Wabup Intan Resmikan Swaka GSG Cisoka

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Swaka Gedung Serbaguna (GSG) yang berlokasi di Jalan Raya Cisoka-Cangkudu, Rabu (09/09/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas selesai dan dibukanya Swaka GSG Cisoka yang berlokasi di kawasan strategis tersebut

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Swaka Gedung Serba Guna di kawasan strategis Jalan Raya Cisoka Cangkudu ini," ujar Wabup Intan.

Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur, kawasan permukiman maupun sektor ekonomi. Pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap sarana pendukung yang memadai.

Menurutnya, Swaka Gedung Serbaguna tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat pertemuan yang lebih representatif seperti: pernikahan, seminar, kegiatan bisnis, kebudayaan, sosial, keagamaan, hingga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

“Gedung ini sangat diperlukan karena lokasinya cukup strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kecamatan di wilayah sekitar. Mudah-mudahan keberadaan fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung keterlibatan sektor swasta dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang bermanfaat. Dia menyebut keberadaan Swaka GSG tersebut merupakan bagian investasi yang akan memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian lokal.

"Kehadiran tempat ini akan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM lokal seperti jasa katering, dekorasi, hingga dokumentasi. Di samping itu, operasional gedung ini juga turut menyerap tenaga kerja dari warga sekitar serta meningkatkan kualifikasi sarana publik di kawasan ini," imbuhnya.

Wabup Intan juga memberikan apresiasi karena pengelola GSG telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Ia berharap pola pemberdayaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investasi dan fasilitas baru di daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga setempat.

“Tadi saya sempat bertanya kepada pengelola, apakah warga sekitar dilibatkan untuk bekerja. Alhamdulillah, hampir semuanya merupakan warga sekitar. Ini sangat baik, karena selain membangun fasilitas, keberadaannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Wabup Intan berpesan kepada pihak pengelola agar Swaka Gedung Serbaguna dapat dirawat dan dikelola secara profesional. Aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung harus senantiasa menjadi prioritas dan perhatian utama, selain hubungan yang harmonis bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Semoga gedung ini terus berkembang, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang secara luas,” harapnya.

Menutup sambutannya, dia juga mendoakan agar keberadaan Swaka Gedung Serbaguna terus maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Ajak FSP-RTMM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menerima perserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin Kel. Binong Kec. Curug, Rabu (09/09/26)

"Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rayid

senantiasa berkolaborasi 3 komponen tripartit terus juga komunikasi yang bagus dan juga tidak terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak senang dengan Kabupaten Tangerang saya kira ini menjadi bekal bagus untuk kemajuan kita semua.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kab. Tangerang yang mencapai 5,67% tersebut tidak lepas dari kondisi hubungan Tripartit yang kondusif dan harmonis. Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perekonomian terus berjalan dan aktivitas usaha masyarakat juga terakomodir

"Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir," jelasnya.

Bupati Maesyal pun mengapresiasi Diklat tersebut yang diharapkan dapat menambah motivasi, wawasan maupun ilmu pengetahuan, khususnya dari sisi advokasinya tentunya terkait dengan ketenagakerjaan. Pemerintah akan terus mendukung upaya bersama antara pengusaha dan serikat pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan

"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan yang diharapkan bisa semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja dengan serikatnya," pungkasnya

Sementara itu, Ketua panitia Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM), Satriyo Utomo mengatakan Diklat yang diikuti oleh 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten tersebut bertema "Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat pPekerja yang Berintegritas dan Bermartabat. Diklat tersebut bukan hanya sekedar kegiatan untuk memenuhi agenda organisasi, namun merupakan bagian dari investasi perjuangan organisasi.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota," ujarnya.

Pihaknya berharap diklat tersebut mampu menjadikan organisasi yang lebih kuat lebih solid lebih profesional dan lebih bermanfaat bagi anggota. (Red)

Rp2,65 Miliar Digelontorkan Pemkab Tangerang, Bupati Tangerang: Perkuat Bantuan untuk Yatim dan Janda Pelaku Usaha

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara simbolis menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi anak yatim serta bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga (Janda) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang menggelontorkan bantuan sekitar Rp2,65 miliar kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan janda kepala keluarga.

"Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengatakan BST diberikan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya, dengan nilai bantuan masing-masing Rp1 juta.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya

Selain BST, Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 430 penerima manfaat dengan nilai Rp5 juta perorang. Bantuan tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil, seperti berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman dan usaha kecil lainnya

“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.

Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan kepada kelompok lanjut usia sebanyak 1.200 orang dengan nilai Rp1 juta per penerima atau total Rp1,2 miliar.

Menurutnya, bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 5. Ia berharap bantuan produktif tersebut dapat meningkatkan kondisi ekonomi penerima sehingga secara bertahap dapat keluar dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan melakukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.

“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Pemkab Tangerang Luncurkan Beasiswa Madrasah Gemilang, Bupati Maesal Minta Guru Tingkatkan Mutu Pendidikan

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Madrasah Gemilang. Acara peluncuran yang menjadi angin segar bagi dunia pendidikan keagamaan ini digelar dengan khidmat di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, pada Selasa (08/09/2026).

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, jajaran pejabat struktural Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Tangerang, para tokoh agama, kepala madrasah serta 40 guru yang menjadi peserta penerima beasiswa.

Bupati Tangerang, Moch. Maesal Rasyid, dalam sambutannya memaparkan bahwa peluncuran beasiswa ini merupakan wujud nyata intervensi dan dukungan penuh Pemerintah Daerah. Upaya kolaboratif ini dilakukan secara konsisten untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya melalui penguatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

"Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Sumber dananya ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diberikan hibah kepada Kementerian Agama. Inovasinya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam, dan guru RA melalui kuliah gratis, sehingga insyaallah anak-anak kita akan semakin cerdas dan menjadi SDM unggulan," ungkap Bupati Maesal Rasyid.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan rincian teknis terkait sasaran utama penerima program beasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan ikhtiar nyata Pemerintah Daerah bersama Kementerian Agama sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi.

"Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier. Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan," ujar Bupati Maesal.

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, mewakili Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan hangat dari jajaran Pemkab Tangerang beserta seluruh tamu undangan yang hadir, sekaligus mengapresiasi antusiasme para guru yang terus berjuang di dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Helmi Halimatul Udhmah membagikan poin arahan strategis dari kementerian terkait urgensi peluncuran beasiswa pendidikan ini.

"Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan," tegas Hj. Helmi Halimatul Udhmah.

Peluncuran program ini membawa napas lega dan kebahagiaan tersendiri bagi para penerima manfaat, salah satunya adalah Neneng Rostiani, guru di MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari. Bagi Neneng, kesempatan ini sangat istimewa karena ia akan merasakan bangku kuliah untuk pertama kalinya dan tengah bersiap mengikuti masa orientasi (Ospek) pada tanggal 26 mendatang.

"Perasaan saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata. Melalui program Beasiswa Madrasah Gemilang ini, saya mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Semoga pemerintahan Kabupaten Tangerang semakin maju, jaya, gemilang dan bisa terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen bahwa Program Beasiswa Madrasah Gemilang merupakan wujud nyata kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ke depan, Pemkab Tangerang akan terus mempertahankan dan meningkatkan program-program strategis serupa. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta didik di Kabupaten Tangerang mendapatkan pendidikan dari tenaga pengajar yang kompeten, profesional, dan memiliki dedikasi tinggi. (Red)

Pemkab Tangerang Perluas Jaminan Sosial Sektor Konstruksi dan Pekerja Rentan

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di wilayahnya. Hal tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dan Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sektor Jasa Konstruksi APBD Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Puspemkab Tangerang, Selasa (08/09/26).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, serta turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Muhyidin, Assisten Daerah II, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tangerang, direktur RSUD, serta kepala UPT Puskesmas.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Tangerang, Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik, melainkan juga harus menyasar perlindungan bagi tenaga kerja yang berada di balik pembangunan tersebut.

“Pembangunan daerah terwujud berkat kerja keras dan keringat para pekerja. Oleh karena itu, perlindungan jaminan sosial adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mempercepat capaian Universal Coverage Jamsostek agar seluruh pekerja, khususnya pekerja rentan, terlindungi oleh negara,” ujar Sekda Soma.

