Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Kabupaten Tangerang Tahun 2025. Acara tersebut dilaksanakan di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (10/12/25),
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa dana yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Desa, bantuan keuangan Provinsi Banten, serta bagi hasil pajak dan retribusi Kabupaten Tangerang telah secara konsisten disalurkan untuk mendukung program-program pembangunan desa dan harus dipertanggungjawabkan secara tertib, transparan dan dirasakan manfaatnya.
“Bagi hasil pajak retribusi sebesar 10 persen telah kita distribusikan secara kontinyu kepada desa sebagai bentuk dukungan terhadap program yang dirumuskan berdasarkan RKD dan hasil musyawarah dengan BPD. Semua anggaran, baik yang bersumber dari pusat, provinsi maupun kabupaten, harus dijalankan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bupati.
Menurut dia, tertib administrasi dalam setiap pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan desa sangat penting. Kerapian dokumen seperti keputusan desa, keputusan kepala desa, berita acara musyawarah, hingga laporan pertanggungjawaban menjadi instrumen penting dalam pemeriksaan dari BPK maupun Inspektorat.
"Semua harus rapih dan tertib administrasi. Keputusan desa, keputusan kepala desa, berita acara musyawarah, hingga laporan pertanggungjawaban itu instrumen penting saat ada pemeriksaan dari BPK maupun Inspektorat," tegasnya
Pada kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi aplikasi Jaga Desa yang diinisasi dan dipandu langsung oleh Kejaksaan. Aplikasi ini dinilai sangat membantu peningkatan transparansi dan pencegahan penyimpangan dalam tata kelola pembangunan desa. Bahkan dalam waktu dekat, akan digelar lomba nasional implementasi aplikasi Jaga Desa yang akan diikuti para kepala desa se-Indonesia.
“Saya minta para kepala desa fokus, konsentrasi, berkoordinasi baik dengan sekretaris desa, perangkat desa, serta BPD. Kebersamaan ini penting agar pembangunan di desa dapat dipertanggungjawabkan dan memberi kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya
Bupati juga mengingatkan bahwa mulai tahun 2025 hingga 2026, seluruh program desa harus selaras dengan pembangunan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, hingga RPJMN. Sinkronisasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan pembangunan memiliki arah yang sama dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah di setiap level.
"Pemerintah desa harus paham dan bisa membedakan kewenangan pembangunan antara desa, kabupaten, provinsi, maupun pusat. Komitmen kita adalah menjalankan aturan sesuai perundang-undangan. Segera melaporkan bila membutuhkan penanganan yang mendesak dan sangat diperlukan," imbuhnya.
Bupati berharap workshop tersebut dapat menambah wawasan dan kompetensi para kepala desa dalam mengelola keuangan dan pembangunan secara transparan, akuntabel, serta sesuai regulasi.
“Terima kasih kepada seluruh narasumber dan peserta. Semoga melalui Workshop ini, para kepala desa dapat menambah wawasan dan mengevaluasi kembali tugas yang belum dilaksanakan dan segera menuntaskannya. Masih ada waktu untuk memperbaiki dan menyempurnakan administrasi maupun program pembangunan desa,” pungkasnya
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari BPKP untuk memperkuat pemahaman terkait tertib administrasi dan tata kelola keuangan desa. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Sebanyak 20 putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang resmi dilepas oleh Bupati Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid, untuk menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Acara pelepasan khidmat berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, pada Rabu (10/12/2025).
Dalam perayaannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa bangga dan syukur atas semangat para penerima beasiswa serta dukungan penuh dari para orang tua. Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan doa dan dukungan agar para mahasiswa dapat menjalani studi dengan baik dan kelak kembali menjadi sumber daya unggul yang menerima daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita semua berkumpul bersama para orang tua dan siswa-siswi yang akan menjadi mahasiswa-mahasiswi di Kairo. Jumlahnya 20 orang, terdiri dari 10 putra dan 10 putri. Mereka berangkat hari ini untuk kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa 20 penerima beasiswa ke Kairo ini merupakan bagian dari 235 penerima Beasiswa Tangerang Gemilang yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Provinsi Banten.
“Kami membantu melalui beasiswa untuk masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama bagi orang-orang yang pernah hidup di tempat rendah. Ada yang ke Kairo 20 orang, ke Swiss German University 30 orang, ke Untirta 60 orang, ke IPB 10 orang, dan lainnya. Total ada 235 mahasiswa yang kami bantu kuliahnya,” jelasnya.
