Kota Tangerang, lensafokus.id - Dalam rangka menjaga ketertiban, kerapihan, serta estetika lingkungan, petugas Trantib Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang melaksanakan kegiatan penertiban spanduk atau media promosi yang dipasang tanpa izin di sejumlah fasilitas umum dan ruang milik jalan di wilayah Kecamatan Jatiuwung, Jumat (13/3/26).
Camat Jatiuwung Buceu Gartina mengatakan, kegiatan penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Spanduk maupun banner yang terpasang di tiang listrik, pohon, pagar, fasilitas umum, serta lokasi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan, ditertibkan oleh petugas di beberapa titik wilayah kecamatan,” jelas Buceu.
Selain untuk menjaga kerapihan dan keindahan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan memastikan bahwa pemasangan media informasi maupun promosi dilakukan sesuai dengan aturan dan perizinan yang berlaku.
“Hal ini penting agar penggunaan ruang publik tetap tertata dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pihak Kecamatan Jatiuwung mengimbau kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha, maupun pihak-pihak yang ingin memasang media promosi agar terlebih dahulu mengurus perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri HUT ke-19 Kecamatan Kelapa Dua, Jum'at (13/03/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen Kecamatan Kelapa Dua untuk menjadikan HUT ke-19 sebagai momentum bersma untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
"Mari jadikan Milad ke-19 ini sebagai momentum untuk saling menguatkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen untuk terus meningkatkan percepatan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman agar semakin maju," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia mengapresiasi Kecamatan Kelapa Dua dan seluruh elemen masyarakat yang terus berbenah, saling bersinergi dan berkolaborasi meningkatkan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
"Sembilan belas tahun Kecamatan Kelapa Dua sudah didirikan dan beroperasional. Setiap tahunnya terus berusaha untuk meningkatkan kebaikan-kebaikan terutama adalah meningkatkan percepatan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kualitas pembangunan," ungkapnya
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi seluruh komponen Kecamatan Kelapa Dua untuk kemajuan bersama
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Kelapa Dua yang sudah bahu membahu bergandeng tangan membantu pemerintah Kecamatan Kelapa Dua, baik itu dalam pembangunan fisik maupun non fisik, pelayanan dan kemajuan bersama," pungkasnya
HUT ke-19 Kecamatan Kelapa Dua dirayakan dengan sederhana dan penuh kebersamaan. Perayaan HUT juga dirangkaikan kegiatan sosial pemberian santunan kepada 120 anak yatim dan penandatanganan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka pembinaan tahap II Kafilah Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Yasmin, Jum'at (13/03/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maeyal Rasyid mengatakan bahwa pembinaan tahap II Kafilah Kabupaten Tangerang merupakan pembinaan lanjutan bagi para duta-duta terbaik daerah yang akan tampil pada MTQ ke-23 Tingkat Provisi Banten.
"Kita hadir dalam rangka melaksanakan pembinaan tahap kedua bagi duta-duta terbaik Kabupaten Tangerang dalam rangka persiapan MTQ ke-23 tingkat Provinsi Banten tahun 2026," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menandaskan bahwa raihan 4 kali juara umum MTQ tingkat Propinvi Banten merupakan buah dari pembinaan berkelanjutan, kerja keras, tekad dan pengorbanan dari duta-duta terbaik daerah, para kyai, pembina, dewan hakim dan doa seluruh masyarakat Kab. Tangerang. Menurut dia, prestasi yang telah diraih, bukan hanya harus bisa dipertahankan, tapi juga harus ditingkatkan
"Kita boleh mempunyai mindset mempunyai tujuan kita juara lagi 5 kali. Persiapannya sudah di jalankan secara matang dan berkelanjutan. Proses tidak akan menghianati hasil, apa yang kita lakukan hari ini, insyaAllah tidak akan mengecewakan hasilnya" tandasnya
Ia juga memberikan pesan kepada seluruh peserta, pembina, pelatih dan pendamping untuk terus semangat. Target menjadi pemenang adalah hal wajar, namun tujuan utamanya jangan pernah dilupakan, yaitu peran aktif dan sumbangsih kita dalam mengumandangkan syiar Islam di Kabupaten Tangerang.
"Terus semangat karena kyainya hadir semua. Ketulusan, keikhlasan untuk terus belajar harus terus dijaga. Kita punya tujuan dan niatan mulia jadi juara juara. Keberhasilan kita bukan hanya juara tapi bagaimana syiar Islam ini diterima oleh masyarakat Kabupaten Tangerang," tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Memasuki hari ke-23 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kediaman Kepala Desa Jayanti, H. Rebo, bersama sang istri Ibu Misri Rahayu. Keluarga besar orang nomor satu di Desa Jayanti tersebut menggelar kegiatan Silaturahmi Ramadan sekaligus menyalurkan santunan bagi anak yatim piatu dan para janda, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini berlangsung penuh khidmat. Ratusan warga yang hadir tampak larut dalam suasana kebersamaan, terlebih ketika momen santunan diberikan kepada anak-anak yatim.
Suasana haru pun tak terelakkan saat Ibu Misri Rahayu memeluk satu per satu anak yatim yang hadir. Dengan penuh ketulusan, ia mencium serta menyerahkan santunan dan paket sembako kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua tersebut.
“Alhamdulillah, ini agenda rutin keluarga kami setiap tahun, biasanya dilaksanakan pada 1 Muharam dan bulan Ramadan. Kami ingin anak-anak ini merasakan berkah dari rezeki yang kami miliki. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk mereka,” ujar Ibu Misri Rahayu dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, tercatat sebanyak 400 paket bantuan berhasil disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Rinciannya terdiri dari 250 paket sembako untuk anak yatim dan 150 paket bantuan bagi para janda di wilayah Desa Jayanti.
