JAKARTA, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/26),
Pertemuan lintas daerah tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antarwilayah demi mewujudkan pembangunan metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana optimalisasi lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 95 hektar yang berada di Desa Ciangir, Kecamatan Legok , Kabupaten Tangerang. Menurut Bupati Tangerang, lahan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program strategis nasional.
“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI yang ada di Desa Ciangir ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, dari total lahan 95 hektar tersebut, sekitar 1,4 hektar telah digunakan untuk fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sementara sisanya akan dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan pemukiman, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.
“Ada sekitar 38 hektar yang diperuntukkan bagi sektor pertanian dan 47 hektar untuk kawasan pemukiman. Di dalamnya juga direncanakan pembangunan tandon air. Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pembahasan teknis pemanfaatan lahan ini akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang,” jelasnya.
Selain penataan lahan, pertemuan tersebut juga membahas penanganan isu strategis kawasan perkotaan, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian banjir, dan pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan yang saling membutuhkan dan harus diperkuat melalui kolaborasi konkret lintas wilayah.
“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi,” ujar Andra.
Di bidang lingkungan, Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
Sementara dalam upaya pengendalian banjir, para kepala daerah juga menyepakati rencana pembangunan embung besar melalui dukungan kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang guna mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.
Di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) menuju wilayah Tangerang juga terus dibahas dalam tahap kajian teknis sebagai langkah meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antarwilayah.
"Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan kawasan metropolitan yang lebih tertata, tangguh, modern, dan sejahtera bagi masyarakat Jabodetabek," pungkasnya. (Red)
Subang, lensafokus.id – Maraknya peredaran obat keras ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Subang kembali menjadi sorotan. Aktivitas bisnis haram tersebut diduga berjalan secara terstruktur dan sistematis, bahkan terkesan kebal hukum meski telah beberapa kali diberitakan oleh berbagai media.
Salah satu lokasi yang disebut masih aktif beroperasi berada di kawasan Gunung Tua, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Di lokasi tersebut, kios penjual obat keras ilegal diduga tetap menjalankan aktivitasnya secara terang-terangan tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH).
Ironisnya, meski persoalan tersebut telah berulang kali menjadi perhatian masyarakat dan media, praktik peredaran obat keras ilegal itu disebut masih berjalan mulus seolah tidak tersentuh hukum. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran hingga indikasi kongkalikong dengan oknum tertentu.
Menurut keterangan salah satu warga yang berinisial D, kios tersebut diduga berada di bawah koordinasi seseorang berinisial F.
“Yang ngatur di sini inisial F. Kiosnya bukan cuma satu, ada belasan yang masih jalan sampai sekarang,” ujar D.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras ilegal di wilayah Subang bukanlah bisnis kecil, melainkan sudah terorganisir dengan rapi dan memiliki jaringan yang luas.
Selain itu, dugaan adanya praktik kongkalikong dengan oknum tertentu membuat publik semakin geram. Pasalnya, bisnis haram tersebut dikabarkan telah berlangsung selama bertahun-tahun namun tetap bebas beroperasi tanpa hambatan berarti.
D mengaku mengetahui aktivitas tersebut dan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran obat keras ilegal di Kabupaten Subang.
Jika dibiarkan terus berlangsung, peredaran obat keras ilegal bukan hanya merusak moral generasi muda, tetapi juga dapat menciptakan citra buruk terhadap penegakan hukum di wilayah tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak yang diduga sebagai pemilik maupun koordinator peredaran obat keras ilegal berinisial F belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait dugaan yang beredar di masyarakat. (Asp)
TANGERANG, lensafokus.id – Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Area Parkir Sektor C Kompleks Perkantoran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid berharap dengan adanya festival tersebut bisa semakin meningkatkan budaya literasi di masyarakat
"Saya berharap dengan adanya festival ini, budaya literasi di kalangan masyarakat semakin meningkat, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa," harap Bupati Maesyal
Ia menegaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun karakter masyarakat yang berkualitas. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membangun sumber daya manusia Kabupaten Tangerang yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
“Festival literasi ini merupakan momentum yang sangat penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi. Oleh karena itu budaya membaca dan semangat belajar harus terus kita hidupkan, terutama bagi generasi muda Kabupaten Tangerang,” ujarnya
Bupati menandaskan bahwa investasi di bidang literasi merupakan investasi jangka panjang yang manfaat dan pahalanya akan terus mengalir bagi generasi mendatang. Semakin banyak sumber literasi yang dimiliki juga akan mendorong meningkatkannya kualitas SDM.
“Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Buku-buku yang dihibahkan hari ini akan menjadi jembatan ilmu bagi generasi muda yang kelak tumbuh menjadi pengusaha, pemimpin, dan penggerak pembangunan Kabupaten Tangerang di masa depan,” tandasnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan budaya baca, pada kesempatan tersebut, dia juga menginisiasi gerakan moral hibah buku secara kolektif yang melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Hari ini saya mengawali dengan membeli paket buku untuk didistribusikan ke kecamatan, desa, dan taman bacaan masyarakat. Alhamdulillah seluruh Kepala OPD ikut menyisihkan rezekinya untuk membeli paket buku ini,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Disperpusip Kabupaten Tangerang yang terus mengembangkan fasilitas literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Saat ini, ruang perpustakaan dan sudut baca informal telah hadir di seluruh kecamatan, bahkan mulai berkembang di desa-desa lengkap dengan ruang bermain anak. Ketika orang tua datang mengurus administrasi, anak-anak mereka bisa memanfaatkan ruang baca yang bisa menambah ilmu pengetahuannya
“Saya berterima kasih kepada Ibu Kadis dan jajarannya. Di kecamatan-kecamatan sekarang sudah ada tempat khusus untuk belajar mengajar secara informal bagi masyarakat setempat, bahkan dilengkapi ruang bermain anak,” ungkapnya.
Bupati juga mengungkapkan rasa kagumnya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan daerah. Menurutnya, setiap hari gedung Disperpusip dipenuhi kunjungan pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa yang datang mencari referensi akademik dan memperluas wawasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, komunitas literasi, para narasumber, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti bazar buku murah, bedah buku, diskusi literasi, hingga perlombaan minat dan bakat pelajar sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar dialog interaktif bertema “Menghadapi Era Post-Truth Melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks” pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di era modern.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Visi Nusantara Subandi Musibah, akademisi Yasri Pratama dan Yulitha Widha Pratama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang, serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Aldiansyah mengatakan, tantangan era post-truth dan maraknya hoaks harus dihadapi dengan langkah nyata melalui penguatan literasi publik.
Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Era post-truth dan bahaya hoaks harus dihadapi bersama. Kami berharap langkah ini dapat membawa Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan menjadi salah satu pelopor menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menegaskan, program edukasi yang digagas KWRI Kabupaten Tangerang tidak akan berhenti sampai di kegiatan tersebut saja. Ke depan, KWRI akan melanjutkan berbagai program berkelanjutan seperti KWRI Goes to Campus dan KWRI Goes to School.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa agar semakin melek terhadap keterbukaan informasi publik serta mampu memahami pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi.
“Kami menyadari setiap sekolah dan kampus sudah memiliki insan persnya masing-masing. Kehadiran mereka sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi yang benar dan edukatif,” katanya.
Muhammad Aldiansyah juga berharap KWRI dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPC KWRI Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya dialog interaktif tersebut.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
“Kondisi saat ini menghadirkan tantangan besar berupa era post-truth, ketika opini, emosi, dan persepsi sering kali lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta sebenarnya,” ujar Intan.
Ia menjelaskan, informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat viral dan memengaruhi cara pandang masyarakat hingga menimbulkan keresahan maupun perpecahan sosial.
Bahkan, ia juga menyoroti maraknya video yang dipotong-potong sehingga tidak menampilkan informasi secara utuh dan berpotensi menggiring opini publik.
Dalam kesempatan tersebut, Intan menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya Gen Z di Kabupaten Tangerang yang dinilai memiliki potensi luar biasa.
