Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Maesyal Tegaskan Pancasila sebagai Benteng Persatuan Bangsa

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, pada Senin (01/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Bupati Tangerang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh abdi negara dan masyarakat untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan nasional dan mendukung tercapainya cita-cita bangsa.

Dalam suasana yang tertib dan penuh khidmat, para peserta upacara bersama-sama mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur demi mempertahankan kedaulatan Pancasila. Pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Naskah Ikrar turut menggaungkan kembali komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengajak seluruh jajaran ASN dan elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan sebagai pedoman moral dalam memberikan pelayanan publik yang berintegritas, berkeadilan, dan berdampak positif bagi kemajuan Kabupaten Tangerang. (Red)

Lantik Tujuh ASN, Bupati Tangerang Tekankan Kinerja dan Tanggung Jawab

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah/janji tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang bertempat di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (30/9/2026).

Pelantikan tersebut terdiri dari pengangkatan CPNS menjadi PNS dari lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) formasi Tahun Anggaran 2025 dan pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah dilantik. Ia meminta para ASN yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik, jujur, terus berinovasi, serta meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Selamat kepada seluruh ASN yang telah dilantik. Saya berharap saudara-saudara yang baru saja dilantik dan diangkat menjadi PNS supaya terus berbuat baik, terus juga berinovasi, berkinerja baik dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Maesyal.

Adapun tujuh orang ASN yang dilantik terdiri dari tiga orang lulusan IPDN yang diangkat dari CPNS menjadi PNS. Sementara empat orang lainnya merupakan PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional.

Bupati Maesyal mengingatkan agar para ASN memahami tugas dan tanggung jawab sesuai dengan unit kerja masing-masing. Ia meminta seluruh ASN untuk mengikuti pembinaan dan arahan dari pimpinan serta membangun komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas.

“Jangan lupa melakukan tugas di satu unit kerja. Ada pembinanya di situ, ada kepala seksi, ada kasubbag atau kepala bidang, ada juga sekretaris, dan ada juga kepala dinas. Bangun komunikasi yang baik dengan semuanya,” katanya.

Menurutnya, setiap ASN harus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati serta memberikan dukungan terhadap pimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Maesyal juga menambahkan, pemahaman terhadap norma-norma kepegawaian harus terus dijaga oleh setiap ASN. Jika dalam pelaksanaan tugas terdapat persoalan dan hambatan, ia meminta agar terlebih dahulu berkomunikasi, diskusi dan malakukan koordinasikan dengan pimpinan di lingkungan kerja.

“Norma-norma kepegawaian saya kira sudah tahu. Kalau ada apa-apa bisa runding dengan pimpinannya, jangan ke mana-mana, karena keberadaan pemerintah adalah itu dijaga oleh kita,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa status sebagai ASN merupakan amanah yang harus disyukuri dan dibuktikan dengan pelaksanaan tugas yang baik. Rasa syukur tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab terhadap tugas dan fungsi masing-masing ASN bekerja

“Kita yang sudah bekerja patut bersyukur dan tentunya rasa syukur ini harus diimbangi dengan kinerja kita, tanggung jawab kita terhadap tugas fungsi,” tandasnya.

Bupati Maesyal berharap tujuh ASN yang telah dilantik dapat segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Tangerang. (Red)

DPPPA Kab. Tangerang Gelar Workshop PPE untuk Tingkatkan Kesetaraan Gender

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang menggelar Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sekaligus Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan verifikasi lapangan Penghargaan Parahita Ekapraya. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengevaluasi implementasi PUG serta mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Murwani, menyampaikan bahwa PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender.

Menurutnya, PUG dilaksanakan melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan maupun laki-laki. Perspektif tersebut perlu diintegrasikan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi seluruh kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan.

"Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan manusia," ujarnya.

Lebih lanjut, Murwani menyampaikan bahwa Penghargaan Parahita Ekapraya menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang. PPE tidak hanya berkaitan dengan penghargaan maupun penilaian administratif, tetapi juga menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.

"Dalam implementasi PUG di Kabupaten Tangerang, diperlukan analisis untuk mengetahui sejauh mana kesetaraan dan keadilan gender telah terwujud. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam dokumen rekomendasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan, program, kegiatan, penganggaran, dan kebutuhan pembangunan lainnya," jelasnya.

