Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memperluas layanan perlindungan korban tindak kekerasan.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka kegiatan Dialog Lintas Sektor bertajuk “Potret Suram Dalam Kekerasan Rumah Tangga: Apa Langkah Kita” yang digelar di GSG Kec. Tigaraksa, Kamis (06/11/25).
“Kami, Pemerintah Kabupaten Tangerang siap memperkuat layanan pelaporan, pendampingan psikologis, dan bantuan hukum bagi korban kekerasan.” tegas Wabup Intan
Dialong tersenut merupakan kerja sama antara Lembaga Ruang Aman dan Lentera Perempuan, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan edukasi publik tentang pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan saat ini Pemkab Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) tengah merencanakan pembangunan Rumah Aman dan Trauma Healing Center pada tahun 2026 sebagai bentuk kesungguhan dan komitmen nyata terhadap perlindungan korban kekerasan.
“Dua fasilitas ini akan menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan untuk pulih secara fisik dan psikis,” jelasnya
Dia juga menandaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan sekadar isu personal, tetapi telah manjadi persoalan sosial yang perlu penanganan bersama.
"Edukasi dan perlindungan sejak dini juga sangat penting dilakukan di tingkat keluarga dan masyarakat. Kita tidak bisa membiarkan korban berjalan sendirian," serunya
Dia juga mengajak semua pihak untuk mengambil sikap yang bijak, membangun kebersamaan dan kepedulian untuk mencegah serta menanggulangi KDRT
“Bijaklah dalam mengambil keputusan. Jangan takut melapor, karena hukum ada untuk melindungi.” Dengan dialog ini, Pemkab berharap tercipta kolaborasi yang kuat demi mewujudkan Tangerang sebagai kabupaten yang aman, peduli, dan bebas kekerasan," pungkasnya
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Dr. Afrillianna Purba menegaska n bahwa KDRT dapat terjadi pada siapa saja. Untuk itu, pihaknya juga terus mendorong agar para korban KDRT tidak diam dan segera mencari bantuan
“Laki-laki pun bisa menjadi korban, tetapi banyak yang tidak berani melapor. Inilah pentingnya edukasi dan keberanian untuk bertindak,” ujarnya.
Pihaknya juga kembali Pada sesi doorstop, Kepala Kejaksaan Negeri kembali menandaskan pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga untuk mencegah kekerasan.
“Jalin komunikasi yang baik, jangan jadikan emosi sebagai alasan melukai pasangan. Jika ada kekerasan, laporkan kami siap mendampingi,” tegasnya.
Acara yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama Tangerang, perwakilan Polresta Tangerang, organisasi perempuan, hingga tokoh masyarakat tersebut. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu bersaing di tengah pasar modern. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Pemerdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro melalui Pelatihan Packaging di Rumah pemberdayaan dan pengembangan koperasi usaha mikro Legok, Kamis (6/11/2025).
“Usaha mikro adalah tulang punggung perekonomian daerah. Sektor ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian rakyat. Oleh karena itu, seperti hari ini memiliki pelatihan penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro,” ujar Rismawati di lokasi.
Ia menjelaskan, dalam dunia usaha modern, pengemasan atau pengemasan tidak lagi sekadar pelindung produk, melainkan menjadi wajah pertama yang dilihat konsumen. Menurutnya, kemasan yang menarik dan berkualitas mampu meningkatkan nilai jual, memperkuat identitas produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap para pelaku usaha mikro dapat mengembangkan kreativitas, memahami strategi desain kemasan yang baik, serta menerapkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar masa kini,” tambahnya.
Dirinya pun turut memberikan apresiasi kepada Diskum Kabupaten Tangerang atas kolaborasi dan sinergi dalam memberdayakan pelaku UMKM. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui pelatihan, fasilitasi promosi, akses pembiayaan, serta pendampingan berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini adalah bukti nyata komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui penguatan ekonomi lokal. Kemasan yang menarik dan berkualitas menjadi pintu pertama yang menarik minat konsumen. Oleh karena itu, inovasi dalam kemasan merupakan investasi penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Tangerang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui dukungan APBD Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa menyelenggarakan pelatihan pengemasan bagi UMKM se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menghasilkan hasil kolaborasi antara Dekranasda dan Diskum, dan ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk menyelenggarakan pelatihan dan pelatihan lanjutan,” tutur Anna.
