Items filtered by date: Thursday, 13 August 2026

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean bersama warga Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan melakukan survei ke PT Kobe Kujira Mandiri (KKM) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan aroma tak sedap yang tercium hingga ke kawasan permukiman.

Nonce Thendean menegaskan bahwa aktivitas industri tetap harus memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kami ke sini bukan untuk menghakimi suatu perusahaan. Kami datang untuk memastikan sejauh mana perusahaan tersebut berproduksi sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau belum,” ungkap Nonce pada Rabu 12 Agustus 2026.

IMG 20260813 WA0005

Salah satu hal yang menjadi perhatian Politisi Partai Demokrat itu adalah kelengkapan perizinan PT KKM. Nonce meminta pihak PT KKM menunjukkan dokumen perizinan asli untuk dilakukan pengecekan bersama instansi terkait.

Menurut Nonce, meskipun sebagian perizinan PT KKM diterbitkan oleh pemerintah pusat, keberadaan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya ketika aktivitasnya diduga menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Walaupun perizinan sudah dilengkapi secara komplit, tetapi masih ada dampak yang dirasakan masyarakat, perusahaan juga harus bertanggung jawab untuk mengurangi dampak dari polusi tersebut,” tandasnya.

Saat kunjungan ke lokasi, Nonce menceritakan pengalamannya ketika mencium bau menyengat yang diduga menyerupai bau oli terbakar di sekitar kawasan Citra Raya dan sekitarnya.

Diungkapkan Nonce, bau tersebut tidak selalu muncul di lokasi yang sama. Berdasarkan pengamatannya, bau dapat terbawa angin dan muncul di wilayah yang berbeda, terutama pada malam hari.

Nonce bahkan mengaku pernah membuka kaca mobil saat melintas di kawasan permukiman dan mencium bau yang serupa.

“Sesudah mobil saya bergeser jauh ke depan, tidak tercium lagi. Jadi, boleh dikatakan bau tersebut tidak menetap. Bagaimana arah angin, jika arah angin membawa, maka di wilayah tersebut akan tercium,” paparnya.

Selain perizinan, Nonce meminta penjelasan secara rinci mengenai kegiatan utama PT KKM, termasuk jenis bahan baku, proses produksi, hingga kapasitas produksinya. Nonce mempertanyakan apakah perusahaan hanya mengumpulkan dan menyalurkan oli bekas atau juga melakukan proses pengolahan.

“Kalau mengolah, bahannya itu mulai dari yang murni atau yang dari bekas? Dan kemudian setelah diproduksi, berapa banyak sehari yang diproduksi?” tanya Nonce.

Ia juga mengaitkan kapasitas produksi dengan potensi dampak lingkungan. Menurutnya, semakin besar aktivitas produksi, perlu dipastikan pula bahwa sistem pengendalian dampak lingkungan mampu mengimbanginya.

"Keberadaan industri dan perlindungan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan dampak yang dirasakan warga," pungkasnya. (Mala)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga (Badak) Banten Perjuangan menilai Roby Sumantri Jayabaya merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lebak.

Roby Sumantri Jayabaya ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Kabupaten Lebak dan dilantik oleh Ketua Kadin Provinsi Banten, M. Azzari Jayabaya, berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kadin Lebak. Kepengurusan baru tersebut akan menjalankan masa bakti 2026–2031.

Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, mengatakan Roby melanjutkan kepemimpinan Kadin Lebak dari Vivi Sumantri Jayabaya yang telah berakhir masa baktinya.

Menurut Eli, kepengurusan baru Kadin Lebak diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan investasi.

"Kami meyakini Robby bersama jajaran pengurus Kadin Lebak akan mampu membawa organisasi menjadi lebih terbuka, adaptif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha," kata Eli Sahroni.

Ia menilai membangun dan mengelola organisasi sebesar Kadin bukan perkara mudah. Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para pelaku usaha, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dan mendukung perkembangan aktivitas bisnis di daerah.

"Kami mengajak masyarakat Lebak untuk bersama-sama mendukung Robby Sumantri Jayabaya dalam menjalankan perannya sebagai lokomotif dunia usaha di Kabupaten Lebak. Kadin juga memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dengan pemerintah daerah," ujar Eli yang akrab disapa King Badak.

IMG 20260813 WA0003

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Moch. Nabil Jayabaya, menyambut baik kepemimpinan baru Kadin Kabupaten Lebak.

Ia berharap Kadin tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, tetapi mampu mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Nabil, Kadin harus aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.

"Kadin jangan hanya menjadi wadah. Kadin harus aktif bersinergi dengan pemerintah, ikut memberikan gagasan dan solusi, sehingga dunia usaha di Lebak bisa tumbuh dengan baik," kata Nabil.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci menciptakan iklim investasi dan usaha yang sehat. Selain itu, sinergi tersebut dinilai dapat memperkuat UMKM serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

"Kalau pemerintah dan dunia usaha bisa berjalan bersama, saya yakin akan semakin banyak peluang yang bisa dibuka. Target akhirnya tentu bagaimana dunia usaha tumbuh, masyarakat mendapatkan manfaat, dan bersama-sama mewujudkan Lebak Ruhay," pungkasnya. (C2p)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kecamatan Cisoka mengadakan pasar murah pada Rabu 12/08/2026, bagi warga yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus membantu masyarakat menghemat biaya pengeluaran kebutuhan pokok Sehari-hari.

Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok utama, yaitu beras, tepung terigu, gula, dan minyak goreng. Komoditas ini merupakan kebutuhan yang paling sering digunakan dalam rumah tangga, sehingga kehadirannya sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Warga menyambut baik program ini. Dengan harga yang terjangkau, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Program ini juga diharapkan dapat menjaga kestabilan kebutuhan pokok dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten.

Berharap dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini, serta menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. (Lingga)

Published in Banten
Page 2 of 2
Go to top