Sementara itu, Kepala Desa Jayanti, H. Rebo, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi para pemimpin dan aparatur pemerintah yang berada di tengah masyarakat.
“Kita semua bertanggung jawab atas mereka. Anak-anak yatim membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan harapan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan tenang. Kebersamaan hari ini adalah bukti bahwa mereka tidak sendirian,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Rebo juga menyampaikan kabar baik terkait masa depan pendidikan anak-anak yatim di Desa Jayanti. Ia mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan anak yatim piatu melalui RT setempat agar dapat mengikuti program pendidikan sekaligus mondok di Pesantren Nurusamawati Walardi Indasanusiati Unggulan, Kragilan.
Pesantren tersebut dipimpin oleh KH. Tubagus Muhamad Ali Nurdin Nurasio dan memberikan fasilitas pendidikan secara gratis khusus bagi anak yatim piatu asal Desa Jayanti, mulai dari kebutuhan makan, administrasi sekolah tingkat Tsanawiyah, Aliyah, hingga Perguruan Tinggi.
“Harapan saya program ini bisa menjadi langkah nyata untuk memajukan desa dan mensejahterakan masyarakat. Kita ingin anak-anak Jayanti memiliki masa depan yang gemilang,” tambah H. Rebo.
Kegiatan silaturahmi dan santunan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Jayanti, Danramil Cisoka, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Jayanti, jajaran Ormas PKRI, serta rekan-rekan media dari wilayah Serang, Cisoka, dan Solear.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar keberkahan Ramadan senantiasa menyertai masyarakat Desa Jayanti serta menjaga keamanan dan keharmonisan wilayah. (Mala)
Lebak, lensafokus.id — Dugaan skandal yang melibatkan seorang oknum pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan publik. Seorang perempuan berinisial N mengaku tengah mengandung anak dari seorang oknum pegawai kejaksaan berinisial G, namun hingga kini belum ada bentuk tanggung jawab yang jelas dari pihak yang bersangkutan.
Kasus ini mencuat setelah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) angkat bicara dan mendesak adanya klarifikasi serta langkah tegas dari pimpinan Kejari Lebak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan hubungan antara oknum pejabat tersebut dengan korban telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Saat ini, perempuan berinisial N diketahui tengah mengandung dengan usia kandungan sekitar tujuh bulan.
Namun hingga kini, oknum yang diduga sebagai ayah dari janin tersebut belum menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.
Kabid PTKP HMI Cabang Lebak, Ilham Maulana Raissa, menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut benar adanya, maka tindakan tersebut bukan hanya mencederai nilai moral, tetapi juga berpotensi melanggar aturan disiplin aparatur negara.
“Sebagai institusi penegak hukum, lingkungan kejaksaan seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung tinggi integritas, etika, serta tanggung jawab moral kepada masyarakat. Apabila benar ada oknum pegawai yang melakukan perbuatan tersebut namun tidak bertanggung jawab, maka hal ini tentu mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, aparatur negara, termasuk pegawai pada institusi penegak hukum, terikat pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang menuntut setiap aparatur menjaga integritas, etika, serta perilaku yang tidak merendahkan martabat institusi.
Selain itu, secara moral dan sosial, tindakan meninggalkan tanggung jawab terhadap perempuan yang tengah mengandung juga dinilai bertentangan dengan nilai perlindungan terhadap perempuan dan anak yang selama ini dijunjung dalam berbagai regulasi nasional.
HMI Cabang Lebak menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun meminta agar pihak Kejari Lebak segera melakukan penelusuran serta klarifikasi secara terbuka kepada publik.
“Kami mendorong agar pimpinan di Kejari Lebak segera melakukan pemeriksaan internal secara serius dan transparan. Jika dugaan ini benar, maka harus ada langkah tegas sebagai bentuk penegakan disiplin dan perlindungan terhadap korban,” lanjut Ilham.
HMI juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini agar mendapatkan penyelesaian yang adil serta tidak menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Persoalan ini bukan hanya soal individu, tetapi juga menyangkut marwah institusi. Oleh karena itu, penyelesaian yang adil, transparan, dan berkeadilan sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, perempuan berinisial N yang mengaku sebagai korban meminta agar oknum pejabat tersebut segera bertanggung jawab atas kehamilannya.
Menurutnya, usia kandungan yang kini hampir memasuki tujuh bulan membuat dirinya semakin tertekan karena belum adanya kepastian sikap dari pihak yang diduga sebagai ayah dari anak yang dikandungnya.
“Saya hanya meminta pertanggungjawaban. Kandungan saya sudah hampir tujuh bulan, tapi malah disuruh menggugurkan dengan alasan keluarganya tidak setuju. Saya berharap jangan sampai anak saya lahir tanpa ada bapaknya,” ungkap N.
Ia juga menyatakan akan menempuh langkah lebih lanjut apabila dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari oknum pejabat tersebut.
“Kalau tidak ada pertanggungjawaban, saya akan melaporkan ke atasannya, Kajari Lebak, bahkan jika perlu ke Jaksa Pengawas (Jakwas) Kejati Banten,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, oknum pejabat Kejaksaan Negeri Lebak berinisial G yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan.
Berita ini diterbitkan pada Jumat (13/03/2026) dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan informasi di lapangan. (Cecep)