Banten

Banten (6281)

Tangerang, lensafokus.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rajeg untuk tahun 2027 berlangsung dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder setempat, yang bersama-sama merumuskan usulan pembangunan untuk tahun 2027.

Acara yang diadakan di Kantor Kecamatan Rajeg ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, perwakilan dari Provinsi Banten, serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) yang terdiri dari Kapolsek, Danramil, serta kepala desa.

Pada kesempatan itu, Camat Rajeg Oman Apriaman, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini lebih memfokuskan pada dua sektor utama, yakni pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan infrastruktur. 

Dengan tercatatnya sekitar 230 UMKM di Kecamatan Rajeg, Camat Oman berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten dapat mempercepat kemajuan sektor ini.

Menganggarkan sebesar Rp 34.717.222.812,00, usulan ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rajeg.

“Mudah-mudahan usulan-usulan yang diusulkan tahun ini dapat segera direalisasikan pada tahun 2027,” terang dia di lokasi.

Selain itu, dalam Musrenbang kali ini, berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Kecamatan Rajeg. Di antaranya masalah kemacetan, sampah, banjir, dan jalan rusak. 

Salah satu isu yang paling mendesak adalah kemacetan di beberapa titik utama Kecamatan Rajeg, seperti di jalur Kukun-Cadas, Kukun-Mauk, Kukun-Daon, dan Kukun-Pasar Kemis. 

Di sisi lain, permasalahan timbunan sampah masih menjadi isu penting, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan aktivitas usaha yang belum optimal. Menurut laporan, masih ada banyak titik pembuangan liar yang berkontribusi terhadap penumpukan sampah. 

"Sebanyak 50 usulan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dan 27 usulan lainnya ke Provinsi Banten," ungkapnya.

Sementara itu, masalah jalan rusak di beberapa ruas jalan akibat tingginya intensitas penggunaan kendaraan dan pengaruh genangan air menjadi tantangan lain yang harus segera diatasi. 

“Kerusakan jalan ini menghambat kelancaran lalu lintas dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” tutur Camat Oman.

Adapun, Anggota DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada, yang turut hadir dalam Musrenbang, menegaskan bahwa sebagian besar usulan masyarakat berfokus pada kebutuhan dasar, seperti kebersihan, sanitasi, serta perbaikan infrastruktur. Salah satu isu utama yang diangkat adalah kemacetan di sekitar Lampu Merah Rajeg. 

“Kita akan mencoba solusi penguraian kemacetan, khususnya untuk pemotor yang seringkali bersinggungan dengan mobil. Kami akan pisahkan jalur motor dan mobil, dan semoga masalah ini bisa teratasi,” serunya.

Wawan juga menambahkan bahwa Musrenbang bukan hanya ajang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah. 

“Semakin banyak wadah komunikasi seperti ini, semakin mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan pemerintah. Ini adalah kesempatan bagi anggota legislatif untuk lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Dengan usulan-usulan yang telah disampaikan, Musrenbang Kecamatan Rajeg diharapkan dapat mendorong terciptanya solusi nyata untuk berbagai permasalahan yang ada, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan sektor UMKM dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Rajeg. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama, Selasa (20/1/2026) di Lapangan Apel, Polresta Tangerang.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta kesinambungan kinerja satuan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Dia juga mengatakan, sertijab bukan sekadar pergantian personel, melainkan proses regenerasi kepemimpinan. Hal itu, lanjut dia, agar organisasi tetap adaptif dan responsif terhadap perkembangan situasi kamtibmas.

“Untuk menjaga keberlanjutan program dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Indra Waspada.

Indra Waspada menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polresta Tangerang. Seraya berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik.

Pada sertijab tersebut, jabatan Kepala Bagian Operasional Polresta Tangerang diserahterimakan dari Kompol Andri Surya Kurniawan kepada Kompol Raden Mochammad Sofian. Jabatan Kepala Satuan Intelkam beralih dari Kompol Raden Mochammad Sofian kepada Kompol Johan Armando Utan. Sedangkan jabatan Kapolsek Cikupa diserahterimakan dari Kompol Johan Armando Utan kepada AKP Syamsul Bahri.

