TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi melepas tujuh calon mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Tangerang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Pelepasan berlangsung di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (7/10/2026).
Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan putra-putri daerah dari keluarga kurang mampu yang terdata pada Desil 1 hingga Desil 5 dan merupakan lulusan tahun ini.
Bupati menegaskan, program ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan layak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Target mewujudkan Indonesia Emas adalah kebohongan jika tidak dibarengi jaminan akses pendidikan yang layak. Tujuan kami adalah memfasilitasi anak-anak agar tumbuh cerdas dan siap menjadi pemimpin masa depan secara nyata, bukan sekadar angan-angan," tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan SMK Jaya Buana dan DPRD Kabupaten Tangerang yang telah berkolaborasi membuka peluang pendidikan internasional ini. Bupati berpesan agar para mahasiswa fokus belajar, menjaga kesehatan, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
"Jangan risau soal biaya, fokus raih gelar dan bangun keterampilan. Sekembalinya ke tanah air, saya harap kalian bisa langsung bekerja dan menggerakkan sektor industri maju seperti kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang," pesannya.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Rapiudin Akbar, menyebut program ini bermula dari undangan SMK Jaya Buana untuk belajar ke Tiongkok yang kemudian mendapat respons dari pemerintah daerah.
"Kami tidak tinggal diam melihat peluang emas ini. Dukungan pendanaan ini menjadi kunci agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa berangkat mengejar mimpinya," jelasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan lembaga pendidikan ini menjadi terobosan dalam tata kelola pendidikan yang patut dipertahankan.
Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa, Rahmawati, asal Kampung Koper, Kresek, mengaku siap berangkat. Lulusan SMK Jaya Buana ini akan mengambil Program Studi Teknik Mesin di Liuzhou University, Tiongkok.
"Persiapan yang saya lakukan terutama kesiapan mental dan penguasaan bahasa. Harapan saya bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah serta membanggakan orang tua," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Talkshow Pendidikan Vokasi SMK Penerbangan Dirgantara yang mengambil tema “English for Careers, Government Policy Support for Vocational Excellence in Building Globally Competitive Youth in Tangerang”. Acara tersebut digelar di Gedung Amfitheater Heri Sudharmaji PPI Curug, Rabu (07/10/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil, kompeten, disiplin, dan siap memasuki dunia usaha maupun dunia industri. Namun demikian, lulusan SMK tidak hanya cukup dengan menguasai keterampilan teknis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, karakter yang kuat serta kemampuan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, terlebih bagi para siswa-siswi SMK Penerbangan Dirgantara yang dipersiapkan memasuki dunia penerbangan.
“Bagi anak-anak yang ingin berkarier di dunia penerbangan, kemampuan bahasa Inggris harus terus diasah. Selain keterampilan teknis, komunikasi, kedisiplinan, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting untuk meraih masa depan,” ujar Wabup Intan.
Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi generasi muda serta sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan dan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Pemerintah daerah dengan berbagai komponen berkomitmen menguatkan kolaborasi dalam rangka mencetak generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, mandiri dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun bangsa
“Kami, pemerintah daerah terus mendorong dan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia agar pendidikan vokasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industry, dunia usaha dan perkembangan zaman,” tandasnya
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus belajar, meningkatkan keterampilan sesuai bidang yang ditekuni, memperkuat kemampuan bahasa Inggris, serta membangun karakter dan kedisiplinan sejak dini.
“Teruslah belajar, bangun karakter dan kedisiplinan, serta beranilah bermimpi besar. Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan bagi keluarga, masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Wabup Intan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta didik untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja. Pemerintah Kabupaten Tangerang
Kepala SMK Penerbangan Dirgantara, Eva Sulastri mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan generasi muda Kabupaten Tangerang agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi para siswa untuk lebih memahami pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal memasuki dunia penerbangan dan membuka peluang karier di tingkat global,” ujar Eva
Kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh perwakilan dari Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Pembina Yayasan Dirgantara, Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Ketua Forum Komunikasi SMK Penerbangan Indonesia, Founder Golden English, native speaker dari Australia, para guru dan tenaga pendidik, serta para siswa SMK Penerbangan Dirgantara. (Red)
CIANJUR, lensatokus.id — Praktik peredaran obat keras golongan G jenis Tramadol yang diperjualbelikan secara bebas kembali meresahkan masyarakat. Aktivitas penjualan obat tanpa resep dokter ini terpantau marak di kawasan Jalan Raya Puncak, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (6/10/2026).