Murwani juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PUG di Kabupaten Tangerang masih memerlukan penguatan, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender. Karena itu, kegiatan workshop dan pendampingan menjadi momentum refleksi sekaligus perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan capaian PUG di Kabupaten Tangerang.

"Melalui pendampingan ini, diharapkan perangkat daerah mampu mengintegrasikan analisis gender, memanfaatkan data terpilah, serta menyusun program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam persiapan verifikasi lapangan PPE, seluruh perangkat daerah juga diharapkan memastikan kesiapan data, dokumen pendukung, bukti pelaksanaan, kelembagaan, program, serta praktik PUG yang telah dilaksanakan. Seluruh bahan tersebut perlu tersedia, terkoordinasi, dan dapat disampaikan secara jelas pada saat proses verifikasi berlangsung.

"Untuk mendukung kesiapan tersebut, rapat koordinasi membahas berbagai kebutuhan, antara lain kesiapan dokumen dan data dukung, pembagian tugas, kesiapan paparan, penyiapan lokasi verifikasi, penentuan personel yang akan mendampingi Tim Verifikasi, serta berbagai hal teknis lainnya. Setiap perangkat daerah juga diharapkan berpartisipasi aktif sesuai tugas dan kewenangannya serta segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti apabila masih terdapat kekurangan pada dokumen maupun data dukung," ungkapnya.

Selain kelengkapan dokumen, Pemerintah Kabupaten Tangerang menekankan pentingnya memastikan materi yang disampaikan dalam verifikasi benar-benar menggambarkan kondisi dan praktik pelaksanaan PUG secara objektif, termasuk berbagai inovasi dan upaya yang telah dilakukan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi PUG secara nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Melalui Penghargaan Parahita Ekapraya, penguatan PUG juga diarahkan tidak hanya pada pemenuhan dokumen dan indikator, tetapi mencakup kepemimpinan, sinergi lintas sektor, serta konsistensi penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di seluruh perangkat daerah. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat PUG sebagai strategi pembangunan yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber, seperti Davip Arya Bima, S.P., M.M., selaku Analis Kebijakan PUG Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Novi Dwi Remi Asih, S.P., M.M., selaku Pejabat PUG Provinsi Banten untuk memberikan pendampingan dalam penguatan pelaksanaan PUG dan persiapan penilaian PPE Kabupaten Tangerang.

Murwani berharap persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama dapat mendukung kelancaran pelaksanaan verifikasi lapangan PPE sekaligus memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang. Ia juga berharap kegiatan tersebut menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dalam memperkuat Pengarusutamaan Gender dan pembangunan yang inklusif.

"Semoga dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama, pelaksanaan verifikasi lapangan PPE dapat berjalan lancar serta memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang," tutupnya. (Red)

MONEV Sanitren dan Aspontren 2026: Pemkab Tangerang Pastikan Pembangunan Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar rapat persiapan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren) dan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/09/26) di Ruang Rapat Solear, Gedung Bupati Lantai 4 ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy.

Rapat ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan langkah dan memperkuat pengawasan lintas sektor yang melibatkan unsur Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Agama (Kemenag), Inspektorat, serta Tim Teknis dari Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (Perkim) serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB).

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir, menegaskan bahwa kehadiran tim gabungan ini sangat krusial untuk menjamin akuntabilitas seluruh tahapan program.

"Alhamdulillah, hari ini kita hadir bersama untuk mendukung pelaksanaan pengawasan program Sanitren dan Aspontren. Kehadiran unsur Kejaksaan, Kepolisian, Kemenag, Inspektorat, hingga tim teknis DTRB dan Perkim diharapkan menjadi satu kesatuan utuh untuk bersama-sama mengawasi, memberikan bimbingan, melakukan evaluasi, serta menyusun laporan pengawasan yang transparan dan akuntabel di tahun 2026 ini," ujar Chaidir.

Dalam paparannya, Chaidir menyampaikan perkembangan signifikan dari pelaksanaan program Sanitren dan Aspontren di lingkungan Pemkab Tangerang:

1. Program Sanitren (Sanitasi Berbasis Pesantren):

o Realisasi s.d. 2025: Telah terbangun sebanyak 868 unit di berbagai pondok pesantren (rincian capaian: 2019 = 196 unit, 2021 = 150 unit, 2022 = 205 unit, 2023 = 148 unit, 2024 = 94 unit, dan 2025 = 75 unit).

o Target Tahun 2026: Dialokasikan sebanyak 50 titik/unit baru.

o Total Akumulasi 2026: Mencapai 918 unit Sanitren.

