Items filtered by date: Thursday, 15 January 2026

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pakuhaji, Kamis (15/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pakuhaji menyerahkan bantuan logistik dan meninjau langsung sejumlah titik banjir.

“Hari ini kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak musibah banjir. Kami juga melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut,” ujar Bupati Measyal Rasyid

Pihaknya memastikan kondisi kesehatan warga terdampak, khususnya warga yang sakit mendapatkan pelayanan dan penanganan yang optimal. Untuk itu, dia menginstruksikan Puskesmas setempat untuk melakukan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami minta Puskesmas aktif melakukan jemput bola, terutama bagi warga yang sakit dan tidak bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis,” tegasnya.

Bupati Tangerang juga menginstruksikan agar lokasi-lokasi dapur umum terus ditambah guna memastikan kebutuhan makanan warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik.

“Saya minta dapur umum ditambah agar kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bisa terpenuhi dengan baik, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan darurat sekaligus langkah-langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko banjir dan memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir meliputi: beras, mi instan, sarden, air mineral, perlengkapan bayi (baby kits), pakaian anak (kidswear) dan selimut

Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa lokasi, yakni Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga, serta Posko Polsek Pakuhaji. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 8 Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Balaraja, Kamis (15/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, jajaran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian dan pembangunan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang. Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa peresmian MTs Negeri 8 ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan, guna mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Pihaknya berharap keberadaan MTs Negeri 8 di Kecamatan Balaraja dapat semakin memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat sekitar serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Kami berharap madrasah ini mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong pengelola madrasah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, mutu tenaga pendidik, serta pengelolaan pendidikan agar MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.

"Dengan diresmikannya MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pemerataan layanan pendidikan semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Balaraja dan sekitarnya," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id –Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu dan menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan bergizi dan susu di Posyandu Tulip 5, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, Kamis (15/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan dan pendampingan kesehatan masyarakat di tingkat desa bahkan sampai ke tingkat RT dan RW. Program Gerebek Posyandu ini menjadi langkah strategis multisektor untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta memperkuat pencegahan stunting sejak usia dini. Pelaksanaan program ini juga semakin memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Melalui program Gerebek Posyandu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh Posyandu aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi multisektor antara pemerintah, kader Posyandu, masyarakat, akademisi dan swasta,” ujar Wabup Intan

Lanjut dia, program Gerebek Posyandu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara serentak dan berkala di seluruh Kabupaten Tangerang, sepanjang tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

“Monitoring ini dilakukan secara bergiliran dan berkeliling ke seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Tangerang, baik yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Wakil Bupati, maupun yang diwakili oleh camat dan ketua TP PKK kecamatan masing-masing,” imbuhnya

Menurut dia, pelaksanaan program Gerebek Posyandu tidak hanya pelayanan fisik, namun juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada para orang tua, ibu hamil dan kader Posyandu. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta upaya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak masa kehamilan.

“Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi bayi sebagai perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit serta upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin dan persalinan yang aman,” tandasnya

Pelaksanaan Gerebek Posyandu Tulip 5, Desa Jambe Dalam menyasar 65 daduta (bawah dua tahun), 256 balita, dan 12 ibu hamil yang berada di lingkup sasaran pelayanannya. Seluruh sasaran mendapatkan pelayanan yang meliputi penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, serta konsultasi kesehatan. Kegiatan Gerebek Posyandu Tulip 5 ini juga turut dihadiri oleh Camat Jambe, Ketua TP PKK Kecamatan Jambe, Kepala Desa Jambe, Ketua TP PKK Desa Jambe, serta para kader Posyandu yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi dan melayani masyarakat.

“Kehadiran kami dan para pemangku kepentingan lainnya ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan nasional dan daerah,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid didampingi Kapolres Tangerang dan sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta Camat Kresek meninjau langsung lokasi banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Rabu (14/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dengan warga terdampak guna menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat, sekaligus meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Desa Pasir Ampo. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cidurian akan segera ditindaklanjuti secara serius.