Temuan ini memicu tanda tanya besar di tengah publik mengenai efektivitas pengawasan serta penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal yang menyasar kawasan wisata dan permukiman padat penduduk tersebut.
Berdasarkan ketentuan medis dan perundang-undangan yang berlaku, Tramadol merupakan obat keras yang peredarannya wajib melalui resep serta pengawasan ketat tenaga medis resmi.
Penyalahgunaan obat ini secara bebas sangat berbahaya karena dapat memicu ketergantungan fisik maupun psikologis, serta berdampak langsung pada kesehatan mental dan keamanan sosial, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.
Masyarakat sekitar mengecam keras praktik penjualan bebas ini karena dinilai mencoreng citra kawasan Puncak dan berpotensi memicu peningkatan aksi kriminalitas akibat pengaruh obat-obatan terlarang.
Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran kepolisian setempat, tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan investigasi mendalam di lokasi yang dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun pernyataan klarifikasi dari pihak kepolisian atau instansi kesehatan berwenang di Kabupaten Cianjur. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan akurat sesuai kaidah jurnalistik.
TANGERANG, lensafokus.id — UPTD Puskesmas Cisoka terus memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui transformasi pelayanan kesehatan primer. Hal ini terlihat dari kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diselenggarakan di Posyandu Garuda, Desa Cempaka, pada Selasa (6/10/2026), dengan antusiasme warga yang sangat tinggi.
Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Cisoka, Indah Yuni, menjelaskan bahwa transformasi menjadi Posyandu ILP membuat cakupan pelayanan kesehatan kini jauh lebih luas. Jika sebelumnya posyandu identik hanya bagi bayi dan balita, kini layanan terbuka untuk seluruh siklus kehidupan manusia.
"Kami melayani bukan hanya bayi dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia sekolah, usia reproduktif sampai dengan lanjut usia. Jadi sudah semuanya terintegrasi di dalam posyandu," ujar Yuni.
Yuni memaparkan bahwa penerapan Posyandu ILP bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan kepada warga yang sedang sakit, melainkan juga kepada warga yang sehat guna pencegahan dini.
"Masyarakat yang datang diberikan edukasi dan juga skrining terhadap penyakit, sehingga kebutuhan masyarakat semua dapat terlayani. Jika ditemukan gejala atau risiko penyakit, maka masyarakat akan diarahkan datang ke Puskesmas Cisoka untuk segera penanganan lebih lanjut" tambahnya.
Hingga saat ini, pelayanan Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Cisoka secara bertahap telah diterapkan di berbagai desa lainnya. Meskipun belum mencapai 100%, perluasan ini terus berjalan seiring dengan proses pelatihan bagi para kader posyandu.
Ketua TP Posyandu Desa Cempaka, ibu Prihatini mengatakan, kehadiran layanan ILP menjadi perkembangan penting dalam pelayanan posyandu di wilayahnya. “Kebetulan di Garuda ini kita sudah ada Posyandu SPM dan ILP. Tentunya didukung penuh oleh Puskesmas Cisoka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pelayanan posyandu lebih banyak menyasar bayi, balita, dan ibu hamil. Kini, cakupan layanan diperluas sehingga masyarakat dari berbagai tahapan usia dapat memperoleh pelayanan dalam satu sistem yang lebih terintegrasi.
“Pelayanan posyandu yang sekarang meningkat dari posyandu yang tadinya hanya balita dan ibu hamil, sekarang sudah siklus kehidupan kita layani semuanya,” katanya.
Ia berharap pengembangan layanan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong lebih banyak warga Desa Cempaka datang ke posyandu.
Dampak layanan tersebut turut dirasakan masyarakat. Salah satu pengguna layanan, Ibu Ria, mengaku telah mendapatkan pendampingan sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan. “Alhamdulillah dari posyandu ini, dari hamil sampai melahirkan, selalu dilayani oleh Posyandu Garuda,” ungkapnya.
Menurut Ibu Ria, keberadaan posyandu membantu memastikan kesehatan anaknya dapat ditangani dengan baik tanpa membebani masyarakat dari sisi biaya. “Tidak lupa saya terima kasih dengan adanya posyandu, segala kesehatan anak saya ditangani dengan lancar. Alhamdulillah semua biaya pun gratis,” katanya.
Ia pun mengapresiasi pelayanan yang diterimanya dan berharap keberadaan Posyandu Garuda dapat terus berkembang. “Pokoknya Posyandu Garuda is the best. Terbaik buat desa, ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten, Dr. Menase Kadepa saat jajarannya melakukan kunjungan kerja dan diterima langsung Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng Kantor Bupati Tangerang, Selasa (06/10/26)
“Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang,” ujar Menase.