Ia juga mengajak seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreasi produk agar dapat menembus pasar yang lebih luas. “Harapan kami, produk-produk UMKM Kabupaten Tangerang dapat lebih dikenal, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional, bahkan internasional,” tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid melakukan dialog tentang penanganan banjir dan tata kelola air bersama warga RW 17 dan RW 20 Perum Vila Tomang Baru, Desa Gelam, Jaya Kecamatan Pasar Kemis.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya bersama Dinas Bina Marga SDA, Bappeda, Camat Pasar Kemis dan tim program Blue Dael dari Belanda untuk melihat langsung kondisi existing lokasi, khususnya di wilayah RW 17 dan RW 20 Perum Vila Tomang yang kerap dilanda banjir.
"Saya bersama Kadis Bina Marga, Kepala Bappeda, Camat Pasar Kemis dan dan Mr Rob dari Blue Deal Belanda datang ke sini dalam keadaan kering, pengen lihat bagaimana kondisi eksisting kondisi yang sebenarnya situ dan sungai terkait dengan tata kelola airnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menyampaikan, penanganan dan pencegahan bajir di RW 17 dan RW 20 tersebut memerlukan koordinasi lebih lanjut yang matang, lintas sektor dan lintas kewenangan, bukan hanya kecamatan dan kabupaten tetapi juga harus melibatkan provinsi dan pemerintah pusat. Pemkab Tangerang sudah menyampaikan surat baik ke provinsi maupun ke pemerintah pusat terkait apa upaya-upaya yang telah dilakukan dan rencana tindak lanjut yang membutuhkan kesepakatan banyak pihak lintas sektor.
"Bahwa tata kelola situ, sungai dan danau wewenangnya bukan ada kabupaten, kita bukan menghindar, bukannya lepas tanggung jawab. Kami bersama dinas terkait dan anggota dewan terus mendorong agar provinsi dan pemerintah pusat bisa bersama-sama kita menemukan solusinya," jelasnya.
Lanjut dia, terkait dengan pengadaan pompa air dan pembangunan pintu air, Pemkab Tangerang akan mengajukan izin ke pemerintah pusat agar pelaksanaannya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.
"Terkait pompa dengan pintu airnya, kita coba mau izin ke pusat kalau bisa itu dilakukan pengadaan oleh Pemda Kabupaten Tangerang. InsyaAllah mudah-mudahan mendapatkan jawaban sesuai harapkan kita semua," imbuhnya.
Dia juga menyebut tim Blue Deal yang ikut kunjungan langsung merupakan merupakan bagian program dari Dutch Water Authority atau Dewan Air Belanda yang telah menjadi mitra Kementerian PUPR dalam membuat program-program yang nerkaitan dengan penanganan banjir dan tata kelola air.
"Tim program Blue Deal dari Belanda ini mitra Kementerian PUPR, saya bawa ke Gelam itu supaya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah bisa disambungin dengan Kementerian PUPR, yang juga bagian dari tugasnya," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim dari Program Blue Deal, yang akrab dipanggil Mr. Rob sangat mengapresiasi upaya-upaya Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya. Upaya-upaya dialogis dan humanis yang dilakukan bisa menjadi contoh dan dilakukan para politisi di Belanda.
"Saya sangat senang dan sangat mengapresiasi Pak Bupati. Ini seharusnya menjadi contoh politisi juga di Belanda, datang ke warga, menyerap aspirasi secara langsung," ujarnya yang diterjemahkan oleh Kapala Bappeda, Erwin Mawandy.
Menurut Rob, upaya penanganan banjir dan tata kelola air itu harus dilakukan dari hulu sampai hilir dan melibatkan semua pemangku kebijakan mulai dari pusat sampai dengan daerah terkecil.