2. Program Aspontren (Asrama Pondok Pesantren):

o Realisasi Tahun 2025: Terbangun sebanyak 44 unit.

o Target Tahun 2026: Melonjak menjadi 150 titik/unit.

o Total Akumulasi 2026: Mencapai 194 unit Aspontren.

o Dasar hukum penyelenggaraan Aspontren dipayungi oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2025.

Terkait pemenuhan kebutuhan sarana ke depan, Chaidir menyebutkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen memperhatikan pesantren yang belum terjangkau.

"Berdasarkan data Kemenag, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100 lokasi. Untuk Sanitren, akumulasi kita sudah mencapai 918 unit, sehingga mudah-mudahan tersisa sekitar 200 titik lagi yang akan kita perhatikan pada tahun-tahun mendatang. Bapak Bupati juga berharap ke depan program Aspontren dapat terus ditambah kuotanya," ungkap Chaidir.

Sebaran lokasi pembangunan tahun 2026 meliputi:

• Sanitren (50 Titik di 18 Kecamatan): Balaraja (2), Cisoka (5), Gunung Kaler (2), Jambe (2), Jayanti (2), Kemiri (2), Kresek (2), Kronjo (5), Mekar Baru (1), Pakuhaji (1), Panongan (1), Rajeg (7), Sepatan (2), Sindang Jaya (2), Solear (1), Sukadiri (1), Sukamulya (8), dan Tigaraksa (4).

• Aspontren (150 Titik di 24 Kecamatan): Balaraja (3), Cikupa (6), Cisoka (15), Gunung Kaler (7), Jambe (11), Jayanti (6), Kelapa Dua (1), Kemiri (1), Kresek (8), Kronjo (11), Legok (2), Mauk (2), Mekar Baru (1), Pakuhaji (6), Panongan (7), Pasar Kemis (5), Rajeg (13), Sepatan (3), Sepatan Timur (2), Sindang Jaya (6), Solear (13), Sukadiri (3), Sukamulya (1), Teluknaga (1), dan Tigaraksa (16).

Saat ini, Pemkab Tangerang telah menerjunkan 45 orang tim fasilitator (30 orang untuk Aspontren dan 15 orang untuk Sanitren) guna memverifikasi kelengkapan administrasi para Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Masyarakat Pesantren (KPS) serta melakukan verifikasi lapangan.

Chaidir menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pengerjaan fisik pembangunan di lapangan.

"Pelaksanaan kegiatan konstruksi fisik ditargetkan mulai pertengahan Oktober dan harus selesai dalam kurun waktu 2 bulan. Jika pencanangan dimulai paling lambat tanggal 20 Oktober, maka paling lambat 20 Desember seluruh pekerjaan fisik sudah harus rampung secara 100%. Kita patuhi arahan tim teknis agar pengerjaan ini disiplin dan tidak menyeberang ke tahun anggaran 2027," tegasnya.

Menanggapi dinamika di lapangan seperti adanya kendala keterbatasan lahan atau status tanah, Bagian Kesra bersama tim teknis DTRB dan Dinas Perkim siap memfasilitasi survei kelayakan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teknis, khususnya bagi pesantren yang mengusulkan pembangunan secara bertingkat di atas bangunan yang sudah ada.

"Kami berharap melalui koordinasi intensif bersama tim MONEV ini, seluruh kegiatan Sanitren maupun Aspontren di 18 dan 24 kecamatan dapat berjalan lancar, tertib secara administrasi, serta berkualitas secara fisik di lapangan tanpa kendala yang berarti," tutup Chaidir. (Red)

Resmikan Rumah Ibu Siti Rahmawati, Bupati Tangerang: Hasil Gotong Royong dan Kepedulian Nyata Terhadap Sesama

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan rumah milik Siti Rahmawati yang roboh pada bulan Agustus lalu di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Rabu (30/09/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan rumah Ibu Siti Rahmawati yang dibongkar total dan saat ini sudah bisa ditempati dengan lebih dengan lebih aman, nyaman, bersih dan sehat.

