Banten

Banten (6955)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid membuka rangkaian TANGKAB EXPO 2026 yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang Tigaraksa, Minggu (07/06/26). Kegiatan tersebut dikemas melalui Tangkab Fun Walk dan berbagai layanan publik yang melibatkan ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa TANGKAB EXPO 2026 menjadi ajang kebersamaan yang memadukan olahraga, pemberdayaan ekonomi lokal, pelayanan publik, kepedulian sosial, dan inovasi digital.

“Pagi ini, kita dapat berkumpul dalam kegiatan Tangkab Fun Walk dan Tangkab Expo, sebuah ajang panggung kebersamaan masyarakat Kabupaten Tangerang yang memadukan olahraga, pemberdayaan ekonomi lokal, pelayanan publik, kepedulian sosial, serta penguatan inovasi digital dalam satu momen,” ujar Bupati Maesyal.

Menurut Maesyal, kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama berbagai mitra strategis, termasuk Bank Indonesia Provinsi Banten dan Bank BJB. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan publik yang semakin mudah dan modern.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menikmati beragam kegiatan dan layanan yang tersedia selama TANGKAB EXPO 2026. Mulai dari Fun Walk, booth UMKM dan produk lokal, expo hunian dan kendaraan, layanan administrasi kependudukan dan perizinan, hingga layanan pajak daerah berbasis digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintah.

Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa TANGKAB EXPO bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan, melainkan ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang hadir langsung ke masyarakat dengan suasana yang gembira,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat peran pelaku UMKM dan memperkenalkan berbagai layanan publik kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan penggunaan transaksi digital dalam pelayanan dan pembayaran daerah.

Menariknya, kegiatan yang diikuti sekitar 20 ribu masyarakat Kabupaten Tangerang tersebut juga menghadirkan layanan donor darah serta berbagai pelayanan publik dari sejumlah instansi. Seluruh layanan yang tersedia merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi pelayanan kepada masyarakat.

Pemkab Tangerang berharap TANGKAB EXPO dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat semakin besar bagi masyarakat. “Tentunya, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melepas peserta Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif yang digelar di area Scientia Park Gading Serpong Kec. Kelapa Dua, Minggu (07/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyambut baik dan mendukung upaya-upaya penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang, salah satunya Fun Run Komunitas Wisata Kreatif.

"Ini adalah agenda yang positif supaya masyarakat Kabupaten Tangerang ini terus mengumandangkan olahraga dan memasyarakatkan olahraga juga sekaligus ada beberapa UMKM yang hadir di sini untuk memeriahkan jalan santai tingkat Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan kehadirannya bersama dengan anggota DPRD Provinsi Banten, DPRD Kab Tangerang, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), baik dari Provinsi Banten maupun Kabupaten Tangerang serta Camat merupakan bentuk dukungan untuk terus membudayakan hidup sehat sekaligus menggerakan roda perekonomian lokal

"Baru saja kita lepas mereka untuk melaksanakan jalan santai atau lari santai. Mudah-mudahan dengan jalan santai ini, kita bisa bersilaturahmi, bisa sehat dan agenda ini akan terus kita laksanakan secara rutin untuk membiasakan bahwa pola hidup sehat, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan keberadaan UMKM yang ada di Kabupaten Tangerang," ungkapnya

Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memacu kegiatan olahraga wisata kreatif lainnya di Kabupaten Tangerang semakin berkembang sehingga berdampak luas bukan hanya untuk komunitas dan masyarakat, namun juga para pelaku UMKM di sekitar lokasi acara

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang juga atas nama provinsi Banten mengucapkan terima kasih apresiasi kepada panitia atas penyelenggaraan wisata kreatif Fun Run 5K tahun 2026 di Kabupaten Tangerang," pungkasnya

Ketua pelaksana Fun Run 5K, Indra Irawan melaporkan bahwa kegiatan tersebut merupakan event olahraga yang dikolaborasikan dengan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Tangerang

"Peserta sudah tercatat 1.100 peserta. Kegiatan ini pun bukan hanya fun run, hanya sekedar proud tapi kita membuat event ini dikolaborasikan dengan tradisi budaya yang ada di Kabupaten Tangerang," jelas Indra

Pihaknya berjanji akan membuat kegiatan tersebut sebagai agenda tetap dengan cakupan yang lebih luas, tidak hanya pesertanya dan tingkatannya, namun juga dengan seni budaya yang lebih beragam dan bekerjasama dengan UMKM yang lebih banyak. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, membuktikan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar slogan di atas kertas. Melalui langkah progresif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tigaraksa sukses menyelenggarakan malam pelayanan terpadu bertajuk "MANTAP JASA" (Malam Terpadu Jemput Aspirasi dan Solusi Administrasi) pada Sabtu malam (06/06/2026).