“Generasi muda kita kreatif, cepat belajar, adaptif, dan inovatif. Namun potensi itu harus dibarengi dengan karakter kuat dan kemampuan literasi yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta bijak menggunakan media digital.
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi, tidak mudah percaya hoaks, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berinovasi, membangun jejaring, dan menyebarkan optimisme,” pesannya.
Intan juga menegaskan, organisasi wartawan seperti KWRI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dan penguat literasi masyarakat.
Ia menilai, menghadapi era post-truth tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh sinergi antara media, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” tandasnya. (Asp)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka acara pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Vega Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (19/5/26).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi merupakan pondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing sehingga upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir harus terus ditingkatkan dan menjadi perhatian bersama.
“Upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir bukan hanya program kesehatan semata, tetapi investasi besar untuk masa depan. Karena satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi sangat berarti bagi masa depan keluarga dan masa depan daerah ini,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan angka kematian ibu (AKI) yang turun dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025.
“Alhamdulillah, kita melihat adanya penurunan angka kematian ibu dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan menjadi hasil dari kerja bersama seluruh pihak,” katanya.
Meski demikian, Bupati Maesyal juga mengingatkan bahwa angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian serius karena angka kasus pada tahun 2024 dan tahun 2025, masih belum ada perubahan yang cukup signifikan. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.
Menurut dia, tingginya sasaran kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang membutuhkan kesiapan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, tepat, dan terintegrasi. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga bayi lahir harus mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan yang aman serta berkualitas.
“Saya minta Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir agar terus meningkatkan pemantauan, monitoring, evaluasi, serta respons cepat terhadap setiap potensi risiko yang terjadi di lapangan. Kita harus memastikan tidak ada keterlambatan penanganan, tidak ada kendala rujukan, dan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kegiatan ini mempertemukan dan mengumpulkan seluruh pihak terkait, mulai dari manajemen rumah sakit, para kepala Puskesmas, BPJS Kesehatan, hingga organisasi profesi guna menciptakan komitmen dan tindak lanjut yang nyata di lapangan.
"Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan tinjauan (review) mendalam terhadap kegiatan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya, yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif," jelas Hendra
Dinkes juga telah menjalankan berbagai upaya konkret untuk memaksimalkan pelayanan, meliputi pembangunan sistem rujukan yang terintegrasi, pemberian penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga penguatan mutu dan kapasitas para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas maupun rumah sakit.
"Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang saat ini sudah berada di bawah rata-rata angka nasional, kami (Dinkes) tetap berkomitmen penuh untuk terus menurunkannya agar lebih rendah dari capaian tahun 2025," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2026/2027 harus benar-benar transparan dan obyektif
Hal tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi dan deklarasi komitmen bersama SPMB Tahun 2026 di Hotel Lemo, Selasa (19/20/26)
"Alhamdulillah, acara ini dihadiri langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Banten untuk bersama-sama berkomitmen penerimaan murid baru harus betul-betul transparan dan obyektif, tidak ada pungutan apapun untuk penerimaan murid baru tahun 2026," tegas Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal menguatkan semangat, keyakinan dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Tadi sudah dibacakan deklarasi, ada 7 poin salah satunya adalah poinnya transparan dan metode pelaksanaan. Ini adalah awal komitmen kita bersama untuk menguatkan keyakinan dan semagat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya
Selain transparansi yang menjadi salah satu dari 7 point deklarasi, dia juga menyoroti metode pelaksanaan penerimaan SPMB tahun 2026. Dia mengungkapkan ada 4 metode penerimaan yang akan digunakan untuk SPMB di seluruh jajaran satuan pendidikan negeri yang ada di Kab. Tangerang
"Ada 4 metode yang masih kita laksanakan antara lain melalui metode afirmasi, metode prestasi, domisili dan juga mutasi. Ini masih kita gunakan juga karena undang-undangnya masih mengatur itu dan sistemnya ada dua, sistem online dan offline," jelasnya
Dia juga meminta seluruh pihak yang terlibat langsung dengan pelaksanaan SPMB untuk konsisten melaksanakan 7 point yang telah dideklarasikan agar pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026-2027 dapat berjalan lebih tertib, lancar dan transparan
"Lebih penting lagi adalah supaya anak-anak usia sekolah tidak putus sekolah. Saya minta kepada seluruhnya, konsisten dan loyal melaksanakan point-poin yang dideklarasikan hari ini, supaya pelaksanaan SPMB bisa lebih tertib administrasi, tertib teknis dan benar-benar transparan," tegasnya
Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak kecewa apabila anaknya tidak bisa diterima di sekokah negeri. Pemerintah daerah berkomitmen tidak ada perbedaan pengakuan dan perlakuan.
