Tangerang, lensafokus.id - Kantor Urusan Agama (KUA) Cisoka menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Senin (11/08/2025), para pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Cisoka yang di pimpin langsung oleh Kepala KUA melaksanakan kegiatan pemberian seribu bendera serta gotong royong pemasangan bendera Merah Putih di wilayah Kecamatan Cisoka, pada Senin (11/08/2025).
Didampingi kepolisian dari Polsek Cisoka Polresta Tangerang, Kapolsek Cisoka, Iptu Anggio Pratama T, S.Trk.,M.Si., serta anggota Jajaran. Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air di kalangan pegawai KUA serta lintas sektor. Mereka bahu-membahu memasang bendera Merah Putih di wilayah Kecamatan Cisoka sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan bangsa.

“Kegiatan pemberian seribu bendera dan gotong royong ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan. Dengan kegiatan ini, diharapkan pegawai KUA Cisoka dan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya kemerdekaan dan peranannya dalam membangun bangsa.”Jelasnya Kepala KUA Cisoka, H Saepul Hupad.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan menyambut HUT Republik Indonesia ke-80. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, diharapkan perayaan HUT RI dapat berlangsung dengan meriah dan khidmat. (Lingga)
TANGERANG, lensafokus.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang kembali melakukan tindakan penagihan pajak daerah terhadap salah satu wajib pajak yang tidak patuh yaitu Restoran Danau Abah yang berlokasi di Kelurahan Suradita, Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang.
Tindakan penagihan dilakukan melalui pemasangan stiker, spanduk, papan informasi, plang dan media lainnya. Langkah ini merupakan bentuk penegakan sanksi administratif penagihan aktif terhadap penunggakan pajak daerah dan bukan tindakan penyegelan.
Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Slamet Budi menyebutkan bahwa Restoran Danau Abah tercatat memiliki total tunggakan pajak daerah sebesar Rp318.969.406 sesuai dengan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) yang telah diterbitkan. Hingga jatuh tempo, restoran tersebut belum juga melaksanakan kewajiban perpajakannya.
“Sebelum penindakan ini dilakukan, kami telah menyampaikan Surat Teguran kepada Wajib Pajak. Namun hingga saat ini, belum ada itikad baik dari pemilik atau penanggung jawab untuk melunasi utang pajak tersebut,” jelasnya.
Ditegaskan bahwa apabila Wajib Pajak melunasi kewajibannya sebelum pemasangan media penagihan dilakukan, maka proses pemasangan dapat dibatalkan.
Tindakan pemasangan media penagihan ini akan berlangsung selama utang pajak belum dilunasi. Jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada penyelesaian, maka akan dilakukan eskalasi penanganan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), hingga pelaporan kepada Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui MCP sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Langkah selanjutnya bisa berupa penyegelan, penyitaan aset, penutupan izin usaha, dan pelibatan penegak hukum,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau kepada seluruh Wajib Pajak Daerah untuk segera melunasi utang pajaknya. Penerapan tindakan tegas dan sanksi administratif seperti ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran bagi Wajib Pajak lainnya.
“Pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan digunakan untuk membiayai pembangunan daerah. Maka kepatuhan terhadap pajak merupakan wujud kontribusi nyata untuk kemajuan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” tutupnya. (Red)
Magelang, lensafokus.id - Sudirman Indra dan timnya telah melakukan kajian Geologi Khusus Air Tanah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, atas undangan Kepala Koordinasi Dosen Brigadir (Kakordos) Jenderal Fierman Sjafirial Agustus, pada Selasa (17/06/2025).
Dari hasil kajian, Sudirman Indra dan tim menemukan bahwa tanah di lokasi tersebut kurang menyerap air, sehingga memerlukan kedalaman kurang lebih 100 meter untuk mencapai sumber air. Selain itu, sumber air tersebut juga cenderung habis setelah digunakan selama setahun.
Namun, Sudirman Indra dan tim juga menemukan adanya lapisan abu vulkanik/abu Gunung Merapi pada kedalaman sekitar 20 meter. Penemuan ini menjadi titik awal untuk mencari solusi mengatasi masalah air tanah di Akmil Magelang.

Selanjutnya dengan gerak cepat, pada Kamis (19/06/2025) Sudirman Indra dan tim kemudian membuat Bank Air dengan sumur injeksi yang menggunakan tenaga beban alami. Hasilnya cukup berfungsi dan bermanfaat untuk kebutuhan air baku.
Atas kontribusi dalam mengatasi masalah air tanah, Gubernur Akedemi Militer Magelang, Arnold Aristoteles Paplana Ritiauw melalui Kakordos, Brigadir Jenderal Fierman Sjafirial Agustus, memberikan Piagam Penghargaan kepada Sudirman Indra, pada Jum'at (08/08/2025). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Sudirman Indra dan tim dalam menyelesaikan masalah air tanah di Akmil Magelang.
Dengan adanya Bank Air ini, Akmil Magelang dapat memiliki sumber air yang lebih stabil dan dapat diandalkan. Hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi kegiatan operasional dan kehidupan sehari-hari di Akmil Magelang. (Lingga)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melepas peserta gerak jalan sehat yang dirangkaikan dengan bazar dan pameran UMKM Ngider Kecamatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Kelapa Dua. Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan media partner About Tangerang, bertempat di Stadion Mini Kecamatan Kelapa Dua, Minggu (10/8/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memeriahkan perayaan HUT RI dengan penuh semangat dan kegembiraan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan, cinta dan bangga kepada bangsa.
