rumah Doa GKPI Tangerang dipindah ke daerah Kota Sutera, Pasar Kemis" ujar Surya Sarjono Lumban Gaol,
Sarjono menyampaikan, seluruh persiapan untuk pelaksanaan ibadah di rumah doa baru telah selesai dilakukan. Menurut dia, rumah doa tersebut siap digunakan kembali untuk peribadatan mulai Minggu pekan ini.
"Persiapan telah dilakukan, ibadah Minggu pekan ini sudah bisa dilakukan di rumah doa baru," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semarak tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada Selasa (29/09/2026).
Peringatan HKG PKK Ke-54 mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Melaksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045". Momentum tahunan ini menjadi sarana penting bagi seluruh jajaran penggerak PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga Dasa Wisma, untuk menyatukan langkah dan memperkuat peran PKK di tengah masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara HKG PKK yang turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga para kader. Ia menekankan pesan penting, baik dari Bupati Tangerang maupun Ketua TP PKK Provinsi Banten, agar seluruh elemen pandai berkolaborasi dalam memajukan berbagai kegiatan di tengah masyarakat.
"Kita harus pandai-pandai berkolaborasi dalam meningkatkan dan memajukan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, khususnya program-program PKK yang ada kaitannya dengan Asta Cita Bapak Presiden," ujar Ny. Hj. Rismawati.
Ia menjelaskan, melalui penguatan program pokok tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan berbasis keluarga. Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara penggerak PKK dengan perangkat pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Saya bersyukur dan sangat mengapresiasi seluruh kecamatan dan tim penggerak PKK yang telah bekerja luar biasa dan berhasil melaksanakan 10 Program Pokok PKK tersebut dengan baik. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan semangat pengabdian. Kehadiran PKK harus menjadi solusi nyata dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, agar Kabupaten Tangerang semakin maju dan gemilang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Banten, Ny. Tinawati Andra Soni, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang. Beliau menegaskan bahwa kader PKK, hingga ke tingkat Dasa Wisma, merupakan ujung tombak pelaksanaan program-program PKK, baik dari pusat maupun daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, sebagai unit terkecil pemerintahan, dengan pemerintah daerah dalam membangun desa dan wilayah, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah upaya kita bersama membangun dari desa. Bagaimana membangun suatu wilayah harus berkolaborasi, tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Kami berharap semangat dari peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pendorong bagi gerakan PKK di tahun-tahun mendatang," ucapnya.
Puncak peringatan semakin meriah dengan disuguhkannya berbagai penampilan hiburan yang melibatkan kader dari berbagai wilayah. Rangkaian hiburan tersebut meliputi Tari dan Lagu dari para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, Paduan Suara Dasa Wisma (Kecamatan Mauk), Edukasi Senam Tangerang Gemilang (Kecamatan Balaraja), Jingle Gelari Pelangi (Kecamatan Jambe), Parade Fashion Show Kreasi Batik se-Kabupaten Tangerang, serta penampilan Gerak dan Lagu GKSTTB (Kecamatan Legok).
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para kader, acara ini juga dirangkaikan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK. Penghargaan diberikan kepada para pemenang dari berbagai kategori lomba, di antaranya Lomba Tertib Administrasi dan Dasa Wisma, Lomba PAAREDI (Pokja I), Lomba Gelari Pelangi dan Kampung Mandiri (Pokja II), Lomba AKU HATINYA PKK (Pokja III), serta Lomba GKSTTB (Pokja IV). Turut diserahkan pula penghargaan untuk Lomba Posyandu 6 SPM tingkat Kabupaten Tangerang, serta penganugerahan piala Juara Umum yang terbagi dalam Kategori Mandiri dan Kategori Maju Berkembang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (29/9/26).
Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” dan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, ketua TP PKK Banten, dan Ketua TP PKK Kab. Tangerang
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, HKG PKK bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menyatukan gerak, sekaligus mengevaluasi sejauh mana PKK hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sepuluh Program Pokok PKK memiliki peran yang sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan keluarga dan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan, 10 Program Pokok PKK tidak boleh hanya menjadi program di atas kertas, tetapi harus diwujudkan secara nyata hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, penguatan 10 program PKK tersebut sejalan dengan upaya bersama dalam melaksanakan Asta Cita, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi keluarga.