“Alhamdulillah sekarang Ibu Rahmawati beserta keluarga, suami dan anaknya bisa tinggal di sini dengan nyaman, bersih dan sehat. Air bersihnya juga sudah kita bangun dan bor, alhamdulillah airnya bening,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menegaskan pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dan gotong royong masyarakat bersama berbagai pihak yang dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan APBD Kabupaten Tangerang. Pembangunan rumah tersebut dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan lama yang sudah tidak layak dan kemudian membangunnya kembali

“Ini kita gotong royong bersama-sama, tidak menggunakan APBD. Ada Pak Camat, Pak Lurah, Pak Yansen dan semua pihak yang ikut membantu,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk almarhum Haji Deden Shukron, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pihak lainnya yang ikut membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarga Siti Rahmawati.

Tak hanya memastikan rumah dibangun kembali dengan layak, perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga Ibu Siti Rahmawati tersebut. Bupati menyebut anak sulung Siti Rahmawati akan diberikan kesempatan bekerja di tempat usaha milik Yansen, salah satu pihak yang turut membantu pembangunan rumah.

“Anaknya yang besar nanti akan kita berikan kesempatan untuk bekerja di Pak Yansen, supaya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu kedua orang tuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Rahmawati mengaku sangat bersyukur dan terharu melihat rumahnya kini kembali berdiri dan dapat ditempati bersama keluarga. Ia dan keluarganya kini bisa menempati rumah dengan lebih aman dan nyaman

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah kami sekarang sudah bagus dan nyaman untuk ditempati,” kata Siti.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi sebuh kado kebahagiaan besar bagi keluarganya, terlebih setelah rumah yang sebelumnya ditempati mengalami kerusakan berat hingga akhirnya harus dibangun dan bisa ditempati kembali.

“Saya tidak menyangka bisa dibantu sampai rumahnya dibangun kembali. Semoga semua yang sudah membantu diberikan kesehatan, rezeki dan dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT,” ujarnya. (Red)

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah Untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri dan membuka Workshop Kepatuhan Perusahaan Dalam Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan PT. Japfa Food Indonesia, Rabu (30/09/26)

"Penguatan kolaborasi, komunikasi dan koordinasi antara perintah dan dunia usaha harus terus dilakukan agar pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan dapat sama-sama dijaga yang pada akhirnya juga bermanfaat serta berdampak luas," ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan, dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kualitas lingkungan. Untuk itu, pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten, berkelanjutan dan berdampak

"Pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama. Peningkatan kepedulian, perubahan kebiasaan, serta penerapan inovasi di lingkungan perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan yang berdapak nyata bagi perusahaan, pemerintah dan masyarkat," tandasnya

Ia mengapresiasi PT So Good Manufacturing yang telah berinisiatif menyelenggarakan workshop tersebut. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, meningkatkan kepedulian, serta memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih baik.

Wabup Intan berpesan kepada seluruh peserta workshop agar kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen bersama terhadap lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang.

“Yang kita harapkan bukan hanya bertambahnya pengetahuan setelah mengikuti workshop ini, tetapi adanya perubahan yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita memperlakukan sampah, membangun kebiasaan yang lebih peduli lingkungan, sampai bagaimana perusahaan dapat terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan lingkungannya,” ujarnya

Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara PT So Good Manufacturing dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di bidang lingkungan.

"Saya berharap kerja sama yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan dan inovasi di bidang lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.

Sementara itu, Head of HRBP Manufacturing PT Japfa Food Indonesia, Agung Wahyu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kegiatan tersebut. Pihaknya berharap dukungan arahan dan sinergitas yang telah terjalin dapat memberikan dorongan semangat bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan ke depan

“Kami berharap ke depan hubungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang semakin erat. Dengan dukungan dan arahan dari pemerintah, kami semakin percaya diri menghadapi berbagai tantangan, baik kompetisi maupun regulasi yang akan datang,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputy Head of Sustainability PT. Japfa Food Indonesia, Mardian, mengatakan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab perusahaan atas penggunaan energi, material dan penggunaan air oleh perusahaan

“Kami menyadari sebagai perusahaan yang beroperasi dari hulu hingga hilir, tentunya harus memberikan dampak lingkungan. Kami harus bertanggung jawab untuk mengelola berbagai dampak yang muncul, baik dari penggunaan energi, penggunaan material, penggunaan air yang menghasilkan sampah atau limbah,” ujarnya. (Red)