"Tidak ada perbedaan perlakuan dan pengakuan. Enggak masuk di negeri, di swasta pun kita sudah memulai gratiskan secara bertahap. InsyaAllah, mudah-mudahan tahun 2028 atau maksimal 2029, SD-SMP swasta umum gratis bisa tuntas semua," pungkasnya
Kepala Dinas Pendidikan, Dadan Gandana mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, akuntabel, objektif serta berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang
"Pelaksanaan SPMB tahun ini menggunakan basis sistem daring dan luring, kita sesuaikan dengan kondisi kewilayahan yang ada di Kabupaten Tangerang. Penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, penggunaan sistem daring ada di 51 SMPN dari 95 SMPN yang ada," ungkap Dadan
Lanjut dia, kegiatan sosialisasi diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tangerang, baik langsung maupun secara virtual daring. Pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi in, seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan mekanisme tahapan serta prinsip pelaksanaan SPMB tahun 2026.
"Perbaikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini antara lain adalah penguatan sistem teknologi bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan Pusdatin Dikdasmen, kemudian peningkatan proses transparansi dan proses seleksi penguatan verifikasi dan validasi data calon murid, optimalisasi layanan pengaduan masyarakat serta pengawasan bersama lintas sektor," jelasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Di sela acara Dialog Interaktif yang digelar di Gedung GSG Pemda Tigaraksa,Kabupaten Tangerang. CEO Badak Perkasa Group, Bapak Sudirman Indra, memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Bank Air kepada para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Sudirman Indra menjelaskan bahwa Bank Air merupakan sistem konservasi air yang berfungsi layaknya tabungan. Air hujan yang melimpah saat musim penghujan ditampung dan dikelola, untuk kemudian digunakan kembali saat musim kemarau atau ketika kebutuhan air meningkat.
“Bank Air adalah solusi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem air. Selain mengurangi risiko banjir, sistem ini memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penerapan Bank Air sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Badak Perkasa Group berkomitmen mendukung program ini sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan perusahaan.
Acara Dialog Interaktif yang dihadiri jajaran Pemda Kabupaten Tangerang, dinas terkait, serta perwakilan masyarakat dan dunia usaha berlangsung dinamis. Banyak peserta yang aktif bertanya terkait teknis pelaksanaan, manfaat ekonomi, dan skema kerja sama dalam penerapan Bank Air.
Pihak Pemda Kabupaten Tangerang menyambut positif inisiatif ini. Diharapkan, pemahaman yang disampaikan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pengelolaan air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim di wilayah Tangerang.
Dengan paparan ini, Badak Perkasa Group menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong solusi lingkungan yang berkelanjutan.
LEBAK, lensafokus.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak.
Ajakan tersebut disampaikan dalam agenda membangun kolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan penanganan persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu adanya dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat agar program-program lingkungan dapat berjalan maksimal,” ujar Irvan saat menerima kunjungan pengurus PWI Lebak, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, sejumlah persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian antara lain pengelolaan sampah, pencemaran lingkungan, hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
DLH Kabupaten Lebak berharap sinergi lintas sektor yang dibangun dapat memperkuat efektivitas program-program lingkungan sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami ingin kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan Kabupaten Lebak yang lebih bersih, hijau, dan sehat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui peran media dan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak yang menilai sinergi antara pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Lebak. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melepas 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Pelepasan ini dilakukan dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (18/5/2026).