Selanjutnya, jabatan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang diserahterimakan dari Kompol Maryadi kepada Kompol Dimas Arki Jati Pratama. Jabatan Kapolsek Pasar Kemis beralih dari AKP Syamsul Bahri kepada AKP Humaedi, Kapolsek Mauk dari AKP Subarjo kepada AKP I Nyoman Nariana, serta Kapolsek Kronjo dari AKP I Nyoman Nariana kepada Iptu Bayu Sujatmiko.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Panongan diserahterimakan dari Iptu Jonathan Mampetua Sirait kepada Iptu Irruandy Aritonang, dan jabatan Kapolsek Cisoka dari Iptu Anggio Pratama kepada Iptu Aditya Surya Sakti.

Indra Waspada berharap seluruh jajaran Polresta Tangerang semakin solid dan konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tandasnya. (Rosmala)

TANGERANG, lensafokus.id – Pasca pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) di Polres Tangerang yang dipimpin Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah pada Selasa pagi, jajaran Polsek Cisoka menggelar acara pisah sambut Kapolsek Cisoka pada Selasa sore (20/1/2026).

Acara pisah sambut tersebut menandai pergantian jabatan Kapolsek Cisoka dari IPTU Anggio Pratama, S.Tr.K., M.Si kepada IPTU Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M. Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat haru di wilayah hukum Polsek Cisoka.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Cisoka, KH Juhri. Suasana semakin emosional ketika para anggota Polsek Cisoka dan tamu undangan satu per satu mengulurkan tangan untuk berpamitan dengan IPTU Anggio Pratama. Tangis haru pun tak terbendung, mencerminkan kedekatan emosional dan makna kebersamaan yang terjalin selama masa kepemimpinannya.

Pergantian jabatan ini bukan sekadar rotasi personel, melainkan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri, khususnya di Polsek Cisoka.

Dalam sambutannya, IPTU Anggio Pratama menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran Polsek Cisoka atas dukungan dan kerja sama selama dirinya menjabat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian. Tanpa dukungan rekan-rekan semua, tugas saya tidak akan berjalan dengan baik. Ke depan, tantangan tugas semakin berat, maka penting untuk terus membangun jaringan, komunikasi, dan kekeluargaan yang solid,” ujarnya.

IMG 20260120 WA0084

Ia juga berpesan kepada Kapolsek Cisoka yang baru agar terus menjaga nama baik institusi dan memperkuat sinergi di wilayah hukum Polsek Cisoka yang meliputi tiga kecamatan, yakni Cisoka, Jayanti, dan Solear dengan total 25 desa.

“Bangun silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah teritorial Polsek Cisoka. Itu kunci menjaga keamanan dan ketertiban,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Cisoka yang baru, IPTU Aditya Surya Sakti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas arahan serta bimbingan dari pendahulunya.

“Terima kasih kepada Pak Anggio yang sebelumnya merupakan atasan saya, atas segala arahan dan bimbingannya. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan sukses seperti beliau,” ungkap IPTU Aditya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalin kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kecamatan Cisoka, Solear, dan Jayanti.

“Harapan saya, kita bisa terus bersinergi dan menambah saudara melalui silaturahmi yang terjalin dengan masyarakat,” ujarnya.

Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri Camat Cisoka Sumartono, Sekcam Solear, Kepala Puskesmas Cikuya, Kepala Puskesmas Cisoka, Ketua MUI Cisoka KH Juhri, Ketua MUI Solear Kiai Muslihat, Ketua MUI Jayanti, para kepala desa se-Kecamatan Cisoka, Solear, dan Jayanti, Ketua KNPI Cisoka, H. Rebo Ketua GP Ansor, H. Iyus selaku tokoh masyarakat, Ketua Bhayangkari Kecamatan Cisoka, jajaran anggota Polsek Cisoka, perwakilan ormas, serta tokoh masyarakat setempat. (Rosmala)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan pada Senin (19/1/2026) di Balai Warga Kantor Kelurahan Cisauk sebagai bagian dari tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Tangerang Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyepakati usulan prioritas pembangunan kelurahan secara partisipatif.

Musrenbang tersebut dihadiri oleh Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si., Lurah Cisauk Ramdhan Randika, S.STP., M.I.P., anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perangkat kelurahan, ketua RW dan RT, LPM, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, Karang Taruna, PKK, hingga perwakilan UMKM. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kelurahan Cisauk yang selaras dengan kebijakan daerah.

