Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak kaum perempuan untuk cerdas dan berani bertindak untuk kebaikan bersama. Hal tersebut diutarakan Wabup Intan saat membuka acara sosialisasi Peningkatan Peran Wanita Dalam Partisipasi Demokrasi yang dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Kab. Tangerang di Qubika Boutik Gading Sepong, Kamis (05/02/26)
"Kepada para perempuan hebat yang hadir hari ini berdirilah dengan teguh, bersuaralah dengan santun dan berjuanglah dengan integritas demi kemajuan masyarakat dan bangsa. Rawat idealisme, jaga kejujuran dan jadilah perempuan yang tidak hanya cerdas berpikir tapi juga berani bertindak untuk kebaikan bersama," ujar Wabup Intan.
Menurut dia, demokrasi sejatinya bukan hanya tentang suara yang dihitung tapi tentang suara yang didengar. Untuk itu, peran perempuan dalam proses demokrasi sangat penting dan mendasar sebagai penjaga nurani, penyeimbang dan penguat nilai-nilai kemanusiaan.
"Perempuan adalah penjaga nurani, penyeimbang dan penguatan nilai kemanusiaan. Ketika perempuan terlibat aktif dalam demokrasi maka kebijakan yang lahir tidak hanya kuat secara hukum tapi juga sangat adil dan matang secara nurani," ungkapnya
Dia juga menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipasi meningkatkan kapasitas dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan. Namun perubahan sejati lahir dari keberanian perempuan untuk percaya pada dirinya sendiri untuk terus memperkaya perspektif, kebijakan, memperkuat akuntabilitas publik dan memperluas ruang demokrasi yang lebih manusiawi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas, integritas dan kecerdasan untuk ikut menentukan arah pembangunan. Kita ingin melihat lebih banyak perempuan yang berani bersuara, berani berpikir kritis dan berani mengambil peran strategis bukan karena diberi belas kasih tapi memang mereka layak dan mampu," imbuhnya
Dirinya berharap kegiatan sosialisasi tersebut bisa menjadi titik awal perubahan nyata dalam membangun demokrasi yang adil, inklusif, merata dan bermartabat.
"Mudah-mudahan ilmu yang diberikan nanti menjadi manfaat untuk semua kader perempuan politik yang ada di Kabupaten Tangerang. Dan adik-adik mahasiswi, siapa tahu nanti mau terjun ke politik untuk menyuarakan suara masyarakat," pungkasnya
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, Agus Suryana melaporkan bahwa sosialisasi tersebut salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahu kaum perempuan dalam berpolitik dan sistem politik yang ada di Indonesia.
"Pesertanya terdiri dari kader wanita anggota partai politik dan mahasiswi dari universitas yang ada di Kabupaten Tangerang," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan santunan anak yatim dan piatu yang diselenggarakan oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Banten dan JMSI Kabupaten Tangerang, dalam rangka Milad ke-6 JMSI yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Kegiatan tersebut berlangsung di Yayasan Yatim Piatu Maktabul Aitam, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (5/2/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Kelapa Dua, serta Lurah Pakulonan Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada JMSI Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang atas kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan santunan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
“Hari ini kami hadir dalam rangka bakti sosial yang diselenggarakan oleh JMSI Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang, dalam rangka milad keenam JMSI yang dirangkaikan dengan Hari Pers Nasional. Kegiatan ini sangat positif karena memberikan perhatian juga kepada putra-putri kita, anak-anak yatim di panti asuhan Maktabul Aitam,” ujar Bupati.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa insan pers yang tergabung dalam JMSI tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
“Ini membuktikan bahwa teman-teman wartawan yang tergabung dalam JMSI melaksanakan milad keenamnya dengan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di Pakulonan Barat,” lanjutnya.
