Tanam Bambu di RTH Cisoka, Bupati Tangerang: Wujud Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Perkuat Identitas Daerah

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).

Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (Red)

Tinjau Banjir di Desa Lemo, Bupati Tangerang Siapkan Langkah Konkret Penanganan

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Rabu (21/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Teluknaga, serta unsur Forkopimcam setempat merupakan wujud respons cepat atas aduan masyarakat terkait banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir

"Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga Desa Lemo terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

Dia menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Red)

Musrenbang Pasar Kemis 2027: Fokus Penguatan UMKM dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Pasar Kemis secara resmi menetapkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (21/1/2026). Forum ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan strategis Kabupaten Tangerang.

Camat Pasar Kemis, Nurhanudin mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses musyawarah yang telah dimulai dari tingkat desa dan kelurahan tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk anggota DPRD tingkat Kabupaten maupun Provinsi, dinilai memperkuat legitimasi aspirasi masyarakat yang masuk.

Sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, Kecamatan Pasar Kemis telah mengerucutkan aspirasi warga menjadi 50 usulan prioritas. Usulan ini nantinya akan diperjuangkan dalam Forum Perangkat Daerah tingkat Kabupaten Tangerang.

"Kami mengajukan 50 usulan prioritas untuk masuk ke forum tersebut yang nantinya akan menjadi program kegiatan di perangkat daerah. Namun, usulan lain yang menjadi kewenangan kelurahan, desa, dan kecamatan juga kami usulkan," jelas Camat Pasar.

Senada dengan tema besar pembangunan tahun ini, yaitu optimalisasi sektor industri dan perdagangan serta pertahanan berkelanjutan, Camat menegaskan bahwa mayoritas usulan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi lokal.

"Kami menekankan pada penguatan UMKM di Kecamatan Pasar Kemis. Mayoritas usulan kita utamakan bagaimana UMKM bisa lebih berdaya lagi, sehingga mereka mampu menjadi penunjang utama ekonomi di wilayah kita," tambahnya.

Menanggapi harapan masyarakat, Camat meminta warga untuk tetap optimis. Ia meyakinkan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan diupayakan secara maksimal melalui sinergi dengan para legislatif (Dewan) di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Camat memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026, realisasi pembangunan di Pasar Kemis sangat signifikan.

"Tahun ini (2026) kegiatan yang terealisasi banyak sekali. Terlihat dari jumlah anggaran yang masuk ke Kecamatan Pasar Kemis mencapai hampir Rp60 miliar. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat selama ini tidak sia-sia dan benar-benar diperjuangkan," tegasnya.

Ketua Forum UMKM Kecamatan Pasar Kemis, Rahayu, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam proses perencanaan ini. Menurutnya, tersedianya ruang promosi dan pameran produk unggulan selama acara berlangsung menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

"Kami berharap hasil Musrenbang ini melahirkan program yang membuat UMKM lebih berdaya saing, sehingga pembangunan berjalan inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga," tutur Asyirah. (Red)

DP3AP2KB Kota Tangerang Siapkan SDM Unggul untuk Sekolah Lansia Tangguh 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Pengelola Sekolah Lansia (SL-BKL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, mulai 20 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola fenomena penuaan penduduk (aging population). Ia menyatakan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan instrumen pembangunan kota.

"Melalui pembentukan Sekolah Lansia (SL-BKL), tentunya dengan dukungan multiple helix, kita dapat mewujudkan lansia tangguh yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat). Dengan begitu, pertumbuhan jumlah penduduk lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi potensi luar biasa untuk Pembangunan Kota Tangerang," tegasnya.

Menurutnya, TOT ini didesain secara intensif untuk membekali para pengelola dengan kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Profesional Vokasional, dan Lingkungan). Fokus utama pelatihan tidak hanya pada aspek edukasi bagi lansia, tetapi juga pada penguatan dukungan keluarga.

"Tujuan kegiatan TOT hari ini, selain pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pengelola sekolah lansia, juga bertujuan memberikan pemahaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia dan keluarga lansia. Kami ingin meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh," sambungnya.

Ia menambahkan, melalui pendidikan non-formal yang diberikan oleh para kader yang telah terlatih, lansia di Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.

"Kita ingin lansia di Kota Tangerang tetap berdaya. Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap produktif di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.

