TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin (19/1/26).
Penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah diharapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Maesyal meminta para Kepala Puskesmas menjalankan amanah dengan penuh rasa syukur, keikhlasan, serta tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas, sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan kesehatan yang berkualitas,
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, layani dengan hati, ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas. Jangan sampai masyarakat datang ke Puskesmas justru merasa tidak dilayani dengan baik,” tandas Bupati Maesyal.
Dia menegaskan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan merupakan kepanjangan pemerintah yang benar-benar hadir dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran Kepala Puskesmas sangat strategis dan sarat dengan tanggung jawab.
“Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah. Di sanalah kita benar-benar hadir, menyentuh langsung masyarakat. Oleh karena itu, tugas Kepala Puskesmas ini bukan tugas yang ringan. Tugas ini adalah amanah, kepercayaan, dan tentunya tanggung jawab besar,” ujarnya
Lebih lanjut, dia juga meminta para Kepala Puskesmas agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru serta membangun kerja sama yang solid dengan seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor lainnya. Menurutnya, program kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat.
“Program kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri, harus ada kolaborasi, harus ada sinergi dengan banyak pihak, lintas sektor,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh Kepala Puskesmas senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga disiplin dan etika, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai nama baik pribadi, institusi, maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Tunjukkan bahwa ASN kesehatan di Kabupaten Tangerang adalah ASN yang profesional, berintegritas, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Bupati Maesyal berharap agar para Kepala Puskesmas juga dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar, mendukung program-program prioritas kesehatan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.
“Saya ucapkan selamat bertugas kepada saudara-saudara yang hari ini menerima Surat Keputusan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan petunjuk kepada kita semua,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ekonomi bukan sekadar wacana akademik, melainkan tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika global saat ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk berperan aktif dalam karya nyata dan kolaborasinya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi menghadapi tantangan global
“Ketahanan pangan dan perekonomian di era tantangan global tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara akademik tapi juga harus mampu memberikan solusi dan karya nyatanya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi mulai saat ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan lintas sektor secara menyeluruh, berkelanjutan dan berdampak, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan peran petani dan nelayan.
"Ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing," jelasnya
Lanjut dia, mahasiswa mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang tangguh dan berakhlak. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, serta keberanian dalam merumuskan solusi atas persoalan umat dan bangsa.
“Mahasiswa bukan sekadar penonton, tetapi harus menjadi pelaku sejarah. Training Raya Nasional HMI ini merupakan ruang kaderisasi penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, berakhlak dan berdaya saing,” imbuhnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader HMI mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang aplikatif serta mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keIndonesiaan dalam setiap bentuk pengabdian. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meresmikan jalan desa sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Senin (19/1/26).
Peresmian jalan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan tasyakuran yang dilanjutkan dengan makan bersama warga serta tamu undangan. Jalan ini menjadi akses penting yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan serta menjadi jalur mobilitas utama masyarakat setempat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi Gubernur Banten atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan segala aktifitasnya.
“Kami terus memperbaiki dan menata pembagian kewenangan antar pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. Tujuannya satu, untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas. Jalan ini dibangun oleh provinsi, sementara ke depan Kabupaten Tangerang akan melanjutkan pembangunan pendukung lainnya, seperti penerangan jalan umum dan fasilitas penunjang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas pembangunan jalan di Desa Badak Anom yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas perhatiannya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Desa Badak Anom dan sekitarnya,” ucapnya.
Pembangunan jalan Desa Badak Anom ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten menggunakan APBD Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten berkolaborasi dan bersinergi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa peresmian jalan ini merupakan bagian dari tasyakuran warga atas selesainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
“Hari ini saya bersama Bupati Tangerang menghadiri tasyakuran warga atas dipergunakannya jalan di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, sepanjang 1.300 meter. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu kita hadir di sini dan hari ini jalan tersebut sudah selesai serta dapat digunakan,” ungkap Gubernur Andra Soni
Menurutnya, pembangunan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan infrastruktur desa sekaligus memberikan harapan dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jalan ini juga melewati area sekolah. Tadi saya bertemu dengan anak-anak, dan mereka mengucapkan terima kasih karena akses menuju sekolah kini sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam penanganan infrastruktur
“Kami terus berkoordinasi terkait pembagian tugas antara provinsi dan kabupaten, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan Pemprov Banten telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) C3 untuk penanganan irigasi di wilayah tersebut
“Di wilayah ini terdapat sekitar 500 hektare sawah produktif. InsyaAllah irigasinya akan ditangani dengan baik oleh Balai BBWS C3 agar produktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Run To Give For Sumatra yang digelar oleh Karang Taruna Kecamatan Curug di kawasan Summarecon Tangerang, Minggu (18/1/26).
Kegiatan fun run 5 km yang diikuti doleh masyarakat umum dan disambut meriah meskipun diguyur hujan.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga wujud solidaritas dan kepedulian sosial bagi masyarakat Sumatra yang sedang membutuhkan dukungan.
Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kegiatan Run To Give For Sumatra bukan sekadar olahraga, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk berbagi empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana di Sumatra agar segera pulih dari kondisi yang dihadapi.
“Hari ini kita bukan hanya sekadar berolahraga, tetapi juga ikut berbagi rasa kepada saudara-saudara kita di Sumatra. Mudah-mudahan ini menjadi amal dan pahala, dan masyarakat kita di Sumatra bisa segera pulih kembali,” ungkap Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak Karang Taruna Kecamatan Curug yang telah menginisiasi kegiatan kolaboratif tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komunikasi yang baik antara karang taruna, pengembang dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Yang pertama kami ucapkan terima kasih, walaupun dalam situasi dan kondisi hujan kita masih bisa ceria bersama dan berolahraga. InsyaAllah kita semua dalam keadaan sehat,” ujarnya
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan rasa senangnya melihat antusiasme peserta dalam kegiatan fun run 5 km tersebut. Menurutnya, kehadiran Summarecon bersama masyarakat dalam kegiatan seperti ini menunjukkan adanya kolaborasi yang positif dan saling mendukung.
“Hari ini fun run 5 km, kami semua senang bisa berada disini. Terima kasih kepada Summarecon yang hadir bersama masyarakat. Ini harus menjadi bentuk komunikasi yang baik, Summarecon bisa memberikan perhatian kepada masyarakat, dan masyarakat juga bisa membantu. Kolaborasi itu harus ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Curug yang juga merupakan Ketua Pelaksana kegiatan Run To Give For Sumatra, Adi Humaidi menuturkan bahwa kegiatan lari amal tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangkitkan jiwa sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 peserta.
“Alhamdulillah, dari kegiatan ini kami berhasil menghimpun donasi sebesar Rp62.558.000. Dana tersebut merupakan hasil dari pendaftaran peserta, donasi sukarela, serta dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap saudara-saudara kita di Sumatra,” ujar Adi.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan secara langsung melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk membantu meringankan beban para korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang didampingi Plh. Sekda Kab. Tangerang Iwan Firmansyah dan Kadis Koperasi meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang dirangkaikan juga dengan kegiatan santunan anak yatim serta penyelenggaraan sembako murah bagi masyarakat di Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian dan wujud gotong royong masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug Kulon ini merupakan bagian dari total 274 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tangerang. Koperasi adalah wujud gotong royong dan menjadi wadah untuk memutar roda perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, pembentukan koperasi sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam.aspek penguatan ekonomi kerakyatan di desa dan kelurahan.
“Ini adalah amanah presiden. Dengan koperasi, kebutuhan masyarakat bisa terlayani. Modal awal koperasi ini berasal dari CSR PIK 2 sebesar Rp100 juta. Jika dikalikan 274 koperasi, maka lebih dari Rp27,4 miliar telah digelontorkan untuk mendukung ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Menurut dia, pada tahap awal, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama dalam rangka menopang ketahanan pangan, seperti sembako dan gas elpiji.
“Sementara ini kegiatannya difokuskan pada sembako dan gas. Ke depan, jenis usahanya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat agar koperasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Pihaknya juga terus mendorong peningkatan jumlah anggota KDKMP yang saat ini berjumlah sekitar 150 orang, agar koperasi semakin besar dan kuat sebagai wadah aktivitas ekonomi anggota dan keluarga.
“Koperasi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong, simpan pinjam, dan pengembangan usaha, koperasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi rakyat nantinya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug Kulon, H. Suhendra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Bupati Tangerang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Tangerang. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami dan seluruh masyarakat Curug Kulon,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pengurus koperasi untuk mengelola koperasi secara amanah dan profesional serta memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh anggotanya dan masyarakat
“Kami berkomitmen mengelola koperasi ini secara amanah, profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota dan masyarakat. Kami berharap adanya pembinaan dan sinergi berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, kecamatan, dan kelurahan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Lokakarya Adat Seni Budaya Warga Masyarakat Tangerang yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Kec. Curug, Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang kaya akan keberagaman, mulai dari adat istiadat, seni tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Kabupaten Tangerang memiliki keberagaman adat dan seni budaya yang sangat kaya. Ini merupakan modal sosial yang besar untuk membangun daerah yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa adat dan seni budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan ada nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda
“Adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung segala upaya pengembangan dan pelestarian seni budaya serta berbagai kearifan lokal lainnya melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah akan terus hadir dan mendukung pelestarian adat serta seni budaya melalui kebijakan, program, dan sinergi dengan komunitas budaya, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Pihaknya berharap lokakarya tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan program nyata yang dapat menjadi rujukan kebijakan pelestarian budaya daerah nantinya
“Saya berharap dari lokakarya ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi yang dapat kita tindak lanjuti bersama demi kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” harapnya.
Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada HMMI atas terselenggaranya lokakarya tersebut sebagai ruang diskusi dan perumusan langkah konkret pelestarian budaya.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HMMI yang telah berinisiatif menyelenggarakan lokakarya ini. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan unsur Forkopimda, Plh. Sekda Iwan Firmansyah, perwakilan pemerintah provinsi dan daerah, para tokoh adat, tokoh seni dan budaya, budayawan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta meneladani kesabaran dan keikhlasan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Majlis Talim Raudlatul Falah, Desa Pasir Muncang Kec. Jayanti, Minggu (18/01/26)
"Marilah kita jadikan momentum peringatan Isra Miraj ini sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat. Mari kita tanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah," ajak Wabup Intan.
Menurut dia, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bukan hanya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam, khususnya tentang perintah shalat sebagai tiang agama dan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim.
"Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Shalat yang khusyuk akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi umat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan sejahtera.
"Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat mengambil hikmah Isra Miraj untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mari teladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT," ujarnya.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segenap panita dan semua pihak yang telah mendukung serta membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Majlis Talim Raudlatul Falah yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta membangun masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius dan berakhlak mulia," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kembali menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Tangerang dalam beberapa hari terakhir.
Pada Sabtu (17/01/2026), BPBD Kabupaten Tangerang secara serentak mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak, di antaranya Desa Carenang dan Desa Kandawati Kecamatan Gunung Kaler, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga, Desa Patrasana Kecamatan Kresek, serta Desa Rawaboni Kecamatan Pakuhaji.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya merespons cepat kondisi di lapangan. Bantuan logistik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Ahmad Taufik.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan kali ini meliputi gula pasir 60 Kg, beras ukuran 3.5 Kg sebanyak 350 karung, mie instan 200 Dus, minyak goreng 200 litrr, air mineral 200 dus, sarden 280 kaleng, Teh 120 pack, 25 paket family kids serta 25 paket kids wear.
BPBD Kabupaten Tangerang juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kecamatan dan desa setempat guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta warga Perum Graha Pesona, khususnya warga RW. 10 agar memanfaatkan Gedung Serbaguna (GSG) untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat meresmikan GSG Warga RW. 10 Perum Graha Pesona Kel. Mekarbakti Kec. Panongan, Sabtu (17/01/26)
"Saya minta kepada seluruh warga RW. 10 Graha Pesona ini, manfaatkan GSG yang sudah terbangun ini untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama seluruh warga," pinta Wabup Intan
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan menguatkan tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan, seperti yang telah ditunjukkan oleh warga Graha Pesona RW 10. Dia juga menegaskan bahwa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat merupakan fondasi kuat suksesnya pembangunan yang berkelanjutan.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkand terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Graha Pesona RW 10 yang telah menjaga nilai luhur gotong royong ini. Nilai inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat kita, sekaligus fondasi dalam membangun lingkungan yang rukun, aman, dan sejahtera," ujarnya
Menurut dia, GSG yang sudah terbangun kokoh merupakan cerminan wajah dan kebanggaan warga RW. 10 serta wujud dari hasil pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari, oleh dan untuk semua warga.
"Mari kita jaga dan rawat gedung ini bersama-sama. Karena gedung ini milik kita semua, hasil dari kebersamaan kita, dan akan kembali manfaatnya untuk seluruh warga," tandasnya
Dia juga menambahkan Pemkab Tangerang melalui Dinas Koperasi telah mengadakan program Inkubasi UMKM. Melalui, program inkubasi tersebut, UMKM yang sudah diseleksi akan diberikan bimbingan, pendampingan dan pelatihan serta bantuan lainnya
"Silahkan nanti UMKM yang ada di sini daftarkan ke Dinas Koperasi. Setelah diseleksi nanti UMKM akan diberikan bimbingan, pelatihan, pendampingan dan bantuan lainnya, bagaimana meningkatkan kualitas produk sampai dengan teknik pemasarannya," jelasnya
Dia berharap Gedung Serba Guna ini ke depan dapat menjadi rumah bersama bagi warga seperti tempat bermusyawarah mempererat silaturahmi dan kebersamaan, serta ruang tumbuhnya berbagai kegiatan positif, baik sosial, keagamaan, pendidikan, kepemudaan maupun peningkatan ekonomi warga.
Sementara itu, Ketua RW. 10 Perum Graha Pesona, Ahmad Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD, pihak kecamatan dan kelurahan yang telah merealisasikan pembangunan GSG warga. Menurut dia, GSG tersebut akan menjadi pusat aktifitas warga mulai dari olahraga, sosial dan peningkatan ekonomi warga.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD yang telah merealisasikan pembangunan GSG ini. GSG warga Graha Pesona ini selain untuk sebagai pusat aktifitas olahraga, Posyandu dan sosial lainnya tapi juga akan kami gerakan untuk meningkatkan ekonomi warga," ujarnya
Pada peresmian tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Tangerang, Plt. Camat Panongan, Forkopimcam, Lurah Mekarbakti, Binamas, Babinsa, ketua RW. 10, para ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir. Jumat, (16/1/26).
Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.
“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri
“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.
“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.
“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya
Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan
Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan
“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Red)