Banten

Banten (6281)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan rumah hasil program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Rohman warga Desa Patrasana Kec Kresek, Kamis (06/11/25).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Program Rumah Hasil RTLH ini merupakan bentuk komitmen kami pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat,” ujar Wabup Intan.

Dia bersyukur dan mengapresiasi Camat Kresek beserta seluruh jajarannya, Kepala Desa Patrasana dan masyarakat yang turut membantu perbaikan rumah tidak layak huni tersebut.

“Alhamdulillah kurang lebih 1 bulan rumah Bapak Rohman selesai diperbaiki. Terima kasih kepada Pak Camat dan seluruh jajarannya, Pak Kades dan masyarakat yg juga turut membantu prosesnya,” ucapnya.

Wabup Intan juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya secara serius membantu masyarakat yang kondisi rumahnya tidak layak menjadi rumah yang lebih aman dan nyaman ditempati.

“Pemerintah daerah tidak akan berhenti untuk memastikan seluruh warga Kabupaten Tangerang dapat hidup dengan hunian yang aman, sehat, dan nyaman, seperti kondisi Rumah Pak Rohman saat ini sudah layak huni,” ujarnya.

Menurutnya, peresmian tersebut juga menjadi simbol sinergi yang nyata antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menangani permasalahan sosial serta memperkuat ketahanan keluarga di tingkat desa.

“Peresmian ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari membangun kesejahteraan dan martabat masyarakat serta memperkuat ketahanan keluarga,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Wabup Intan dan Camat Kresek juga memberikan bantuan berupa kasur, paket sembako, dan kipas angin kepada keluarga Bapak Rohman.

dan warga yang baru menempati rumah hasil perbaikan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta memberikan semangat baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Sementara itu, salah satu penerima⁸ manfaat, Bapak Rohman, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Wakil Bupati dan pemerintah daerah yang telah membantu memperbaiki rumah saya. Sekarang keluarga kami bisa tinggal dengan nyaman dan tidak lagi khawatir saat hujan turun. Bantuan ini benar-benar berarti bagi kami,” ujar Rohman dengan haru.

Usai acara peresmian, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah berkesempatan mengunjungi salah satu rumah penerima manfaat lainnya yang rumahnya akan diperbaiki di Desa Renged, Kecamatan Kresek.

Dalam kunjungan tersebut, beliau berdialog dengan warga dan mendengarkan langsung cerita serta harapan. Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh masyarakat setempat yang merasa terbantu dan bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi mereka. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Kepanikan melanda ruas jalan di wilayah Tangerang, Jumat sore (8/11/2025), setelah sebuah mobil boks bernopol B 9096 BW menumpahkan bahan kimia berbahaya ke jalan raya. Akibatnya, puluhan pengendara motor tergelincir dan menyebabkan kemacetan parah di kawasan tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, ketika wadah bahan kimia jenis ADIKTIF yang dibawa mobil tersebut pecah akibat suhu panas, sehingga cairan kimia menyebar di sepanjang jalan. Tumpahan itu menimbulkan bau menyengat dan membuat permukaan jalan sangat licin, memicu rentetan kecelakaan ringan.

“Motor saya tiba-tiba oleng dan jatuh, jalannya licin banget, kayak kena minyak campur bensin. Bau kimianya juga nyengat,” ujar salah satu pengendara yang menjadi korban tergelincir.

Beberapa pengendara mengalami luka ringan, sementara lainnya terpaksa menghentikan laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan beruntun. Kondisi lalu lintas pun sempat macet total selama proses evakuasi dan pembersihan berlangsung.

Petugas Satlantas Polres Tangerang bersama tim penanganan bahan berbahaya (B3) langsung bergerak cepat. Jalur utama ditutup sementara, dan area yang terkontaminasi cairan kimia dipasangi garis pembatas untuk mencegah pengguna jalan melintas.

Sementara itu, Rudy, sopir mobil boks yang membawa bahan kimia tersebut, mengaku kendaraan yang ia kendarai merupakan mobil sewaan. Ia mengklaim insiden terjadi tiba-tiba saat suhu di dalam bak mobil meningkat.

“Saya cuma sopir, mobil ini nyewa. Tadi kempu-nya panas terus meledak, cairannya keluar semua,” tutur Rudy dengan wajah panik.

Hingga malam hari, tim kepolisian dan petugas kebersihan masih melakukan penyemprotan serta sterilisasi di lokasi kejadian. Jalur lalu lintas di sekitar area tumpahan dialihkan sementara demi keamanan pengguna jalan. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memperluas layanan perlindungan korban tindak kekerasan.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka kegiatan Dialog Lintas Sektor bertajuk “Potret Suram Dalam Kekerasan Rumah Tangga: Apa Langkah Kita” yang digelar di GSG Kec. Tigaraksa, Kamis (06/11/25).

“Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memperkuat layanan pelaporan, pendampingan psikologis, dan bantuan hukum bagi korban kekerasan.” tegas Wabup Intan

Dialong tersenut merupakan kerja sama antara Lembaga Ruang Aman dan Lentera Perempuan, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan edukasi publik tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan saat ini Pemkab Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) tengah merencanakan pembangunan Rumah Aman dan Trauma Healing Center pada tahun 2026 sebagai bentuk kesungguhan dan komitmen nyata terhadap perlindungan korban kekerasan.

“Dua fasilitas ini akan menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan untuk pulih secara fisik dan psikis,” jelasnya

Dia juga menandaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan sekadar isu personal, tetapi telah manjadi persoalan sosial yang perlu penanganan bersama.

"Edukasi dan perlindungan sejak dini juga sangat penting dilakukan di tingkat keluarga dan masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan korban berjalan sendirian," serunya

Dia juga mengajak semua pihak untuk mengambil sikap yang bijak, membangun kebersamaan dan kepedulian untuk mencegah serta menanggulangi KDRT

“Bijaklah dalam mengambil keputusan. Jangan takut melapor, karena hukum ada untuk melindungi.” Dengan dialog ini, Pemkab berharap tercipta kolaborasi yang kuat demi mewujudkan Tangerang sebagai kabupaten yang aman, peduli, dan bebas kekerasan," pungkasnya

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Dr. Afrillianna Purba menegaska n bahwa KDRT dapat terjadi pada siapa saja. Untuk itu, pihaknya juga terus mendorong agar para korban KDRT tidak diam dan segera mencari bantuan

“Laki-laki pun bisa menjadi korban, tetapi banyak yang tidak berani melapor. Inilah pentingnya edukasi dan keberanian untuk bertindak,” ujarnya.

Pihaknya juga kembali Pada sesi doorstop, Kepala Kejaksaan Negeri kembali menandaskan pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga untuk mencegah kekerasan.

“Jalin komunikasi yang baik, jangan jadikan emosi sebagai alasan melukai pasangan. Jika ada kekerasan, laporkan kami siap mendampingi,” tegasnya.

Acara yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Tangerang, perwakilan Polresta Tangerang, organisasi perempuan, hingga tokoh masyarakat tersebut. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu bersaing di tengah pasar modern. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Pemerdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro melalui Pelatihan Packaging di Rumah pemberdayaan dan pengembangan koperasi usaha mikro Legok, Kamis (6/11/2025).

“Usaha mikro adalah tulang punggung perekonomian daerah. Sektor ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian rakyat. Oleh karena itu, seperti hari ini memiliki pelatihan penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro,” ujar Rismawati di lokasi.

Ia menjelaskan, dalam dunia usaha modern, pengemasan atau pengemasan tidak lagi sekadar pelindung produk, melainkan menjadi wajah pertama yang dilihat konsumen. Menurutnya, kemasan yang menarik dan berkualitas mampu meningkatkan nilai jual, memperkuat identitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap para pelaku usaha mikro dapat mengembangkan kreativitas, memahami strategi desain kemasan yang baik, serta menerapkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini,” tambahnya.

Dirinya pun turut memberikan apresiasi kepada Diskum Kabupaten Tangerang atas kolaborasi dan sinergi dalam memberdayakan pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan, fasilitasi promosi, akses pembiayaan, serta pendampingan berkelanjutan.

“Kolaborasi seperti ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui penguatan ekonomi lokal. Kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi pintu pertama yang menarik minat konsumen. Oleh karena itu, inovasi dalam kemasan merupakan investasi penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui dukungan APBD Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa menyelenggarakan pelatihan pengemasan bagi UMKM se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menghasilkan hasil kolaborasi antara Dekranasda dan Diskum, dan ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk menyelenggarakan pelatihan dan pelatihan lanjutan,” tutur Anna.

Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreasi produk agar dapat menembus pasar yang lebih luas. “Harapan kami, produk-produk UMKM Kabupaten Tangerang dapat lebih dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional, bahkan internasional,” tandasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid melakukan dialog tentang penanganan banjir dan tata kelola air bersama warga RW 17 dan RW 20 Perum Vila Tomang Baru, Desa Gelam, Jaya Kecamatan Pasar Kemis.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya bersama Dinas Bina Marga SDA, Bappeda, Camat Pasar Kemis dan tim program Blue Dael dari Belanda untuk melihat langsung kondisi existing lokasi, khususnya di wilayah RW 17 dan RW 20 Perum Vila Tomang yang kerap dilanda banjir.