“Dari keluarga, kita bangun masyarakat. Dari masyarakat, kita kuatkan Kabupaten Tangerang. Dan dari daerah, kita ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini telah bekerja dan bergerak dekat dengan masyarakat. Ia menilai kekuatan PKK berada pada kader yang memahami persoalan di lapangan dan mampu menggerakkan keluarga untuk melakukan perubahan.
Ia menambahkan, Pemkab Tangerang akan terus memberikan dukungan terhadap gerakan PKK. Namun, dia juga menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan tidak dapat hanya dengan mengandalkan pemerintah, namun ditentukan juga oleh kekuatan sinergi dan partisipasi aktif semua elemen masyarakat, termasuk PKK yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh seberapa kuat sinergi dan partisipasi seluruh elemen, termasuk PKK. PKK semakin dekat, semakin dirasakan, dan semakin bermanfaat pula bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat. Ia menekankan bahwa peringatan HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gerakan PKK dari tingkat pusat hingga daerah untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat
“Melalui momentum Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 ini, mari kita jadikan gerakan PKK semakin kuat, solid dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kader PKK harus terus hadir, bergerak dan memberikan manfaat nyata mulai dari lingkungan keluarga,” ujar Hj. Rismawati
Pihaknya mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas kader, serta memastikan 10 Program Pokok PKK dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak langsung bagi keluarga dan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat," ajaknya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kolaborasi strategis antara Tunas Pengusaha Muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang. Sinergi ini difokuskan untuk mendorong pemberdayaan petani muda, meningkatkan produktivitas agribisnis, serta mengembangkan ketahanan komoditas unggulan wilayah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah, Yudiana, saat hadir mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam acara peresmian Desa Komoditi dan pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Cikuya, Senin (28/9/2026).
Menurut Yudiana, peresmian Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa. Setiap desa, kata dia, memiliki sumber daya dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
"Pengembangan potensi desa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembangunan jejaring usaha. Dengan demikian, potensi lokal dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tangerang juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda. Kegiatan ini dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern sekaligus kewirausahaan.
Yudiana mengatakan, generasi muda perlu memiliki cara pandang baru terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik.
"Anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus mampu melihatnya sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik," ujar Yudiana saat membacakan pesan Bupati Tangerang.
Selain penguatan kapasitas petani muda, Pemkab Tangerang juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Konsep tersebut memungkinkan limbah atau hasil samping dari suatu kegiatan untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Penerapan ekonomi sirkular diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui dialog interaktif mengenai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa, pemerintah berharap dapat muncul berbagai gagasan konkret dan aplikatif yang dapat diterapkan di lapangan.
Yudiana menegaskan bahwa pembangunan dan penguatan ekonomi desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, petani, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat desa.
"Kepada para peserta pelatihan dan generasi muda, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, berani berinovasi, dan tidak takut untuk memulai usaha," pesannya.
Pemkab Tangerang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian desa, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan warga. (Red)
BOGOR, lensafokus.id - Kuasa hukum pemilik kawasan Palm Boko Bojong Koneng, Damai Hari Lubis (DHL), secara resmi melaporkan PT Sentul City ke Ditreskrimum Polda Jawa Barat.
Hal tersebut merupakan buntut aksi penyerobotan lahan milik kliennya Ozzy Sudiro di blok 025 Kampung Cikeas, RT 02/RW 10, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, oleh alat berat suruhan PT Sentul City sejak Kamis (17/09/2026) hingga pekan ini.
"Sebagai warga negara yang taat hukum, pelaporan polisi telah kami tempuh di Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat, jadi beradu bukti nanti di pengadilan bukan di meja tim legal Sentul City," kata DHL, Selasa (29/09/2026).
