Rektor UNTARA & Penemu Bank Air Paparkan Dua Konsep Penyelamat Masa Depan

Tangerang, lensafokus.id - Di tengah gemuruh aktivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebuah harapan baru untuk bumi perlahan hadir. Ruang presentasi Sekarpura menjadi saksi bisu pertemuan yang penuh makna: Rektor Universitas Narotama (UNTARA), Prof. Ir. Mardiyana, MM., Ph.D., bersama penemu konsep Bank Air yang telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual dengan nomor registrasi 001138168, Sudirman Indra (Acin), hadir membawa dua misi yang menyentuh kehidupan banyak orang .

Acara dibuka oleh Prof. Ir. Mardiyana yang menyampaikan pesan sederhana namun menggetarkan hati. Di tengah kenyataan bahwa banyak pekerja hanya menerima penghasilan setara UMR, Universitas Narotama hadir bukan sebagai tembok, melainkan jembatan.

"Kendati gaji belum seberapa, harapan tidak boleh putus. UNTARA membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin belajar. Masa depan yang cerah adalah hak setiap anak bangsa, tanpa terkecuali."

Sebuah janji: pendidikan layak bisa diraih, tidak hanya bagi yang berpunya, tetapi bagi siapa pun yang berkemauan keras.

IMG 20261104 WA0007

Kemudian, giliran Sudirman Indra memaparkan gagasan yang mengubah cara pandang kita terhadap alam. Dengan suara tenang namun tegas, ia berkata:

"Kita diajarkan rajin menabung uang di bank. Namun lupa, bahwa air pun wajib ditabung. Air adalah sumber kehidupan itu sendiri. Tindakan kecil menampung air hujan, sebenarnya berarti ikut menjaga kelestarian alam semesta."

Sudirman Indra menyoroti ironi yang menyayat hati: di Timur Tengah, air laut dipompa jauh ke daratan, diolah dengan biaya besar untuk pertanian dan kebutuhan minum. Sementara di Indonesia, negeri yang diberkahi curah hujan melimpah, hampir 70 persen air hujan justru terbuang percuma ke laut .

"Semoga konsep Bank Air ini bukan sekadar ide. Semoga ia tumbuh, mekar, dan menyelamatkan bumi kita dari krisis air yang kian nyata."

Pertemuan di Sekarpura ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah titik temu antara pendidikan yang memanusiakan manusia dan gagasan pelestarian alam yang menyelamatkan masa depan. Dua hal yang tampak berbeda, namun pada hakikatnya memiliki satu tujuan yang sama: menjamin hari esok yang lebih baik.

Air adalah kehidupan. Menabung air adalah menabung kehidupan. Semoga langkah kecil ini menginspirasi kita semua, sebelum air yang tersisa hanyalah kenangan. (Lingga)

Rate this item
(0 votes)
Go to top