Lebak, lensafokus.id - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lebak Dr.Ujang Giri bias di sapa (UGi) M.A.P., ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait maraknya penambangan batu bara yang berlokasi di Desa Mekarmanik Kecamatan Bojongmanik mengatakan Kalau pertambangan belum berijin segera urus perijinannya ke Provinsi maupun ke pusat sesuai kewenangan, pemkab sudah tidak berwenang mengeluarkan ijin, sesuai UU Pemda mengenai pertambangan kewenangannya provinsi dan pusat" Kata ugi. Jumat (8/8/2025).
Menurut ugi, kegiatan pertambangan tanpa izin pasti berdampak pada lingkungan dan perlu penanganan yang tepat dan serius sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.
Pasalnya perbuatan melanggar hukum Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2009 . Undang - undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan minerba.
Peraturan Pemerintah pengganti undang undang nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja. Peraturan pemerintah nomor 96 tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha tambang minerba. Peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2024.
Sementara Kepala Desa Mekarmanik Aliyudin Ketika dikonfirmasi melalui telepon wathshapp mengatakan dengan sesingkat singkatnya "kira kira saya harus gimana"terkait penambangan yang sudah berjalan di Desanya.cetusnya. (Cecep)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengapresiasi Green House Anugerah Farm yang merupakan salah satu wujud nyata dari semangat kolaborasi untuk memajukan sektor pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka dan sekaligus melakukan panen melon Green House Anugerah Farm yang berlokasi di Desa Pasanggrahan Kec. Solear, Kamis (7/8/25)
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi, berinovasi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan Green House ini," ujar Wabup Intan
Menurut dia, pembangunan Green House Anugerah Farm tersebut merupakan langkah nyata dan strategis dalam mendukung pertanian modern dan ramah lingkungan, serta menjadi solusi terhadap berbagai tantangan seperti keterbatasan lahan, perubahan iklim, dan kebutuhan akan hasil pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan.
Selain itu, kehadiran Green House Anugerah Farm tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung program-program pemerintah daerah dalam pengembangan desa cerdas dan pertanian berbasis inovasi
"Kami melihat inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan lokal, sekaligus wahana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan mengembangkan sektor pertanian modern yang berbasis teknologi," ungkapnya
Dirinya berharap, pembukaan Green House Anugerah Farm ini bisa menjadikan momentum untuk menguatkan semangat bersama dalam membangun Kabupaten Tangerang yang hijau, mandiri, dan berdaya saing, sebagaimana visi pembangunan daerah.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses atas diresmikannya Green House ini. Semoga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, menjadi contoh inspiratif bagi wilayah lainnya, serta terus berkembang menjadi pusat pertanian unggulan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal tingkat Kabupaten Tangerang tahun 2025.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh TP PKK kecamatan se-Kabupaten Tangerang tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang. Kamis (7/8/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi dalam mendorong inovasi pangan lokal sebagai bagian dari upaya bersama membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga dan desa. Semangat dan kreativitas kaum ibu, baik yang muda maupun senior, sangat dibutuhkan dalam menciptakan menu-menu sehat yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja putri.
“Saya ingin ada kolaborasi antara yang tua dan muda. Yang tua punya pengalaman, yang muda punya semangat dan kreativitas. Ini penting untuk kita dorong bersama,” ungkap Bupati.
Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung dari segi fasilitas, bibit, alat pertanian, hingga akses permodalan lunak melalui Dinas Koperasi maupun BPR. Selanjutnya, dia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para kaum ibu dan kader PKK, untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan mandiri.
“Silakan tanam apa saja di pekarangan rumah, bisa ubi, sayur, cabe. Kita bantu bibitnya, pupuknya, bahkan modalnya melalui program pinjaman lunak. Yang penting ada usaha dari bawah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Maesyal juga menyampaikan bahwa hasil olahan pangan lokal ini nantinya bisa menjadi bagian dari program makan tambahan di sekolah, posyandu, hingga Puskesmas, selama memenuhi prinsip B2SA: Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
"Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada lomba semata, namun dapat menjadi gerakan berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan membuka peluang ekonomi melalui olahan pangan lokal," ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatmika menjelaskan bahwa lomba tahun ini dibagi dalam dua kategori utama yaitu, menu sarapan dalam box untuk anak sekolah, khususnya remaja putri usia 13–15 tahun berbasis pangan lokal dan kategori produk olahan pangan lokal komersial, sebagai upaya pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal yang berdaya saing.
“Kegiatan ini adalah bentuk intervensi non-medis yang edukatif dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat, khususnya remaja putri, akan pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang,” ujar Asep.
Pihaknya juga terus mendorong agar kegiatan tersebut tidak hanya sekadar ajang kompetisi, namun bisa menjadi ajang edukasi, advokasi, sekaligus penguatan jejaring antar TP PKK kecamatan untuk bersama-sama menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Soma Atmaja membuka acara Gerakan Cegah Stunting Kabupaten Tangerang yang digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (6/8/25).
Dalam sambutannya, Sekda Soma yang hadir mewakili Bupati Tangerang mendorong organisasi-organisasi wanita dan organisasi lainnya untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting, khususnya di lingkungan masing-masing.
"Saya berharap melalui organisasi tempat ibu-ibu semua bernaung, seperti Aisyiyah, Muslimat NU, BKMT, Forum Kader, Bhayangkari, Persit, dan lainnya dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya pencegahan stunting, khususnya di lingkungan masing-masing," ujar Soma.