Selain kegiatan santunan, dia juga mengapresiasi rencana JMSI yang akan melaksanakan penanaman pohon di sepanjang bantaran Sungai Cisadane sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Dalam rangka milad keenam dan Hari Pers Nasional, JMSI juga akan melakukan penanaman pohon di sepanjang Sungai Cisadane. Ini menunjukkan bahwa teman-teman JMSI, baik dari Provinsi Banten maupun Kabupaten Tangerang, peduli terhadap lingkungan, terlebih di tengah kondisi wilayah yang masih menghadapi musibah banjir,” jelasnya.
Bupati Tangerang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat mengapresiasi kontribusi positif JMSI yang tidak hanya berperan dalam penyampaian informasi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada JMSI, kepada Ketua JMSI Provinsi Banten Bapak Wahyu dan Ketua JMSI Kabupaten Tangerang Bapak Sangki, yang terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menuju Ruang Bersama Indonesia (RBI) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Puspemkab Tangerang, Rabu (4/2/2026).
Forum strategis ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan keberhasilan program DRPPA di dua lokus utama, yaitu Desa Cibetok dan Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung arahan Presiden RI yang tertuang dalam Astacita. Fokus utamanya adalah memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
"DRPPA adalah desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, hingga pemberdayaan masyarakat secara terencana dan berkelanjutan sesuai Visi Pembangunan Indonesia," ujar Wabup Intan.
Dia menambahkan bahwa komitmen ini merupakan wujud nyata dukungan Pemkab Tangerang terhadap kebijakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.
"Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menerbitkan Surat Keputusan Pj. Bupati Tangerang Nomor: 463/Kep.158-Huk/2024 yang menetapkan Desa Cibetok dan Desa Gunung Kaler sebagai lokasi program terpadu DRPPA untuk tahun 2026," jelasnya.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen, mulai dari OPD, PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), GOW, hingga instansi vertikal seperti Pengadilan Agama dan Kementerian Agama, untuk bersatu padu. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja keras tim Pokja dan partisipasi aktif tokoh masyarakat serta CSR.
"Saya berharap rapat hari ini menghasilkan program kerja yang kreatif dan inovatif. Perlu diingat, ujung tombak keberhasilan DRPPA adalah dukungan langsung dari masyarakat, perangkat desa, serta tokoh pemuda di wilayah tersebut," ujarnya.
Menutup arahannya, Wabup Intan juga berpesan agar program DRPPA tidak hanya dijadikan ajang perlombaan sesaat. Ia menginginkan program ini berjalan secara berkesinambungan demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Tangerang secara permanen.
"Harapan kita semua, program ini sukses dan terus berkelanjutan. Jangan sampai setelah selesai dinilai atau dilombakan, kegiatannya berhenti. Ini harus menjadi budaya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak kita," pungkasnya.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menegaskan bahwa hasil rapat ini diharapkan menghasilkan program kerja konkret dan terukur bagi pemberdayaan perempuan dan anak nantinya.
“Tujuan utama dari DRPPA adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, aman dan mendukung bagi perempuan dan anak-anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” tegas Asep Suherman. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan pembangunan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan akan segera dilaksanakan. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat memimpin rapat perbaikan Jalan Pakuhaji–Sepatan yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (4/1/26).
Dalam rapat tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa perbaikan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan telah dianggarkan dalam APBD Tahun 2026 dan saat ini tengah memasuki tahapan proses lelang sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Jalan Pakuhaji–Sepatan sudah kita anggarkan tahun 2026 dan saat ini sedang dalam proses lelang. Saya minta kepada camat untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar bersabar karena semua tahapan harus melalui mekanisme yang berlaku,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia pun telah menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk melakukan perbaikan sementara dengan penambalan menggunakan material macadam pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan parah, sambil menunggu proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh, Dan meminta partisipasi pihak pengembang untuk turut membantu perbaikan sementara sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
“Untuk sementara, sambil menunggu proses lelang, jalan-jalan yang rusak harus segera ditangani agar tetap fungsional. Saya juga minta pengembang ikut membantu melakukan penambalan, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada para pengembang dan para pengemudi truk tanah agar sementara waktu menghindari Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan selama proses perbaikan berlangsung. Menanggapi aspirasi masyarakat terkait tonase dan jam operasional truck tambang, dia menandaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan tonase kendaraan dan jam operasional truk tambang sangat penting dipatuhi agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan.
