Berita Gaya Hidup Lensa Fokus

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua, sekaligus mengecek langsung layanan kesehatan yang dilakukan, Rabu (19/08/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi layanan kesehatan yang dilakukan kedua Puskesmas tersebut, mulai dari aspek kebersihan sampai dengan kecakapan petugas dalam melayani masyarakat

"Hari ini saya datang ke Puskesmas Binong dan dilanjut ke Puskesmas Kelapa Dua. Selama saya cek, alhamdulillah gedungnya, ruangannya bersih-bersih terus para perawat, petugasnya juga responnya cepat sekali untuk melayani pasien-pasien yang datang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan bahwa Puskesmas Binong dalam 1 hari bisa melayani sekitar 300 pasien dan Puskesmas Kelapa Dua mencapai sekitar 250 pasien sehari. Dia menandaskan semua yang datang dan membutuhkan pelayan harus dilayani dengan optimal.

"Pasien yang datang ke sini cepat harus dilayani dengan baik oleh teman-teman petugas yang ada di sini, baik dokternya, perawatnya, bidannya dan petugas yang lainnya," tegasnya

Menurut dia, layanan kesehatan yang baik, humanis dan cepat oleh Puskesmas merupakan bukti kepedulian dan kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan optimal

"Ini membuktikan bahwa kita selalu peduli dan perhatian kepada masyarakat, khususnya kepada pasien yang datang ke sini. Mereka bisa ditangani dan dilayani dengan baik. Kalau ada pasien yang perlu rujukan, langsung dirujuk oleh pimpinan Puskesmas dan bersama perawat dihantarkan langsung pakai ambulan ke rumah sakit yang telah ditunjuk dan tidak dipungut bayaran apa-apa," ungkapnya

Bupati Tangerang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai Puskesmas tersebut atas pengabdian, dedikasi dan kesabarannya dalam melayani masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya.

"Kami terima kasih kepada seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua serta Puskesmas-Puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Tangerang. Terus semangat untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Intervensi Terpadu Cegah Stunting (INOVASI TERPA GANTUNG) benar-benar menjadi pola penanganan Stunting yang lebih kolaboratif, efektif dan terpadu.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Balita Kita Sehat, sekaligus mencanangkan program Intervensi Terpadu Cegah Stunting (INOVASI TERPA GANTUNG) di Kantor Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Rabu (19/08/26)

“Melalui INOVASI TERPA GANTUNG, kita ingin membangun pola penanganan yang lebih kolaboratif, efektif dan terpadu, sehingga setiap anak yang membutuhkan perhatian dapat segera diketahui dan mendapatkan intervensi yang sesuai, dengan melibatkan lebih banyak pihak, dan multi sektor,”

Ia menandaskan, pencegahan dan penanganan Stunting harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan, melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi dan berat badan serta kesehatan anak tetapi berkaitan dengan bagaimana kita bersama mampu berkomitmen penuh atas tumbuh kembang serta kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” tandasnya.

Wabup Intan berharap Desa Klutuk dan Kecamatan Mekar Baru dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan intervensi terpadu pencegahan stunting. Dia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah desa dan kecamatan untuk terus memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta seluruh unsur masyarakat.

“Data mengenai kondisi ibu dan anak juga harus terus diperbarui agar program yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi dan kepedulian, kita optimistis dapat menciptakan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” ujarnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran para kader sangat penting karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai program kesehatan pemerintah.

“Saya juga berharap kegiatan Balita Kita Sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial hari ini. Pencanangan ini harus menjadi awal dari gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Mari kita bangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat hingga pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Klutuk, Ubaedilah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepedulian Wabup Intan terhadap kegiatan Balita Kita Sehat dan INOVASI TERPA GANTUNG Desa Klutuk Kec. Mekar Baru. Kegiatan Balita Kita Sehat dan INOVASI TERPA GANTUNG tersebut merupakan program inovasi Pemerintah Desa Klutuk yang berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Kecamatan Mekar Baru.

“Kehadiran Ibu tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ujar Ubaedilah

Dia juga berharap Wabup Intan juga dapat membantu dan memfasilitasi berbagai upaya untuk mengatasi tantangan dan kendala yang dihadapi sehingga upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Desa Klutuk dapat berjalan lebih baik lagi

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga menyerahkan secara simbolis bantuan telur dan melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). (red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menutup secara resmi kompetisi sepak bola Liga Bola Open Turnamen PIK 2 yang digelar di Lapangan Satuan Radar (Satradar) 401 Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/8/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan selain menjadi wadah bagi para pesepak bola untuk menunjukkan kemampuan, turnamen ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat, sekaligus juga mendorong pemberdayaan serta perekonomian masyarakat desa.