"Alhamdulillah, semuanya hadir dalam keadaan sehat, bahagia dan penuh kegembiraan. Kita hadir di sini untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Republik Indonesia. Terima kasih kepada warga Kecamatan Kelapa Dua yang telah memasang Bendera Merah Putih, sebagai wujud cinta dan bangga kepada bangsa kita," ujar Bupati.
Bupati juga mengajak peserta dan masyarakat Kec. Kelapa Dua untuk memanfaatkan momentum kegiatan tersebut bukan hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan persatuan, sekaligus mendukung ekonomi lokal dan daerah
"Setelah gerak jalan, mari kita belanja di UMKM. Selain menyehatkan badan, kita juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Saya bangga kepada masyarakat Kelapa Dua, semoga UMKM semakin maju dan perekonomian semakin berkembang," imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya saing produk lokal.
"Pameran festival UMKM ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam memberdayakan koperasi dan usaha mikro. Harapannya, produk-produk UMKM dapat semakin dikenal, pasar semakin luas, dan terjalin jejaring usaha yang kuat," ujar Anna.
Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian acara dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 RI.
"Partisipasi masyarakat yang luar biasa membuktikan bahwa semangat kebersamaan di Kelapa Dua sangat tinggi. Kegiatan ini bukan hanya memperingati HUT RI, tapi juga menjadi wadah silaturahmi dan dukungan nyata untuk UMKM. Kami siap bersinergi dengan semua pihak untuk terus memajukan Kelapa Dua," ungkapnya.
Acara ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat, perangkat kecamatan, keluaran dan desa, para pelaku UMKM, serta organisasi kemasyarakatan. Selain gerak jalan sehat, pengunjung juga menikmati bazar dan pameran UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal serta cek kesehatan gratis. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang menggelar Patroli Pusaka atau Patroli Polisi di Pusat Keramaian untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengunjungi pusat keramaian. Patroli ini difokuskan pada tiga titik, yaitu Kawasan Citra Raya, Alun-Alun Tigaraksa, dan Alun-Alun Balaraja, pada Sabtu (09/08/2025).
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Arief Nazaruddin Yusuf, menjelaskan bahwa patroli Pusaka dilaksanakan secara dialogis dengan mobile, motoris, blue light patrol, bersepeda, bahkan berjalan kaki. Petugas akan berkeliling di pusat-pusat keramaian dan berdialog dengan masyarakat yang sedang berkunjung.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan keselamatan diri.
Dalam apel malam, Kasat Reskrim Polresta Tangerang juga diberikan instruksi untuk berkeliling sambil memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu, yaitu 1 karung beras. Hal ini menunjukkan bahwa Polresta Tangerang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya Patroli Pusaka ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman saat mengunjungi pusat keramaian. Polresta Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang terbaik. (Lingga)
Lebak, lensafokus.id - Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk mensahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Masyarakat Adat.
"Kita sudah berjuang 14 tahun lalu hingga kini belum disahkan RUU Masyarakat Adat," kata Rukka saat kegiatan peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog Kabupaten Lebak, Sabtu. (09/08/2025).
Selama ini, kata dia, hak masyarakat adat secara nasional belum diakui melalui undang-undang negara. Masyarakat adat terus menyerukan dan memperjuangkan agar dapat disahkan RUU Masyarakat Adat.
Sebab, menurut dia, UU Masyarakat Adat dapat menjaga kelestarian alam, adat istiadat dan identitas bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya berharap tamu undangan kegiatan HIMAS ini terdapat tiga partai politik (Parpol) besar di antaranya Gubernur Banten Andra Soni dari Partai Gerinda, juga ada PDI P dan Partai Golkar.
"Kami berharap tiga parpol besar itu dapat menyampaikan ke DPR RI di Senayan untuk mensahkan RUU Masyarakat Adat," katanya.
Menurut dia, pihaknya terus berjuang karena ada masyarakat adat di Papua dan Kalimantan, di mana mereka menjaga hutan-hutan terbaik juga ekosistem terbaik, namun justru dijadikan Food Estate.
Padahal, kata dia, masyarakat adat memiliki kedaulatan pangan tersendiri yang diajarkan dari nenek moyang. Bahkan, masyarakat adat dapat memperkuat hak untuk menentukan nasib sendiri dan jalan menuju kedaulatan pangan. "Masyarakat adat di manapun berada, mereka mengelola dan menggarap tanah adat untuk kedaulatan pangan," katanya.
Ketua Pengurus Wilayah (PW) AMAN Provinsi Jambi Endang Kuswardani berharap DPR mensahkan RUU Masyarakat Adat sehingga memiliki kewenangan otonomi untuk kesejahteraan masyarakat adat.
Selama ini masyarakat adat di wilayahnya, kata dia, anak suku dalam mengalami diskriminasi masif karena mereka dipaksa harus hidup keluar dari kawasan hutan.
Sebab, kawasan hutan dikelola oleh perusahaan untuk dijadikan lahan perkebunan.
"Kami meyakini dengan adanya RUU Masyarakat Adat dipastikan sepenuhnya dikelola oleh masyarakat adat setempat," katanya.
Sementara itu, Dewan Mahkamah Wilayah (Damanwil) Maluku Utara Novenia Ambeua mengatakan untuk rasa keadilan bagi masyarakat adat tentu perlu adanya UU Masyarakat Adat, sehingga memberikan otonomi luas untuk dikelola lahan adat.
"Kami berharap DPR bisa mensahkan RUU Masyarakat Adat, sehingga terlindungi kehidupan masyarakat adat dan tidak terjadi konflik," katanya. (Cecep)