“Kami sampaikan langsung keluhan masyarakat Pakuhaji dan sekitarnya terkait kendaraan bertonase berat. Masyarakat tidak anti investasi, namun meminta agar truk tidak melebihi muatan dan mematuhi Perbup terkait jam operasional. Mohon ini juga dipatuhi para pengusaha,” tandasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Jalan Raya Pakuhaji atau Gardu Tanah Merah merupakan jalan kabupaten dengan panjang sekitar 8 kilometer lebih, dengan tingkat kerusakan mencapai hampir 50 persen atau sekitar 2,8 kilometer dalam kondisi rusak berat dan rusak.
“Di APBD 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,4 miliar yang saat ini sedang dalam proses lelang. InsyaAllah kontrak pekerjaan dapat dimulai pada awal Maret 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain anggaran utama tersebut, Pemkab Tangerang juga menyiapkan dukungan pendanaan lain melalui pergeseran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan darurat sepanjang kurang lebih 2 kilometer secara bertahap, sesuai aturan perundang-undangan.
“Untuk menjaga fungsional jalan, kami juga melibatkan pihak pengembang melalui dana CSR agar jalan tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat sebelum perbaikan permanen dilaksanakan,” imbuhnya
Pihaknya juga menegaskan bahwa langkah perbaikan darurat tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terlebih menjelang bulan Ramadan, di mana aktivitas masyarakat dipastikan meningkat.
“Pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan ini sejak lama. Namun karena mekanisme anggaran harus melalui proses tender, maka sambil menunggu dilakukan perbaikan darurat agar jalan tetap fungsional dan tidak membahayakan pengguna,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menuntaskan program SD dan SMP swasta gratis dan pemerataan pendidikan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri kegiatan Silaturahmi, Konsolidasi, dan Kolaborasi Pengurus Yayasan Penyelenggara Pendidikan Swasta se-Kabupaten Tangerang yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Tangerang di Balai Islamic Village, Kelapa Dua, Rabu (4/2/26).
“Program sekolah gratis ini kita jalankan bertahap. Setelah SD dan SMP swasta umum, insyaAllah Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah juga menjadi sasaran. Ini butuh proses, tapi komitmen kita jelas,” tegas Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pendidikan swasta sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
"Program sekolah gratis secara bertahap bagi siswa SD dan SMP swasta umum, yang ke depan juga akan menyasar Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap penyelenggara pendidikan swasta," ungkapnya
Dia juga menyebut bahwa Kabupaten Tangerang telah lebih dulu menjalankan kebijakan yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam pemerataan akses pendidikan melalui APBD yang alokasinya mencapai sekitar 25 persen
“Walaupun ada efisiensi anggaran dari pusat, kami tidak bergeming soal pendidikan. Tahun 2027 akan kita naikkan lagi anggarannya,” ujarnya
Selain sekolah gratis, Pemkab Tangerang juga menjalankan program beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu yang berprestasi. Pada tahun 2025, sebanyak 235 anak telah menerima beasiswa hingga jenjang S1, dengan tujuan pendidikan di dalam dan luar negeri, seperti Al-Azhar Kairo, Swiss German University, IPB, Untirta, dan berbagai perguruan tinggi lainnya.
“Anak-anak yang tadinya tidak punya harapan, hari ini mimpinya bisa terwujud. Ini yang membuat kita yakin bahwa investasi terbaik adalah pendidikan,” ujarnya.
Lanjut dia, pemerintah daerah terus menguatkan komitmennya untuk memberikan perhatian dan dukungan yang sama antara sekolah negeri dan swasta, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
“Kita tidak ingin masyarakat hanya berebut sekolah negeri. Sekolah swasta harus punya kualitas yang sama dan juga gratis, sehingga mutu pendidikan kita merata,” jelasnya.
