TANGERANG, lensafokus.id – Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang terus berlanjut di hari kedua. Salah satu titik pusat perhatian berada di Arena 11 yang bertempat di halaman Kantor Kecamatan Pagedangan, di mana cabang perlombaan Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) digelar dengan penuh antusiasme.
Tercatat sebanyak 18 tim berlaga untuk menunjukkan kemahiran mereka dalam memadukan seni tilawah, puitisasi terjemah, dan uraian isi kandungan Al-Qur'an. Setiap tim yang tampil terdiri dari tiga orang peserta yang memiliki peran spesifik dalam satu kesatuan performa.
Yayah, selaku panitia pelaksana di Arena 11, menjelaskan bahwa terdapat tiga poin utama yang menjadi kualifikasi penilaian dewan hakim.
“Segi penilaian yang dilihat dari dewan hakim yaitu Tilawah dalam ketepatan bacaan, keindahan suara, lalu Retorika dari gaya bahasa serta cara penyampaian pesan, dan terakhir penyampaian materi teks ceramah dan kesesuaian materi yang dibawakan” ujur yayah saat diwawancarai, Sabtu (10/01/26).
Di antara peserta yang tampil, tim putri dari Kontingen Kecamatan Panongan, yang beranggotakan Bunga Langgeng Putri, Siti Febriani Andarna, dan Zahra Anggraini, berhasil mencuri perhatian dengan penampilan yang solid.
"Persiapan kami kurang lebih satu minggu. Yang paling utama disiapkan adalah isi teks ceramah, pembukaan, dan yang paling penting adalah mental," ujar Bunga
Bunga mewakili rekan setimnya. Meski waktu persiapan tergolong singkat, tim Panongan mengaku puas dengan penampilan mereka hari ini.
"Harapannya pasti ingin juara, karena setiap orang yang lomba pasti mengharapkan itu. Semoga kami bisa menjadi juaranya, Amin," tambahnya.
Penyelenggaraan MTQ ke-56 ini diharapkan dapat menjadi ajang regenerasi bagi qari dan qariah serta pendakwah muda di wilayah Kabupaten Tangerang untuk terus mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
MTQ ke-56 merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an sekaligus menjaring bakat-bakat terbaik dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menekankan bahwa balai warga tersebut merupakan rumah bersama sebagai wadah tempat lahirnya ide, gagasan-gagasan dan memelihara nilai-nilai kebersamaan dan persatuan dalam meningkatkankan pembangunan dan kesejahteraan seluruh warga, khususnya warga RT. 04 RW. 05 Perum Griya Serpong Asri, Desa Suradita .
"Balai Warga bukan sekedar bangunan fisik, melainkan simbol persatuan, ruang musyawarah, tempat bertemunya ide, serta wadah mempererat silaturahmi dan persatuan. Di tempat inilah nilai-nilai kekeluargaan, toleransi, dan gotong royong akan terus tumbuh dan terpelihara, untuk kemajuan bersama" tandas Wabup Intan
Menurut dia, lingkungan yang baik lahir dari masyarakat yang saling menjaga, bukan saling menyalahkan. Kemajuan itu harus dimulai dari sikap saling menjaga, mendukung dan saling peduli satu dengan yang lainnya
"Keberadaan balai warga ini hendaknya menjadi pusat kegiatan yang menyejukkan, tempat menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, serta sarana membangun lingkungan yang rukun dan harmonis. Karena dengan kebersamaan, persatuan, kepedulian, warga akan mampu melahirkan karya yang bermanfaat untuk kemajuan bersama," ujarnya
Dirinya pun menyampaikan selamat kepada seluruh warga atas diresmikannya balai warga tersebut dan berpesan agar seluruh warga dapat bersama-sama merawat dan menjaga balai warga yang telah selesai dibangun agar semakin memberikan manfaat yang lebih luas lagi.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh warga RT. 04, RW. 05, para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mewujudkan berdirinya balai warga ini. Rawat dan jaga balai ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang di Kecamatan Pagedangan memasuki hari kedua pada Sabtu (10/1/2026
Arena 9 yang bertempat di Lantai 2 Masjid Al-Gofur, terlihat adanya persaingan ketat di cabang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) dan Hifdzil Hadits.