"Saya bersama Kadis Bina Marga, Kepala Bappeda, Camat Pasar Kemis dan dan Mr Rob dari Blue Deal Belanda datang ke sini dalam keadaan kering, pengen lihat bagaimana kondisi eksisting kondisi yang sebenarnya situ dan sungai terkait dengan tata kelola airnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menyampaikan, penanganan dan pencegahan bajir di RW 17 dan RW 20 tersebut memerlukan koordinasi lebih lanjut yang matang, lintas sektor dan lintas kewenangan, bukan hanya kecamatan dan kabupaten tetapi juga harus melibatkan provinsi dan pemerintah pusat. Pemkab Tangerang sudah menyampaikan surat baik ke provinsi maupun ke pemerintah pusat terkait apa upaya-upaya yang telah dilakukan dan rencana tindak lanjut yang membutuhkan kesepakatan banyak pihak lintas sektor.

"Bahwa tata kelola situ, sungai dan danau wewenangnya bukan ada kabupaten, kita bukan menghindar, bukannya lepas tanggung jawab. Kami bersama dinas terkait dan anggota dewan terus mendorong agar provinsi dan pemerintah pusat bisa bersama-sama kita menemukan solusinya," jelasnya.

Lanjut dia, terkait dengan pengadaan pompa air dan pembangunan pintu air, Pemkab Tangerang akan mengajukan izin ke pemerintah pusat agar pelaksanaannya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

"Terkait pompa dengan pintu airnya, kita coba mau izin ke pusat kalau bisa itu dilakukan pengadaan oleh Pemda Kabupaten Tangerang. InsyaAllah mudah-mudahan mendapatkan jawaban sesuai harapkan kita semua," imbuhnya.

Dia juga menyebut tim Blue Deal yang ikut kunjungan langsung merupakan merupakan bagian program dari Dutch Water Authority atau Dewan Air Belanda yang telah menjadi mitra Kementerian PUPR dalam membuat program-program yang nerkaitan dengan penanganan banjir dan tata kelola air.

"Tim program Blue Deal dari Belanda ini mitra Kementerian PUPR, saya bawa ke Gelam itu supaya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah bisa disambungin dengan Kementerian PUPR, yang juga bagian dari tugasnya," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anggota tim dari Program Blue Deal, yang akrab dipanggil Mr. Rob sangat mengapresiasi upaya-upaya Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya. Upaya-upaya dialogis dan humanis yang dilakukan bisa menjadi contoh dan dilakukan para politisi di Belanda.

"Saya sangat senang dan sangat mengapresiasi Pak Bupati. Ini seharusnya menjadi contoh politisi juga di Belanda, datang ke warga, menyerap aspirasi secara langsung," ujarnya yang diterjemahkan oleh Kapala Bappeda, Erwin Mawandy.

Menurut Rob, upaya penanganan banjir dan tata kelola air itu harus dilakukan dari hulu sampai hilir dan melibatkan semua pemangku kebijakan mulai dari pusat sampai dengan daerah terkecil.

"Memasang pompa air, pembangunan tandon ataupun normalisasi sungai tentunya bukan menjadi solusi terbaik karena bicara penanganan air harus dari hulu ke hilir. Agenda berikutnya kami akan mengupayakan koordinasi juga dengan wilayah Bogor terus juga dengan pusat supaya yang bekerja bukan hanya pak bupati saja tapi yang di hulu juga ikut mikirin terus kemudian juga pusat juga ikut campur tangan," tandasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid bersama Dandim 0510/Tigaraksa, melakukan kunjungan ke rumah seorang veteran perang, H. Assam, yang berusia lebih dari 100 tahun di Kecamatan Sepatan, Kamis (6/11/25).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang bangsa yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Empat hari lagi kita akan memperingati Hari Pahlawan. Saya datang ke sini bersama Pak Dandim, Pak Danramil, Pak Kapolsek, dan Pak Camat untuk bersilaturahmi langsung dengan pejuang bangsa," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Selain bersilahturahmi, pihaknya memohon doa untuk bisa melanjutkan perjuangan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Tangerang

"Kami juga ingin mohon doa, agar perjuangan bapak-bapak terdahulu bisa kami teruskan melalui bidang lain. Sekaligus kami sampaikan terima kasih kepada para pejuang, khususnya kepada Bapak Haji Assam,” imbuhnya

Dia juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga semangat juang dan menjadikan perjuangan serta pengorbanan para pendahulu bangsa sebagai inspirasi untuk berkarya, berperan aktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya berpesan agar seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang senantiasa menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan. Itu bentuk nyata melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu. Jangan ada perbedaan di antara kita, karena persatuan adalah kekuatan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, H. Assam, veteran perang yang pernah berjuang mempertahankan kemerdekaan pada masa revolusi fisik, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan rombongan yang masih ingat dengan kami para pejuang tua ini. Semoga anak cucu kita semua bisa terus menjaga semangat perjuangan dan kecintaan kepada bangsa,” tutur H. Assam dengan penuh rasa haru. (Red)

Page 57 of 629
Go to top