Sekda Lepas Kafilah FASI Menuju Tingkat Provinsi Banten, Tekankan Pentingnya Prestasi Berakhlak Mulia

TANGERANG, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi melepas kontingen kafilah Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kabupaten Tangerang untuk berlaga di tingkat Provinsi Banten. Acara pelepasan yang penuh khidmat dan semangat kebersamaan ini dilangsungkan di Masjid Al-Amjad, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (30/9/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menegaskan bahwa ajang FASI memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar kompetisi atau perlombaan semata. Lebih dari itu, FASI merupakan instrumen strategis dalam membangun fondasi generasi masa depan yang religius.

"FASI bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, FASI merupakan bagian penting dari ikhtiar kita dalam membangun generasi yang memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," ujar Soma Atmaja di hadapan para peserta, pembina, dan orang tua santri.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, menyambut sangat baik dan memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan para santri terbaik daerah pada ajang FASI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 ini.

Kepada para peserta yang akan bertanding, Sekda menyampaikan pesan penyemangat agar mereka senantiasa menjaga kepercayaan diri dan nama baik daerah. Ia mengingatkan bahwa para santri tidak hanya membawa nama pribadi atau lembaga pendidikan masing-masing, melainkan membawa marwah Kabupaten Tangerang secara keseluruhan.

"Anak-anakku yang saya banggakan, berangkatlah dengan doa, tampilkan kemampuan dengan percaya diri, junjung tinggi akhlak dan sportivitas, serta pulanglah membawa pengalaman dan kebanggaan bagi Kabupaten Tangerang. Ingatlah bahwa prestasi akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun bersama akhlak yang mulia," ujar Soma.

Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan kemenangan semata-mata sebagai satu-satunya tujuan utama. Keberanian untuk tampil, kedisiplinan dalam berlatih, serta proses belajar dan bersilaturahmi merupakan pencapaian berharga tersendiri.

Sekda juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penguatan sektor pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Pihaknya bertekad agar anak-anak di daerah berjuluk Kota Benteng ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter kuat, berdaya saing, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Tak lupa, Soma Atmaja menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang, para ustadz dan ustadzah, guru pembimbing, serta para orang tua.

"Peran Bapak dan Ibu sangat penting. Sebab, prestasi anak-anak tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari pendidikan, keteladanan, doa, latihan, dan pendampingan yang dilakukan secara terus-menerus," tambahnya.

Menutup arahannya, Sekda mendoakan agar seluruh kafilah diberikan kelancaran, kesehatan, serta hasil terbaik yang membanggakan. “Selamat berjuang, selamat bertanding, jaga nama baik Kabupaten Tangerang, dan berikan penampilan terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI Sarwoko menambahkan Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI, Sarwoko, mengungkapkan bahwa kegiatan mulia ini melibatkan puluhan peserta pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. "Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta, didukung oleh 16 official, serta 10 pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Tangerang," ujar Sarwoko.

Ia menjelaskan, festival yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang ini turut dihadiri oleh pengurus perwakilan kabupaten/kota se-wilayah Tangerang. Dalam ajang bergengsi ini, kontingen Kabupaten Tangerang ambil bagian dari delapan cabang perlombaan yang dipertandingkan.

Dalam kesempatan yang sama, pihak perwakilan BKPRMI juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan nyata terhadap suksesnya kontingen ini. Sinergi yang kuat terjalin berkat kepedulian dari pihak swasta hingga unsur pemerintah.

"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam baik kepada pihak swasta maupun pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan dan sinergi yang terjalin," pungkas Sarwoko. (Red)

Pemkab Tangerang Pastikan Tidak Ada Penyegelan Rumah Ibadah GKPI Rajeg

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada tindakan penyegelan terhadap rumah ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Camat Rajeg, Oman Pariaman, setelah melakukan musyawarah dengwn pengurus dan pendeta di Kantor Kecamatan Rajeg. Senin, (28/09/26)

“Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada penyegelan terhadap rumah ibadah GKPI Rajeg. Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tetap aman, kondusif, serta kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga,” ujar Camat Rajeg Oman.