Mengusung tagline “Mendekatkan Pelayanan, Menghadirkan Solusi, Melayani Tanpa Batas Waktu,” kegiatan yang dipusatkan di halaman kantor kecamatan ini berubah menjadi pusat pelayanan publik yang masif. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi warga yang selama ini mengalami hambatan waktu akibat tuntutan pekerjaan di siang hari, seperti buruh pabrik, buruh harian, pedagang, dan pelaku UMKM.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang luar biasa. Berdasarkan data di lapangan, jumlah kunjungan pada malam ini berhasil memecahkan rekor tertinggi sejak inovasi ini pertama kali digulirkan dua tahun lalu.

"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat malam ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Ini adalah rekor baru. Pelayanan administrasi dan pelayanan publik lintas sektor malam ini dipadati oleh warga. Bahkan, dari laporan petugas di meja registrasi, banyak warga yang sudah datang dan mengantre sejak pagi dan siang hari untuk mengamankan nomor antrean, padahal loket pelayanan baru resmi kami buka pukul 19.30 WIB setelah persiapan sejak pukul 18.00 WIB," ungkap Camat Cucu.

Cucu juga menambahkan bahwa daya tarik MANTAP JASA kini telah meluas ke luar batas wilayah administrasinya.

"Yang menarik, pergerakan warga malam ini menunjukkan bahwa yang datang bukan hanya masyarakat dari dalam Kecamatan Tigaraksa saja. Banyak warga dari kecamatan tetangga yang ikut memanfaatkan momentum ini karena melihat kelengkapan layanan yang kami sediakan." Tambah Camat Cucu.

Keberhasilan MANTAP JASA tidak lepas dari kolaborasi erat antara pihak kecamatan dengan berbagai instansi vertikal dan horizontal. Semua layanan diintegrasikan secara one-stop service untuk memastikan warga bisa menyelesaikan berbagai urusan sekaligus.

Berikut adalah rincian pelayanan terpadu yang tersedia:

• Administrasi Kependudukan (Adminduk): Disdukcapil melalui gerai kecamatan membuka layanan lengkap mulai dari perekaman dan pencetakan E-KTP, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga pengurusan Akta Kelahiran dan Akta Kematian.

• Layanan Keamanan dan Hukum Kepolisian: Bekerja sama dengan Satpas Polresta/Polres, dihadirkan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sangat diminati warga, serta loket pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

• Layanan Lintas Sektoral & Sosial: Kantor Samsat turut hadir memfasilitasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sementara itu, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten melalui Pos Pelayanan Hukum (Posbakum) memberikan ruang konsultasi hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau kejelasan hukum. Disediakan pula layanan kesehatan gratis dan sertifikasi halal bagi produk lokal.

• Penguatan Ekonomi dan Media Komunikasi: Lapangan luar diisi oleh belasan gerai UMKM lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi. Di sudut lain, sebuah panggung interaktif digunakan untuk Live Talkshow publik yang menghadirkan unsur Polsek dan Anggota Dewan perwakilan rakyat guna menyerap aspirasi dan keluhan warga secara langsung.

Kapolsek Tigaraksa yang hadir mendampingi jajaran Forkopimcam menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan yang humanis dan responsif. Masyarakat tidak hanya pulang membawa dokumen yang selesai, tetapi juga mendapatkan edukasi terkait kamtibmas dan hak-hak hukum mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Tigaraksa kembali menegaskan bahwa MANTAP JASA bukan hanya tentang mencetak dokumen penunjang administrasi, melainkan ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan keluhan birokrasi, infrastruktur, maupun masalah sosial.

"Kami membuka pos pengaduan langsung. Jika ada keluhan, hambatan, atau aspirasi yang tersumbat, malam ini silakan sampaikan kepada saya, kepada Pak Kapolsek, atau ke jajaran dinas terkait yang sedang bertugas. Kami hadir di sini untuk bekerja dan memberikan solusi langsung di tempat," Camat Cucu.

