Items filtered by date: Tuesday, 19 May 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Area Parkir Sektor C Kompleks Perkantoran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid berharap dengan adanya festival tersebut bisa semakin meningkatkan budaya literasi di masyarakat

"Saya berharap dengan adanya festival ini, budaya literasi di kalangan masyarakat semakin meningkat, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa," harap Bupati Maesyal

Ia menegaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun karakter masyarakat yang berkualitas. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membangun sumber daya manusia Kabupaten Tangerang yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.

“Festival literasi ini merupakan momentum yang sangat penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi. Oleh karena itu budaya membaca dan semangat belajar harus terus kita hidupkan, terutama bagi generasi muda Kabupaten Tangerang,” ujarnya

Bupati menandaskan bahwa investasi di bidang literasi merupakan investasi jangka panjang yang manfaat dan pahalanya akan terus mengalir bagi generasi mendatang. Semakin banyak sumber literasi yang dimiliki juga akan mendorong meningkatkannya kualitas SDM.

“Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Buku-buku yang dihibahkan hari ini akan menjadi jembatan ilmu bagi generasi muda yang kelak tumbuh menjadi pengusaha, pemimpin, dan penggerak pembangunan Kabupaten Tangerang di masa depan,” tandasnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan budaya baca, pada kesempatan tersebut, dia juga menginisiasi gerakan moral hibah buku secara kolektif yang melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Hari ini saya mengawali dengan membeli paket buku untuk didistribusikan ke kecamatan, desa, dan taman bacaan masyarakat. Alhamdulillah seluruh Kepala OPD ikut menyisihkan rezekinya untuk membeli paket buku ini,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Disperpusip Kabupaten Tangerang yang terus mengembangkan fasilitas literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Saat ini, ruang perpustakaan dan sudut baca informal telah hadir di seluruh kecamatan, bahkan mulai berkembang di desa-desa lengkap dengan ruang bermain anak. Ketika orang tua datang mengurus administrasi, anak-anak mereka bisa memanfaatkan ruang baca yang bisa menambah ilmu pengetahuannya

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kadis dan jajarannya. Di kecamatan-kecamatan sekarang sudah ada tempat khusus untuk belajar mengajar secara informal bagi masyarakat setempat, bahkan dilengkapi ruang bermain anak,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan rasa kagumnya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan daerah. Menurutnya, setiap hari gedung Disperpusip dipenuhi kunjungan pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa yang datang mencari referensi akademik dan memperluas wawasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, komunitas literasi, para narasumber, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti bazar buku murah, bedah buku, diskusi literasi, hingga perlombaan minat dan bakat pelajar sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar dialog interaktif bertema “Menghadapi Era Post-Truth Melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks” pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus penguatan literasi digital di tengah derasnya arus informasi di era modern.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Visi Nusantara Subandi Musibah, akademisi Yasri Pratama dan Yulitha Widha Pratama, Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang, serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Aldiansyah mengatakan, tantangan era post-truth dan maraknya hoaks harus dihadapi dengan langkah nyata melalui penguatan literasi publik.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Era post-truth dan bahaya hoaks harus dihadapi bersama. Kami berharap langkah ini dapat membawa Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan menjadi salah satu pelopor menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan, program edukasi yang digagas KWRI Kabupaten Tangerang tidak akan berhenti sampai di kegiatan tersebut saja. Ke depan, KWRI akan melanjutkan berbagai program berkelanjutan seperti KWRI Goes to Campus dan KWRI Goes to School.

Program tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar dan mahasiswa agar semakin melek terhadap keterbukaan informasi publik serta mampu memahami pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi.

“Kami menyadari setiap sekolah dan kampus sudah memiliki insan persnya masing-masing. Kehadiran mereka sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi yang benar dan edukatif,” katanya.

Muhammad Aldiansyah juga berharap KWRI dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara luas.

IMG20260519121223

Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPC KWRI Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya dialog interaktif tersebut.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

“Kondisi saat ini menghadirkan tantangan besar berupa era post-truth, ketika opini, emosi, dan persepsi sering kali lebih mudah dipercaya dibandingkan fakta sebenarnya,” ujar Intan.

Ia menjelaskan, informasi yang belum tentu benar dapat dengan cepat viral dan memengaruhi cara pandang masyarakat hingga menimbulkan keresahan maupun perpecahan sosial.

Bahkan, ia juga menyoroti maraknya video yang dipotong-potong sehingga tidak menampilkan informasi secara utuh dan berpotensi menggiring opini publik.

