Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan Salat Jumat Keliling (Jumling) bersama masyarakat di Masjid Baiturrohman, Kampung Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (30/1/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program Salat Jumat berjamaah di desa-desa kembali dijalankan sejak tahun 2025 dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus juga untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Hari ini kami sengaja datang untuk melaksanakan salah satu kewajiban program kami, yaitu salat Jumat berjamaah di desa-desa. Alhamdulillah, mulai tahun 2025 ini kita jalankan lagi silaturahmi ke desa-desa dan kecamatan-kecamatan melalui salat Jumat berjamaah. Insyaallah ini akan kita teruskan sampai seterusnya, selama tidak ada agenda kedinasan pada hari Jumat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena baru dapat melaksanakan Jumling ke wilayah Gunung Kaler karena berbagai kendala, khususnya banjir yang tidak hanya terjadi di Kab. Tangerang tapi merata di seluruh Indonesia seperti: Aceh, Medan, Padang, Karawang, Bandung Barat hingga Pati.
"Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir, sementara dua kecamatan lainnya, tidak mengalami banjir. Kondisi ini menjadi ujian bagi kita semua. Pemerintah daerah terus turun ke lapangan untuk mengunjungi masyarakat sekaligus mencari solusi penanganan banjir. Kita tidak pernah libur dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Lanjut dia, pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan langkah teknis, seperti pembangunan pintu air di sejumlah sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki saluran air, serta menertibkan pembuangan sampah.
“Banjir ini bukan karena tanggul jebol, tetapi karena curah hujan yang tinggi, durasi hujan yang lama, serta kiriman air dari wilayah hulu. Kabupaten Tangerang sebagai wilayah hilir tentu sangat terdampak,” terangnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Gubernur Banten telah melakukan kunjungan dan koordinasi bersama BBWS serta kepala daerah di wilayah Tangerang Raya untuk meminimalisir dampak banjir dan mencari solusi jangka panjang
“Menurut informasi, banjir kali ini merupakan siklus seratus tahunan dengan volume hujan yang sangat tinggi dan merata. Mudah-mudahan dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, dampaknya bisa kita minimalisir,” ujarnya.
Dia menyebut, berdasarkan laporan, tercatat sebanyak 102 desa di 27 kecamatan terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Usai melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang kemudia meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Kresek, khususnya di wilayah Ponpes Subulussalam.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di kecamatan dan desa, hadir bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan banjir. Mari kita berdoa kepada Allah SWT, hujan adalah rahmat, semoga air segera surut dan Kabupaten Tangerang terhindar dari banjir ke depan,” pungkasnya. (Red)