Pelaporan kepolisian yang dilakukan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sentul (FORMAS) itu juga meminta dukungan element penegak hukum lainnya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aksi-aksi penyerobotan lahan dan ancaman yang dilakukan Sentul City selama ini.
"Jadi pelaporannya soal adanya upaya pemerasan disertai ancaman dan penyerobotan/perusakan lahan milik masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, kuasa pengelolaan lahan Palm Boko, Pepen Efendi mengatakan, pelaporan dugaan tindak pidana pemerasan dan perusakan lahan lahan yang selama ini diamanatkan kepada dirinya selaku penduduk asli Desa Bojong Koneng, telah diterima jajaran Ditkrimum Polda Jabar.
"Pelaporan nomor: LP/B/1765/IX/2026/SPKT/Polda Jabar tanggal 19 September 2026 dan sudah ditindak lanjuti dengan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nomor 1375. Tanggal 30 September ini saya akan sertakan semua bukti-bukti berkaitan dengan perkara tersebut kepada jajaran Ditkrimum Polda Jabar," ungkap Pepen.
Ozzy Sudiro menambahkan, sejak kisruh penyerobotan lahan miliknya berlangsung dan disorot media, banyak warga lain yang menjadi korban Sentul City angkat bicara dan siap berjuang.
"Banyak yang kemudian menyampaikan fakta-fakta yang terjadi kepada kami, jadi pola mereka itu seperti memeras masyarakat. Kalau tidak membayar ya buldoser yang turun," papar Ozzy.
Ozzy Sudiro juga menolak ajakan tim legal Sentul City yang memintanya datang ke kantor. Menurutnya, Sentul City menempatkan diri mereka sebagai penguasa dan penindas.
"Mereka pikir mereka siapa, datang tak diundang, main serobot dan merusak lahan milik orang lain, lalu seenaknya suruh kami datang menghadap. Ini ciri Feodal yang arogansi menindas dan merendahkan martabat masyarakat. Irooninya, Sentul City menggunakan segala cara dengan melibat oknum, mulai dari tokoh, aparat hingga perangkat desa yang bermental jongos untuk mengadu domba kepada masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, PT Sentul City dalam siaran pers tim legal kepada sejumlah media yang telah dikontrak kerjasama menyebutkan, siap membuka ruang dialog dan melakukan pencocokan data bersama pihak yang merasa keberatan.
Sentul City juga menyatakan memiliki basis data aset serta dokumen terkait kepemilikan dan riwayat penguasaan lahan yang menjadi dasar aktivitas di lokasi tersebut.
Tim Legal PT Sentul City Tbk, Farhan, mengatakan perusahaan terbuka untuk melakukan verifikasi bersama dengan warga maupun kuasa hukumnya.
“Kami sangat terbuka kepada Saudara Ozzy maupun kuasa hukumnya untuk duduk bersama, berkomunikasi, dan berdiskusi secara konstruktif. Perusahaan memiliki basis data dan kelengkapan berkas atas dasar penyelesaian yang sah sejak lama,” ujar Farhan dalam keterangannya, Jumat (18/09/2026).
Menurut Farhan, pencocokan dokumen secara langsung diperlukan agar persoalan dapat dilihat berdasarkan data dan fakta hukum yang dimiliki masing-masing pihak.
Ia mengimbau seluruh pihak mengedepankan iktikad baik serta menempuh proses klarifikasi melalui mekanisme yang terbuka.
“Tidak perlu ragu, tinggal datang saja kepada kami untuk saling kroscek data secara transparan,” kata Farhan dikutip dari sejumlah media lokal.
Sementara itu, pantauan di lokasi, sejumlah alat berat tampak tetap beroperasi. Selain itu, sejumlah dump truk hilir mudik mengangkut tanah dari kawasan Cijayanti.
"Pengangkutan tanah sejak hari Minggu, ada puluhan truk angkut tanah dari Cijayanti dibawa kesini," ujar, warga setempat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Program Sekolah Swasta Gratis harus mampu dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Evaluasi Program Sekolah Swasta Gratis/Setara Tahun 2026 di Hotel Vega Gading Serpong, Senin (28/9/2026).