Dengan pelaksanaan TOT ini, Pemkot Tangerang optimis bahwa Sekolah Lansia Tangguh akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah lansia di masa depan. (Red)

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bupati Tangerang Resmikan Koperasi Merah Putih Dadap

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Dadap bisa memberikan kontribusi nyata bagi aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat meresmikan operasional KKMP Kelurahan Dadap Kec. Kosambi, Selasa (20/01/26)

"Saya berharap mudah-mudahan dengan mulai dioperasionalkannya Koperasi Kelurahan Merah Putih Dadap ini bisa memberikan kontribusi terhadap aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat di Kelurahan Dadap," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid meminta kepada seluruh jajaran pengurus KKMP Kelurahan Dadap untuk terus menjaga, baik mutu pelayanan maupun produk-produk yang disediakan dan terus meningkatkan jumlah anggotanya agar bisa memberikan manfaat yang luas lagi bagi masyarakat Kelurahan Dadap.

"Alhamdulillah, hari ini diresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kelurahan Dadap. Untuk konsentrasi operasionalnya saat ini baru sembako dengan gas. Apabila ini sudah banyak anggotanya, pelayanannya bagus, produknya terjaga baik dan sudah berkembang, itu akan berkembang lagi penyediaan sarana-sarana lainnya, penyediaan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sini," tandasnya

Selain itu, dia juga mengucapkan tetima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama bergotonh royong menangani dan mengatasi banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, khususnya di wilayah Perumahan Griya Dadap.

"Sekali lagi terima kasih kepada Pak Camat Kosambi, Pak Lurah Dadap, dengan Pak RW dan Pak RT-nya yang bahu-membahu membantu gotong royong untuk menanggulangi banjir yang ada di sini. Sudah membangun rumah pompa dalam rangka membuang air ke Sungai Prancis di Jalan Prancis ini," ucapnya

Lanjut dia, pemerintah daerah melalui dinas dan pihak terkait lainnya akan menginventaris dan mengecek lokasi fasos-fasum pemerintah daerah yang ada di Perumahan Griya Dadap untuk pembangunan tandon resapan air.

"InsyaAllah juga nanti akan cek fasum fasos pemerintah daerah di Perumahan Griya Dadap ini. Kita petakan, kita rencanakan dan mencari rumuskan untuk dibangun tandon di sini. Tapi ini perlu dikaji dulu supaya tandon ini nanti bisa berfungsi sebagai resapan air, bisa juga mengurangi debit air yang banjir di rumah-rumah dan banyak manfaatnya," jelasnya

Pihaknya pun akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam rangka mengatasi dan menanggulangi banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Dadap dan wilayah lainnya di Kecamatan Kosambi. (red)

Kecamatan Sukamulya Gelar Musrenbang, Perkuat Sinergi Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat

Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Sukamulya menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sukamulya, Selasa (20/01/2026).

Musrenbang ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan” sebagai upaya memperkuat fondasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan agenda tahunan strategis dalam rangka menyusun rencana pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Musrenbang Kecamatan menjadi forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat, menyelaraskan usulan pembangunan desa, serta menyepakati prioritas program yang akan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sukamulya, serta unsur masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Sukamulya, Kholid Mawardi, menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan Kecamatan Sukamulya. Program tersebut meliputi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, penguatan perekonomian yang produktif dan berdaya saing, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, percepatan pembangunan infrastruktur yang terpadu dan merata, serta penguatan ketahanan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun komitmen bersama. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang direncanakan dengan mendengar suara masyarakat, dilaksanakan secara kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Camat Kholid.

Sebanyak 50 program skala prioritas kecamatan Sukamulya diajukan untuk tahun 2027, itu semua berdasarkan masukan dari kebutuhan masyarakat. Dengan menganggarkan pagu anggaran 26.849.000.000 (Dua Puluh Enam Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta)

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Dina Maria Ulfa, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat legislatif.

“Aspirasi yang disampaikan dalam Musrenbang ini akan menjadi perhatian kami di DPRD. Kami berkomitmen untuk mengawal usulan prioritas agar dapat terakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan masyarakat Kecamatan Sukamulya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musrenbang yang inklusif dan terbuka. Ia berharap hasil musyawarah ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

“Kami merasa diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan masyarakat. Semoga program-program yang disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran,” ujarnya.