Dalam sambutannya, Camat Cisauk Hendarto menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang penyelarasan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang. Ia menyebut Musrenbang kelurahan sebagai fondasi awal agar program yang diusulkan benar-benar berdampak dan berkesinambungan di tingkat wilayah.

“Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wadah strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat Cisauk terakomodasi dan terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Hendarto. Ia berharap usulan yang disepakati dapat diperjuangkan pada tahapan Musrenbang kecamatan hingga kabupaten.

Sementara itu, Lurah Cisauk Ramdhan Randika memaparkan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kelurahan Cisauk Tahun Anggaran 2025 yang telah mencapai realisasi 97,57 persen, sekaligus rencana kegiatan tahun 2026 dan usulan prioritas tahun 2027. Pemaparan tersebut menjadi dasar diskusi dan tanya jawab peserta untuk memastikan keberlanjutan serta peningkatan kualitas pembangunan di Kelurahan Cisauk.

“Melalui Musrenbang ini, kami berupaya menjaga kesinambungan program, terutama pada pemeliharaan jalan lingkungan, saluran drainase, serta penguatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat,” kata Ramdhan. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan telah dirumuskan berdasarkan kebutuhan lapangan dan hasil evaluasi pelaksanaan program sebelumnya.

Hasil Musrenbang Kelurahan Cisauk menyepakati tiga prioritas utama pembangunan, yakni pemeliharaan jalan lingkungan dan saluran air/drainase, peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana kelurahan. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musrenbang dan disertai penetapan delegasi Kelurahan Cisauk untuk memaparkan usulan prioritas pada Musrenbang tingkat kecamatan.

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin (19/1/26).

Penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah diharapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Maesyal meminta para Kepala Puskesmas menjalankan amanah dengan penuh rasa syukur, keikhlasan, serta tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas, sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan kesehatan yang berkualitas,

“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, layani dengan hati, ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas. Jangan sampai masyarakat datang ke Puskesmas justru merasa tidak dilayani dengan baik,” tandas Bupati Maesyal.

Dia menegaskan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan merupakan kepanjangan pemerintah yang benar-benar hadir dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran Kepala Puskesmas sangat strategis dan sarat dengan tanggung jawab.

“Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah. Di sanalah kita benar-benar hadir, menyentuh langsung masyarakat. Oleh karena itu, tugas Kepala Puskesmas ini bukan tugas yang ringan. Tugas ini adalah amanah, kepercayaan, dan tentunya tanggung jawab besar,” ujarnya

Lebih lanjut, dia juga meminta para Kepala Puskesmas agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru serta membangun kerja sama yang solid dengan seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor lainnya. Menurutnya, program kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat.

“Program kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri, harus ada kolaborasi, harus ada sinergi dengan banyak pihak, lintas sektor,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh Kepala Puskesmas senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga disiplin dan etika, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai nama baik pribadi, institusi, maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Tunjukkan bahwa ASN kesehatan di Kabupaten Tangerang adalah ASN yang profesional, berintegritas, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Bupati Maesyal berharap agar para Kepala Puskesmas juga dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar, mendukung program-program prioritas kesehatan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada saudara-saudara yang hari ini menerima Surat Keputusan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan petunjuk kepada kita semua,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ekonomi bukan sekadar wacana akademik, melainkan tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika global saat ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk berperan aktif dalam karya nyata dan kolaborasinya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi menghadapi tantangan global

“Ketahanan pangan dan perekonomian di era tantangan global tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara akademik tapi juga harus mampu memberikan solusi dan karya nyatanya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi mulai saat ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan lintas sektor secara menyeluruh, berkelanjutan dan berdampak, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan peran petani dan nelayan.

"Ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing," jelasnya

Lanjut dia, mahasiswa mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang tangguh dan berakhlak. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, serta keberanian dalam merumuskan solusi atas persoalan umat dan bangsa.

“Mahasiswa bukan sekadar penonton, tetapi harus menjadi pelaku sejarah. Training Raya Nasional HMI ini merupakan ruang kaderisasi penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, berakhlak dan berdaya saing,” imbuhnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader HMI mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang aplikatif serta mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keIndonesiaan dalam setiap bentuk pengabdian. (Red)

Page 28 of 629
Go to top