"Memasang pompa air, pembangunan tandon ataupun normalisasi sungai tentunya bukan menjadi solusi terbaik karena bicara penanganan air harus dari hulu ke hilir. Agenda berikutnya kami akan mengupayakan koordinasi juga dengan wilayah Bogor terus juga dengan pusat supaya yang bekerja bukan hanya pak bupati saja tapi yang di hulu juga ikut mikirin terus kemudian juga pusat juga ikut campur tangan," tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid bersama Dandim 0510/Tigaraksa, melakukan kunjungan ke rumah seorang veteran perang, H. Assam, yang berusia lebih dari 100 tahun di Kecamatan Sepatan, Kamis (6/11/25).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pejuang bangsa yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Empat hari lagi kita akan memperingati Hari Pahlawan. Saya datang ke sini bersama Pak Dandim, Pak Danramil, Pak Kapolsek, dan Pak Camat untuk bersilaturahmi langsung dengan pejuang bangsa," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Selain bersilahturahmi, pihaknya memohon doa untuk bisa melanjutkan perjuangan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Tangerang
"Kami juga ingin mohon doa, agar perjuangan bapak-bapak terdahulu bisa kami teruskan melalui bidang lain. Sekaligus kami sampaikan terima kasih kepada para pejuang, khususnya kepada Bapak Haji Assam,” imbuhnya
Dia juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga semangat juang dan menjadikan perjuangan serta pengorbanan para pendahulu bangsa sebagai inspirasi untuk berkarya, berperan aktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya berpesan agar seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang senantiasa menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan. Itu bentuk nyata melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu. Jangan ada perbedaan di antara kita, karena persatuan adalah kekuatan bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, H. Assam, veteran perang yang pernah berjuang mempertahankan kemerdekaan pada masa revolusi fisik, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan rombongan yang masih ingat dengan kami para pejuang tua ini. Semoga anak cucu kita semua bisa terus menjaga semangat perjuangan dan kecintaan kepada bangsa,” tutur H. Assam dengan penuh rasa haru. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka kegiatan Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Gerai Tangerang Gemilang (GTG), Kamis (6/11/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa kegiatan Warteksi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Upaya ini adalah bagian dari kepedulian kita semua, termasuk pemerintah daerah, untuk meringankan beban masyarakat dari sisi kebutuhan sembako,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan subsidi harga terhadap sejumlah bahan pokok penting. Seperti, bawang putih yang harga pasarnya Rp35.000 per kilogram kini bisa dibeli masyarakat hanya Rp15.800, dengan subsidi sebesar Rp19.200.
Untuk cabai merah keriting, harga pasarnya Rp65.000, namun masyarakat cukup membayar Rp45.800. Sementara cabai rawit merah turun dari Rp38.000 menjadi Rp18.000, dan cabai rawit hijau dari Rp30.000 menjadi Rp10.800.
Adapun gula pasir yang harga pasarnya Rp18.000 kini dijual Rp11.300, minyak goreng dari Rp19.000 menjadi Rp9.300, serta beras premium yang semula Rp14.900 kini bisa dibeli hanya Rp7.600 per kilogram.
“Program Warung Tekan Inflasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, jadi dalam setahun ada empat kali pelaksanaan. Tujuannya agar masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga murah dan tetap stabil,” tambah Bupati Maesyal.
Program Warteksi ini dilaksanakan secara rutin di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Untuk tahun 2025, kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan terakhir. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan program serupa pada tahun 2026 sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung program ini, serta kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kepala OPD, para camat, hingga Kepala Desa dan Lurah yang turut membantu pelaksanaannya.
“Kami bersyukur masyarakat menyampaikan terima kasih atas program ini. Mudah-mudahandi tahun-tahun berikutnya kegiatan ini bisa terus melaksanakan Warteksi demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir. Beberapa warga bahkan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut, salah satunya Ibu Fitri, warga Kecamatan Cikupa.
"Saya tadi membeli minyak, beras, cabai, bawang merah, dan gula dengan total harga sekitar Rp80 ribu. Saya merasa terbantu, karna harganya jauh lebih murah ddibandingkan di pasar atau warung biasa," ujar Ibu Fitri.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan dialog dengan masyarakat dan Pengembang Lippo terkait rencana lokasi pengerjaan normalisasi Kali Sabi di Kelurahan Binong Kec. Curug. Rabu (05/11/25)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan pemerintah daerah melalui Dinas Bima Marga dan Sumber Daya Air (SDA) bersama pihak pengembang Lippo telah mencapai kesepakatan bekerja sama untuk memperlebar dan memperdalam Kali Sabi.