“Banjir yang terjadi di Desa Pasir Ampo ini disebabkan jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) Kemen PU, Kami akan langsung berkoordinasi dan hadir ke BBWS C3 untuk membahas langkah-langkah konkret penanganannya,” tegas Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mengawal proses penanganan banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, agar kejadian serupa cepat ditangani secara serius dan tidak terus berulang

"Setelah ini, kita akan ke Balai Besar C3 Kementerian PU di Serang dan berkoordinasi langsung agar penanganan banjir di Kecamatan Kresek segera ditangani dan kami siap membantu penuh apabila juga dimintain bantuan agar masyarakat dapat merasa lebih aman," tandasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di antara dua wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai, yakni BBWS Ciliwung–Cisadane (C2) dan BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian (C3).

“Kondisi ini menuntut koordinasi yang intensif dengan instansi vertikal. Kami terus menyampaikan program-program yang menjadi kewenangan bersama, termasuk hasil survei dan langkah-langkah yang telah dilakukan, agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah hadir dan bekerja,” ujarnya di Kantor Balai BBWS C3 Serang.

Pihaknya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkolaborasi dengan BBWS C3, baik melalui program maupun dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat meskipun hasilnya belum dapat dirasakan secara maksimal dalam waktu singkat.

"Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal seperiti BBWS, dan aparat keamanan, diharapkan penanganan banjir di Desa Pasir Ampo dan wilayah sekitarnya dapat dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Kepala Balai BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan penanganan darurat dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk optimalisasi sisa anggaran serta kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala.

“Kami akan melakukan penanganan jangka pendek seperti pengerukan, normalisasi, dan perbaikan tanggul yang mengalam kerusakan Untuk penanganan permanen Sungai Cidurian, kami juga tengah mengupayakan mekanisme penganggaran dan pelelangan agar dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Lanjut dia, BBWS C3 telah mengusulkan penanganan menyeluruh Daerah Irigasi Cidurian melalui program jangka panjang, disertai langkah-langkah sementara guna mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang meresmikan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang sebagai Zona Literasi Digital. Peresmian tersebut menandai pemanfaatan kawasan ikonik ini sebagai ruang publik berbasis edukasi dan teknologi digital.

Dalam kesempatannya Asisten Daerah bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli menyampaikan Tugu Titik Nol tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol identitas, arah pembangunan, dan kebanggaan daerah.

“Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujarnya, Kamis (15/01/2026)

Tugu Titik Nol yang dibangun pada tahun 2025 tersebut memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi. Kawasan ini dimanfaatkan sebagai Zona Literasi Digital dan ke depan akan dikembangkan menjadi Technopark.

Sebagai Zona Literasi Digital, area Tugu Titik Nol telah dilengkapi fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta sarana pendukung literasi digital lainnya.

Seleain itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Erwin Mawandy menambahkan, hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Tugu Titik Nol kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi publik agar kawasan tersebut dapat berkembang sebagai ruang edukasi, ruang interaksi sosial, dan ruang publik yang inklusif.

"Kami berharap keberadaan Zona Literasi Digital ini dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan informasi di era digital," Kata Erwin.

Dalam peresmian hadir ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, serta berbagai siswa untuk di kenalkan fasilitas yang dapat di manfaatkan sebagai sarana edukasi. (Red)

Published in Banten

PANDEGLANG, lensafokus.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Banten melaksanakan kunjungan sekaligus pengawasan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing sejak usia dini melalui intervensi gizi yang terarah, terukur, dan berbasis data keluarga.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, dengan fokus memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat melalui pendataan, pemutakhiran, serta validasi keluarga berisiko stunting. Pengawasan difokuskan pada pelaksanaan MBG B3, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok paling rentan terhadap stunting.