Menurut Bupati, program ini menjadi wujud nyata keseriusan Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut dan dikembangkan di tahun-tahun mendatang.
“Sejak 2025 ini, anak-anak dari keluarga yang berbaring rendah bisa kita bantu kuliah untuk meraih cita-cita mereka. InsyaAllah di tahun 2026 jumlahnya akan kita tambah lagi sesuai kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir, menjelaskan bahwa program beasiswa ke Universitas Al-Azhar merupakan bentuk komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan internasional di bidang keislaman.
“Sebanyak 20 penerima beasiswa ini akan kuliah di pusat pendidikan Islam terbaik dunia, Universitas Al-Azhar Kairo.Pemerintah Kabupaten Tangerang menanggung seluruh kebutuhan, mulai dari pembuatan paspor, visa, kursus bahasa Arab, biaya hidup setiap semester, hingga biaya keberangkatan dan kepulangan,” ungkap Chaidir.
Ia menambahkan bahwa seluruh penerima beasiswa telah melalui serangkaian seleksi akademik, administrasi, serta pembekalan intensif sebelum diberangkatkan.
“Kegiatan pelepasan ini menjadi bentuk motivasi dan dukungan Pemerintah Daerah kepada mahasiswa agar selalu menjaga nama baik Kabupaten Tangerang serta berprestasi di kancah internasional,” tutupnya.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemkab Tangerang dalam mewujudkan masyarakat berdaya saing tinggi, berilmu, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi Tangerang Gemilang yang Religius, Cerdas, dan Sejahtera. (Kesra)
Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 214 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sabtu (06/12/25).
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi nasional dan daerah, antara lain Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Gubernur Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, serta Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan program nasional di tingkat daerah, khususnya program KDKMP.
“Penyaluran CSR untuk 214 KDKMP ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya 60 KDKMP menerima dukungan serupa. Dengan demikian, total 274 KDKMP di Kabupaten Tangerang kini telah siap beroperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya Penyaluran CSR untuk KDKMP ini merupakan wujud komitmen nyata dalam rangka percepatan perputaran roda perekonomian di tingkat pemerintahan terkecil. KDKMP hadir sebagai instrumen pemberdayaan yang memberi ruang bagi masyarakat desa dan kelurahan untuk melakukan penghematan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung langkah strategi ini demi memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga secara resmi meluncurkan Aplikasi Mobile KDKMP Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan koperasi desa/kelurahan.
“Aplikasi ini diharapkan menjadi platform yang mempermudah proses administrasi, pelaporan, transparansi, serta pengawasan operasional KDKMP, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan koperasi,” tutupnya
Gubernur Banten, Andra Soni yang juga hadir menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengembangkan ekosistem perekonomian desa dan kelurahan melalui KDKMP.
“Kehadiran 274 KDKMP yang kini siap beroperasi merupakan hal yang tidak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.” ungkap Andra Soni.
Pihaknya juga menegaskan secara kelembagaan di provinsi Banten sudah 100% pembentukan KDKMP dengan total 1551. Pihaknya akan terus mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian rakyat. Dia berharap aplikasi KDKMP yang nantinya bisa direplika oleh daerah lain agar lebih transparan dan akuntabel
“Kami berharap inisiatif ini menjadi model bagi daerah lain. Dengan dukungan teknologi melalui Aplikasi KDKMP, tata kelola koperasi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya
Dikesempatan yang sama Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan kehadiran Jaksa Kejaksaan dengan programnya Jaga Desa bukanlah ancaman bagi pengurus KDKMP, tetapi menjadi tempat konsultasi agar dalam rangka pelaksanaan pengelolaan KDKMP dapat dikelola secara terbuka, dan transparan bagaimana pengelolaan dan penggunaannya.
“Kehadiran Jaksa dengan programnya Jaga Desa bukanlah ancaman bagi para pengurus koperasi, namun menjadi mitra untuk berkonsultasi agar pelaksanaan pengelolaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dapat terbuka, dan transparan bagaimana pengelolaannya dan pemanfaatannya,” tandasnya.
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani mengungkapkan bahwa sinergi antara Kejaksaan Agung dengan Kementerian Koperasi dan UKM diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi dan Kerja Sama Dalam Rangka Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia.
“Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan efektivitas pengembangan Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia. Serta, melindungi dan menyelamatkan aset dan dana yang bersumber dari Pemerintah yang ditujukan kepada Koperasi dan UMKM,” jelas Reda
Beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih agar senantiasa mengedepankan aspek keutuhan, kehati-hatian dalam pengelolaan dana KDKMP
“Manfaatkan momentum ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Saya juga berpesan agar mengedepankan kewenangan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengurus KDKMP. Serta, berhati-hati dan waspada mengelola dalam dana KDKMP,” tegasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sepatan, Jum'at (05/12/25)
Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengajak masyarakat Sepatan untuk tidak hanya larut dalam kegembiraan dan kemeriahan pembukaan MTQ, namun juga memanjatkan doa untuk para korban bencana di Pulau Sumatera
"Pada kesempatan yang baik ini, kami mengajak semua untuk juga melakukan shalat ghaib kepada para korban musibah bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat serta daerah lainnya," ujar Sekda Soma
Dia menambahkan bahwa Pemkab Tangerang melalui PMI Kab. Tangerang telah memberangkatkan 3 personil beserta 1 unit mobil tangki air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang dikoordinir langsung PMI pusat.
"Mari kita doakan juga para relawan, Tim SAR agar mereka dapat melakukan tugasnya dengan baik. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera," imbuhnya
Dia berharap melalui MTQ tersebut, para kafilah tidak hanya mengejar kemenangan semata tapi juga bisa saling memperkuat ukhuwah Islamiah dan kepedulian terhadap sesama.
"Semua pasti ingin menang, namun esensi dari MTQ itu lebih luas lagi, yaitu meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur'an yang diimplementasikan dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita," pungkasnya
Sementara itu, Camat Sepatan, Aan Ansori melaporkan MTQ Kec. Sepatan 2025 diikuti oleh 7 desa dan 1 kelurahan. Salah satu tujuan yang hendak dicapai adalah untuk memilih qori dan qoriah terbaik Kec. Sepatan yang akan dibina lebih lanjut untuk menghadapi MTQ tingkat kabupaten pada bulan Januari mendatang
"Alhamdulillah, Pak Sekda hampir 300 peserta dari 7 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Sepatan ikut meramaikan MTQ ini. Ini juga membuktikan bahwa Kecamatan Sepatan tidak akan kekurangan qori-qoriah, hafiz-hafizah terbaik yang mampu mengharumkan Kecamatan Sepatan, kabupaten bahkan nasional," jelasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi membuka kejuaraan Panahan Bupati Cup 2025 yang berlangsung di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (5/12/2025).
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal menyampaikan penghargaan kepada Disporabudpar serta PERPANI Kabupaten Tangerang yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut sebagai bagian dari upaya pelatihan, pengembangan, dan penjaringan bibit atlet panahan.
“Melalui kompetisi yang sehat dan terstruktur seperti ini, kita berharap akan lahir atlet-atlet panahan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Bupati Maesyal.
Ia juga menekankan bahwa olahraga panahan tidak hanya menuntut ketepatan ketepatan sasaran, tetapi juga mengajarkan konsentrasi, disiplin, ketenangan, serta pembentukan karakter yang kuat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal turut menyambut baik antusiasme para peserta. Tercatat sekitar 300 atlet dari kategori pelajar dan umum mengikuti kompetisi ini. Diketahui, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan.
“Jumlah peserta ini menunjukkan tingginya minat para atlet panahan untuk mengikuti kejuaraan ini. Semoga dari event ini lahir bibit-bibit atlet yang bisa diandalkan untuk event tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati menuturkan bahwa kejuaraan Kejuaraan Panahan Bupati Cup 2025 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan cabang olahraga panahan.
“Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari serta menyiapkan bibit-bibit atlet yang akan kita persiapkan untuk peserta POPDA 2026 dan PORPROV Banten 2026,” tuturnya.
Diketahui, ajang tersebut diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 5-7 Desember 2025. Ia berharap melalui kejuaraan ini semakin banyak atlet muda yang tumbuh berkembang, dan mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengulas langsung lokasi tanggul atau turap yang jebol di kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (5/12/25).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Kecamatan Tigaraksa, termasuk Camat Tigaraksa, Kapolsek, Koramil, serta para ketua RW setempat.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang pada hari sebelumnya dan faktor usia dari tanggul yang sudah 20 tahun lebih.