“Hari ini kita hadir bersama dengan Pak dewan Muhlis dari provinsi dan dewan Hugo dari kabupaten, juga dengan kadis Bina marga serta perwakilan masyarakat bersama-sama dengan pihak Lippo sudah ada kesepakatan kesepakatan untuk bisa bekerja sama dalam rangka memperlebar dan memperdalam sungai ditambah lagi dengan kesediaan dari pihak Lippo untuk menurap sepanjang sekitar 300 meter,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Dia berharap normalisasi Kali Sabi berupa pelebaran, pengerukan dan penurapan terserbut bisa menjadi salah satu solusi mengurangi debit air yang sering kali menyebabkan banjir, khususnya di wilayah Kelurahan Binong.
“Mudah-mudahan upaya ini bisa mengurangi beban masyarakat setiap banjir melanda. Mudah-mudahan ini juga menjadi solusi kita bersama supaya tidak terjadi banjir lagi, paling tidak mengurangilah,” ujarnya .
Lanjut dia, saat ini Pemkab Tangerang akan melakukan normalisasi Kali Sabi melalui anggaran APBD. Selain itu, bantuan juga diberikan dari Pemerintah Provinsi Banten sesuai dengan arahan Gubernur yang terus dikawal para anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten, serta peran aktif dari pihak pengembang Lippo yang memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan normalisasi Kali Sabi.
“Pemda Tangerang akan melaksanakan normalisasi di daerah Kali Sabi melalui anggaran APBD. Provinsi Banten juga melalui Gubernur Banten melalui teman-teman dewannya dan juga Lippo dari pihak pengembang juga sama memberikan kontribusi bersama-sama dalam rangka memperlebar sungai dan juga menurap,” imbuhnya
Menurut dia, normalisasi yang dilakukan bukan hanya mengurangi tingkat debit air, juga mencegah abrasi di sepanjang aliran Kali Sabi yang berada di wilayah Kelurahan Binong.
“Kontribusi positifnya adalah yang pertama mengurangi tingkat kebanjiran masyarakat setempat, yang kedua juga menghindari abrasi, baik itu di tanah warga maupun di Lippo. Dua-duanya ini untuk kepentingan umum dan bertanggung jawab bersama. Mudah-mudahan dengan keikhlasan semua pihak, kesepakatan hari ini bisa memberikan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak kaum perempuan untuk berperan aktif sebagai agen-agen perubahan di bidang kesehatan. Hal terserbut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Penyuluhan Kanker dan Tumor bagi Kesehatan Perempuan yang diinisiasi oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Tangerang dan Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bola Sundul Gedung Usaha Daerah (GUD), Rabu, 05/11/25)
“Pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Tangerang, untuk menjadi agen perubahan kesehatan. Mulailah dari diri sendiri dan keluarga, lakukan deteksi dini, periksa kesehatan secara berkala, dan terapkan pola hidup sehat,” ujar Wabup Intan.
Dalam berbagai hal, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menyoroti peran sentral perempuan sebagai ibu, istri, dan pilar keluarga yang menentukan kesejahteraan dan kesehatan rumah tangga. Namun di balik peran besar tersebut, banyak perempuan yang masih menghadapi risiko kesehatan yang serius, salah satunya adalah kanker, terutama kanker payudara, kanker leher rahim atau serviks yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
“Di balik peran besar tersebut, banyak perempuan masih menghadapi risiko kesehatan yang serius seperti kanker payudara dan serviks yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Tema hari ini sangat bagus, kanker dan tumor bagi kesehatan perempuan. Sejalan dengan waktu, penyakit ini banyak sekali menyerang kita, kaum perempuan, baik itu di payudara maupun serviks,” ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya edukasi dan deteksi dini yang bisa menjadi kunci utama dalam menekan tingginya angka penderita kanker. Hal lain yang perlu dilakukan adalah membiasakan gaya hidup sehat dan menjaga pola makan yang seimbang, menghindari stres dan mengurangi konsumsi bahan-bahan kimia yang berlebihan.
“Deteksi dini dan edukasi tentang faktor risiko dan gaya hidup sehat juga menjadi kunci utama dalam menekan angka kanker. Kita perlu memahami bahwa pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, stres, hingga paparan bahan kimia secara berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Sebaliknya, gaya hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, serta istirahat yang cukup akan membantu memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga keseimbangan hormon yang penting bagi kesehatan perempuan,” imbuhnya
Pihaknya juga memberikan pesan kepada peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk saling menguatkan dan mengingatkan serta saling mendukung sebagai bukti nyata sumbangsih kaum perempuan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan perempuan.