Dalam kesempatan tersebut, Intan menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya Gen Z di Kabupaten Tangerang yang dinilai memiliki potensi luar biasa.

“Generasi muda kita kreatif, cepat belajar, adaptif, dan inovatif. Namun potensi itu harus dibarengi dengan karakter kuat dan kemampuan literasi yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, literasi digital bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta bijak menggunakan media digital.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi, tidak mudah percaya hoaks, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, seperti belajar, berkarya, berinovasi, membangun jejaring, dan menyebarkan optimisme,” pesannya.

Intan juga menegaskan, organisasi wartawan seperti KWRI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dan penguat literasi masyarakat.

Ia menilai, menghadapi era post-truth tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh sinergi antara media, sekolah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif,” tandasnya. (Asp)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Aktivitas galian pasir kuarsa milik PT MJM yang beroperasi di lingkungan Desa Ciginggang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, diduga belum mengantongi izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) maupun izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).

Dugaan tersebut mencuat setelah hasil penelusuran awak media di lapangan menemukan indikasi bahwa perusahaan tambang pasir kuarsa tersebut belum menempuh proses perizinan pengelolaan air limbah sebagaimana diwajibkan dalam aturan lingkungan hidup.

Padahal, izin IPAL maupun IPLC merupakan bagian penting dari dokumen turunan kelayakan lingkungan yang wajib dimiliki setiap perusahaan tambang sebelum menjalankan aktivitas operasional secara legal.

Kepala Desa Ciginggang, Hendra, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa hingga kini pihak perusahaan belum pernah melakukan koordinasi maupun meminta izin lingkungan kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat.

“Selama ini pihak PT MJM belum ada meminta izin lingkungan kepada desa maupun masyarakat setempat, apalagi terkait Instalasi Pembuangan Air Limbah,” ujar Hendra, Selasa (19/5/2026).

IMG 20260519 WA0100

Tak hanya itu, Hendra juga menyoroti persoalan pembebasan lahan yang dinilai tidak melibatkan pemerintah desa sebagaimana mestinya.

“Jangankan mengenai izin lingkungan, dalam proses pembebasan lahannya saja pemerintah desa tidak dilibatkan, termasuk mengenai AJB-nya. Padahal sudah jelas dalam peraturan desa ada hak desa beberapa persen ketika ada pembebasan lahan,” tegasnya.

Ia menilai, keterlibatan pemerintah desa dalam proses administrasi dan pembebasan lahan sangat penting agar seluruh mekanisme berjalan sesuai aturan yang berlaku serta tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Dasar keabsahan pengelolaan galian pasir kuarsa itu salah satunya izin lingkungan setempat. Saya berharap pihak pengusaha segera menempuh dan melengkapi izin lingkungannya,” lanjut Hendra.

Sementara itu, Salman selaku pihak pekerja PT MJM saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (Cecep)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka acara pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Vega Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (19/5/26).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi merupakan pondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing sehingga upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir harus terus ditingkatkan dan menjadi perhatian bersama.

“Upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir bukan hanya program kesehatan semata, tetapi investasi besar untuk masa depan. Karena satu nyawa ibu dan satu nyawa bayi sangat berarti bagi masa depan keluarga dan masa depan daerah ini,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan. Salah satu indikatornya terlihat dari penurunan angka kematian ibu (AKI) yang turun dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025.

“Alhamdulillah, kita melihat adanya penurunan angka kematian ibu dari 34 kasus pada tahun 2024 menjadi 23 kasus pada tahun 2025. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan menjadi hasil dari kerja bersama seluruh pihak,” katanya.

Meski demikian, Bupati Maesyal juga mengingatkan bahwa angka kematian bayi (AKB) masih menjadi perhatian serius karena angka kasus pada tahun 2024 dan tahun 2025, masih belum ada perubahan yang cukup signifikan. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Menurut dia, tingginya sasaran kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang membutuhkan kesiapan pelayanan kesehatan yang semakin optimal, cepat, tepat, dan terintegrasi. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga bayi lahir harus mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan yang aman serta berkualitas.

“Saya minta Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir agar terus meningkatkan pemantauan, monitoring, evaluasi, serta respons cepat terhadap setiap potensi risiko yang terjadi di lapangan. Kita harus memastikan tidak ada keterlambatan penanganan, tidak ada kendala rujukan, dan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tirmizi, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk percepatan menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan ini mempertemukan dan mengumpulkan seluruh pihak terkait, mulai dari manajemen rumah sakit, para kepala Puskesmas, BPJS Kesehatan, hingga organisasi profesi guna menciptakan komitmen dan tindak lanjut yang nyata di lapangan.