Pihaknya berharap melalui kolaborasi dengan BMPS tidak ada lagi anak di Kabupaten Tangerang yang putus sekolah, sehingga kualitas sumber daya manusia terus meningkat dan rata-rata lama sekolah masyarakat dapat mencapai 12 hingga 13 tahun.
“Doakan kami semua sehat, agar bisa terus menuntaskan komitmen ini. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah atau putus sekolah. Itu tujuan besar kita bersama,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Lippoland untuk SD Negeri Binong 1 dan 2, yang dilaksanakan di Halaman SDN Binong 1 dan 2, Rabu (4/02/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa CSR Program Lippoland untuk SDN Binong 1 dan 2 berupa penyediaan sarana prasarana dan bantuan untuk para anak didik yang berprestasi kedua SDN tersebut
"Hari ini Lippoland memberikan bantuan berupa sarana prasarana sekolah seperti wastafel tempat cuci tangan, lapangan olahraga alat-alat olahraga dan ada beberapa hadiah untuk siswa-siswi yang berprestasi di SD Negeri Binong 1 dan 2," ungkap Wabup Intan.
Menurut dia, upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi program CSR PT. Lippo yang telah bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan memberikan beberapa fasilitas untuk sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang.
"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lippoland yang sudah memberikan kontribusi CSR-nya kepada beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang," ujarnya
Lanjutnya, dia juga berpesan kepada kepala sekolah, guru dan siswa-siswi untuk memanfaatkan bantuan CSR yang telah diserahkan dan merawatnya dengan sebaik-baiknya agar bantuan yang diterima dapat berdampak luas bagi terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan menyenangkan.
"Kepada kepala sekolah, guru dan siswa-siswi, jaga dan rawat bersama apa yang telah diserahkan ini. Ke depan mudah-mudahan sanitasi di sekolah ini bisa lebih bagus lagi, bisa lebih bersih lagi sehingga anak-anak kita nyaman bersekolah di SD Negeri Binong 1 dan Binong 2," imbuhnya
Lebih lanjut, Wabup Intan juga menandaskan kepada para guru untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada seluruh anak didik agar siswa-siswi tidak hanya berilmu tapi juga memiliki adab dan budi pekerti yang baik nantinya.
"Ilmu itu tidak ada artinya dibandingkan adab dan budi pekerti yang baik. Jika kita punya adab dan budi pekerti yang baik, insyaAllah ilmu mengikuti. Untuk anak-anak tercinta, belajar yang rajin ya supaya pintar, siapa tahu bisa mendapatkan beasiswa kuliah di UPH untuk anak-anak dari SD Negeri Binong 1 dan 2," tandasnya.
Sementara itu, Director of Government and Community Relations Lippo Land, Darwin mengatakan bahwa Program CSR Lippoland untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah merupakan program yang berkesinambungan dan menyasar berbagasi sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang.
"Kami dari Town Management Division (TMD) Lippoland sangat berbangga untuk dapat berbagi kepada masyarakat sekitar terutama kepada sekolah-sekolah di lingkungan Kabupaten Tangerang. Program ini berkesinambungan, tidak hanya di sekolah dasar negeri Binong," jelasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Polemik audiensi antara Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang kian mengemuka. Setelah sebelumnya audiensi yang telah dijadwalkan pada Rabu (4/2/2026) berujung kekecewaan, kini muncul perbedaan pernyataan antara Kepala Kemenag dan staf internal, yang memicu tanda tanya publik.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, H. Akhmad Jubaedi, S.Ag., M.Pd, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam agenda audiensi tersebut. Ia menegaskan bahwa pada pukul 10.00 WIB, Rabu (4/2/2026), dirinya sedang berada di aula untuk mengisi acara bersama para pengawas.
“Pada jam tersebut saya sedang berada di aula mengisi acara pengawas. Saya juga tidak menerima tembusan atau laporan apa pun terkait rencana kunjungan audiensi tersebut,” ujar Jubaedi.
Ia meminta agar pemberitaan dan informasi yang beredar diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Menurutnya, koordinasi internal menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Jubaedi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi ulang dengan Kasubag guna mengatur kembali jadwal pertemuan dengan pengurus KWRI Kabupaten Tangerang.