Sebanyak 37 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang tampil di hadapan dewan hakim, peserta terdiri dari 17 orang pada kategori MQK ULA, 12 orang pada kategori Hadist 100 serta 8 orang pada kategori Hadist 500.
Dewan Hakim Arena 9, Mahali, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara teliti untuk mengukur kedalaman ilmu para peserta terutama penekanan pada pemahaman teks dan hadits. Tidak hanya sekadar menghafal, peserta dituntut untuk memahami teks secara komprehensif.
"Hari ini kami menilai sebanyak 37 peserta. Penilaian kami berfokus pada aspek fahmil, mufrodat, dan pemahaman hadits secara mendalam," ujar Mahali.
Ia juga memberikan apresiasi atas persiapan para peserta tahun ini.
"Kami melihat ada potensi besar dari para peserta. Melalui penilaian fahmil dan mufrodat ini, kita bisa melihat sejauh mana mereka menguasai literatur Islam. Kami berharap para pemenang nantinya bisa membawa nama baik Kabupaten Tangerang di tingkat yang lebih tinggi," lanjutnya.
Salah satu peserta Nisa, khafilah Kecamatan Sepatan mengakui bahwa suasana di depan dewan hakim memberikan tantangan tersendiri bagi mentalnya.
"Tadi saya merasa sedikit gugup saat perlombaan. Meskipun saya merasa persiapan yang saya siapkan kurang mantap, saya tetap berusaha optimis dalam menjalankan lomba ini," tutur Nisa.
Bagi Nisa, partisipasinya dalam MTQ kali ini adalah bentuk ikhtiar maksimal.
"Saya serahkan semuanya kepada Yang Di Atas. Yang terpenting saya sudah menjalankan sesuai kemampuan saya dan memberikan yang terbaik hari ini," tutupnya.
Perlombaan di Arena 9 berlangsung dengan khidmat dan tertib hingga akhir sesi, mencerminkan semangat syiar Islam di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekretariat dan Gedung Olahraga (GOR) KONI Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Sabtu (10/01/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peresmian Gedung Sekretariat dan GOR KONI tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam upaya mendorong pengembangan olahraga secara berkelanjutan.
“Dengan fasilitas yang lebih representatif ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet daerah, mempermudah koordinasi organisasi olahraga, serta menjadi wadah kegiatan keolahragaan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana olahraga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.
“Saya berharap gedung ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijadikan sebagai pusat pembinaan atlet dan terbuka bagi masyarakat yang ingin berolahraga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu mengatakan hadirnya Gedung Sekretariat dan GOR KONI tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pembinaan atlet.
“Gedung ini akan memudahkan koordinasi antar cabang olahraga, menyediakan ruang administrasi dan pelatihan yang memadai, serta menjadi pusat kegiatan latihan dan kompetisi tingkat daerah,” jelasnya.
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan fasilitas yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah menyediakan fasilitas ini. Tentunya akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan olahraga di Kabupaten Tangerang,” katanya.
Lebih lanjut, Eka Wibayu juga mengungkapkan agenda terdekat KONI Kabupaten Tangerang, yaitu mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan diselenggarakan di Kota Tangerang Selatan.
“Melihat kekuatan dan potensi yang kita miliki, Kabupaten Tangerang ditargetkan dapat meraih juara umum,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, Hendri Hermawan, melaporkan bahwa pembangunan Gedung Sekretariat KONI Kabupaten Tangerang memiliki luas bangunan sekitar 576 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Dan untuk bangunan GOR memiliki luas sekitar 875 meter persegi yang juga terdiri dari dua lantai.
“Total luas lahan pembangunan mencapai 4.150 meter persegi dengan masa pengerjaan kurang lebih 240 hari kalender,” jelasnya.
Acara peresmian Gedung Sekretariat dan GOR KONI Kabupaten Tangerang yang juga dihadiri segenap jajaran pengurus KONI, para Kepala OPD, unsur Forkopimcam, pengurus cabang olahraga, serta para pelaku tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 60 anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan penyerahan penghargaan kepada para atlet berprestasi. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong mahasiwa khususnya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA)–Malang untuk berperan aktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-26 Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA)–Malang yang digelar di Aula Gedung Dharma Wanita, Sabtu (10/01/25)
"HIMATA-Malang adalah wadah strategis bagi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan untuk berhimpun, berproses, dan berkarya. Peran aktif dan kontribusi aktifnya sangat dibutuhkan bagi pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, mahasiswa merupakan agen perubahan dan calon pemimpin masa depan. Dukungan keterlibatan dan peran aktif mahasiswa sangat penting, baik sebagai mitra pembangunan maupun sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.