"Tim ini memiliki fungsi strategis untuk memberikan masukan serta melakukan tinjauan (review) mendalam terhadap kegiatan penanganan pada tahun-tahun sebelumnya, yang nantinya akan dijadikan dasar evaluasi bagi Dinas Kesehatan dalam menyusun langkah penanganan yang lebih efektif," jelas Hendra

Dinkes juga telah menjalankan berbagai upaya konkret untuk memaksimalkan pelayanan, meliputi pembangunan sistem rujukan yang terintegrasi, pemberian penyuluhan intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, hingga penguatan mutu dan kapasitas para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas maupun rumah sakit.

"Meskipun angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang saat ini sudah berada di bawah rata-rata angka nasional, kami (Dinkes) tetap berkomitmen penuh untuk terus menurunkannya agar lebih rendah dari capaian tahun 2025," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2026/2027 harus benar-benar transparan dan obyektif

Hal tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi dan deklarasi komitmen bersama SPMB Tahun 2026 di Hotel Lemo, Selasa (19/20/26)

"Alhamdulillah, acara ini dihadiri langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Banten untuk bersama-sama berkomitmen penerimaan murid baru harus betul-betul transparan dan obyektif, tidak ada pungutan apapun untuk penerimaan murid baru tahun 2026," tegas Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal menguatkan semangat, keyakinan dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

"Tadi sudah dibacakan deklarasi, ada 7 poin salah satunya adalah poinnya transparan dan metode pelaksanaan. Ini adalah awal komitmen kita bersama untuk menguatkan keyakinan dan semagat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya

Selain transparansi yang menjadi salah satu dari 7 point deklarasi, dia juga menyoroti metode pelaksanaan penerimaan SPMB tahun 2026. Dia mengungkapkan ada 4 metode penerimaan yang akan digunakan untuk SPMB di seluruh jajaran satuan pendidikan negeri yang ada di Kab. Tangerang

"Ada 4 metode yang masih kita laksanakan antara lain melalui metode afirmasi, metode prestasi, domisili dan juga mutasi. Ini masih kita gunakan juga karena undang-undangnya masih mengatur itu dan sistemnya ada dua, sistem online dan offline," jelasnya

Dia juga meminta seluruh pihak yang terlibat langsung dengan pelaksanaan SPMB untuk konsisten melaksanakan 7 point yang telah dideklarasikan agar pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026-2027 dapat berjalan lebih tertib, lancar dan transparan

"Lebih penting lagi adalah supaya anak-anak usia sekolah tidak putus sekolah. Saya minta kepada seluruhnya, konsisten dan loyal melaksanakan point-poin yang dideklarasikan hari ini, supaya pelaksanaan SPMB bisa lebih tertib administrasi, tertib teknis dan benar-benar transparan," tegasnya

Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak kecewa apabila anaknya tidak bisa diterima di sekokah negeri. Pemerintah daerah berkomitmen tidak ada perbedaan pengakuan dan perlakuan.

"Tidak ada perbedaan perlakuan dan pengakuan. Enggak masuk di negeri, di swasta pun kita sudah memulai gratiskan secara bertahap. InsyaAllah, mudah-mudahan tahun 2028 atau maksimal 2029, SD-SMP swasta umum gratis bisa tuntas semua," pungkasnya

Kepala Dinas Pendidikan, Dadan Gandana mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, akuntabel, objektif serta berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang

"Pelaksanaan SPMB tahun ini menggunakan basis sistem daring dan luring, kita sesuaikan dengan kondisi kewilayahan yang ada di Kabupaten Tangerang. Penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, penggunaan sistem daring ada di 51 SMPN dari 95 SMPN yang ada," ungkap Dadan

Lanjut dia, kegiatan sosialisasi diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tangerang, baik langsung maupun secara virtual daring. Pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi in, seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan mekanisme tahapan serta prinsip pelaksanaan SPMB tahun 2026.

"Perbaikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini antara lain adalah penguatan sistem teknologi bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan Pusdatin Dikdasmen, kemudian peningkatan proses transparansi dan proses seleksi penguatan verifikasi dan validasi data calon murid, optimalisasi layanan pengaduan masyarakat serta pengawasan bersama lintas sektor," jelasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Di sela acara Dialog Interaktif yang digelar di Gedung GSG Pemda Tigaraksa,Kabupaten Tangerang.
CEO Badak Perkasa Group, Bapak Sudirman Indra, memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Bank Air kepada para peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman Indra menjelaskan bahwa Bank Air merupakan sistem konservasi air yang berfungsi layaknya tabungan. Air hujan yang melimpah saat musim penghujan ditampung dan dikelola, untuk kemudian digunakan kembali saat musim kemarau atau ketika kebutuhan air meningkat.