Sekda Soma menekankan bahwa Pemkab Tangerang telah mengalokasikan program perlindungan bagi 500 ribu pekerja rentan sebuah capaian besar yang setara dengan tingkat provinsi. Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga mengalokasikan anggaran kesehatan sekitar Rp400 miliar guna memastikan seluruh warga terlayani di 4 RSUD dan 44 Puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sekda Soma juga menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga direktur rumah sakit untuk memastikan setiap proyek pekerjaan daerah termasuk Pengadaan Langsung (PL) mewajibkan para penyedia jasa (vendor) mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa cakupan kepesertaan Jamsostek di Kabupaten Tangerang saat ini telah mencapai 1.063.189 pekerja dari total potensi 1.548.000 pekerja, atau sekitar 68,68 persen.

Untuk mengejar target UCJ sebesar 80 persen, Pemkab Tangerang bersama BPJS Ketenagakerjaan fokus menutup gap sekitar 485.395 pekerja yang belum terlindungi, salah satunya melalui penegakan kepatuhan pada sektor jasa konstruksi yang bersumber dari APBD.

"Dari potensi 80.157 pekerja jasa konstruksi APBD di Kabupaten Tangerang, saat ini baru 4.067 pekerja yang terdaftar. Melalui Sosialisasi dan pengeluaran Surat Edaran (SE) Bupati Tangerang Tahun 2026 ini, kami menegaskan bahwa kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan menjadi checklist wajib dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah," tegas Kadisnaker Rudi.

Kadisnaker Rudi juga mengapresiasi Kecamatan Curug yang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kepatuhan perlindungan pekerja jasa konstruksi APBD tertinggi saat ini. Selain itu, guna mempercepat cakupan kepesertaan, Pemkab Tangerang tengah mematangkan skema inovasi program "1 ASN Melindungi 1 Pekerja Rentan" yang digagas oleh Bupati Tangerang.

Adapun sosialisasi ini merujuk pada regulasi landasan hukum kepatuhan, antara lain:

1. Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015

2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2021

3. Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021

4. Surat Edaran Mendagri No. 400.5.7/5215/SJ

5. Surat Edaran Bupati Tangerang Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, mengapresiasi langkah progresif Pemkab Tangerang yang menjadi contoh nasional dalam perlindungan pekerja rentan.

"Langkah Pemkab Tangerang melindungi 500 ribu pekerja rentan adalah best practice secara nasional. Melalui kolaborasi dan terbitnya SE Bupati ini, kita bersama-sama menyasar para buruh harian dan pekerja konstruksi, baik pada proyek APBD, APBN, maupun sektor swasta," jelas Muhyidin.

Muhyidin menjelaskan, pekerja sektor jasa konstruksi dilindungi dalam dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Jika terjadi risiko kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh (unlimited) sampai sembuh di RSUD maupun rumah sakit swasta yang bekerja sama, lengkap dengan layanan ambulans. Penyedia jasa atau vendor tidak perlu lagi mengeluar dana mandiri. Apabila terjadi risiko kematian, hak-hak ahli waris juga dipastikan diterima dengan cepat dan tepat," pungkasnya.

Dengan sinergi antara Pemkab Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengawasan ketat dari BPKAD, UKPBJ, dan Inspektorat, diharapkan target percepatan Universal Coverage Jamsostek dapat tercapai demi mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Pemkab Tangerang Tuntaskan Program Aspontren dan Sanitren 3 Tahun Ke Depan

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menuntaskan program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi berbasis Pesantren (Sanitren) kepada 1.100 penerima manfaat selama 3 tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (08/09/26)

"Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program Sanitasi Pondok Pesantren dan juga program Asrama Pondok Pesantren. Jadi nanti untuk tahun 2027 ditambah lagi, saya ingin 3 tahun ke depan itu tuntas semuanya atau jangan terlalu banyak sisanya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, dia menyebut sekitar 75 pondok pesantren telah mendapatkan bantuan program Aspontren pada tahun 2025. Tahun 2026, penerima bantuan program Aspontren tersebut naik menjadi 150 penerima manfaat.

Menurut dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang terus berusaha dan tidak pernah berhenti untuk melaksanakan pembangunan, khususnya terkait dengan pembangunan sarana pondok pesantren baik asramanya maupun sanitasinya agar lebih aman, nyaman dan sehat serta mampu mendorong peningkatan usaha para santri secara mandiri .

"Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu. Insyaallah mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100," ujarnya.

Lanjut dia, bantuan program Aspontren dan Sanitren merupakan bagian dari pembangunan dan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pondok pesantren dan sumber daya manusia, khususnya para santri agar para santri ini bisa lebih semangat belajar, mandiri dan mampu memberikan kontribusinya kepada keluarga, masyarakat, umat dan bangsa.

"Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan Sanitren ini penting sekali kita perbaiki, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustadz, para ustadzah yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Dia juga menyampaikan pesan kepada para kiai, pimpinan dan pengurus pondok pesantren untuk terus meningkatkan pembinaan kepada umat dan para santri agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas mulia para kiai, ustadz dan ustadzah.

"Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren untuk terus membina umat dan santrinya, supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya. Santri itu adalah pimpinan kita yang akan datang, khususnya dalam membimbing, membina umat serta melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas para kiai, ustadz dan para ustadzah," imbaunya. (Red)

Buka Kongres, Bupati Tangerang Dorong DPK-IKAPTK Terus Kuatkan Sinergi Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maeysal Rasyid membuka kongres Dewan Pengurus Kabupaten Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK-IKAPTK) Kab. Tangerang yang dilaksanakan di Hotel Vega Gading Serpong Kec. Kelapa Dua, Minggu (06/09/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mendorong IKAPTK Kab. Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah dapat terus menguatkan sinergi dan kolaborasi menjadi motor penggerak pembangunan daerah

"Saya mohon IKAPTK Kabupaten Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah bisa terus menguatkan sinergi dan kolaborasi jadi motor penggerak pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap semua pengurus seserta anggota IKAPTK Kab. Tangerang bisa bersama-sama menguatkan komitmen agar pelaksanaan kongres berjalan tertib dan lancar.

"Saya berharap kongres ini bisa dilaksanakan secara tertib dan lancar. Terserah nanti kepengurusannya mau secara aklamasi atau melalui pemilihan mekanisme yang berlaku," harapnya

Dia juga menghimbau kepada seluruh peserta kongres IKAPTK Kab. Tangerang mengikuti seluruh rangkaian kongres dan mentaati segala keputusan yang telah ditetapkan.

"Siapapun nanti yang terpilih, itulah kepercayaan kita semua. Syukur-syukur paling senior supaya menjadi panutan, suri teladan dan aktif. Kalau yang muda terpilih yang senior harus membimbing," tegasnya

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan kepada ketua dan pengurus yang terpilih nantinya agar bekerja dengan baik dan bertangung jawab, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta terus memperkuat jaringan

"Saya mohon kepada teman-teman yang sudah dipercaya, bekerjalah sesuai kapasitas dan kedudukan yang ada. Bekerjalah dengan baik dan bertanggung jawab. Kedua bangun komunikasi dan bisa berkolaborasi dengan organisasi yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya

Sementara itu, Pembina IKAPTK Kab Tangerang, Soma Atmaja mengatakan bahwa agenda kongres tersebut, salah satunya adalah memilih ketua dan pengurus DPK-IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031.

"Mudah-mudahan akan terpilih Ketua IKAPTK yang baru periode 2026 2031. Siapapun yang terpilih nanti harus menjadi perekat kita bersama untuk membawa organisasi ini lebih baik lagi, buat organisasi, negara bangsa dan Kabupaten Tangerang," ujar Soma

Pada kongres tersebut akhirnya memilih Supriadi yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan sebagai ketua DPK IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031. (Red)

Bupati Imbau Warga Gunakan Masker Antispasi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ia mengungkapkan, sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Minggu (6/9/26).

“Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata itu banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.

“Oleh karenanya, pada momentum hari ini, kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur,” tuturnya.

Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik," pungkasnya. (Red)

Hadiri Milad Ke-3 SIT Al-A’raf, Bupati Tangerang Dorong Penguatan Pendidikan Karakter dan Akhlak Generasi Muda

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Milad ke-3 Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-A’raf, di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (6/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Untuk itu, lembaga pendidikan tidak hanya dituntut memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai agama, akhlak, karakter, kedisiplinan dan kepedulian sosial kepada peserta didik.

“Kita ingin anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, mandiri, kreatif dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama, moral dan budaya yang baik,” katanya.

Dalam sambutannya Bupati Maesyal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, yayasan, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, dia menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengapresiasi atas kontribusi SIT Al A’raf dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Tangerang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan selamat Milad Sekolah Islam Terpadu Al A’raf yang ke-3. Semoga momentum ini menjadi bagian penting untuk melakukan evaluasi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Ia memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik atas dedikasi dan dukungan mereka dalam membentuk karakter anak-anak. Selain itu, dia juga berharap para orang tua terus memberikan pendampingan, keteladanan dan perhatian kepada anak, karena pendidikan utama dimulai dari lingkungan keluarga.