IMG 20260115 WA0056

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten meninjau secara menyeluruh operasional dapur MBG, mulai dari kualitas dan keamanan bahan pangan, standar pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga mekanisme pengemasan dan distribusi agar sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Rusman Efendi menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya melalui MBG B3 yang menjadi intervensi kunci pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan perwujudan langsung Asta Cita Presiden dalam agenda pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan. Karena itu, pendataan dan validasi keluarga berisiko stunting harus dilakukan secara akurat agar bantuan gizi benar-benar tepat sasaran,” ujar Rusman.

Ia menambahkan, penguatan MBG B3 menjadi langkah krusial karena kualitas pemenuhan gizi pada ibu dan anak akan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Selain aspek teknis, kehadiran kader PKK dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam proses distribusi juga menjadi perhatian utama. Peran kader tidak hanya memastikan makanan diterima dengan baik, tetapi juga menjadi sarana edukasi keluarga terkait pola asuh, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya gizi seimbang.

“Kader TPK berperan memantau dan memastikan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat, baik kondisi ibu maupun anak. Dengan pendekatan ini, MBG B3 tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga intervensi perilaku dan edukasi berbasis keluarga sehingga dampaknya lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusman menyampaikan bahwa sejumlah kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran untuk penyempurnaan pelaksanaan MBG B3 ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten mendorong penguatan kepatuhan terhadap juknis dan SOP, khususnya terkait standar pengemasan dan distribusi makanan yang higienis. Optimalisasi peran SPPG juga dilakukan melalui penyediaan sarana pendukung, seperti penggunaan lebih dari satu wadah agar proses distribusi tidak dilakukan secara terburu-buru.

Peningkatan koordinasi dengan kader PKK turut diperkuat agar proses pengantaran tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kebersihan. Selain itu, penerima manfaat didorong untuk berpartisipasi aktif, misalnya dengan menyiapkan wadah makanan yang layak dan bersih sebagai bagian dari upaya menjaga mutu makanan.

“Dengan langkah-langkah tersebut, MBG B3 diharapkan semakin tertib, higienis, dan berkualitas, serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan ibu dan anak,” tambah Rusman.

Selain pengawasan teknis, kunjungan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola SPPG, serta kader pendamping keluarga. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program prioritas nasional agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Purwaraja mengapresiasi perhatian dan pendampingan dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten. Program MBG dinilai tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga rentan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.

Melalui kegiatan pengawasan ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program strategis nasional secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas. (Cecep)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menetapkan sejumlah program prioritas kesehatan pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kinerja pelayanan medis di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr. Amir Ali, menyampaikan bahwa fokus utama program kesehatan tahun 2026 diarahkan pada penurunan angka stunting, penuntasan Tuberkulosis (TBC), penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penguatan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Program prioritas ini ditetapkan sebagai bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Dr. Amir saat menyampaikan paparan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (13/1/2026).

IMG 20260115 WA0055

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amir juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit baru di tengah masyarakat, salah satunya Superflu. Ia menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan rumah tangga maupun di lingkungan sekitar.

“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit,” katanya.

Terkait penanganan stunting, Dr. Amir menjelaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama yang sejalan dengan program nasional pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pelayanan gizi, penguatan pemberian makanan bergizi, serta pendampingan berkelanjutan kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga menargetkan penurunan hingga nol kasus kematian ibu dan bayi. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan, dengan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga medis yang siaga.

Pada tahun 2026, program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi salah satu prioritas utama. Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh guna mendeteksi dini berbagai penyakit, baik penyakit menular seperti TBC maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.

“Deteksi dini sangat penting agar penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelas Dr. Amir.

Dalam rangka penuntasan TBC, Pemkot Tangerang memperkuat kegiatan skrining aktif, pengobatan secara tuntas, serta pendampingan pasien. Upaya ini dilakukan mengingat TBC merupakan penyakit menular yang berpotensi menyebar luas apabila tidak ditangani secara serius.

Sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga tengah mempersiapkan pengembangan RSUD Panunggangan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang.

“Dengan berbagai program prioritas ini, kami berharap kualitas kesehatan masyarakat Kota Tangerang terus meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top