Oman menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialogis, komunikasi, serta koordinasi bersama seluruh pihak dalam menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Pemerintah daerah memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan disikapi secara hati-hati, dengan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat," jelasnya

Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, baik di media sosial dan informasi lain yang berkembang dimasyarakat. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan komunikasi dan penyelesaian secara musyawarah apabila terdapat persoalan di lingkungan masing-masing.

"Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan komunikasi guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tertib serta terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Kabupaten Tangerang," ungkapnya

Koordinator Wilayah (Korwil) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Camat Rajeg dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yang telah memfasilitasi pertemuan dan koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan terkait relokasi tempat ibadah bagi jemaat GKPI.

"Terima kasih atas pertemuan kita bersama di sini Pak Camat dan Pak KUA yang telah menyambut kami dengan baik. Dan kami telah menerima kabar baik juga bahwa GKPI telah difasilitasi untuk beribadah di tempat yang layak atau nyaman untuk kami gunakan untuk beribadah," ujar Henri.

Henri menegaskan, pimpinan GKPI berkomitmen menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Terkait peristiwa penghentian ibadah yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ia memastikan pihak GKPI tidak akan menempuh langkah hukum.

"Jadi secara tegas kami sampaikan Pak Camat, kalau dari GKPI kami ada garis komando. Dengan kejadian yang hari Minggu yang lalu, kita tidak ada niat untuk mengajukan langkah apa pun ke jalur hukum, karena yang kita utamakan adalah ajaran kasih," tegasnya

Lanjut dia, sikap saling mengasihi dan mengampuni jauh lebih baik dari apapun. Dengan sikap yang demikian, semua pihak dapat saling menahan diri dan bisa berjalan beriringan dalam membangun wilayah

Kita saling mengasihi, saling mengampuni, itu jauh lebih baik dari apa pun itu. Ketika kita sudah saling mengampuni, saling mengasihi, saya kira kita dapat berjalan bersama untuk membangun kecamatan kita ini," imbuhnya.

Henri juga menitipkan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada pimpinan daerah yang telah memberikan perhatian kepada jemaat GKPI.

"Salam ke Pak Bupati juga yang sangat perhatian dengan kami, dan Pak Camat, dan semua aparat pemerintah kita di daerah ini. Kiranya tempat yang sudah disediakan itu dapat digunakan dengan baik untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan," tutupnya.

Dikutip dari dikutip dari Kompas.com, Senin (28/9/2026), Penatua Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol mengungkapkan

Rumah Doa GKPI Rajeg direlokasi ke lokasi baru di kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis

"Rumah Doa GKPI Tangerang dipindah ke daerah Kota Sutera, Pasar Kemis" ujar Surya Sarjono Lumban Gaol,

Sarjono menyampaikan, seluruh persiapan untuk pelaksanaan ibadah di rumah doa baru telah selesai dilakukan. Menurut dia, rumah doa tersebut siap digunakan kembali untuk peribadatan mulai Minggu pekan ini.

"Persiapan telah dilakukan, ibadah Minggu pekan ini sudah bisa dilakukan di rumah doa baru," ujarnya. (Red)

Dari Dasa Wisma untuk Indonesia Emas: Kiprah Nyata Kader PKK Kabupaten Tangerang di HKG Ke-54

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semarak tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada Selasa (29/09/2026).

Peringatan HKG PKK Ke-54 mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Melaksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045". Momentum tahunan ini menjadi sarana penting bagi seluruh jajaran penggerak PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga Dasa Wisma, untuk menyatukan langkah dan memperkuat peran PKK di tengah masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara HKG PKK yang turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga para kader. Ia menekankan pesan penting, baik dari Bupati Tangerang maupun Ketua TP PKK Provinsi Banten, agar seluruh elemen pandai berkolaborasi dalam memajukan berbagai kegiatan di tengah masyarakat.

"Kita harus pandai-pandai berkolaborasi dalam meningkatkan dan memajukan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, khususnya program-program PKK yang ada kaitannya dengan Asta Cita Bapak Presiden," ujar Ny. Hj. Rismawati.

Ia menjelaskan, melalui penguatan program pokok tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan berbasis keluarga. Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara penggerak PKK dengan perangkat pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga.

