Lebak, lensafokus.id - Para pedagang yang saat ini mengisi pasar Semi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ingin balik lagi ke jalan Sunan Kalijaga. Salah satu alasannya, karena pasar yang mereka tempati saat ini dinilai belum layak ditempati.
Keinginan pedagang balik ke tempat asal di Jalan Sunan Kalijaga diungkapkan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Paripurna, pada Rabu, 26 November 2025 lalu.
Misalnya, Encop salah satu pedagang sayur yang menempati lapak Pasar Semi. Ia mengungkapkan alasannya ingin kembali berjualan di tepi jalan Sunan Kalijaga, karena pasar Semi yang saat ini ia dan pedagang lainnya dinilai tidak layak.
“Pengen pindah dulu, soalnya pasarnya tidak layak huni tidak layak pakai,” katanya seusai RDP.
Hal senada dikatakan Meti pedagang Cabai merah dan Bawang mengeluh yang menempati pasar semi penghasilan turun deratis karena sepi pembeli dan fasilitas tidak layak dihuni.katanya
Menurutnya, seharusnya pemerintah ketika memindahkan pedagang harus sudah menyiapkan segala fasilitasnya. Tidak seperti sekarang ini yang pasilitasnya belum memungkinkan untuk ditempati pedagang
Kendala utama belum ada WC, Musala, terus meja jualannya yang tidak memadai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari akan menindaklanjuti permintaan pedagang yang mengeluhkan sejumlah fasilitas.
“Tentunya kami akan menyuarakan keluhan pedagang, karena itu merupakan keluhan dari pedagang. Pedagang mengeluhkan fasilitas yang belum siap,” tandasnya. (Cecep)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meresmikan halte bus sekolah gratis milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Peresmian tersebut dilaksanakan di halte yang berlokasi di Jalan Baru Matagara, Tigaraksa, Senin (5/1/2026).
Bupati Tangerang bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut meninjau langsung operasional bus sekolah gratis dan menyaksikan para pelajar menggunakan fasilitas tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program bus sekolah gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi. Peresmian halte bus sekolah ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026.
“Hari ini kami bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh OPD melihat secara langsung anak-anak kita kembali bersekolah di tahun 2026 dan menggunakan bus sekolah gratis. Alhamdulillah, mereka merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, pada tahap awal Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis yang melayani beberapa zona yang telah ditetapkan, dengan tambahan dua unit kendaraan operasional pendukung.
“Saat ini ada tujuh halte bus sekolah yang disiapkan, dan objek peresmian kita pusatkan di Jalan Pemda. Bus sekolah gratis ini diharapkan dapat membantu dari sisi ekonomi, keselamatan, kenyamanan, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap anak-anak kita,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa seluruh bus sekolah telah dilengkapi dengan sistem aplikasi pemantauan berbasis teknologi. Sistem tersebut berfungsi untuk mengontrol kecepatan kendaraan, memastikan sopir mematuhi batas maksimal kecepatan 60 km/jam, serta menerapkan aturan keselamatan lainnya.
“Bus ini dilengkapi sistem aplikasi, kecepatan dikontrol maksimal 60 km/jam, ada sanksi jika melanggar, dan pengemudi juga dilarang merokok saat mengemudi. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” tegasnya.
Pihaknya berharap program bus sekolah gratis ini dapat terus dikembangkan dan ditambah jumlah armada maupun rutenya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah ke depannya.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 dan seterusnya program ini bisa kita tambah sesuai kebutuhan wilayah. Mohon doa dan dukungannya agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi, dapat terus kita optimalkan secara bertahap,” pungkasnya.
Sementara itu, M. Azzam, siswa SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang mengungkapkan rasa bahagianya dan menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bus sekolah gratis dan halte yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bus sekolah gratis ini. Alhamdulillah, kami semua senang karena sekarang berangkat sekolah jadi lebih nyaman, tidak kepanasan, dan sudah ada halte khususnya. Semoga ke depannya jalurnya bisa ditambah dan pelayanannya semakin baik,” ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah memimpin apel perdana awal tahun 2026 yang diikuti para Kepala OPD, Camat dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (5/1/26).
