Berita Gaya Hidup Lensa Fokus

BOGOR, lensafokus.id - Menjelang pembukaannya untuk publik pada September 2026, EIGER memperkenalkan EIGER Nature, wajah baru dari perjalanan pengembangan destinasi ekowisata EIGER di Bogor, Jawa Barat. Kamis (20/8/2026).

Hadir dengan identitas dan semangat baru, EIGER Nature merupakan wujud komitmen yang semakin kuat untuk menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman di alam, tetapi juga memberikan makna, pembelajaran, serta dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.

Perubahan dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar perubahan nama, tetapi merupakan bagian dari perjalanan untuk memperjelas kembali tujuan dan arah destinasi. Berangkat dari hampir empat dekade perjalanan EIGER yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan, EIGER Nature hadir untuk menginspirasi generasi melalui petualangan bermakna di alam.

EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Imanuel Wirajaya, Direktur EIGER Nature.

Membangun Ekosistem Ekowisata yang Bermakna EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata: Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi, yang menempatkan keseimbangan antara kelestarian alam, budaya dan masyarakat, serta manfaat ekonomi sebagai fondasi destinasi.

Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment, yang menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman pengunjung secara lebih menyeluruh.

Dengan pendekatan ini, EIGER Nature ingin memastikan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik dan bermakna.

“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Imanuel.

Dari Komitmen Menjadi Dampak Komitmen terhadap keberlanjutan menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan nilai ekologis kawasan, termasuk penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah.

Di sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature juga telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar, dan diproyeksikan dapat membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan saat beroperasi.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, 5% dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia, termasuk berbagai inisiatif konservasi, pengelolaan limbah, serta program 1 Ticket 1 Tree.

Bagi EIGER Nature, keberlanjutan bukan hanya tentang meminimalkan dampak negatif, tetapi tentang bagaimana kehadiran destinasi dapat menciptakan dampak positif yang terus tumbuh bagi lingkungan dan masyarakat.

Menghadirkan Petualangan yang Bermakna EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang mengintegrasikan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality. Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, termasuk Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp yang terdiri atas Camping Ground, Glamping, dan Cabin.

Pada saat yang sama, EIGER Nature memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman yang lebih seamless melalui pendekatan paperless dan integrated experience, termasuk integrasi aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, dan transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

Teknologi ditempatkan sebagai enabler yang membantu pengunjung menikmati pengalaman di alam dengan lebih mudah, tanpa menghilangkan esensi interaksi dengan alam itu sendiri.

“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.

EIGER Nature akan membuka akses kepada publik pada September 2026, membawa harapan untuk menjadi destinasi ekowisata yang memberikan manfaat bagi manusia, berdampak positif bagi alam, serta menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. (Jiv)

Published in Nasional

BOGOR, lensafokus.id — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor memaparkan sejumlah program kerja strategis untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, serta ketenteraman masyarakat pada Kamis (20/8/2026).

Langkah utama yang disiapkan meliputi peluncuran aplikasi digital internal SIPEKA (Sistem Pemetaan Kerawanan) serta penguatan sinergi pelayanan publik bersama media massa.

Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, menjelaskan bahwa SIPEKA hadir sebagai instrumen digital untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan memetakan potensi kerawanan sosial maupun konflik Ipoleksosbudhankam secara terintegrasi. Inovasi ini mengubah pola pelaporan kewaspadaan dini yang sebelumnya belum terdokumentasi secara sistematis.

"SIPEKA ini dirancang agar informasi sekecil apa pun terkait dinamika di lapangan dapat terintegrasi. Kita ingin data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan, bukan lagi sekadar asumsi," tegas Hidayatulloh.

Sebagai contoh penerapan, jika SIPEKA merekam kerawanan sosial seperti maraknya fenomena pinjaman ilegal di tingkat kelurahan, dinas teknis dapat langsung mengintervensi dengan program pelatihan ekonomi warga.

Guna memelihara keharmonisan Kota Bogor yang heterogen—termasuk mengayomi 286 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terdaftar—Bakesbangpol menyiagakan 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan. Tim ini bertugas memberikan pengayaan nilai Pancasila, menangkal hoaks, dan meminimalisir gesekan sosial sejak dini.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi (Kang Aldho). Mengingat lokasi kedua instansi yang berdekatan, ia mendorong kolaborasi pelayanan publik terpadu agar dapat berjalan rutin setiap bulan.

"Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin... menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya," ujar Kang Aldho.

Kang Aldho juga mengapresiasi keterbukaan komunikasi Bakesbangpol dengan wartawan. Menurutnya, akses konfirmasi langsung dari pemangku kebijakan sangat krusial agar pemberitaan tetap akurat, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kombinasi inovasi digital SIPEKA, edukasi kebangsaan berbasis kelurahan, dan kemitraan erat bersama pers diharapkan mampu menjaga Kota Bogor tetap aman, harmonis, dan kondusif. (Zulfi kusuma)

Published in Nasional

TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajarannya yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB).