“Dies Natalis ini diharapkan bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum evaluasi dan konsolidasi. Mahasiswa HIMATA-Malang adalah agen perubahan dan calon-calon pemimpin di masa depan yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan bangsa,” ujarnya
Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan para mahasiswa dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami, pemerintah daerah senantiasa terbuka untuk kolaborasi dan melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan, mulai dari program sosial hingga pembangunan. Ini menjadi sarana pembelajaran langsung agar ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan di lapangan,” imbuhnya.
Dirinya pun mengucapkan selamat atas dies natalis ke-26 HIMATA-Malang dan berharap HIMATA-Malang semakin matang dan mampu menguatkan kiprahnya dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat
"selamat dan apresiasi atas eksistensi HIMATA-Malang yang telah berkiprah selama 26 tahun. Semoga momen ini bisa menjadikan HIMATA-Malang semakin matang dan menguatkan eksistansinya dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat," pungkasnya
Sementara itu, Ketua Umum HIMATA-Malang Rafi Khairan, mengajak seluruh anggota dan alumni untuk menjadikan usia 26 tahun sebagai titik refleksi perjalanan organisasi serta memperkuat visi ke depan.
"Dengan jargon baru HIMATA-Malang, “Dari Kebersamaan Lahir Kekuatan”, sebagai simbol persatuan dan soliditas organisasi, mari kita kuatkan identitas Tangerang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) dan menyerahkan bantuan keagamaan di Masjid Jami Nurul Amal, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Jumat (9/1/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Jami Nurul Amal. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan serta operasional masjid.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap sarana ibadah dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program Jumat Keliling merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya dengan para tokoh agama dan jamaah masjid serta menjadi salah satu sarana bagi pemerintah daerah untuk bisa bertatap muka dan hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
“Program Jumat Keliling ini rutin kami laksanakan agar pemerintah bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Selain bersilaturahmi dengan warga dan tokoh agama setempat, kami juga ingin melihat secara langsung kondisi dan situasi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, melalui kegiatan tersebut pemerintah dapat mendengar secara langsung berbagai harapan, keluhan, saran, masukan, hingga kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
Bupati Tangerang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Panongan yang telah menyambut dengan baik pelaksanaan Jumat Keliling di Masjid Jami Nurul Amal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan warga Desa Panongan yang telah menerima kami untuk melaksanakan Jumat Keliling di masjid ini. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi memasuki hari pertama, setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang pada Kamis malam. Kegiatan MTQ tahun 2026 ini digelar di Kecamatan Pagedangan di 14 arena yang tersebar di beberapa lokasi.
Salah satu arena yang menarik perhatian adalah Arena 2 Bidang Tilawah Remaja yang berlangsung di Aula Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Jalan Lengkong Klai, Desa Lengkong Kulon. Arena ini diikuti oleh 16 peserta terbaik dari berbagai kecamatan yang menampilkan kemampuan tilawah dengan performa maksimal.
Penampilan para peserta Tilawah Remaja menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang sangat baik, baik dari segi makharijul huruf, tajwid, maupun penghayatan lagu, sehingga mampu memukau para dewan hakim dan masyarakat yang hadir.
Salah satu peserta, Khairul Bariyah, perwakilan dari Kafilah Kecamatan Rajeg, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan persiapan intensif selama tiga bulan sebelum pelaksanaan MTQ ke-56. Ia mengungkapkan bahwa latihan dilakukan secara konsisten, bahkan dengan treatment khusus, yakni menghafal satu juz Al-Qur’an setiap selesai melaksanakan sholat wajib.
“Persiapan ini tidak lepas dari dukungan besar orang tua, guru, serta saudara-saudara saya. Support tersebut menjadi motivasi dan keyakinan bagi saya untuk tampil maksimal,” ujar Khairul Bariyah, Jumat (09/01/26).