“Program sekolah gratis tidak hanya soal membebaskan biaya pendidikan. Harus dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran, sarana dan prasarana, serta kompetensi para tenaga pendidik. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Bupati Maesyal.
Menurutnya, kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan lembaga pendidikan swasta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Keberadaan sekolah swasta dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh anak di Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekolah swasta bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra utama pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang. Tanpa peran aktif sekolah swasta, pemerataan akses pendidikan tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.
Bupati Maesyal juga meminta pengelolaan dana Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia mengatakan, kegiatan evaluasi menjadi momentum untuk memetakan berbagai kendala administratif maupun operasional yang dihadapi sekolah, sekaligus mencari solusi bersama untuk penyempurnaan program.
“Pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tepat sasaran. Kita ingin manfaat program ini benar-benar dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Tercatat, pada tahun 2026 Program Sekolah Swasta Gratis/Setara mencakup 71 sekolah dasar (SD) dengan jumlah peserta didik sebanyak 9.676 siswa. Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), program tersebut mencakup 193 sekolah dengan total 27.886 siswa.
Adapun alokasi anggaran yang disiapkan untuk jenjang SD mencapai Rp13.989.200.000, sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp54.010.800.000. Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong agar pelaksanaan program sekolah swasta gratis tersebut dapat berjalan tepat sasaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah swasta.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hasil perbaikan kepada Tim Dinas Pendidikan. Bupati mengingatkan seluruh kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan agar memastikan kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perbaikan berkas NPHD ini merupakan bagian dari tertib administrasi dan menjadi landasan hukum dalam penyaluran serta pertanggungjawaban dana hibah. Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari,” pungkasnya.
Bupati Maesyal juga turut mengapresiasi BMPS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam penyempurnaan dokumen NPHD.
"Kita berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Cakupan konektivitas digital Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen.
Pemerintah kini mengarahkan pembangunan tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan agar konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo saat bertemu awak media usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik.
“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelas Wamen Angga Raka Prabowo.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G dan menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.
Frekuensi tersebut dinilai penting bagi operator seluler dalam memperkuat cakupan layanan.
“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.
Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan 5G.
Pemerintah telah menggelar frekuensi tersebut dan seluruh operator seluler telah memilikinya.
“2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya, Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Wamen Angga Raka Prabowo.
Pemerintah menargetkan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar dan semakin baik dalam tiga tahun ke depan.
Peningkatan tersebut terutama diarahkan pada kualitas layanan kepada publik.
“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegas Wamen Angga Raka Prabowo.
Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan konektivitas dan kualitas layanan merupakan bagian dari arah transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital yang bertumpu pada tiga hal yakni masyarakat semakin terkoneksi, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
“Hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital, dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri, kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkas Wamen Angga Raka Prabowo. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan peran penting guru ngaji sebagai salah satu pilar dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Guru Ngaji Maghrib Indonesia (IGNMI), serta diskusi publik di Ponpes Albadar 2, Kec. Jayanti, Senin (28/9/26).
“Guru ngaji adalah garda terdepan yang menanamkan kesadaran spiritual, kejujuran, kedisiplinan, karakter, akhlak serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya didapatkan anak-anak melalui pendidikan formal di sekolah. Peran guru ngaji di masjid, musala, majelis taklim, maupun pesantren juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, kejujuran, kedisiplinan, serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama. Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.
Bupati Maesyal juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian dan dukungan agar peran lembaga pendidikan semakin optimal, termasuk kesejahteraan para guru ngaji di Kab. Tangerang
"Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji," tandasnya
Pihaknya juga terus mendorong penguatan sinergi antara IGNMI, pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, maka lingkungan tersebut turut menjadi benteng dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
"Ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, kita sedang bersama-sama menyelamatkan masa depan bangsa ini,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Badar 2 Jayanti, KH. Uwesulkurni, mengungkapkan bahwa lahirnya IGNMI berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat, tetapi belum memiliki wadah organisasi sekaligus perhatian yang memadai.