“Mari saling mengingatkan, saling mendukung dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang peduli terhadap kesehatan perempuan. Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada KPPI Kabupaten Tangerang dan YPKI yang telah menginisiasi kegiatan ini. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan ini saling peduli. Jadi, Woman Support Woman,” ujarnya.
Dirinya pun berharap semoga kegiatan tersebut bisa menggugah dan meningkatkan kembali kesadaran pribadi (Self Awareness) terhadap berbagai gejala yang dirasa menggangu kesehatan diri sehingga bisa ditangani dengan peluang kesembuhan yang lebih tinggi karena sudah terditeksi dini panyakitnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang menggelar seminar bertajuk “Penguatan Transisi Prasekolah ke SD: Menyikapi Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Tangerang”. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, dan dihadiri jajaran Dinas Pendidikan, para akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan di daerah di Hotel Lemo, Rabu (5/11/25).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan seminar tersebut sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan, mulai dari perencanaan di usia dini hingga ke jenjang menengah. Dia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan seminar strategis penguatan transisi prasekolah ke SD tersebut.
“Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pemerintah Daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan, mulai dari perencanaan di usia dini hingga ke jenjang menengah, demi terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memperkuat kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
“Kebijakan ini tidak hanya menekankan pada perluasan akses, tetapi juga memastikan transisi setiap jenjang berjalan mulus, nyaman, dan bermakna bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Lanjut dia, masa transisi dari prasekolah ke sekolah dasar merupakan fase penting dalam pembentukan kemampuan sosial, emosional, dan spiritual anak. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan di Kabupaten Tangerang diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian anak agar siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan percaya diri.
“Pendekatan pendidikan di Kabupaten Tangerang diarahkan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian anak agar siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan percaya diri. Mari kita jadikan pendidikan sebagai pondasi bagi lahirnya Generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, H. Mas Iman Kusnandar, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kebijakan wajib belajar tersebut.
“Dewan Pendidikan memiliki peran sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, memberikan masukan serta rekomendasi kebijakan yang konstruktif demi kemajuan dunia pendidikan di daerah,” tuturnya.
Mas Iman Kusnandar juga menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari satuan pendidikan, orang tua, hingga dunia usaha dalam mendukung proses transisi yang efektif.
“Kita ingin memastikan anak-anak di Kabupaten Tangerang belajar dengan gembira, berkarakter, dan tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan,” tambahnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi Festival UMKM 2025 yang menampilkan produk-produk kuliner dan berbagai jenis kerajinan tangan hasil para pelaku UMKM Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Festival tersebut digelar Atrium The Breeze BSD City Kec. Cisauk, Rabu (05/11/15).
"Kita sangat apresiasi festival UMKM ini. Pameran kerajinan-kerajinan tangan, makanan dan minuman hasil olahan masyarakat yang ada di Kabupaten maupun di Kota Tangerang Selatan ini menunjukkan bahwa dinamika keanekaragaman potensi yang ada di Kabupaten Tangerang yang dapat memberikan kontribusi positif juga bagi masyarakat kita," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menambahkan, melihat begitu besarnya potensidari sektor kerajinan tangan dan kuliner, pihaknya juga terus mendorong Dekranasda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang untuk menguatkan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM serta menjalin kolaborasi dengan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas serta kompetensi para pelaku UMKM Kab. Tangerang, baik dari sisi kualitas produk maupun jangkauan pasarnya.
"Ibu Ketua Dekranasda hadir dalam rangka memberikan semangat dan saya sudah minta juga kepada ibu ketua dan Kadis Koperasi, Kadis Indag untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan dengan memanfaatkan Rumah Pemberdayaan Pengembangan Koperasi Usaha Mikro yang ada di Kabupaten Tangerang sebagai wadah yang bisa memberikan kontribusi positif terhadap pelaku-pelaku UMKM, baik dari sisi pelatihannya, dari sisi pengemasannya, terus juga dari sisi marketnya pasarnya," imbuhnya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Sinarmasland atas kepedulian dan kontribusinya terhadap pengembangan kemajuan UMKM sehingga para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang dapat naik kelas dan kesejahteraannya juga meningkat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Sinarmasland yang sudah menyediakan waktu dan tempat melalui program CSR-nya dalam bentuk pendidikan, kesehatan dan juga perekonomian kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Saya berharap ini terus dipelihara, ditingkatkan supaya menjadi modal dasar kebersamaan antara pengembang, pihak swasta dengan masyarakat sekitar,"ucapnya.