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat yang memegang amanah besar. Amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sesuai peraturan perundang-undangan serta norma yang berlaku.
“Kita sudah disumpah untuk mengutamakan kepentingan umum, salah satunya pelayanan kepada masyarakat. Amanah itu berat, tetapi itulah kewajiban kita sebagai ASN,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.
Terkait dinamika dan sorotan masyarakat di media sosial mengenai pelayanan publik, khususnya pelayanan administrasi kependudukan, bupati meminta seluruh pegawai tidak terpengaruh isu dan anti kritik yang disampaikan masyarakat. Palayana administrasi kependudukan ssalah satunya KTP telah dilimpahkan ke kecamatan, dan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang benar.
“Jangan terpengaruh. Jalankan saja tugas untuk kepentingan masyarakat. Jika ada masukan atau kritik, jelaskan dengan baik dan responsif. Itu bagian dari upaya kita memperbaiki pelayanan,” tandasnya.
Pihaknya juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan jenjang komando dalam organisasi pemerintahan. Seluruh pelaksanaan tugas, baik fungsional maupun struktural, harus sepengetahuan pimpinan agar tanggung jawab institusional dapat berjalan dengan baik.
“Organisasi Pemda ini organisasi resmi pelayanan publik. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terkoordinasi dan dilaporkan sesuai jenjang,” imbuhnya.
Dirinya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Tangerang atas dedikasi dan kinerja selama pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2025 yang telah dilaksanakan dengan baik
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai Kabupaten Tangerang. Kami bangga karena tugas dan program tahun 2025 dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya
Bupati menjelaskan, usai apel tersebut akan langsung dilaksanakan rapat koordinasi bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala OPD, staf ahli, asisten, para camat hingga kepala bagian. Rapat tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 sekaligus merancang dan mengonsolidasikan pelaksanaan program yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun 2026.
“Tahun 2026 harus kita jalani dengan perencanaan yang matang. Evaluasi tahun 2025 menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Menutup arahannya, Bupati Tangerang berharap kinerja seluruh ASN pada tahun 2026 dapat semakin baik di seluruh sektor, serta apa yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya menjadi ladang pahala bagi semua.
“Selamat bertugas, selamat tahun baru. Semoga tahun 2026 kita bisa memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Cilegon, lensafokus.id – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. turun langsung meninjau dapur umum siaga bencana serta sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Cilegon, Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengawasan terhadap kesiapan penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Kegiatan diawali dengan peninjauan dapur umum siaga bencana di Kantor PDAM Kota Cilegon, Kecamatan Cibeber. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Banten didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, Karoops Polda Banten Kombes Pol. Yofie Girianto Putro, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, selaku penanggung jawab kegiatan, serta Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, serta dihadiri Ketua PMI Kota Cilegon dan instansi terkait.
Di lokasi dapur umum, Kapolda Banten melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan logistik, sarana dan prasarana, serta mekanisme pendistribusian makanan bagi warga terdampak banjir. Kapolda mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat, baik aparat keamanan, pemerintah daerah, maupun relawan kemanusiaan, yang dinilai cepat dan responsif dalam membantu masyarakat.
Dalam kesempatannya, Kapolda Banten menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terbangun dengan baik. Ia menegaskan bahwa Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG, dan berdasarkan informasi yang diterima, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Provinsi Banten. Oleh karena itu, Kapolda mengimbau agar seluruh pihak menyiapkan peralatan pendukung seperti ekskavator, perahu karet, serta sarana evakuasi lainnya guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Usai meninjau dapur umum, Kapolda Banten melanjutkan pengecekan ke lokasi banjir di Lingkungan Sambirata RT 005/003, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber. Di lokasi tersebut, Kapolda melihat langsung kondisi permukiman warga yang terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan makanan kepada masyarakat sebagai bentuk empati dan dukungan moril.