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyatakan tim ini merupakan kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II. Petugas tersebut akan disebar untuk memonitor ketersediaan dan kelayakan hewan kurban di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Mereka bertugas mengecek apakah hewan sehat, tidak cacat, dan memenuhi syariat Islam. Kami ingin masyarakat tenang dan aman saat membeli hewan kurban," ujar Ujang.
Pemeriksaan di lapak pedagang dimulai pada tanggal 19-26 Mei 2026, sedangkan pemeriksaan hewan setelah dipotong akan dilakukan pada 27-31 Mei 2026. Secara total, DPKP menerapkan tiga tahapan pengawasan, yang diawali dengan pembekalan petugas dan peternak sejak awal Mei lalu.
Pada tahap kedua (saat pemotongan), DPKP bekerja sama dengan MUI dan IPB. Kolaborasi ini bertujuan mengedukasi tata cara penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat Islam agar kualitas daging terjamin.
Tahap ketiga dilakukan pasca-pemotongan hingga tiga hari tasyrik. Tim khusus akan memeriksa daging dan jeroan untuk mendeteksi dini adanya cacing atau penyakit lainnya.
"Jika ditemukan organ yang mengandung cacing, petugas akan langsung melokalisirnya sesuai aturan. Langkah ini diambil demi menjamin masyarakat menerima daging kurban yang aman dan berkualitas tinggi," pungkasnya.
DPKP juga mengantisipasi penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) melalui pemeriksaan rutin dan vaksinasi yang sudah digencarkan jauh-jauh hari.
Titik penjualan diprediksi melonjak dari tahun lalu yang mencapai 600 titik. Ujang mengimbau masyarakat agar selektif dan membeli hewan di lapak resmi yang telah diperiksa petugas.
Sementara itu, salah satu petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban perwakilan PDHI Banten II, drh. Reni Sulistyaningsih, menjelaskan pemeriksaan fokus pada dua tahap yaitu pre-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih).
"Sebelum disembelih, kita cek kelayakan fisik dan syariatnya. Setelah disembelih, organ dalam diperiksa agar bebas dari parasit seperti cacing hati," jelas drh. Reni.
Tahun ini, perhatian khusus diberikan pada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan memeriksa mulut dan kaki hewan. Jika PMK parah, pemotongan ditunda. Namun, sesuai Fatwa MUI, hewan bergejala ringan yang tetap aktif dinilai sah untuk berkurban. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (18/5/26).
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kualitas generasi muda, serta meningkatkan semangat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas tahun ini dinilai memiliki makna strategis untuk menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin dinamis.
“Generasi muda hari ini adalah penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Lanjut dia, semangat kebangkitan dan pantang menyerah harus terus dijaga dan diperkuat dalam menyukseskan pembangunan daerah, pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat
"Kita terus menumbuhkan semangat kebangkitan, inovasi, disiplin, dan pantang menyerah dalam setiap langkah pengabdian demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang sejahtera dan berdaya saing," tandasnya
Dalam rangka, memperingati Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 yang mengambil tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045”, Bupati Maesyal Rasyid mendorong semua OPD untuk terus meningkatkan pengelolaan arsip yang baik dan modern.
Dia menyebut bahwa arsip bukan hanya kumpulan bukti semata namun juga merupakan kumpulan catatan sejarah perjalanan perkembangan daerah dari masa ke masa yang harus dijaga dan dirawat dengan baik
“Arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, tetapi menjadi bukti akuntabilitas negara, merekam jejak kebijakan dan pembangunan, menghimpun pengetahuan kolektif, sekaligus menjaga identitas bangsa dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas untuk bersama-sama membangun budaya tertib arsip dan tata kelola informasi yang baik demi memperkuat pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Pada upacara tersebut, Bupati Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah melakukan pelepasan secara simbolis petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban Tahun 2026 sebanyak 66 petugas yang akan diterjunkan mulai 19 hingga 29 Mei 2026 dan bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
"Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hewan kurban dan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti PMK, Antraks, dan LSD," jelasnya
Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada 67 PNS dan melepas 52 ASN yang memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026.
"Terima kasih dan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para ASN yang telah mengabdi untuk Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selamat juga atas kenaikan pangkat yang diterima, semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)