Saat meninjau langsung stand UMKM, Bupati Maesyal Rayid juga memberikan pesan kepada para pelaku UMKM agar tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Terus berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan usahanya.
"Tetap semangat, jangan mudah menyerah, terus berbuat, berkreasi dan berinovasi. Walaupun kecil tapi kecil itu bisa memberikan atau mendorong terhadap keberhasilan yang lebih besar lagi khusus untuk di Kabupaten Tangerang. Kami, pemerintah pastikan siap mendukung, melalui bantuan permodalan maupun bantuan-bantuan lainnya untuk memutar roda perekonomian," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Polresta Tangerang menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang diikuti oleh jajaran TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, serta perangkat daerah terkait di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Rabu (5/11/25).
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah yang memimpin apel tersebut menyampaikan bahwa kegiatan apel tanggap darurat dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan seluruh sumber daya dan sarana prasarana senantiasa siap digunakan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan apel antisipasi bencana yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polresta Tangerang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan sinergi yang terjalin selama ini berjalan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami memastikan seluruh sumber daya, personel, serta sarana dan prasarana teknis siap digunakan apabila terjadi bencana di wilayah kita,” ujar Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Kapolresta menambahkan bahwa pascaapel, pihaknya bersama Pemkab Tangerang akan mendirikan pos-pos terpadu di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana. Posko pusat akan ditempatkan di Kecamatan Pasar Kemis dan akan beroperasi selama kurang lebih tiga bulan, sesuai dengan periode rawan bencana yang diprediksi oleh BMKG.
“Posko utama akan didirikan di Kecamatan Pasar Kemis dan akan menjadi pusat koordinasi bagi seluruh pemangku kepentingan selama periode rawan bencana. Saat ini terdapat sekitar 600 personel gabungan yang terdiri atas Polri, TNI, Sat Radar, Satpol PP, BPBD, serta para relawan dari tiap kecamatan,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa kesiapsiagaan dan mitigasi bencana menjadi langkah penting mengingat potensi meningkatnya intensitas hujan pada akhir tahun. Dia juga menekankan bahwa karakteristik bencana di Kabupaten Tangerang umumnya berupa banjir dan angin puting beliung.
“Pada prinsipnya, kita semua tentu tidak menghendaki terjadinya bencana. Namun, bencana sering datang ketika kita tidak siap. Karena itu, hari ini kita berupaya melakukan mitigasi agar risiko dapat diminimalisir. Berdasarkan prediksi, tiga bulan ke depan merupakan periode yang cukup rawan. Di Kabupaten Tangerang, bencana yang paling sering terjadi adalah banjir dan angin puting beliung,” tutur Soma.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, menjelaskan bahwa wilayah dengan potensi bencana tertinggi berada di bagian tengah dan utara Kabupaten Tangerang. Menurutnya, banjir kerap terjadi di kawasan Curug, Binong, Balaraja, dan wilayah Pantura, sementara angin puting beliung lebih sering melanda daerah utara seperti Mauk, Kronjo dan Pakuhaji.
“Wilayah yang rawan banjir antara lain Curug, Binong, Balaraja, dan Pantura. Adapun wilayah utara seperti Mauk, Kronjo, dan Pakuhaji sering terdampak angin puting beliung. Untuk wilayah selatan seperti Cisauk dan Pagedangan, intensitasnya relatif lebih rendah,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, BPBD telah menyiapkan 14 posko pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperkuat respon cepat terhadap laporan bencana. Setiap posko membawahi dua hingga tiga kecamatan, menyesuaikan tingkat kerawanan di masing-masing daerah. Untuk itu, pihaknya juga menghibau seluruh masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dan bergotong royong dalam menjaga lingkungannya dan melaporkan setiap bentuk potensi bahaya yang terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya di sekitarnya. Misalnya, apabila terdapat pohon yang berisiko tumbang atau kabel listrik yang berbahaya, segera laporkan kepada RT atau kepala desa agar informasi dapat diteruskan secara berjenjang kepada kami,” kata Taufik.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Pemkab Tangerang dan Polresta Tangerang bersama seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, guna menjaga keselamatan dan ketenteraman masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)