“Alhamdulillah hari ini, Saya bersama Dinas Bina Marga SDA, Muspika, Pak Camat, Pak Kapolsek, Koramil, dan para RW melihat langsung kondisi robohnya tanggul atau turap yang membatasi antara jalan dan sungai di Perumahan Mustika Tigaraksa. Kemarin hujannya begitu banyak dengan intensitas tinggi dan angin kencang sehingga menyebabkan tanggul ini roboh,” jelas Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya secara langsung juga telah melakukan instalasi kepada dinas terkait untuk melakukan penanganan cepat untuk mencegah risiko banjir yang lebih luas, mengingat puncak musim hujan saat ini.
"Hari ini kita angkut dulu puing-puingnya. Sementara nanti kita pasang bronjong sebagai tanggul darurat untuk menghindari air sungai meluap. Karena sekarang musim hujan, jadi kita harus bergerak cepat. Kalau tidak hujan mungkin air tidak meluap, tetapi ketika hujan lebat, permukaan udara bisa naik. Nanti akan kita lihat kembali langkah yang harus dilakukan," tambahnya.
Dia juga tak henti-hentinya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan jangan membuang sampah sembarangan
"Di musim hujan ini, saya mohon kepada masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan, khususnya saluran-saluran udara yang bisa ditangani secara manual. Mohon juga agar sampah tidak membuang ke sungai, buanglah di tempatnya. Setiap ada hal yang perlu ditangani, akan segera kami tanggapi," tegasnya.
Sementara itu, Kabid SDA pada Dinas Bina Marga dan SDA Kab. Tangerang, Rijal menjelaskan bahwa menghentikannya segera melakukan pembersihan puing-puing tanggul yang roboh sepanjang kurang lebih 20 meter.
"Bidang SDA akan mengangkat puing-puing robohan tersebut. Setelah dibersihkan, kami akan memasang bronjong sebagai tanggul sementara untuk mengantisipasi air sungai. Jika tidak sedang hujan deras mungkin udara tidak meluap, tetapi apabila curah hujan tinggi, terjadi peningkatan debit udara jika tidak dilakukan penanganan urgensi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perbaikan permanen akan masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Selain itu, saat ini sedang memeriksa kondisi struktur bagian tanggul lainnya di sekitar tanggul yang jebol.
"Nantinya tanggul ini akan dibangun secara permanen pada anggaran 2026 dengan panjang kurang lebih 20 meter. Namun kami juga akan melihat struktur lain di sekitar lokasi. Jika ada bagian lain yang membutuhkan perbaikan, akan kami tangani di luar 20 meter tersebut. Tanggul ini sendiri sudah berusia sekitar 20 tahun sehingga memang sudah termakan usia," ujarnya. (Red)
Serang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta para kepala sekolah dan pengawas sekolah agar menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi para anak didik.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kamis (4/12/25).
"Anak-anak kita, siswa-siswi kita, mendambakan suriteladan yang melampaui meraka. Makanya bapak, ibu semua harus jadi teladan dan sumber inspirasi. Mampu memberikan wawasan, motivasi dan menghadirkan wajah pendidikan yang baik kepada anak-anak kita," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Dia juga mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta yang iklas dan bertanggung jawab mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
"Ibu, bapak hadir di sini, pasti meninggalkan keluarga dan sementara meninggalkan anak didik kita. Untuk apa, hadir di sini adalah bagian daripada tanggung jawab terhadap tugas, tugas jangka panjang yaitu harus menelurkan dan mentransformasikan inovasi-inovasi kepada para anak didik," ujarnya.
Dia kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan dan akses pendidikan. Salah satunya adalah program beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga berpenghasilan rendah pada tahun 2025.
"Mulai 2025 ini bagi orang tua yang memiliki terbatas ekonomi, kita anggarkan beasiswa kuliah bagi anaknya yang mau melanjutkan pendidikannya. Ada yang ke Kairo, ke Universitas Swiss German, Untirta, dan ada yang ke IPB. Sebanyak 235 tahun sekarang," jelasnya.
Dia berharap setelah selesai mengikuti Diklat, para kepala sekolah dan pengawas sekolah bisa menerapkan berbagai matari yang telah diberikan narasumber untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin bagi di sekolahnya masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, melaporkan bahwa Diklat tersebut dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 2-5 Desember 2025 dengan menghadirkan narasumber dari Lemhanas, Brigade Infanteri 14/Mandala Yudha, Kabupaten Lebak dan BPMP Provinsi Banten.