Secara regulasi, inovasi MANTAP JASA ini mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Bupati Tangerang Nomor 33 Tahun 2023. Dengan memindahkan waktu pelayanan ke malam hari tanpa memotong produktivitas harian warga, inovasi ini memberikan penghematan biaya (cost efficiency) yang signifikan bagi masyarakat.

Melihat dampak positif dan lonjakan indeks kepuasan masyarakat yang nyata, Pemerintah Kecamatan Tigaraksa berencana menjadikan format ini sebagai model pelayanan berkala yang lebih masif. Model pelayanan jemput bola bertema malam hari ini juga sangat adaptif untuk direplikasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

"Inovasi MANTAP JASA adalah bukti komitmen kami bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa dibatasi oleh jam kerja formal. Kami ingin birokrasi di Tigaraksa berjalan dinamis, fleksibel, dan selalu berpihak pada kemudahan urusan rakyat," tutup Camat Cucu. (Red)

LEBAK, lensafokus.id.--Polda Banten melalui Satbrimob Polda Banten melaksanakan Revitalisasi Jembatan Merah Putih yang bertempat di Kampung Bayah, Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi warga.

"Revitalisasi jembatan ini merupakan kepedulian Polri kepada masyarakat. Selain itu untuk meningkatkan akses transportasi warga, revitalisasi jembatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,"kata Kabid Humas, Ahad(07/6/2026).

Maruli Ahiles Hutapea berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi yang telah direvitalisasi dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Caretaker APDESI Merah Putih Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik mengatakan jembatan gantung yang dibangun itu hasil kolaborasi antara institusi Kepolisian bersama Apdesi. Di Kabupaten Lebak kata dia, terdapat 42 titik jembatan gantung yang tersebar di 17 Kecamatan mendapatkan penanganan.

Saat ini kata dia, baru sekitar tiga titik jembatan gantung yang selesai dikerjakan, untuk sisanya diyakini akan selesai sebelum acara peresmian oleh Kapolri yang akan dilaksanakan di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah.

"Kita berkolaborasi dengan kepolisian, saat ini baru tiga jembatan yang selesai, sisanya sebelum peresmian sudah beres,"kata Rafik.

Kata Rafik, jembatan gantung yang dibangun merupakan kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan sarana transportasi. Apalagi titik-titik yang ditunjuk merupakan lokasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dikawasan pertanian.

Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mari bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” tutupnya.(C2p)

TANGERANG, lensafokus.id - Upaya mencetak generasi baru petani modern terus diperkuat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang resmi menggelar Pelatihan Integrated Farming (Pertanian Terpadu) bagi para Petani Milenial di areal lahan Taruna Tani Al Prakarsa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (5/6/2026).

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong regenerasi sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui keterlibatan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi pertanian modern. 6

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Endang Setiawan menegaskan bahwa kegiatan yang berpusat di Desa Margasari ini bukan sekadar pelatihan musiman, melainkan sebuah proyek percontohan (pilot project) strategis yang dipersiapkan matang untuk masa depan agribisnis daerah.

"Pelatihan di Kantor Taruna Tani Milenial Kecamatan Tigaraksa ini adalah pilot project kita. Kami ingin membangun sebuah model pertanian modern yang sukses terlebih dahulu di sini. Ke depan, konsep ini akan menjadi percontohan dan kiblat yang siap direplikasi di kecamatan-kecamatan lain di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Endang menambahkan, pemilihan konsep integrated farming dinilai sangat tepat bagi petani milenial karena menawarkan solusi keterbatasan lahan lewat efisiensi tinggi, di mana sektor pertanian, peternakan, dan perikanan saling menyokong dalam satu ekosistem zero waste (tanpa limbah).

Dalam arahannya, ia juga menyoroti tantangan besar sektor pertanian saat ini, yaitu penurunan jumlah petani usia produktif dan kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Tangerang.