Melalui Musrenbang Kecamatan Sukamulya ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kecamatan Sukamulya. (Red)

Serap Aspirasi Warga, Musrenbang Rajeg 2027 Dorong UMKM dan Percepatan Pembangunan

Tangerang, lensafokus.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rajeg untuk tahun 2027 berlangsung dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder setempat, yang bersama-sama merumuskan usulan pembangunan untuk tahun 2027.

Acara yang diadakan di Kantor Kecamatan Rajeg ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, perwakilan dari Provinsi Banten, serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) yang terdiri dari Kapolsek, Danramil, serta kepala desa.

Pada kesempatan itu, Camat Rajeg Oman Apriaman, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini lebih memfokuskan pada dua sektor utama, yakni pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan infrastruktur. 

Dengan tercatatnya sekitar 230 UMKM di Kecamatan Rajeg, Camat Oman berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten dapat mempercepat kemajuan sektor ini.

Menganggarkan sebesar Rp 34.717.222.812,00, usulan ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rajeg.

“Mudah-mudahan usulan-usulan yang diusulkan tahun ini dapat segera direalisasikan pada tahun 2027,” terang dia di lokasi.

Selain itu, dalam Musrenbang kali ini, berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Kecamatan Rajeg. Di antaranya masalah kemacetan, sampah, banjir, dan jalan rusak. 

Salah satu isu yang paling mendesak adalah kemacetan di beberapa titik utama Kecamatan Rajeg, seperti di jalur Kukun-Cadas, Kukun-Mauk, Kukun-Daon, dan Kukun-Pasar Kemis. 

Di sisi lain, permasalahan timbunan sampah masih menjadi isu penting, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan aktivitas usaha yang belum optimal. Menurut laporan, masih ada banyak titik pembuangan liar yang berkontribusi terhadap penumpukan sampah. 

"Sebanyak 50 usulan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dan 27 usulan lainnya ke Provinsi Banten," ungkapnya.

Sementara itu, masalah jalan rusak di beberapa ruas jalan akibat tingginya intensitas penggunaan kendaraan dan pengaruh genangan air menjadi tantangan lain yang harus segera diatasi. 

“Kerusakan jalan ini menghambat kelancaran lalu lintas dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” tutur Camat Oman.

Adapun, Anggota DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada, yang turut hadir dalam Musrenbang, menegaskan bahwa sebagian besar usulan masyarakat berfokus pada kebutuhan dasar, seperti kebersihan, sanitasi, serta perbaikan infrastruktur. Salah satu isu utama yang diangkat adalah kemacetan di sekitar Lampu Merah Rajeg. 

“Kita akan mencoba solusi penguraian kemacetan, khususnya untuk pemotor yang seringkali bersinggungan dengan mobil. Kami akan pisahkan jalur motor dan mobil, dan semoga masalah ini bisa teratasi,” serunya.

Wawan juga menambahkan bahwa Musrenbang bukan hanya ajang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. 

“Semakin banyak wadah komunikasi seperti ini, semakin mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan pemerintah. Ini adalah kesempatan bagi anggota legislatif untuk lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dengan usulan-usulan yang telah disampaikan, Musrenbang Kecamatan Rajeg diharapkan dapat mendorong terciptanya solusi nyata untuk berbagai permasalahan yang ada, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan sektor UMKM dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Rajeg. (Red)

Musrenbang Kelurahan Cisauk Tetapkan Prioritas Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2027

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan pada Senin (19/1/2026) di Balai Warga Kantor Kelurahan Cisauk sebagai bagian dari tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Tangerang Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyepakati usulan prioritas pembangunan kelurahan secara partisipatif.

Musrenbang tersebut dihadiri oleh Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si., Lurah Cisauk Ramdhan Randika, S.STP., M.I.P., anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perangkat kelurahan, ketua RW dan RT, LPM, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, Karang Taruna, PKK, hingga perwakilan UMKM. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kelurahan Cisauk yang selaras dengan kebijakan daerah.

Dalam sambutannya, Camat Cisauk Hendarto menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang penyelarasan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang. Ia menyebut Musrenbang kelurahan sebagai fondasi awal agar program yang diusulkan benar-benar berdampak dan berkesinambungan di tingkat wilayah.

“Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wadah strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat Cisauk terakomodasi dan terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Hendarto. Ia berharap usulan yang disepakati dapat diperjuangkan pada tahapan Musrenbang kecamatan hingga kabupaten.

Sementara itu, Lurah Cisauk Ramdhan Randika memaparkan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kelurahan Cisauk Tahun Anggaran 2025 yang telah mencapai realisasi 97,57 persen, sekaligus rencana kegiatan tahun 2026 dan usulan prioritas tahun 2027. Pemaparan tersebut menjadi dasar diskusi dan tanya jawab peserta untuk memastikan keberlanjutan serta peningkatan kualitas pembangunan di Kelurahan Cisauk.

“Melalui Musrenbang ini, kami berupaya menjaga kesinambungan program, terutama pada pemeliharaan jalan lingkungan, saluran drainase, serta penguatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat,” kata Ramdhan. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan telah dirumuskan berdasarkan kebutuhan lapangan dan hasil evaluasi pelaksanaan program sebelumnya.

Hasil Musrenbang Kelurahan Cisauk menyepakati tiga prioritas utama pembangunan, yakni pemeliharaan jalan lingkungan dan saluran air/drainase, peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana kelurahan. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musrenbang dan disertai penetapan delegasi Kelurahan Cisauk untuk memaparkan usulan prioritas pada Musrenbang tingkat kecamatan.

Serahkan SK Pengangkatan Kepala Puskesmas, Bupati Tangerang Tekankan Pelayanan Sepenuh Hati untuk Masyarakat

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin (19/1/26).

Penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah diharapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Maesyal meminta para Kepala Puskesmas menjalankan amanah dengan penuh rasa syukur, keikhlasan, serta tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas, sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan kesehatan yang berkualitas,

“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, layani dengan hati, ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas. Jangan sampai masyarakat datang ke Puskesmas justru merasa tidak dilayani dengan baik,” tandas Bupati Maesyal.

Dia menegaskan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan merupakan kepanjangan pemerintah yang benar-benar hadir dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran Kepala Puskesmas sangat strategis dan sarat dengan tanggung jawab.

“Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah. Di sanalah kita benar-benar hadir, menyentuh langsung masyarakat. Oleh karena itu, tugas Kepala Puskesmas ini bukan tugas yang ringan. Tugas ini adalah amanah, kepercayaan, dan tentunya tanggung jawab besar,” ujarnya

Lebih lanjut, dia juga meminta para Kepala Puskesmas agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru serta membangun kerja sama yang solid dengan seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor lainnya. Menurutnya, program kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat.

“Program kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri, harus ada kolaborasi, harus ada sinergi dengan banyak pihak, lintas sektor,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh Kepala Puskesmas senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga disiplin dan etika, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai nama baik pribadi, institusi, maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Tunjukkan bahwa ASN kesehatan di Kabupaten Tangerang adalah ASN yang profesional, berintegritas, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Bupati Maesyal berharap agar para Kepala Puskesmas juga dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar, mendukung program-program prioritas kesehatan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada saudara-saudara yang hari ini menerima Surat Keputusan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan petunjuk kepada kita semua,” pungkasnya. (Red)

Buka Training Raya Nasional HMI, Bupati Tangerang Dorong Peran Aktif Mahasiswa Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ekonomi bukan sekadar wacana akademik, melainkan tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika global saat ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk berperan aktif dalam karya nyata dan kolaborasinya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi menghadapi tantangan global

“Ketahanan pangan dan perekonomian di era tantangan global tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara akademik tapi juga harus mampu memberikan solusi dan karya nyatanya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi mulai saat ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan lintas sektor secara menyeluruh, berkelanjutan dan berdampak, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan peran petani dan nelayan.

"Ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing," jelasnya

Lanjut dia, mahasiswa mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang tangguh dan berakhlak. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, serta keberanian dalam merumuskan solusi atas persoalan umat dan bangsa.

“Mahasiswa bukan sekadar penonton, tetapi harus menjadi pelaku sejarah. Training Raya Nasional HMI ini merupakan ruang kaderisasi penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, berakhlak dan berdaya saing,” imbuhnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader HMI mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang aplikatif serta mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keIndonesiaan dalam setiap bentuk pengabdian. (Red)

Page 6 of 244
Go to top