"Kegiatan ini bertujuan antara lain untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan manajerial dan supervisi para kepala sekolah dan pengawas sekolah. Pesertanya sebanyak 100 orang," jelas Dadan. (Red)
TANGERANG, lensafous.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menggelar Desa Awards 2025 sebagai ajang penghargaan bagi desa-desa berprestasi. Kegiatan tersebut digelar di Yasmin Hotel, Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang pada Kamis (4/12/2025).
Acara ini menjadi salah satu upaya Pemkab Tangerang dalam memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendorong inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli menegaskan bahwa Desa Awards merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola desa dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, desa memiliki peran sentral dalam pembangunan daerah sehingga peningkatan kapasitasnya menjadi prioritas.
“Desa Awards bukan sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen kita untuk memperkuat tata kelola, mendorong inovasi, dan membangun kompetisi sehat demi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Firzada.
Ia menambahkan bahwa desa adalah garda terdepan pelayanan publik sekaligus motor pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, penguatan kapasitas desa akan memberikan dampak langsung pada kemajuan Kabupaten Tangerang secara menyeluruh.
Pada tahun ini, tim penilai melakukan evaluasi komprehensif terhadap berbagai aspek pembangunan desa. Penilaian mencakup tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan terbaik, desa inovatif dan kreatif, desa digital, BUMDes terbaik, partisipasi masyarakat, pengelolaan aset desa, PPID desa, hingga desa percontohan anti-korupsi serta prestasi sosial.
Firzada menuturkan banyak desa yang menunjukkan lompatan besar dalam inovasi dan kolaborasi. Beberapa desa yang berhasil mengembangkan potensi wisata, memperkuat ketahanan pangan, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas layanan publik.
Inovasi ini membuktikan bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Selamat kepada seluruh desa penerima penghargaan. Jadikan prestasi ini sebagai pemicu semangat untuk terus berinovasi dan menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” tandasnya.
Selain pemberian penghargaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemkab Tangerang, pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat. Firzada menekankan bahwa desa yang belum meraih penghargaan tetap memiliki kontribusi penting serta mendapatkan evaluasi berharga untuk peningkatan di tahun mendatang.
Dia berharap momentum ini dapat mempercepat pembangunan desa yang lebih modern, sejahtera, dan berdaya saing, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Tangerang.
Adapun daftar pemenang Desa Award 2025, yakni:
1. Desa Pemerintahan Terbaik - Desa Sodong Kecamatan Tigaraksa
2. Desa Keuangan Terbaik - Desa Cirumpak Kecamatan Kronjo
3. Desa Inovatif dan Kreatif - Desa Kedung Kecamatan Gunung Kaler
4. Desa Digital/Smart Village - Desa Legok Kecamatan Legok
5. BUM Desa Terbaik - BUMDesa Pete Maju Bersama Kecamatan Tigaraksa
6. Posyandu 6 Layanan SPM (Standar
Pelayanan Minimal) Desa Terbaik - Desa Caringin Kecamatan Cisoka
7. Desa Berprestasi Bidang Sosial - Desa Sodong Kecamatan Tigaraksa
8. Desa Dengan Kolaborasi dan Partisipasi
Terbaik - Desa Sodong Kecamatan Tigaraksa
9. Pencatatan Profil Desa Terbaik - Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji
10. Desa yang Sudah Melakukan Kerjasama - Desa Cirarab Kecamata Legok
11. Pengelolaan Aset Desa Terbaik - Desa Bunar Kecamatan Sukamulya
12. Pengelolaan PPID Terbaik - Desa Serdang Kulon Kecamatan
Panongan
13. Percontohan Desa Anti Korupsi - Desa Legok Kecamatan Legok
14. Pendamping Lokal Desa Terbaik - Awaludin PLD Sepatan
Tigaraksa, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, yang mengambil tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”. Acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Kamis (04/12/25)
Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya layanan HIV/AIDS yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Pelayanan terhadap penderita HIV tidak boleh berhenti, pelayanan mulai dari pendampingan, sosialisasi, pencegahan hingga pengobatan harus terus dilakukan tampa hambatan.
“Pelayanan HIV tidak boleh berhenti. Pencegahan, tes, pendampingan, hingga pengobatan harus tetap tersedia tanpa hambatan. Perubahan di tingkat nasional maupun daerah tidak boleh mengurangi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” tandas Wabup Intan.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen kuat untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kerja sama lintas sektor. Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh dari pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, hingga tokoh masyarakat untuk mencapai taget eliminasi AIDS 2030.