Menurut dia, program percepatan pencegahan dan penurunan Stunting melibatkan banyak pihak, lintas sektor yang menjadi kekuatan besar dalam pelaksanaannya. Peran wanita, khususnya para ibu sangat strategis dan dibutuhkan untuk menanamkan kesadaran, membangun kepedulian, dan mendorong perilaku hidup sehat sejak dini di tengah masyarakat
"Bergandengan tangan dalam konteks pencegahan stunting bukan sekadar slogan, melainkan sebuah prinsip esensial yang menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting secara signifikan dan menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tandasnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen yang sangat kuat dalam upaya percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menurunkan angka stunting adalah dengan menggalakkan Gerakan Cegah Stunting, tidak hanya melalui penyuluhan dan sosialisasi, tetapi juga dengan intervensi langsung kepada sasaran strategis, khususnya ibu hamil dan balita.
"Berdasarkan hasil kegiatan Grebek Posyandu tahun 2025, persentase balita yang mengalami stunting tercatat sebesar 7,3%, atau setara dengan 15.175 balita secara absolut," ungkapnya
Pihaknya berharap dengan komitmen, dedikasi dan sinergi yang kuat dan berkelanjutan dapat meningkatkan status gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang, demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Sementara itu, Sekdis Kesehatan, dr. Sri Indriyani, M.K.M. melaporkan bahwa Gerakan Cegah Stunting dengan tema 'Bersama Cegah Kasus Baru Stunting' bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Stunting, dampak dan langkah-langkah pencegahannya
"Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali, pada hari Senin dan Rabu hari ini, dengan jumlah 250 peserta yang berasal dari berbagai organisasi wanita, Forum Posyandu, kader dan tenaga pelaksana gizi Puskesmas," jelas Sri Indriyani
Dia menambahkan bahwa upaya pencegahan Stunting di Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 direncanakan menyasar sekitar 6.520 balita dan 900 ibu hamil dengan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari APBD. Sedangkan dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kemenkes, PMT lokal akan diberikan kepada 6.333 balita dan 1.790 ibu hamil
"Jadi total penerima 12.823 balita dan 2.690 ibu hamil. Selain itu juga tersedia Pangan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) untuk balita Stunting dan Pangan Diet Khusus (PDK) untuk balita gizi kurang dan formula untuk tata laksana balita gizi buruk," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Kabupaten Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Unit Pengolahan Ikan Segar dan Pemberian Makanan Tambahan di Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti. Rabu (8/6/2025). Acara peresmian ini selain dihadiri oleh Wabup juga di hadiri oleh Kadis Perikanan, Camat Jayanti dan tokoh masyarakat serta warga Desa Jayanti.
Unit Pengolahan Ikan Segar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jayanti dengan menyediakan fasilitas pengolahan ikan yang modern dan higienis. Selain itu, pemberian makanan tambahan juga diharapkan dapat meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.
Kepala Desa Jayanti, Misri Rahayu menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung Program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami berharap bahwa Unit Pengolahan Ikan Segar dan Pemberian Makanan Tambahan ini dapat menjadi contoh bagi Desa-desa lain di Kabupaten Tangerang," ujar Misri Rahayu.

Unit Rumah Pengolahan Ikan Segar dan Pemberian Makanan Tambahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jayanti, antara lain Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan, Meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan ikan olahan, Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan.
Masyarakat Desa Jayanti menyambut baik peresmian Unit Rumah Pengolahan Ikan Segar dan Pemberian Makanan Tambahan ini. "Kami berharap bahwa fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar salah satu warga Desa Jayanti. (Lingga)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang sedang berupaya keras meredam laju inflasi yang terus merangkak naik. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), mereka menggelar program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang selama tiga hari penuh, dari 5 hingga 7 Agustus 2025. Program ini menyasar tiga lokasi berbeda: Gerai Tangerang Gemilang Cikupa, Pasar Cisoka, dan Pasar Mauk.
Program Warteksi ini bukan sekadar acara biasa. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan betapa besar kebutuhan akan bantuan ini. Ratusan warga rela berpanas-panasan dan mengantre panjang demi mendapatkan sembako dengan harga yang jauh lebih miring dari pasaran. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tekanan ekonomi, program Warteksi adalah penyelamat bagi banyak keluarga.
Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Dra. Resmiyati Marningsih, menegaskan bahwa Warteksi adalah agenda rutin triwulan yang bertujuan untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat. "Ini adalah upaya pemerintah daerah untuk menjaga harga barang pokok tetap terjangkau," jelasnya. Rabu (6/8/2025).

Resmiyati juga menjelaskan mekanisme unik yang diterapkan di setiap lokasi. Di Pasar Cisoka, program ini secara spesifik mensubsidi para pedagang, membantu mereka menjaga harga jual tetap stabil. Sementara itu, di Pasar Mauk, sembako langsung didistribusikan kepada masyarakat umum.
"Kami juga memprioritaskan lansia dan warga yang membawa anak agar mereka tidak perlu mengantre terlalu lama. Ini untuk memastikan semua berjalan lancar," tambahnya.
Berbagai bahan pokok penting tersedia dengan harga yang sangat terjangkau, antara lain:
* Bawang Merah: Rp35.800/kg
* Bawang Putih: Rp15.800/kg
* Cabai Merah Keriting: Rp22.800/kg
* Cabai Rawit Merah: Rp22.800/kg
* Cabai Rawit Hijau: Rp15.800/kg
* Gula Pasir: Rp11.300/kg
* Minyak Goreng: Rp9.900/liter
* Beras Premium: Rp7.600/kg
Melalui Warteksi Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang wajar, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. (Asp)