Menurutnya, keberagaman agama dan masyarakat di Kabupaten Tangerang selama ini dapat berjalan berdampingan dengan aman, damai dan tertib. Ia juga memastikan persoalan yang sebelumnya muncul telah ditangani pemerintah daerah dengan sangat baik dan bijak
“Saya hadir langsung di Tangerang bersama Bapak Bupati. Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Hari ini saya menerima laporan yang jelas, masalahnya sudah selesai,” ungkapnya.
Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Tangerang agar terus mempertahankan kondusifitas dan keamanan wilayah. Menurutnya, keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan kekuatan sekaligus sebuah cerminan Indonesia dalam skala kecil.
“Tangerang itu damai, aman dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang memang telah terjaga dengan baik. Bahkan, keberadaan tempat ibadah yang berdampingan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang telah menjadi hal yang biasa
“Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun dan saling bertoleransi,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menyebut Kabupaten Tangerang merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama sejak lama. Mereka hidup rukun berdampingan satu dengan yang lainnya
“Segala suku dan agama ada di Kabupaten Tangerang. Kita hidup rukun dan saling bertoleransi,” jelasnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan membiarkan setiap persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan secara berlarut-larut. Setiap persoalan yang terjadi senantiasa direspon cepat melalui komunikasi dan penyelesaian bersama Forkopimda serta unsur terkait lainnya
“Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama. Kita respons cepat agar persoalan tidak melebar dan tidak berkepanjangan,” tegasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang menertibkan sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum di sepanjang Jalan Raya M.H. Thamrin, kawasan Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026).
Penertiban dilakukan terhadap lapak-lapak yang berdiri dan beraktivitas di atas trotoar. Keberadaan lapak tersebut dinilai mengganggu fungsi fasilitas pejalan kaki sekaligus berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang Teguh Supriyanto mengatakan, penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum serta mengembalikan fungsi fasilitas publik.
“Kami telah menertibkan sejumlah lapak yang selama ini beraktivitas menyalahgunakan fasilitas umum, khususnya di sepanjang trotoar di Kebon Nanas. Dampak dari aktivitas ini cukup besar, tidak hanya menghilangkan fungsi trotoar, tetapi juga menyebabkan penumpukan kendaraan yang berdampak pada kelancaran lalu lintas,” ujar Teguh, Selasa (6/10/2026).
Menurut Teguh, operasi penertiban tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat di Kota Tangerang.
Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan teguran kepada para pedagang agar tidak kembali menggunakan trotoar dan fasilitas umum untuk aktivitas berdagang.
“Tidak hanya ditertibkan, kami juga memberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya yang selama ini merugikan karena telah mengambil hak masyarakat dalam menggunakan trotoar sesuai dengan fungsinya,” pungkasnya.
TANGERANG, lensafokus.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan mengangkat tema “Penguatan Layanan Code Stroke, Layanan Jantung dan PONEK”, Selasa (6/10/2026), bertempat di Aula RSUD Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 170 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi jejaring pelayanan kesehatan, organisasi profesi, akademisi, unsur pemerintah, masyarakat, serta insan pers.
Forum Konsultasi Publik menjadi ruang strategis bagi RSUD Kabupaten Tangerang untuk memperoleh masukan, saran, serta membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan mutu dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui forum ini, RSUD Kabupaten Tangerang secara khusus mendorong penguatan tiga layanan prioritas, yaitu Code Stroke, layanan jantung, serta Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK). Penguatan layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons, ketepatan penanganan, kesinambungan pelayanan, serta keselamatan pasien, khususnya pada kondisi kegawatdaruratan medis.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Endang Widyastiwi, M.MKes., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh pihak.
“Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan jejaring, organisasi profesi, pemerintah, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. kami ingin mendengar secara langsung berbagai masukan dan kebutuhan di lapangan agar layanan yang kami kembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar dr. Endang.
Ia menambahkan, penguatan layanan kegawatdaruratan harus didukung dengan sistem pelayanan yang terintegrasi, sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai, serta jejaring rujukan yang berjalan secara efektif.
“Orientasi utama kami adalah keselamatan pasien. Karena itu, setiap proses penguatan layanan harus bermuara pada bagaimana pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, terintegrasi, dan berkualitas,” tambahnya.
Dalam layanan Code Stroke, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan penanganan pasien stroke. Sementara pada layanan jantung dan PONEK, kecepatan respons, kesiapan tenaga kesehatan, serta sistem rujukan yang terintegrasi juga menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan risiko komplikasi dan kematian.