Melalui kegiatan ini, Polda Banten bersama Polres Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan penanganan bencana berjalan secara optimal, serta menjaga keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana alam di Kota Cilegon. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau secara langsung lokasi banjir di Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang, Sabtu (3/1/26).
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Camat Rajeg, Kepala Desa Mekarsari, serta unsur RT dan RW setempat. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, dengan ketinggian air mencapai sekitar setinggi lutut orang dewasa.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama BPBD, Dinas Bina Marga SDA, Pak Camat, Pak Lurah, serta RT dan RW melihat langsung kondisi di lapangan. Tadi malam hujan turun terus tanpa henti sehingga menyebabkan banjir. Ada warga yang masih bertahan di rumah, namun ada juga yang sudah dievakuasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Untuk jangka pendek, Pemkab Tangerang akan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan menyiapkan dapur umum bagi warga yang mengungsi.
“Untuk jangka pendek, kami pastikan bantuan logistik dan kebutuhan warga yang dievakuasi segera terpenuhi. Sementara untuk jangka menengah dan panjang, kami akan melakukan normalisasi saluran, peninggian jembatan, serta menyiapkan pompanisasi untuk mempercepat pembuangan air,” jelasnya
Ia menambahkan, normalisasi saluran akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 dan diupayakan bisa segera dimulai dalam waktu dekat. Dia juga mengimbau masyarakat agar menggiatkan kembali gerakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan serta tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai, karena hal tersebut memperparah banjir.
“Kami mohon kerja sama masyarakat, terutama soal sampah. Jangan dibuang ke saluran atau sungai. Jika ada sampah, kumpulkan di satu tempat dan koordinasikan dengan lurah atau camat agar bisa segera diangkut,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Perumahan Nuansa Mekarsari 1, Andri Suseno mengatakan banjir di wilayahnya hampir terjadi setiap tahun dan sangat berdampak pada kehidupan warga.
“Di lingkungan RW 06, banjir seperti ini hampir setiap tahun terjadi. Warga kami sebagian besar ekonominya menengah ke bawah, sehingga setiap banjir menimbulkan kerugian besar, terutama peralatan rumah tangga. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Bupati yang langsung turun dan memberikan solusi,” ungkapnya.
Pihaknya berharap upaya normalisasi dan penanganan yang direncanakan pemerintah daerah dapat menjadi solusi permanen agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.
Kepala Bidang SDA pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Rijal, menjelaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah teknis untuk penanganan lebih lanjut.
“Langkah teknis yang kami ambil adalah melakukan normalisasi saluran pembuangan di Perumahan Nuansa Mekarsari yang mengarah ke Sungai Cilongok dan Sungai Cirarab. Selain itu, akan dilakukan peninggian jembatan serta pembangunan sistem pompanisasi,” jelas Rijal.
Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi direncanakan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2026.
“Kami upayakan pertengahan Januari ini normalisasi sudah mulai dikerjakan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Sabtu, (3/1/26).
Upacara tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal Rasyid bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengatakan bahwa peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. HAB ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh aparatur, khususnya jajaran Kementerian Agama, untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan menguatkan kembali pentingnya kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa.
“Peringatan Hari Amal Bakti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas utama Kementerian Agama adalah menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Kerukunan inilah yang menjadi modal sosial terbesar dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan pembangunan daerah dan nasional,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam rangka menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan religius.
“Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama, baik dalam penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, maupun dalam menjaga kondusivitas dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dengan seluruh jajatan Kemanag Kab. Tangerang, khususnya dalam bidang pembangunan keagamaan dan keharmonisan antar umat beragama
"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag Kabupaten Tangerang atas kerjasama dan kolaborasinya dalam pembangunan keagamaan dan keharmonisan di Kabupaten Tangerang," ucapnya
Upacara peringatan HAB ke-80 berlangsung khidmat dan tertib, ditandai dengan pemotongan tumpeng. Peringatan HAB ke-80 tingkat Kab. Tangerang juga digelar aksi sosial donor darah sebagai wujud rasa syukur serta harapan agar semangat pengabdian Kementerian Agama terus menjadi cahaya dan inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Gedung Serbaguna (GSG) warga RW 12 Perumahan Sudirman, Desa Pasirnangka Kec. Tigaraksa, Sabtu (03/01/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa GSG warga RW 12 Perum Sudirman bukanlah sebagai sebuah bangunan fisik yang kokoh, melainkan juga merupakan sebuah simbol kebersamaan, gotong royong dan kemandirian.
"Gedung Serbaguna ini bukan sekedar bangunan fisik, melainkan simbol kebersamaan, gotong royong, dan kemandirian masyarakat, khususnya warga RW 12 Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa," ujar Wabup Intan
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendorong pemanfaatan fasilitas umum dan sosial secara optimal, tertib, dan berkelanjutan. Dengan diresmikannya GSG tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, berbudaya, dan sejahtera, melalui pembangunan yang merata hingga ke tingkat lingkungan dan komunitas warga.
"Saya berharap GSG RW 12 ini dapat menjadi pusat berbagai kegiatan positif, mulai dari kegiatan sosial, keagamaan, senam, bulutangkis, pendidikan, pembinaan kepemudaan, hingga musyawarah warga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di lingkungan," tandasnya
Pihaknya juga mengajak seluruh warga RW 012 untuk menjaga, merawat, dan menggunakan GSG yang sudah dibangun tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab, agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.
"Selamat dan sukses atas diresmikannya Gedung Serbaguna RW 12 Perumahan Sudirman Indah. Semoga keberadaan gedung ini membawa manfaat besar, mempererat silaturahmi, serta menjadi wadah lahirnya berbagai kegiatan yang membawa kebaikan bagi seluruh warga," pungkasnya
Ketua RW 12, mewakili warga, Enjan Jaelani mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemkab Tangerang dan dukungan anggota DPRD yang telah merealisasikan pembangunan GSG warga yang telah lama diidam-idamkan.
"Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati, yang telah bersedia hadir dan meresmikan langsung GSG ini. Terima kasih kepada pemerintah kabupaten, kecamatan dan anggota DPRD yang telah merealisasikan GSG ini," ucapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Dalam waktu relatif singkat, personel gabungan Polresta Tangerang dan Polsek Tigaraksa berhasil mengungkap misteri penemuan mayat pria berinisial AA (19) di pinggir jalan di Desa Jantungeun, Desa Mekar Sari, Kecamatan Jambe, Sabtu (27/12/2025).
Polisi menangkap seorang pria berinisial AM (23), warga Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe selang dua hari setelah penemuan mayat atau Senin (29/12/2025).
"Tersangka nekat melakukan aksi itu karena sakit hati ditagih utang Rp1,4 juta oleh korban," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, saat konferensi pers, Jumat (2/1/2026).
Kata Indra Waspada, berdasarkan keterangan tersangka, korban juga mengancam akan melapor ke polisi apabila utang tidak dibayar. Karena hal itu tersangka kemudian gelap mata dan diduga merencanakan aksi pembunuhan itu.
Indra Waspada kemudian menjelaskan kronologis peristiwa itu. Awalnya tersangka berpura-pura mengajak korban ke rumah kerabat untuk mengambil uang. Keduanya berangkat menggunakan motor dengan posisi, korban yang mengendarai. Sedangkan tersangka dibonceng.
Saat berada di lokasi penemuan mayat, tersangka meminta korban berhenti dengan alasan hendak buang air kecil. Tersangka juga meminta agar korban mematikan motor.