Apresiasi tersebut disampaikan Wamenkes Benyamin saat meninjau langsung pelaksanaan program Desa Siaga TB di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/26).

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat yang digelar

Benjamin mengatakan kunjungannya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB. Menurut dia, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia sehingga percepatan penemuan dan pengobatan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Benyamin menilai Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK dan para kader kesehatan.

"Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB, dan Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat.

“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat pelayanan berbasis masyarakat melalui Posyandu, mulai dari pelayanan balita, lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru hingga pemeriksaan penyakit lainnya.

“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya.

Pemkab Tangerang pun terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan produktif.

"Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya," tandasnya

Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan TB. Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan selama delapan bulan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas.

“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari tenaga medis yang ada di Puskesmas,” ujar Muhammad.

Selama menjalani pengobatan, Muhammad mengaku disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

“Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh,” katanya.

Menurut Muhammad, kedisiplinan menjadi hal penting dalam proses pengobatan TB. Selain rutin mengonsumsi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Itu semua berkat kedisiplinan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengonsumsi obat,” tuturnya.

Kisah Muhammad menjadi bukti bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang tepat dari tenaga kesehatan. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Tangerang terus menggenjot cakupan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pelaksanaan screening Tuberkulosis (TBC) terintegrasi di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Senin, (20/08/26).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, didampingi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, serta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program prioritas kesehatan nasional di lapangan.

Wamenkes RI, Benjamin memberikan apresiasi tinggi atas capaian Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan CKG secara nasional.

"Kedatangan kami kesini untuk meninjau langsung program prioritas Presiden Prabowo bagaimana supaya masyarakat sehat dengan melakukan cek kesehatangratis. Provinsi Banten adalah provinsi yang CKG-nya yang tertinggi secara presentase di Indonesia. Demikian juga CKG dengan X-ray untuk deteksi TB.Angkanya yang tertinggi se-Indonesia menjadi contoh," ungkap Wamenkes.

Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit katastropik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang sering kali tidak dirasakan gejalanya oleh penderita. Selain itu, program ini juga berfokus pada eliminasi TBC melalui screening terintegrasi.

Terkait teknis pelaksanaan, screening dilakukan melalui prosedur yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, dilanjutkan dengan rontgen bagi masyarakat yang terindikasi. Apabila hasil menunjukkan positif TBC, maka pasien akan langsung diberikan obat TB Sensitif Obat (SO) dan dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk penanganan lebih lanjut.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program ini sebagai standar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Alhamdulillah provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten itu mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46%, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatanya," ujar Gubernur Andra Soni.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut baik kehadiran Wamenkes dan Gubernur Banten yang memberikan dorongan moral bagi jajaran Pemkab Tangerang dalam melayani masyarakat.

"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Pak Wamenkes dan Pak Gubernur yang telah hadir. Ini memotivasi kami bersama seluruh jajaran OPD, PKK, hingga tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan jumlah masyarakat yang diperiksa, agar derajat kesehatan kita meningkat," pungkas Bupati Maesyal.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuatlayanan kesehatan dasar yang aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, selaras denganvisi Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah pusat. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menyambut kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Kamis (20/08/2026).

Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan krusial bagi Kabupaten Tangerang untuk memastikan kelayakan daerah berdasarkan sembilan indikator tatanan sehat. Tujuan utama dari penilaian dan evaluasi ini adalah mempersiapkan Kabupaten Tangerang agar dapat kembali merebut penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan, yakni Swasti Saba Padapa tingkat nasional.

Bupati Tangerang, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi maupun pusat. Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran tim verifikasi dapat memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan pencapaian Kabupaten Tangerang Sehat yang selama ini telah diupayakan secara maksimal oleh berbagai pihak.

"Kami sangat berterima kasih karena evaluasi ini memberikan pandangan yang lebih objektif terkait kelemahan dan kelebihan kinerja kita selama ini. Catatan kekurangan yang ditemukan akan segera kami perbaiki, dan kami sangat percaya tim pembina KKS kita dapat bekerja sesuai dengan amanat untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi KKS, Siti Maryam, menjelaskan bahwa metode penilaian lapangan tahun ini dilaksanakan dengan skema yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim verifikasi tidak langsung turun meninjau setiap lokus secara satu per satu, melainkan berfokus pada evaluasi pemaparan kelembagaan serta verifikasi kelengkapan dokumen dari kesembilan tatanan. Ia mengungkapkan kabar baik bahwa Kabupaten Tangerang telah sukses melampaui prasyarat utama untuk mengikuti tahapan bergengsi tingkat nasional ini.

"Syarat prasarana dasar Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan minimal 80 persen sudah terpenuhi, di mana pengakuan dari pusat mencatat Kabupaten Tangerang secara memuaskan sudah mencapai 86 persen," paparnya.

Lebih lanjut, Ketua Tim Verifikasi merinci sejumlah capaian luar biasa yang berhasil diraih Pemkab Tangerang berdasarkan pemeriksaan dokumen sejauh ini. Kinerja Tim Pembina dan Forum KKS mencatat skor sempurna yakni 100%, disusul oleh nilai sangat tinggi pada Tatanan Penanggulangan Bencana (91,07%), Perlindungan Sosial (90,39%), serta Tatanan Sehat Mandiri (88,79%).