“Akan dilakukan koordinasi kembali dengan bagian Kasubag untuk mengatur jadwal pertemuan ulang agar audiensi bisa berjalan lancar dan didampingi secara resmi. Konfirmasi dan verifikasi itu penting agar hubungan antarinstansi tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.
Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan salah satu staf Kemenag Kabupaten Tangerang berinisial T, yang sebelumnya menemui pengurus KWRI di kantor.
Menurut staf T, surat permohonan audiensi telah disampaikan kepada pimpinan. Ia menyebutkan bahwa jadwal audiensi bertepatan dengan agenda pimpinan di luar kantor, sehingga audiensi tersebut didisposisikan kepada staf.
“Surat sudah disampaikan ke pimpinan. Karena jadwal audiensi bersamaan dengan agenda pimpinan di luar kantor, maka didisposisikan kepada staf. Sesuai arahan pimpinan, audiensi diminta untuk di-reschedule besok ( Kamis, 5 Januari 2026 ) jam 13.00 WIB,” ungkap staf T.
Perbedaan keterangan ini menimbulkan inkonsistensi informasi internal di tubuh Kemenag Kabupaten Tangerang, sekaligus memperkuat dugaan lemahnya koordinasi birokrasi dalam menyikapi agenda resmi yang melibatkan organisasi wartawan. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka secara resmi kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme di kalangan peserta didik SMA/SMK Sederajat se-Kabupaten Tangerang yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (3/2/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, keteladanan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda khususnya para anak didik SMA/SMK sederajat untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme
“Benteng terbaik untuk melawannya adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Untuk pencegahan paham-paham radikalisme masuk ke anak-anak kita, khususnya di tingkat SMA, kegiatan ini melibatkan guru dan murid dengan berbagai narasumber yang berkompeten,” tandas Wabup Intan.
Menurut dia, radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, melainkan kerap masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Untuk segala upaya pencegahan dan penanganan radialisme harus terus dilakukan dengan dukungan semua pihak, multi sektor, tidak hanya pemerintah aja tetapi dunia Pendidikan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarkat dan para pelajar itu sendiri sebagai kelompok rentan.
“Radikalisme sering kali masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Adalah tugas kita bersama, mulai dari dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar itu sendiri untuk dapat bersama-sama mencegahnya,” tegasnya
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya pengusaaan literasi digital yang cukup dan sikap bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai bahwa di era digital saat ini, penyebaran paham radikal, ujaran kebencian (hate speech), dan konten intoleran banyak sekali menyusup melalui platform digital dan gawai yang digunakan sehari-hari oleh pelajar.
“Kita tidak bisa membatasi anak-anak mengakses informasi digital. Yang bisa kita berikan adalah pemahaman, bagaimana mereka menggunakan media sosial sebijak mungkin. Apa yang diunggah, apa yang dibagikan, dan apa yang diserap harus benar-benar dipelajari dan dipikirkan secara matang, karena ujaran kebencian saja itu sudah melanggar undang-undang,” jelasnya.
Lanjut dia, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan bebas dari pengaruh intoleransi serta radikalisme yang banyak menyerang dan mempengaruhi para pelajar
“Ketika pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar berjalan bersama, maka ruang bagi paham-paham yang merusak persatuan akan semakin sempit,” imbuhnya
Dia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang sebagai salah satu upaya pencegahan dini. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan pemahaman dan pengetahuan tentang paham radikalisme kepada para pelajar dapat semakin kuat sehingga mereka tidak mudah terpancing bahkan bisa menjadi teladan dan menginspirasi pelajar lainnya.
“Anak-anakku semua adalah estafet kepemimpinan bangsa ini. Di pundak kalian masa depan daerah dan negara dititipkan. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya hari ini saja, tetapi bisa berlanjut dan berjenjang, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga SMA, agar paham radikalisme di Kabupaten Tangerang tidak ada yang masuk sama sekali,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh guru pendamping dan perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang, dengan menghadirkan narasumber dari unsur Densus 88, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial tingkat Provinsi Banten, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) baru saja menyerahkan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pegiat Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) yang telah mempelopori pelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Supriyatno menuturkan, pemberian sertifikasi penghargaan dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah komunitas Proklim yang berhasil mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada akhir tahun kemarin.