"Kompetisi sepak bola ini selain mempererat silahturahmi dan menjaga kebugaran, masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk jualan, sehingga perekonomian masyarakat desa juga dapat berputar," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, olahraga, khususnya sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki penggemar dan fanatisme yang sangat tinggi serta mendorong munculnya potensi-potensi baru dari tingkat desa. Untuk itu dia juga menekankan pentingnya sportivitas dan saling menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan dalam setiap pertandingan

"Penutupan Liga Bola Open Turnamen PIK 2 ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mengembangkan olahraga serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kompetisi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, tidak hanya di Kabupaten Tangerang, tetapi juga meluas ke Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga daerah lainnya.

“Ini kita mulai dari Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan nanti bisa dilebarkan ke Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan daerah lainnya,” ujarnya

Sementara itu, Komandan Satuan Radar 401 Tanjung Kait, Letkol Lek Aris Budi Wicaksono, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang digelar tersebut merupakan kerja sama dengan PIK 2 dalam rangka memeriahkan dan menyemarakan HUT ke-81 RI

Dia juga melaporkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan meriah. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dengan suasana yang kondusif.

“Kami bersyukur kompetisi ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan meriah. Masyarakat juga sangat antusias menyaksikan pertandingan secara langsung,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi sarana positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat serta membangun semangat sportivitas. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Cisadane, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin mengutamakan produk buatan dalam negeri.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk Indonesia, mendorong penggunaan barang dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

“Ketika masyarakat memilih produk dalam negeri, secara tidak langsung kita ikut memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Suli.

IMG 20260819 WA0005

Menurutnya, sosialisasi juga diarahkan agar para peserta dapat berkontribusi secara langsung dalam memajukan UMKM Kota Tangerang. Peserta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan ikut mengampanyekan penggunaan produk lokal di lingkungan masing-masing.

Selain mendorong masyarakat menggunakan produk dalam negeri, kegiatan tersebut juga memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk mampu menangkap berbagai peluang pasar, termasuk peluang yang berasal dari belanja pemerintah.

Pelaku UMKM juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk agar mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.

“Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Tahun Anggaran 2026 diikuti 100 peserta yang terdiri dari pelaku usaha UMKM perwakilan dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Keterlibatan pelaku usaha dari seluruh kecamatan diharapkan dapat memperluas pemahaman sekaligus memperkuat gerakan penggunaan produk lokal,” jelas Suli.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, terutama dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka peluang pasar yang lebih besar.

“Kami ingin peserta semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk, menangkap peluang pasar, dan ikut berkontribusi dalam memajukan UMKM Kota Tangerang,” harapnya. (Sumarna)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id — Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, kembali melontarkan kritik terhadap dugaan sikap arogansi yang dilakukan oknum Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

King Badak menilai sejumlah persoalan yang diduga melibatkan oknum Kepala Desa Rahong belum mendapatkan penanganan dari Komisi Etik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperburuk citra pejabat publik sekaligus menunjukkan perlunya penguatan fungsi pengawasan dan penegakan kode etik di lingkungan pemerintahan daerah.

«“Ada beberapa kasus arogansi oknum Kepala Desa Rahong tidak disentuh Komisi Etik Pemkab Lebak sehingga makin arogan. Itulah fakta sesungguhnya. Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) harus segera turun tangan. Jika tidak, kami akan melakukan langkah tegas,” ujar King Badak kepada media, Rabu (19/8/2026).»

Ia mendesak Pemkab Lebak melalui instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Rahong apabila terdapat laporan atau dugaan pelanggaran yang memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, pengawasan terhadap aparatur pemerintahan desa penting dilakukan guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

King Badak juga menyatakan bahwa Badak Banten Perjuangan berencana melakukan aksi di Kantor Bupati Lebak pada Rabu pekan depan. Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk desakan kepada Bupati Lebak Hasby Jayabaya agar memerintahkan Inspektorat dan Dinas/BPMPD untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Rahong.

«“Kami akan turun langsung, karena ini menyangkut marwah masyarakat dan integritas pemerintahan desa,” tegasnya.»

BBP berharap Pemkab Lebak dapat merespons persoalan tersebut secara objektif dan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemeriksaan, menurut organisasi tersebut, diperlukan untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara transparan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Kepala Desa Rahong maupun pihak Pemkab Lebak terkait tudingan dan rencana aksi yang disampaikan BBP tersebut. (C2p)

Published in Banten
Go to top