“Target Eliminasi AIDS 2030 hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak bersama. Kita perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas layanan berkualitas, serta memastikan tidak ada lagi stigma atau diskriminasi terhadap ODHA. Setiap kebijakan dan aksi hari ini akan menjadi kontribusi besar dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan semakin Gemilang,” tegasnya.
Dia juga menyebut bahwa HIV masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius baik secara global maupun nasional. Estimasi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Indonesia pada 2025 diperkirakan lebih dari 564.000 orang. Di Kabupaten Tangerang, tercatat 3.793 orang sedang menjalani pengobatan ARV dan 2.826 orang telah melakukan pemeriksaan Viral Load dengan hasil tersupresi.
“Sekali lagi saya tegaskan, dukungan sosial dan layanan terhadap ODHA tanpa diskriminasi sangat dibutuhkan. Keberadaan tokoh agama, termasuk MUI, sangat penting untuk membantu mengubah stigma masyarakat agar lebih menerima dan mendukung ODHA dalam proses pemulihan,” serunya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Tangerang, Efi Indarti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam pencegahan sejak dini. Untuk itu, pihaknya bersama para pendidik akan melakukan deklarasi komitmen pencegahan HIV di lingkungan sekolah.
“Sekolah adalah ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS. Anak-anak dan remaja harus diberi pemahaman sejak dini.,” ujarnya.
Pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk penanganan dan penanggulan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang
“Kami bersama seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen besama untuk menerapkan strategi prioritas sesuai arahan nasional, termasuk penguatan kebijakan daerah, perluasan layanan tes dan terapi ARV, peningkatan monitoring dan sistem data, kolaborasi bersama komunitas dan pendamping, serta upaya penghapusan stigma,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan pemberian piagam penghargaan untuk para mitra penanggulangan AIDS, pemenang lomba video edukasi Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dan pemberian santunan untuk anak dengan HIV (ADHIV) sebanyak 5 orang serta penandatanganan deklarasi dukungan pencegahan dan penularan HIV/AIDS. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Penguatan dan Penyerahan Sertifikat Guru Pendidikan Agama Islam Profesional Dalam Jabatan Angkatan 1 Tahun 2025 yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Rabu (3/12/25).
Dalam perayaannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas diraihnya para legalistas dan pengakuan profesi para guru PAI yang harus melalui proses panjang untuk mendapatkannya.
Dari total 753 orang yang mengikuti proses ini, sebagian besar telah lulus. Sisanya, sekitar 400 orang lagi, mari kita doakan agar segera mendapatkan pengakuan yang sama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga mengirimkan proses seleksi CPNS yang sangat ketat dan tidak hanya membutuhkan kesabaran serta ketelitian namun juga doa dan usaha. Banyaknya pendaftaran yang sangat jauh melebihi kuota yang tersedia menggambarkan bagaimana luar biasanya perjuangan para peserta yang lolos.
“Dulu yang daftar CPNS ada 21.000 orang, dan yang diterima hanya sekitar 400. Kalau yang 753 ini lulus semua, itu artinya doa dan usaha mereka luar biasa. Bapak Ibu guru agama ini pasti rajin tahajud, patuh, taat, dan memiliki ketakwaan kepada Allah SWT,” tambahnya.
Selanjutnya dia, seorang guru PAI harus memiliki kecakapan dan karakter khusus lainnya yang membuat mereka mampu menjalankan tugas dengan penuh ketulusan dan profesionalisme.
"Guru PAI ini multiperan. Pagi ngajar agama, siangnya Bahasa Indonesia, bahkan ada yang mengajar olahraga. Mereka menjalani semua dengan ikhlas. Itulah kekuatan akhlak mulia," imbuhnya.
Di akhir Segalanya, beliau juga menegaskan bahwa penguatan kompetensi dan sertifikasi itu bukan sekedar pengakuan, tetapi juga amanah besar untuk meningkatkan mutu pendidikan agama di Kabupaten Tangerang.
“Kami semua, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kemenag, akan terus berkolaborasi demi kepentingan umat.
Kompetensi dan sertifikasi itu bukan sekedar pengakuan, tetapi juga amanah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di Kabupaten Tangerang,” tandasny
Dirinya pun menitipkan pesan kepada seluruh guru PAI agar terus meningkatkan kompetensi, semangat, tulus serta iklas mengabdikan diri untuk mendidik generasi penerus bangsa.
“Saya titip satu hal, tingkatkan kompetensi dan semangat mendidik anak-anak kita. Berikan mereka proses belajar yang terbaik, karena merekalah calon penerus bangsa, terutama menjelang Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Red)