Melalui FKP ini, RSUD Kabupaten Tangerang juga memperkuat komitmennya untuk terus membangun pelayanan publik yang transparan, responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Masukan dari berbagai unsur yang hadir diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam penyempurnaan kebijakan dan pengembangan pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang ke depan.
Dengan adanya sinergi seluruh pemangku kepentingan, RSUD Kabupaten Tangerang optimistis penguatan layanan Code Stroke, layanan jantung, dan PONEK dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. (Red)
Tangsel, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengikuti sekaligus melepas siswa Taman Kanak-Kanak pada kegiatan Tarbiyah Manasik Haji yang diinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Tangerang di Almahmudah Manasik Training Center (AMTC) Lubana Sengkol Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Selasa (06/10/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi upaya IGTKI Kab. Tangerang tersebut sebagai bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
"Saya sangat mengapresiasi IGTKI-PGRI Kabupaten Tangerang atas kegiatan ini yang tidak hanya mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembentukan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini," ujar Wabup Intan
Dia menandaskan kegiatan manasik haji bagi anak-anak TK tersebut mengajarkan langsung tentang bagaimana menjadi tamu Allah SWT yang baik, belajar mengenal rukun Islam, berdoa, bersabar, tertib, taat aturan, serta belajar menghormati dan menyayangi sesama serta membawa pesan moral dan spiritual lainnya
"Kegiatan ini membawa satu pesan bahwa menjadi anak yang baik juga merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Rajin berdoa, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta berkata dan berbuat baik harus menjadi kebiasaan sehari-hari," tandasnya
Menurut dia, pendidikan anak usia dini tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk akhlak, kemandirian, kedisiplinan, dan karakter anak melalui keteladanan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Saya berpesan kepada para guru dan orang tua, agar nilai-nilai yang diperkenalkan melalui kegiatan ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga apa yang dipelajari hari ini tertanam dalam hati dan menjadi bekal untuk mencintai ibadah serta mengenal makna menjadi tamu Allah SWT," pungkasnya
Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid yang turut hadir menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji bagi anak-anak TK akan memberikan kesan yang mendalam bagi setiap anak yang dapat menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesan mendalam bagi anak-anak melalui pengalaman langsung atau simulasi sehingga menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT," ungkapnya
Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kab. Tangerang, Lies Aan Rodiantini melaporkan bahwa Talbiyah Manasik Haji tersebut diikuti sekitar 8.132 anak-anak TK yang terbagi menjadi 3 gelombang
"Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 6-8 Oktober. Ada 16 kecamatan yang mengikuti kegiatan pada hari ini sampai hari Kamis," jelasnya
Pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, bunda PAUD, guru, orang tua serta semua pihak yang terlibat pada kegiatan tersebut
"Terima kasih bunda semuanya yang sudah hadir dalam rangka Talbiyah Manasik Haji Anak TK se-Kabupaten Tangerang. Kami sangat berbahagia dengan hadirnya Ibu atas support dan dukungan dari Bunda PAUD, Ibu Wabup, Ibu Ketua IGTKI Provinsi, ibu pengawas semuanya," ucapnya. (red)
ANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, turun langsung memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Parahu 2, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Selasa (6/10/26).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan optimal, higienis, serta sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Camat Sukamulya, serta Kepala Desa Parahu. Bupati dan jajaran melihat langsung seluruh tahapan operasional SPPG, mulai dari persiapan bahan makanan, proses pengolahan, standar kebersihan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, Pak Camat dan Pak Kepala Desa melihat secara langsung operasional SPPG di Desa Parahu. Alur-alurnya sudah dijelaskan dan sesuai dengan SOP. Sertifikat higienis dari Dinas Kesehatan juga sudah keluar,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal menyebut SPPG Parahu 2 saat ini melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, mulai dari balita, anak-anak sekolah jenjang TK, SD dan SMP, hingga ibu hamil. Proses distribusi menggunakan armada khusus dengan waktu tempuh maksimal sekitar 15 menit menuju titik penerima manfaat.
Makanan MBG didistribusikan menggunakan wadah ompreng yang kemudian ditarik kembali untuk dibersihkan dan digunakan kembali. Pengambilan wadah dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB setelah makanan selesai dikonsumsi.
Bupati Maesyal juga menilai kehadiran SPPG memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. SPPG Parahu 2 yang dikelola Ibu Laras tersebut mempekerjakan sebanyak 43 warga lokal.