"Kami optimistis, lewat tangan-tangan kreatif petani milenial yang dibekali ilmu integrated farming ini, citra pertanian akan naik kelas. bertani itu keren, canggih, dan sangat menjanjikan secara ekonomi. Dari Tigaraksa, kita bawa semangat baru ini ke seluruh pelosok Kabupaten Tangerang," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Taruna Tani Milenial Al-Prakasa, Satria Gusputra, membagikan kisah inspiratif di balik terbentuknya kelompok tani tersebut. Satria yang memiliki latar belakang sebagai pekerja korporat memilih untuk resign dan menenangkan diri (cooling down) sebelum akhirnya terjun total ke dunia pertanian.

"Awalnya orang-orang menganggap saya agak stres. Enak-enak kerja kantoran, tiba-tiba malah pergi ke kebun. Namun, saya melihat desa ini memiliki banyak potensi lahan tidur yang bisa digarap, terlebih pemerintah sedang gencar menggalakkan swasembada pangan," katanya.

Selain potensi lahan, Satria juga tergerak oleh keprihatinan sosial terhadap maraknya kasus pemuda yang terjerumus ke dalam lingkaran judi online hingga narkoba akibat dampak negatif media sosial. Ia pun bertekad merangkul mereka untuk produktif kembali lewat jalur pertanian.

Pada satu tahun pertama, Satria berjuang sendiri dengan mengajak dua orang pemuda setempat. Secara perlahan, ia berusaha mengubah pola pikir mereka tentang profesi petani. Langkahnya mendapat titik terang setelah berkonsultasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pak Liswan.

"Respons dari Pak Liswan sangat positif. Beliau langsung datang membantu membentuk kelompok kami hingga akhirnya kami resmi terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan)," jelasnya.

Meski saat ini alat pertanian yang digunakan oleh kelompoknya sebagian besar masih manual, Satria sudah menatap masa depan pertanian desa dengan visi yang futuristik.

"Harapan ke depan, konsep pertanian modern yang kami rancang bisa berjalan sepenuhnya. Kami ingin menerapkan sistem pertanian berbasis digitalisasi dan serba otomatis, di mana teknologi internet (Internet of Things) yang akan bermain dan mengendalikan sistem di lahan kami," tutup Satria. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Majelis Dzikir Pondok Cinta Ilahi (MD-PCI) memperingati Milad ke-6 sekaligus menggelar Walimatul Wakirah di Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina MD-PCI KH. Tb. Hasan Fuad, Anggota DPRD Kabupaten Lebak Dodi Sofyan, Plt Asisten Daerah (Asda) III Setda Lebak Iyan Fitriyana, Camat Cikulur M. Iwan Arsiwan, Kapolsek Cikulur AKP Mulyadi, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan H. Eli Sahroni, serta tokoh masyarakat, tokoh ulama, dan tokoh pemuda setempat.

Ketua Panitia Milad ke-6 MD-PCI, Kyai Syahroni, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan majelis maupun pelaksanaan acara.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan Majelis Dzikir Pondok Cinta Ilahi serta terselenggaranya acara ini," kata Kyai Syahroni.

Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting bagi keberlangsungan kegiatan keagamaan yang selama ini dijalankan MD-PCI.

Sementara itu, Dewan Pembina MD-PCI, KH. Tb. Hasan Fuad, mengatakan perjalanan enam tahun MD-PCI menjadi bukti konsistensi para pengurus dan jemaah dalam menjaga kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, sejak berdiri, MD-PCI rutin menggelar kegiatan dzikir setiap malam Rabu dan malam Jumat sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat tali silaturahmi antar jemaah.

"Alhamdulillah, MD-PCI telah berusia enam tahun dan terus menjalankan kegiatan dzikir setiap malam Rabu dan malam Jumat. Semoga seluruh jemaah Majelis Dzikir Pondok Cinta Ilahi diberikan ridho serta kebaikan di dunia dan akhirat," ujarnya.

KH. Tb. Hasan Fuad juga mengapresiasi peran para ulama dan kiai di Kecamatan Cikulur yang selama ini terus memberikan pendampingan serta pembinaan kepada jemaah MD-PCI.

"Alhamdulillah MD-PCI selalu didampingi oleh para kiai di Kecamatan Cikulur. Semoga hal ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya para jemaah MD-PCI," katanya.

Peringatan Milad ke-6 MD-PCI tidak hanya menjadi momentum rasa syukur atas perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah antara jemaah, ulama, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, MD-PCI diharapkan terus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di Kabupaten Lebak. (C2p)

Page 41 of 696
Go to top