"Saat korban lengah, tersangka menyerang korban dengan pisau yang telah disiapkan hingga korban akhirnya meninggal dunia," ujar Indra Waspada.
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, tersangka berupaya menyembunyikan jasad korban di semak rerumputan. Tersangka juga sempat memotong rumput dan ranting-ranting untuk menutupi jasad korban.
Setelah itu, tersangka mengambil barang-barang milik korban yakni dua unit ponsel, uang tunai Rp3,4 juta, dan sepeda motor. Kemudian, tersangka meninggalkan lokasi tersebut.
Tersangka juga berusaha menghilangkan barang bukti. Motor korban dibuang tersangka dengan cara diceburkan ke danau yang berada di kawasan Puspemkab Tangerang. Setelah itu, tersangka kembali ke rumahnya untuk mengemas pakaian. Kepada keluarga, tersangka pamit selama sebulan dengan alasan hendak menuntut ilmu agama.
"Tersangka kemudian bergerak ke daerah Serang. Di sana tersangka mengontrak tempat tinggal dengan membayar menggunakan uang korban," kata Indra Waspada.
Tersangka juga membuang salah satu ponsel korban ke aliran sungai di daerah Serang. Sementara ponsel korban satunya, dijual tersangka ke salah satu konter di daerah Serang. Penjaga konter seorang pria berinisial I (23) juga diamankan dengan tuduhan menjadi penadah.
Tak selang lama, tersangka dihubungi keluarganya yang memberi informasi bahwa ada beberapa petugas polisi yang mencari keberadaannya. Pada komunikasi dengan keluarga itu, ibu tersangka menanyakan kejelasan apakah tersangka terlibat atau tidak. Hal itu yang membuat tersangka memutuskan pulang menggunakan kereta api dari Stasiun Rangkasbitung turun di Stasiun Daru.
"Sesaat setelah tiba di rumahnya, kami berhasil menangkap tersangka tanpa perlawanan," ujar Indra Waspada.
Atas perbuatannya, tersangka AM dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP juncto Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.
Sementara terhadap terduga penadah, penyidik akan menerapkan pasal 480 KUHP, setelah proses pemeriksaan selesai. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Dalam memudahkan pelayanan ke masyarakat Kecamatan Kelapa Dua melakukan soft launching inovasi pelayanan publik bertajuk Pedas Dikit (Pelayanan Dasar Digitalisasi Kecamatan Kelapa Dua Terintegrasi). Platform layanan digital ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) secara lebih cepat, efisien, dan transparan.
Diketahui Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang. Wilayah ini terdiri dari 5 Kelurahan dan 1 Desa dikenal sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berkembang pesat dengan karakter masyarakat yang heterogen, terdiri dari pekerja sektor industri, jasa, perdagangan, serta masyarakat perumahan dan permukiman padat penduduk.
Dalam penyampaiannya Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat menjelaskan dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif dan keluarga muda, kebutuhan akan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah menjadi sangat penting. Aktivitas masyarakat Kelapa Dua yang dinamis, mobilitas tinggi, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital seperti ponsel pintar dan aplikasi daring menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi Pedas Dikit.
"Pedas Dikit dirancang sebagai layanan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengurangi antrean, serta meminimalkan waktu dan biaya pelayanan. Namun tanpa menghilangkan eksistensi aplikasi SIAK, Krn aplikasi PEDAS DIKIT merupakan pendukung" Ungkapnya, Selasa (30/12/25).
Menurutnya Inovasi ini sebagai fungsi kecamatan dalam garda terdepan dalam pekayanan dasar di masyarakat. Pihaknya berharap nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kecamatan.