Ia juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ke-56 ini, syiar Islam dapat semakin meluas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Semoga MTQ bisa membuat generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam MTQ di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman yang berkelanjutan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di Kampung Bugel Kelurahan Tigaraksa, Jum’at, (09/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatkan bahwa gedung PCNU tersebut diharapkan bukan hanya rumah keluarga besar PCNU, namun juga bisa menjadi menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan dan toleransi di Kabupaten Tangerang.
"Gedung ini bukan hanya rumah bagi warga NU Kabupaten Tangerang, tapi juga diharapkan menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan, dan toleransi di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang senantiasa mendukung dan mengapresiasi program-program NU yang telah dijalankan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami, pemerintah daerah terus menguatkan bersinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama. Terima kasih dan apresiasi atas program-program NU yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi umat, akan terus kami dukung,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan pentingnya menjaga identitas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya lokal, sekaligus menjadi benteng persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Nahdlatul Ulama selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas daerah. Identitas NU harus tetap dijaga, dengan dakwah yang sejuk, santun, dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” imbuhnya.
Pihaknya pun mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung PCNU yang dibangun di atas tanah wakaf dan diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.
“Selamat atas Gedung Nahdlatul Ulama ini. Siapa pun yang memiliki kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat, silakan memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, KH Mahmud Jumhur menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung PCNU.
"Gedung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan dan pelayanan umat nantinya," jelasnya
Peresmian Gedung PCNU Kab. Tangerang juga dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, segenap pengurus PWNU Banten dan PCNU Kab. Tangerang, Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh NU se-Kabupaten Tangerang, para pemuka agama lintas iman, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Camat Tigaraksa, Lurah Kaduagung. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melantik 149 Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kab. Tangerang, di Hotel Sapphire Gading Serpong, Kamis (08/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa 149 Dewan Hakim MTQ ke-56 Tingkat Kab. Tangerang tersebut telah mengikuti Bimtek dan orientasi serta diberikan arahan dari pengawas Dewan Hakim sebagai bekal dalam menjalankan tugas nantinya
"Sejak pagi para dewan hakim telah melaksanakan orientasi sekaligus pengarahan-pengarahan dari pengawas Dewan Hakim. Dan alhamdulillah di penghujung acara hari, baru saja dilantik sebanyak 149 menjadi dewan Hakim MTQ yang ke-56 Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia berharap para dewan hakim yang dilantik bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik pada pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang selama 5 hari pelaksanaan.
"Kami mohon para dewan hakim bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sehingga keputusannya nanti benar-benar transparan dan berkualitas," tandasnya
Menurut dia, peran dewan hakim sangat menentukan sejauhmana kualitas duta-duta Kabupaten Tangerang yang akan berlaga di MTQ Provinsi Banten nantinya
"Peran dewan hakim ini sangat penting dan menentukan untuk memilih duta-duta yang akan mewakili Kabupaten Tangerang pada MTQ Provinsi Banten nanti," tegasnya
Pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang dapat berjalan lancar dan sukses
"Mohon doanya kepada semuanya supaya dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Tangerang ini bisa berjalan dengan lancar, baik pembukaan sampai dengan penutupannya juga bisa berjalan dengan lancar dan sukses," ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ yang juga Sekretaris Daerah, Soma Atmaja mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek dan orientasi dewan hakim ini merupakan langkah awal persiapan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang.
"Bimtek dan orientasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi metode penilaian antardewan hakim guna melahirkan qori-qoriah yang berkualitas serta meningkatkan profesionalisme dalam perhakiman sesuai kaidah terbaru," jelas Soma
Lanjut dia, total peserta yang hadir 170 orang yang terdiri dari 21 orang pengurus LPTQ Kabupaten Tangerang dan 149 orang Dewan Hakim MTQ ke-56.
"Kami menekankan penggunaan teknologi digital dalam seluruh tahapan MTQ tahun ini untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi yang meliputi : E-MTQ untuk pendaftaran peserta secara online, E-Maqro dan E-Penilaian untuk penilaian secara digital," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis, (8/1/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Dan jajaran Dinas, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa setempat, serta unsur terkait lainnya. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan terdapat enam rumah warga yang berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di pinggiran Sungai Cidurian, menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu yang lalu.
“Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan bahwa saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya sehingga dapat menggerus tanah di sekitarnya.
“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.
Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU
“Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai,” jelas Iwan.
Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.
“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan,” tambahnya. (Red)