"Terdapat catatan eskalasi pada beberapa sektor yang nilainya masih memerlukan pendalaman. Tatanan Pasar yang masih di angka 50%, Tatanan Perkantoran (68,18%), Tatanan Pariwisata (64,58%), dan Pokja (50%) diinstruksikan untuk segera melengkapi data bukti lapangan paling lambat pada tanggal 26 Agustus 2026," ungkapnya.

Menanggapi hasil evaluasi yang komprehensif tersebut, Ketua Tim Tangerang Sehat, Yani Sutisna, secara singkat dan lugas menegaskan kesiapan timnya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi. Ia memastikan bahwa seluruh Kelompok Kerja dan instansi terkait akan langsung bergerak maraton untuk merampungkan kekurangan kelengkapan dokumen sebelum batas waktu akhir penyerahan.

"Melalui sinergi yang terus berlanjut antara pemerintah daerah, forum KKS, dan masyarakat, Pemkab Tangerang sangat optimis mampu menuntaskan seluruh perbaikan prasyarat. Terpenuhinya seluruh indikator KKS ini diharapkan tidak sekadar menjadi pijakan untuk mengembalikan piala Swasti Saba Padapa, melainkan pembuktian nyata akan hadirnya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi seluruh warga," tutupnya. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Peningkatan Pendidikan Politik di halaman Kantor Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 112 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan instansi. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang Junadi, Ketua KPU Kota Tangerang Qori Ayatulloh, Camat Karawaci Dr. H. Achmad Zuldin Syafii, A.P., M.Si., serta Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M.

Kegiatan pendidikan politik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai politik, demokrasi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatulloh, mengatakan pendidikan politik memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar dapat menggunakan hak politik secara bijak dan bertanggung jawab.

«“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai politik, demokrasi, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Qori.»

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak politik secara bijak, menjaga persatuan, serta berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi.

Menurut Qori, pemahaman politik yang baik diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi pemilih yang cerdas sekaligus mampu menjaga suasana demokrasi yang sehat dan kondusif.

Sementara itu, Camat Karawaci Dr. H. Achmad Zuldin Syafii, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting untuk membangun kesadaran dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Ia juga menilai kehadiran unsur DPRD dan KPU dalam kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai peran lembaga negara serta proses penyelenggaraan pemilu.

«“Pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting untuk membangun kesadaran dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Kehadiran unsur DPRD dan KPU juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat,” tutur Zuldin.»

Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta. Pemerintah Kecamatan Karawaci berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.

«“Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kualitas pendidikan politik dan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Karawaci,” ujarnya.»

Kepala Dinas Kesbangpol Kota Tangerang, Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M., sekaligus membuka kegiatan Peningkatan Pendidikan Politik tersebut.

Dalam sambutannya, Wawan memberikan apresiasi kepada jajaran Kecamatan Karawaci yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa senangnya dapat kembali hadir di wilayah Kecamatan Karawaci.

«“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Camat Karawaci atas terselenggaranya acara ini. Alhamdulillah, saya menghadiri acara ini di Kecamatan Karawaci. Dari jam 07.00 WIB saya sudah sampai, karena saya merasa seperti pulang lagi. Dulu saya pernah berada di Kecamatan Karawaci,” ujar Wawan.»

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah hadir serta mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. (Sumarna)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Tanggal 18/8/2026 Kabar kejadian kebakaran terjadi di lokasi usaha PT Panca Paper yang beralamat di Jalan Sanggego Raya No.8, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang, pada hari Selasa, 18 Agustus 2026. Kebakaran ini melanda tumpukan kardus, yang diduga kuat terjadi akibat suhu udara yang sangat panas saat itu.

Berdasarkan laporan yang diterima pada pukul 13.13 WIB dari Mako dengan pelapor Ibu Rosiana, peristiwa ini pertama kali disadari oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap perlahan keluar dari area pabrik. Warga segera melaporkan hal tersebut ke pos satpam terdekat. Satpam pun langsung menghubungi Tim K3 perusahaan untuk berupaya memadamkan api menggunakan air hidran, namun usaha tersebut belum cukup karena api semakin membesar. Karena tidak sanggup menanganinya sendiri, pihak perusahaan melalui Ibu Rosiana segera menghubungi tim pemadam kebakaran Kota Tangerang untuk meminta bantuan.

Tim pemadam pun berangkat menuju lokasi pada pukul 13.15 WIB, dan tiba di tempat kejadian pada pukul 13.25 WIB. Setelah bekerja keras berjuang meredakan si jago merah, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.30 WIB.

Untuk penanganan kejadian ini, telah dikerahkan:Priuk beserta 15 orang personil
- 1 Unit Tangki Blendung beserta 2 orang personil
- 4 Unit Kendaraan Mako beserta 4 orang personil

Turut hadir membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi adalah pihak Polsek Karawaci, serta Babinsa dan Binamas.

Syukurlah, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp100 Juta. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top