Sementara itu Sekretaris Camat Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman Sebagai Penggagas/inisiator menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen kecamatan dan menjadi implementasi program unggulan PRIMA dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Bismillah semoga inovasi Pedas Dikit yang akan kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kelapa Dua yang menginginkan pelayanan administrasi yang praktis, cepat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital terintegrasi ini, kami menghadirkan 15 layanan terverifikasi, berharap masyarakat tidak lagi terbebani oleh proses yang panjang dan berulang,” ujar DCB.
Ia juga menambahkan bahwa soft launching ini menjadi tahap awal untuk penyempurnaan layanan berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu jam operasional aplikasi ini baru bisa di pergunakan jam 11.00 WIB s.d jam 13.00 WIB serta masyarakat bisa mendownload di App Store.
“Kami membuka ruang evaluasi dan masukan dari warga agar ke depan Pedas Dikit benar-benar menjadi layanan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelapa Dua,” tambahnya.
Salah satu warga kecamatan kelapa Dua, Eva juga berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan untuk layanan administrasi lainnya.
“Semoga ke depan layanan digital seperti ini bisa diperluas, karena sangat membantu masyarakat yang aktivitasnya padat,” ujarnya.
Melalui inovasi Pedas Dikit, Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Diharapkan inovasi ini mampu menjadi contoh pelayanan administrasi kependudukan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Kabupaten Tangerang menutup akhir 2025 dengan cara yang berbeda. Dalam mewarnai malam pergantian tahun, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan doa bersama dan galang donasi sebagai bentuk kepedulian untuk masyarakat Sumatra yang tengah tertimpa bencana di Taman Baca Baleraja (Kolong Fly Over Balaraja), Rabu (31/12/25).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan, malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 hendaknya dijadikan momentum empati. Di Kecamatan Balaraja, masyarakat berkumpul secara sederhana, menikmati hiburan musik tanpa hingar-bingar, sembari memanjatkan doa untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, hingga Sumatra Utara.
“Ini menjadi simbol bahwa kita, khususnya Kabupaten Tangerang dan Balaraja, berempati terhadap keluarga kita di Sumatra. Kita hadir bukan untuk berpesta, tapi untuk peduli,” tutur Bupati Maesyal di lokasi.
Yang tak kalah mencuri perhatian, perayaan tahun baru di Balaraja berlangsung tanpa petasan dan kembang api. Kesepakatan itu disebut sebagai bagian dari empati kepada korban bencana, sekaligus wujud perayaan yang lebih bermakna.
“Tidak ada petasan, tidak ada kembang api. Ini bagian dari empati kita kepada saudara-saudara di Sumatra,” imbuhnya
Menurutnya, kegiatan kumpul bersama sejak siang hingga malam bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk solidaritas nyata. Doa dipanjatkan agar para korban diberi ketabahan, segera pulih, dan mampu bangkit kembali. Empati itu tak berhenti pada kata-kata, namun juga aksi nyata penggalangan dana masyarakat Balaraja.
"Jadi kita hadir di sini ikut serta berpartisipasi, peduli, dan mengumpulkan menggalang dana," ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati Maesyal mengungkapkan Pemkab Tangerang telah dua tahap mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak di Sumatra. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,7 miliar, terdiri dari Rp1,5 miliar hasil penghimpunan ASN, PKK, dan kepala desa se-Kabupaten Tangerang, serta Rp1,2 miliar dari APBD.
Bantuan tahap awal disalurkan melalui PMI Pusat dan diterima langsung oleh Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla. “Ini uang masyarakat Kabupaten Tangerang, hanya dihimpun melalui pemerintah daerah. Kami mengucapkan terima kasih atas empati warga yang luar biasa,” kata dia.
Menjelang detik-detik pergantian tahun, Bupati Tangerang berharap tahun 2026 membawa kesehatan, kemajuan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Pihaknya juga mengajak warga menjadikan solidaritas dan kepedulian sebagai semangat bersama dalam menatap tahun baru.
“Selamat tahun baru, selamat Natal. Semoga masyarakat Kabupaten Tangerang selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT,” tutupnya. (Red)