Bupati juga berpesan agar terus belajar, rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru serta aktif dalam berbagai kegiatan positif.

“Jadilah generasi yang memiliki cita-cita besar. Gunakan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” pesannya.

Ia berharap peringatan Milad ke-3 SIT Al A’raf tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi penerus Kabupaten Tangerang yang cerdas, sehat, berakhlak dan berdaya saing.

“Semoga Sekolah Islam Terpadu Al A’raf semakin maju, berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Bupati Cup U-17 Resmi Dibuka, Bupati Tangerang Targetkan Talenta Lokal Tembus Persita Hingga Tim Nasional

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka secara resmi Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Cup U-17 Tahun 2026 di Stadion Mini Kecamatan Pagedangan, Sabtu (5/9/26).

Turnamen tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan sepak bola secara berjenjang sekaligus wadah bagi para pemain muda lokal untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Piala Bupati Cup U-17 harus menjadi momentum untuk mencetak pemain asli Kabupaten Tangerang yang nantinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

"Kalau ini terus dijalankan, ingat ucapan saya, pemain U-17 ini minimal ada yang menjadi pemain Persita atau bermain di Liga 1. Maksimalnya, mudah-mudahan bisa menjadi pemain nasional," tegasnya.

Ia mengatakan Piala Bupati Cup U-17 tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda Kabupaten Tangerang.

"Saya titip pertandingan ini kepada Ketua PSSI dan panitia, betul-betul prosesnya adalah pembinaan. Tujuannya supaya nanti ada tim U-17 khusus untuk Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Tangerang sebelumnya juga telah menggelar berbagai kompetisi olahraga usia dini dan usia muda, termasuk Bupati Cup U-13 dan U-15. Kegiatan tersebut nantinya juga akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai cabang olahraga lainnya

"Kita juga akan menggelar pembinaan berjenjang untuk cabang olahraga lainnya. Karena dengan olahraga kita semua bisa mendapatkan prestasi. Dengan olahraga juga kondisi kesehatan kita bisa terjaga," katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari wasit, hakim garis, panitia, pelatih hingga camat untuk menjaga sportivitas dan netralitas selama pertandingan berlangsung.

"Wasit harus netral, hakim garis netral, panitia netral. Karena tujuan kita ada dua, yaitu pembinaan dan prestasi. Jangan sampai ada keributan atau hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Selain itu, Bupati Maesyal juga meminta para camat turut memberikan pembinaan kepada tim dari wilayah masing-masing, termasuk menjaga agar pertandingan berjalan tertib dan kondusif.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Tangerang H. Danil Ramdhani mengatakan, Piala Bupati Cup U-17 merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola Kabupaten Tangerang secara berjenjang dan berkelanjutan.

"Ini potensi pemain asli lokal Kabupaten Tangerang. Insyaallah tidak ada titipan, ini potensi lokal yang kita gandeng bersama Disdukcapil untuk menjadi juara," ungkap Danil.

Ia menjelaskan, seluruh peserta telah melalui proses screening dan verifikasi administrasi yang ketat. Dari 789 pemain yang didaftarkan, sebanyak 589 pemain dinyatakan lolos verifikasi, sementara sekitar 200 pemain tidak lolos administrasi.

"Ini kami lakukan agar tidak ada lagi persoalan pemain titipan, pemain dari luar wilayah yang tidak sesuai ketentuan ataupun manipulasi administrasi. Semua harus bertanding secara sportif dan berdasarkan aturan yang telah disepakati," jelasnya

Menurutnya, sebanyak 28 kecamatan turut ambil bagian dalam Piala Bupati Cup U-17 tahun ini. Kompetisi tersebut diharapkan benar-benar menjadi wadah untuk menemukan putra-putra terbaik dari masing-masing kecamatan.

"Juara yang lahir dari proses yang jujur akan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar trofi dan medali," tuturnya.

Turnamen Piala Bupati Cup U-17 2026 sendiri dilaksanakan di dua lapangan, yakni Stadion Mini Kecamatan Pagedangan dan Stadion Petal Sukadiri. (Red)

Page 10 of 317
Go to top