Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan panen melon hidroponik terpadu dalam rangka launching Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis (29/1/26).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang mengapresiasi inisiatif warga, khususnya Ade Putra, yang berhasil mengembangkan budidaya melon hidroponik secara mandiri hingga memasuki masa panen hanya dalam waktu dua bulan.
“Alhamdulillah pagi ini saya bersama jajaran hadir di Desa Curug Wetan untuk melaksanakan panen melon hidroponik. Ini diprakarsai dan ditanam langsung oleh Pak Ade Putra beserta rekan-rekannya. Beliau ini aktivis, tapi mau turun langsung ke lapangan bertani, dan ternyata berhasil,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, dari sekitar 130 pohon melon yang dipanen, dengan harga pasar berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah hanya dalam satu kali panen.
“Kalau ini dikembangkan dan diperluas, ditanam lebih banyak lagi, saya yakin bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu saya sudah minta Pak Camat Curug agar desa-desa di wilayah Curug memanfaatkan lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga, untuk ditanami melon hidroponik,” tegasnya.
Menurut Bupati, selain bernilai ekonomi, budidaya melon hidroponik juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat karena menghasilkan buah yang kaya vitamin.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kesehatan. Buah-buahan seperti melon mengandung vitamin C. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi masyarakat Desa Curug Wetan, ada aktivitas usaha, ada kepastian pendapatan, dan tentu bisa mengurangi pengangguran,” tambahnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung penuh pengembangan pertanian modern di berbagai wilayah. Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” ini menjadi bukti nyata pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong industri pertanian masa depan di Kabupaten Tangerang.
“Di Kabupaten Tangerang kita sudah panen jagung pulut di Sukamulya dan Sindang Jaya, panen semangka di Mauk, panen cabai di Legok. Semua difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk kepentingan ketahanan pangan masyarakat. Kalau ketahanan pangan kuat, insyaAllah masyarakat sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Pihaknya berharap desa-desa lain di Kecamatan Curug, juga dapat mulai mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dengan dukungan awal dari pemerintah daerah. Semakin banyak sentra-sentra pertanian produktif, semakin beragam pula jenis dan manfaatnya yang dapat diperoleh masyarakat
“Bibit dan benih akan difasilitasi Pemda. Setelah berhasil, hasilnya diputar kembali secara mandiri. Ini yang kita harapkan, masyarakat berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Rabu, 28 Januari 2026.
Rakerda yang diselenggarakan di Novotel Tangerang di nahkodai oleh Prianto Indra sebagai Ketua Palaksana, acara tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dalam mewujudkan pembangunan pariwisata.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi, Brigjen Pol Drs. Rohmad Nursahid, serta Kepala Dinas Kota Tangerang, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyudin juga Ketua PHRI Provinsi Banten G.S Ashok Kumar dan segenap DPC PHRI se-Provinsi Banten, hadir juga Sudirman Indra Pemerhati Banjir Dan Kekeringan Air.

Dalam sambutannya, Sudirman Indra selaku pemilik karya Bank Air Dan Toll Air menjelaskan sekilas salah satu tentang kerya nya tersebut.
"Bank air adalah model penampungan air yang terinspirasi dari kearifan lokal dengan teknologi sederhana guna memanfaatkan air hujan yang berlimpah untuk konservasi sumber daya air. Konsep Bank air di yakini dapat melindungi kawasan dari genangan air pada saat curah hujan tinggi, dan memperkaya akan cadangan air, serta meningkatkan kualitas air, memperbaiki struktur tanah, mengatasi pencemaran air di sekitarnya."tutupnya.
Sudirman Indra juga memberi pesan kepada seluruh yang hadir dalam kunjungannya tersebut untuk Wariskanlah Mata Air Untuk Anak Cucu Kita.
Melalui Rakerda ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. (Lingga)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Kinerja investasi Kota Tangerang sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total realisasi investasi berhasil menembus angka Rp22,54 triliun, atau setara 149 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Kota Tangerang yang semakin kondusif dan diminati dunia usaha.
“Secara keseluruhan, realisasi investasi tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Ini menjadi indikator positif bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Tangerang terus meningkat,” ujar Sugihharto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).
Sugihharto memaparkan, realisasi investasi tersebut merupakan akumulasi dari Triwulan (TW) I hingga TW IV tahun 2025. Pada TW I, realisasi investasi tercatat sebesar Rp4,43 triliun, kemudian meningkat pada TW II sebesar Rp8,21 triliun. Selanjutnya, TW III mencatatkan realisasi sebesar Rp5,47 triliun, dan TW IV sebesar Rp4,47 triliun.
Ia menjelaskan, khusus pada TW IV tahun 2025, capaian investasi sebesar Rp4,47 triliun terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,96 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,5 triliun.
“Meskipun terjadi penurunan dibandingkan triwulan III, hal tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah proyek yang tercatat, dari sekitar 10 ribu proyek pada TW III menjadi 7.570 proyek pada TW IV,” jelasnya.
Secara year on year, investasi Kota Tangerang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp2,94 triliun, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp4,47 triliun, atau naik sekitar 51–52 persen.
Melihat tren positif tersebut, Pemerintah Kota Tangerang optimistis pertumbuhan investasi akan terus berlanjut pada tahun 2026. Target investasi tahun 2026 pun telah ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun.
“Untuk menjaga dan meningkatkan realisasi investasi, Pemkot Tangerang akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta melakukan berbagai inovasi dalam layanan perizinan,” pungkas Sugihharto. (Sumarna)