"Kondisi ini menjadi salah satu alasan saya bersama sejumlah tokoh dan guru ngaji menggagas terbentuknya wadah bagi para guru ngaji. Sebab, guru ngaji hampir selalu ada di setiap kampung, namun belum memiliki organisasi yang secara khusus menghimpun dan memperjuangkan kepentingan mereka," ungkapnya.
KH. Uwesulkurni juga mengapresiasi Pemkab Tangerang yang sejak awal telah memberikan perhatian kepada guru ngaji melalui program insentif. Ia berharap perhatian tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak guru ngaji yang dapat merasakan manfaatnya.
“Kami mengapresiasi kebijakan Bapak Bupati yang telah memberikan insentif kepada para guru ngaji. Mudah-mudahan ke depan perhatian terhadap guru ngaji semakin kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa IGNMI tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, perjuangan dan kesejahteraan para guru ngaji. (Red)
TIGARAKSA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Apel Pagi pekan keempat di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (28/09/26).
Apel pagi minggu ke-4 bulan September dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Yudiana, serta diikuti oleh para Asisten Daerah, Kepala OPD, Direksi RSUD (Tangerang, Balaraja, Tigaraksa, Paku Haji), Pejabat Eselon III dan IV, Pejabat Fungsional, hingga seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tangerang.
Dalam amanatnya, Yudiana mengawali dengan menyampaikan apresiasi tingginya kedisiplinan para peserta apel pagi. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan harian merupakan fondasi utama pencapaian kinerja organisasi yang berdampak luas.
"Disiplin kecil yang kita lakukan hari ini, insya Allah akan memberikan hasil yang luar biasa pada esok hari," tegas Yudiana.
Ia juga mengingatkan, saat ini telah memasuki minggu terakhir bulan September, seluruh OPD segera melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja pada Triwulan III tahun anggaran 2026.
"Saya mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah dan para Kepala OPD untuk memastikan program kegiatan yang ada di Triwulan 3 ini betul-betul sudah dilaksanakan dengan baik, baik secara fisik maupun pertanggung jawaban keuangannya," jelasnya.
Selain penuntasan APBD murni, Yudiana menyampaikan bahwa pada hari yang sama dijadwalkan agenda persetujuan bersama dengan Bupati Tangerang terkait rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Oleh karena itu, seluruh OPD diminta untuk melakulan penyelarasan dan menyiapkan agenda kegiatan pada APBD Perubahan secara cermat dan tepat waktu.
Menyongsong Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang yang jatuh pada 13 Oktober mendatang, Pemkab Tangerang akan merangkum seluruh capaian kinerja dan program strategis Bupati Tangerang selama satu tahun terakhir.
Yudiana mengimbau seluruh koordinasi di bawah Asisten Daerah (Asda 1, Asda 2, dan Asda 3) untuk segera merangkum, menginventarisasi data capaian program, serta menyusun materi publikasi sebelum tanggal 13 Oktober.
"Pada saat hari hari jadi nanti, akan ada penayangan capaian kinerja Bapak Bupati selama satu tahun terakhir beserta berbagai prestasi yang telah diraih. Mohon kerja samanya agar seluruh data capaian strategis dan prestasi di masing-masing lingkup OPD sudah siap dan terdesain dengan rapi sebelum hari H," tambahnya.
Dalam apel tersebut, Staf Ahli Bupati juga menyampaikan kabar gembira dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran ASN atas raihan prestasi Pemkab Tangerang yang baru saja menerima penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik se-Jawa dan Bali pada Kamis pekan lalu.
Capaian ini melengkapi deretan prestasi prestisius Pemkab Tangerang sebelumnya di berbagai sektor strategis, seperti predikat terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan (program beasiswa dan sekolah gratis) serta pengembangan sektor Ekonomi Kreatif. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid secara resmi menutup Kejuataan Piala Bupati Cup U-17 Tahun 2026. Kecamatan Panongan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kecamatan Cisauk melalui drama adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena Sport Center, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (27/9/26).