”Kami baru saja memberikan penghargaan ini sebagai apresiasi atas dedikasi para pegiat yang tidak mengenal lelah menjadi garda terdepat pelestarian lingkungan di tingkat wilayah. Apalagi, ada banyak komunitas pegiat, sekitar 25 RW yang mendapatkan penghargaan nasional dari Kementerian LH pada tahun kemarin,” ujar Supriyatno setelah memberikan pengharaan di Kantor DLH Kota Tangerang, Selasa (3/2/26).
Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memberikan apresiasi uang pembinaan untuk mendorong produktivitas program pelestarian lingkungan di Kota Tangerang.
”Kami berharap sertifikat penghargaan yang diberikan dapat memotivasi semua pegiat di lapangan untuk memberikan dedikasi terbaiknya sekaligus menginspirasi para pegiat lainnya untuk bersama-sama melestarikan lingkungan dan mengatasi ancaman krisis iklim di Kota Tangerang,” tambahnya.
Berikut ini adalah daftar penerima penghargaan Proklim Tingkat Nasional di Kota Tangerang, di antaranya:
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan penggunaan ruang jenazah, poli onkologi, penambahan 10 tempat tidur rawat inap, serta rencana perluasan lahan rumah sakit seluas kurang lebih 4,8 hektare dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Pakuhaji, Selasa. (3/2/26)
Pada kesempatan tersenut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penataan ruang jenazah RSUD Pakuhaji kini dibuat lebih layak, nyaman, dan tertutup sehingga memberikan rasa hormat serta kenyamanan bagi keluarga pasien.
“Hari ini alhamdulillah kita sudah meresmikan dimulainya penggunaan ruang jenazah di RSUD Pakuhaji. Yang sebelumnya ruang jenazah itu terlihat langsung dari luar, dari jalan, sekarang sudah ditata lebih baik, lebih nyaman, lebih bersih, dan lebih layak,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Selain itu, dia juga meresmikan penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap dari 130 menjadi 140 bed serta dibukanya poli onkologi sebagai bentuk peningkatan layanan kesehatan spesialistik.
“Penambahan tempat tidur dan dibukanya poli onkologi ini tentu menambah pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pelayanan di poli-poli. Ini bagian dari komitmen kita untuk terus meningkatkan mutu layanan rumah sakit,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan rencana perluasan lahan RSUD Pakuhaji seluas sekitar 4,8 hektare yang ke depan akan menambah total luas rumah sakit menjadi sekitar 5 hektare lebih. Upaya ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura).
“Mudah-mudahan dengan rencana perluasan ini, pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Pakuhaji dan wilayah Pantura, bisa semakin maksimal. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar rencana ini dapat segera terealisasi, tentunya melalui musyawarah desa karena melibatkan tanah kas desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Pakuhaji, Hj. dr. Umi Kulsum, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan staf atas dedikasi dan kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama delapan tahun terakhir.
“Usia delapan tahun ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan dan profesionalisme sumber daya manusia. Pelayanan kesehatan yang aman menjadi fondasi utama, mulai dari keselamatan pasien, ketepatan tindakan medis, hingga kepatuhan terhadap standar pelayanan,” ujar dr. Umi Kulsum.
Dia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga medis dan nonmedis terus dilakukan melalui penguatan budaya kerja yang humanis serta pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan pasien.
Lanjut dia, peringatan HUT ke-8 RSUD Pakuhaji juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial berupa bingkisan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
“Orientasi kami adalah kepuasan masyarakat melalui layanan yang aman, nyaman, cepat, dan transparan, serta membuka ruang evaluasi dari publik,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan melalui peringatan HUT ke-8 ini, RSUD Pakuhaji terus menguatkan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Red)