“Bank Air adalah solusi nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem air. Selain mengurangi risiko banjir, sistem ini memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penerapan Bank Air sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, Badak Perkasa Group berkomitmen mendukung program ini sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan dan keberlanjutan perusahaan.

Acara Dialog Interaktif yang dihadiri jajaran Pemda Kabupaten Tangerang, dinas terkait, serta perwakilan masyarakat dan dunia usaha berlangsung dinamis. Banyak peserta yang aktif bertanya terkait teknis pelaksanaan, manfaat ekonomi, dan skema kerja sama dalam penerapan Bank Air.

Pihak Pemda Kabupaten Tangerang menyambut positif inisiatif ini. Diharapkan, pemahaman yang disampaikan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan program pengelolaan air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim di wilayah Tangerang.

Dengan paparan ini, Badak Perkasa Group menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong solusi lingkungan yang berkelanjutan.

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak.

Ajakan tersebut disampaikan dalam agenda membangun kolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga instansi terkait.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, mengatakan penanganan persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Permasalahan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu adanya dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat agar program-program lingkungan dapat berjalan maksimal,” ujar Irvan saat menerima kunjungan pengurus PWI Lebak, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, sejumlah persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian antara lain pengelolaan sampah, pencemaran lingkungan, hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

DLH Kabupaten Lebak berharap sinergi lintas sektor yang dibangun dapat memperkuat efektivitas program-program lingkungan sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami ingin kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan Kabupaten Lebak yang lebih bersih, hijau, dan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi bersama DLH Kabupaten Lebak dalam mendukung program pelestarian lingkungan melalui peran media dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak yang menilai sinergi antara pemerintah, lembaga, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Lebak. (Red)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, berlangsung lancar dan sukses, Selasa (19/05/2026). Dalam pemilihan tersebut, Iik Apandi berhasil unggul telak dengan perolehan 49 suara.

Ketua Panitia Pilkades PAW Desa Anggalan, Muchtar, mengatakan pelaksanaan pemilihan telah berjalan sesuai tahapan yang diatur dalam Peraturan Bupati Lebak Nomor 27 Tahun 2021 tentang tata cara pemilihan kepala desa antar waktu.

“Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu Desa Anggalan berjalan lancar sesuai tahapan yang telah diatur,” kata Muchtar usai pelaksanaan musyawarah desa.

Ia menjelaskan, mekanisme Pilkades PAW berbeda dengan pilkades reguler. Jika pilkades reguler melibatkan seluruh warga yang memiliki hak pilih, maka Pilkades PAW dilaksanakan melalui musyawarah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga.

Pada pemilihan tersebut terdapat tiga calon kepala desa PAW, yakni Hendri Wiguna nomor urut 1, Iik Apandi nomor urut 2, dan Rapiudin nomor urut 3.

Dari total 80 peserta musyawarah desa yang memiliki hak suara, Hendri Wiguna memperoleh 1 suara, Iik Apandi meraih 49 suara, sedangkan Rapiudin mendapatkan 30 suara.

“Berdasarkan hasil musyawarah desa, saudara Iik Apandi memperoleh suara terbanyak dan dinyatakan terpilih,” ujarnya.

Muchtar menambahkan, panitia selanjutnya akan segera melaporkan hasil pemilihan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk diteruskan kepada Bupati Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Terkait jadwal pelantikan kepala desa PAW terpilih, menurutnya, pelaksanaan akan dilakukan setelah Surat Keputusan Bupati Lebak diterbitkan.

“Yang terpenting sekarang, hasil pemilihan segera dilaporkan agar proses administrasi pelantikan bisa segera berjalan,” katanya.

Pelaksanaan musyawarah desa tersebut turut dihadiri unsur kecamatan, BPD, penjabat kepala desa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu, Iik Apandi mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan masyarakat Desa Anggalan. Ia berkomitmen membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan warga setelah terpilih sebagai kepala desa PAW.

“Insyaallah ini amanah. Semoga ke depan Desa Anggalan bisa lebih baik dan berkembang lagi. Tentunya semua itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat,” ujar Iik Apandi. (Cecep)

Published in Banten
Go to top