Bupati Maesyal menyerahkan langsung trofi Piala Bupati Cup U-17 kepada tim Kecamatan Panongan sebagai juara. Sementara Kecamatan Cisauk harus puas sebagai runner-up setelah pertandingan berlangsung sengit dan berimbang.
Dalam waktu normal 2x40 menit, kedua tim bermain sama kuat dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, yang akhirnya dimenangkan Kecamatan Panongan.
Bupati Maesyal mengatakan, hasil pertandingan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola di tingkat kecamatan terus berkembang. Ia mengapresiasi seluruh tim yang telah bertanding dengan sportif serta para camat dan panitia yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi.
“Pertandingan sangat berimbang. Sampai 2x40 menit skornya 1-1 dan dilanjutkan dengan adu penalti. Alhamdulillah, Kecamatan Panongan menjadi juara. Tetapi Kecamatan Cisauk jangan kecil hati, karena ini merupakan persembahan luar biasa untuk Kecamatan Cisauk,” ujar Bupati Maesyal
Menurutnya, Piala Bupati Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pencarian dan penyiapan talenta-talenta muda sepak bola Kabupaten Tangerang.
Lanjut dia, dari hasil pemantauan selama turnamen, terdapat sekitar 80 pemain yang akan kembali diseleksi. Nantinya, sebanyak 26 hingga 30 pemain terbaik akan dipersiapkan menjadi tim U-17 Kabupaten Tangerang.
“Hasil pembinaan ini akan segera kita tindak lanjuti. Ada sekitar 80 pemain yang sudah dipantau, kemudian akan diseleksi sehingga nantinya ada sekitar 26 sampai 30 pemain U-17 tingkat Kabupaten Tangerang yang akan terus dilatih,” ungkapnya.
Bupati Maesyal menegaskan, para pemain tersebut akan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan dengan melibatkan pelatih dan mantan pemain Persita. Pembinaan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pemain muda untuk melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi, termasuk Persita maupun kompetisi profesional lainnya.
“Kita persiapkan 26 sampai 30 pemain untuk menjadi tim U-17 Kabupaten Tangerang. Pembinaannya harus berkelanjutan. Pelatih akan kita cari, termasuk melibatkan mantan-mantan pemain Persita,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh camat se-Kabupaten Tangerang, khususnya Camat Pagedangan dan Camat Sukadiri, Ketua PSSI Kabupaten Tangerang, KONI, serta panitia penyelenggara yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Piala Bupati Cup U-17 2026, Ahmad Chumaedi, mengatakan kompetisi yang berlangsung selama kurang lebih selama tiga pekan tersebut berjalan lancar, tertib, sportif dan kondusif.
Ia mengapresiasi dukungan para kepala wilayah yang turut hadir dan memberikan motivasi kepada peserta maupun panitia selama pertandingan berlangsung.
“Alhamdulillah Piala Bupati ini berjalan lancar, tertib, damai, sportif dan kondusif. Dukungan para camat luar biasa, termasuk Camat Pagedangan dan Camat Sukadiri yang terus membersamai panitia dan peserta,” ujarnya.
Ahmad menambahkan, pembinaan sepak bola di Kabupaten Tangerang akan terus dikembangkan. Setelah pada tahun ini menggelar kompetisi kelompok usia U-10, U-12, U-13, U-15 dan U-17, PSSI Kabupaten Tangerang juga mulai menyiapkan program kompetisi sepak bola wanita pada 2027 mendatang
“InsyaAllah tahun 2027 kita akan melaksanakan kejuaraan sepak bola wanita. Dari sekarang sudah mulai kami persiapkan,” ungkapnya.
Lanjut dia, PSSI Kabupaten Tangerang juga berencana akan meningkatkan kompetensi pelatih melalui program kursus dan pelatihan kepelatihan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembinaan sepak bola berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
“Pelatih harus berlisensi. Ini menjadi kepentingan kita bersama supaya proses pembinaan dan pelaksanaan kegiatan sepak bola semakin baik,” pungkasnya. (Red)