"Saya bersyukur dan sangat mengapresiasi seluruh kecamatan dan tim penggerak PKK yang telah bekerja luar biasa dan berhasil melaksanakan 10 Program Pokok PKK tersebut dengan baik. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan semangat pengabdian. Kehadiran PKK harus menjadi solusi nyata dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, agar Kabupaten Tangerang semakin maju dan gemilang," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Banten, Ny. Tinawati Andra Soni, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang. Beliau menegaskan bahwa kader PKK, hingga ke tingkat Dasa Wisma, merupakan ujung tombak pelaksanaan program-program PKK, baik dari pusat maupun daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, sebagai unit terkecil pemerintahan, dengan pemerintah daerah dalam membangun desa dan wilayah, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.

"Ini adalah upaya kita bersama membangun dari desa. Bagaimana membangun suatu wilayah harus berkolaborasi, tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Kami berharap semangat dari peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pendorong bagi gerakan PKK di tahun-tahun mendatang," ucapnya.

Puncak peringatan semakin meriah dengan disuguhkannya berbagai penampilan hiburan yang melibatkan kader dari berbagai wilayah. Rangkaian hiburan tersebut meliputi Tari dan Lagu dari para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, Paduan Suara Dasa Wisma (Kecamatan Mauk), Edukasi Senam Tangerang Gemilang (Kecamatan Balaraja), Jingle Gelari Pelangi (Kecamatan Jambe), Parade Fashion Show Kreasi Batik se-Kabupaten Tangerang, serta penampilan Gerak dan Lagu GKSTTB (Kecamatan Legok).

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para kader, acara ini juga dirangkaikan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK. Penghargaan diberikan kepada para pemenang dari berbagai kategori lomba, di antaranya Lomba Tertib Administrasi dan Dasa Wisma, Lomba PAAREDI (Pokja I), Lomba Gelari Pelangi dan Kampung Mandiri (Pokja II), Lomba AKU HATINYA PKK (Pokja III), serta Lomba GKSTTB (Pokja IV). Turut diserahkan pula penghargaan untuk Lomba Posyandu 6 SPM tingkat Kabupaten Tangerang, serta penganugerahan piala Juara Umum yang terbagi dalam Kategori Mandiri dan Kategori Maju Berkembang. (Red)

HKG PKK KE-54, Bupati Tangerang Dorong 10 Program Pokok PKK Terus Hadir Nyata Bagi Masyarakat

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (29/9/26).

Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” dan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, ketua TP PKK Banten, dan Ketua TP PKK Kab. Tangerang

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, HKG PKK bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menyatukan gerak, sekaligus mengevaluasi sejauh mana PKK hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sepuluh Program Pokok PKK memiliki peran yang sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan keluarga dan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan, 10 Program Pokok PKK tidak boleh hanya menjadi program di atas kertas, tetapi harus diwujudkan secara nyata hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, penguatan 10 program PKK tersebut sejalan dengan upaya bersama dalam melaksanakan Asta Cita, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi keluarga.

“Dari keluarga, kita bangun masyarakat. Dari masyarakat, kita kuatkan Kabupaten Tangerang. Dan dari daerah, kita ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini telah bekerja dan bergerak dekat dengan masyarakat. Ia menilai kekuatan PKK berada pada kader yang memahami persoalan di lapangan dan mampu menggerakkan keluarga untuk melakukan perubahan.

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang akan terus memberikan dukungan terhadap gerakan PKK. Namun, dia juga menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan tidak dapat hanya dengan mengandalkan pemerintah, namun ditentukan juga oleh kekuatan sinergi dan partisipasi aktif semua elemen masyarakat, termasuk PKK yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh seberapa kuat sinergi dan partisipasi seluruh elemen, termasuk PKK. PKK semakin dekat, semakin dirasakan, dan semakin bermanfaat pula bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat. Ia menekankan bahwa peringatan HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gerakan PKK dari tingkat pusat hingga daerah untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat

“Melalui momentum Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 ini, mari kita jadikan gerakan PKK semakin kuat, solid dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kader PKK harus terus hadir, bergerak dan memberikan manfaat nyata mulai dari lingkungan keluarga,” ujar Hj. Rismawati

Pihaknya mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas kader, serta memastikan 10 Program Pokok PKK dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak langsung bagi keluarga dan masyarakat.

"Saya mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat," ajaknya. (Red)

Page 3 of 317
Go to top