“Dengan hadirnya SPPG ini, masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan bekerja. Ini menjadi roda perekonomian di tingkat desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang terjamin,” katanya.
Bupati berharap SPPG Parahu 2 dapat menjadi salah satu contoh bagi SPPG lainnya di Kabupaten Tangerang, terutama dalam hal menjaga kebersihan, kerapian alur kerja, ketepatan distribusi, serta membangun kolaborasi dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini terus berjalan dengan baik, makanannya bergizi, prosesnya higienis, distribusinya tepat waktu, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Salah seorang relawan SPPG Parahu, Indah fitriani mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG. Selain mendapatkan pekerjaan, penghasilan yang diterima cukup dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya
“Alhamdulillah, saya bisa bekerja di SPPG ini. Penghasilannya cukup lumayan dan sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Saya sangat bersyukur Bapak Presiden mempunyai program MBG ini, karena kami masyarakat yang sebelumnya tidak bekerja akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap,” ungkapnya.
Saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki sekitat 316 unit SPPG yang telah tersertifikasi. Dengan rata-rata penyerapan sekitar 40 tenaga kerja pada setiap unit, keberadaan SPPG diperkirakan telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 12.000 tenaga kerja lokal. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Cisoka menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) di Aula Masjid Jami' Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini kasus TBC di masyarakat untuk menekan angka penularan.
Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, mengatakan skrining TBC menjadi salah satu upaya penting dalam menemukan kasus secara lebih cepat, sehingga pengobatan dapat segera diberikan kepada warga yang dinyatakan positif.
“Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk lebih dari tiga minggu, badan terasa lemas, terjadi penurunan berat badan, serta menurunnya nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, warga yang memiliki gejala akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya melalui pemeriksaan dahak dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM). Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien akan mendapatkan obat antituberkulosis sesuai dengan tata laksana pengobatan.
“Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan dengan pengawasan minum obat. Kami juga melakukan monitoring melalui kunjungan rumah untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sampai tuntas,” katanya.
Selain pengobatan bagi pasien, Puskesmas Cisoka juga melakukan upaya pencegahan terhadap anggota keluarga maupun warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut di lingkungan sekitar.
drg. Reta menambahkan, pencegahan TBC juga perlu dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang baik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh. Masyarakat perlu memastikan rumah memiliki jamban sehat, sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, serta lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Ia mengatakan, Puskesmas Cisoka juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan lingkungan untuk melakukan pemantauan langsung ke rumah pasien. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal pasien memenuhi aspek kesehatan dan tidak menjadi lingkungan yang mendukung penyebaran bakteri TBC.
“Selama ini kami juga bekerja sama dengan petugas kesehatan lingkungan dan sering turun ke lapangan untuk memastikan rumah pasien dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Reta menjelaskan bahwa penemuan kasus TBC di wilayah Cisoka dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Namun, peningkatan tersebut tidak semata-mata menunjukkan bertambahnya penularan, melainkan juga karena semakin aktifnya kegiatan penemuan kasus melalui skrining dan active case finding (ACF).
“Kegiatan penemuan dan skrining TBC yang terintegrasi dengan PKG membuat kami lebih aktif turun langsung ke masyarakat. Dengan semakin banyak kasus baru yang ditemukan, diharapkan semakin banyak pula pasien yang mendapatkan pengobatan,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan penemuan kasus tersebut dapat diikuti dengan peningkatan angka keberhasilan pengobatan, sehingga kasus TBC di Kabupaten Tangerang secara bertahap dapat ditekan dan target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Tercatat, target penemuan kasus TBC di Kecamatan Cisoka tahun ini sebanyak 464 kasus. Hingga saat ini, Puskesmas Cisoka telah menemukan sebanyak 290 kasus TBC, sehingga upaya skrining dan penemuan kasus secara aktif terus dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga, Suparti, mengapresiasi kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Cisoka. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke puskesmas karena harus mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami semua. Kami para ibu ada yang tidak bisa naik motor dan ada juga yang repot dengan anak-anak, jadi sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan gratis ini. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya dan tidak perlu meninggalkan anak-anak,” ujarnya.
Suparti juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan berharap kegiatan pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat dapat terus dilaksanakan. Ia mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan juga membantu warga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh ke puskesmas.
“Alhamdulillah, tadi saya sudah diperiksa dan insyaallah diberikan obat serta vitamin. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah perhatian kepada warga. Semoga kegiatan seperti ini terus ada ke depannya karena sangat membantu kami, terutama para ibu yang banyak pekerjaan di rumah,” pungkasnya. (Red)