Puluhan Tahun Tak Beraspal, Warga Sebut Jalan Penghubung Cempaka-Sukatani sebagai “Jalan Rematik”

TANGERANG, lensafokus.id — Ada pemandangan yang berbeda di perbatasan Desa Cempaka dan Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Di tengah geliat pembangunan wilayah, sebuah jalan penghubung antar-desa masih bertahan dengan permukaan batu dan kerikil.

Warga setempat bahkan memiliki julukan khusus untuk jalan tersebut, yakni “Jalan Rematik”. Bukan tanpa alasan, sebutan itu muncul karena kondisi jalan yang penuh guncangan ketika dilintasi kendaraan.

Menurut warga, jalan tersebut sudah puluhan tahun belum mendapatkan pengaspalan seperti jalan raya pada umumnya. Permukaannya kasar, tidak rata, dipenuhi batu dan kerikil, sehingga membuat perjalanan terasa tidak nyaman, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Sungguh sudah puluhan tahun begini kondisinya. Batu dan kerikil tetap ada di sini, tidak pernah diaspal. Kalau naik motor melintas, tangan dan pinggang sampai sakit karena guncangannya keras. Makanya kami sebut Jalan Reumatik,” ungkap salah seorang warga sekitar, Sabtu (5/9/2026).

Jalan tersebut menjadi salah satu akses penghubung bagi masyarakat Desa Cempaka dan Desa Sukatani. Setiap hari, ruas jalan itu digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, berdagang hingga mengunjungi kerabat.

Namun, kondisi jalan yang belum beraspal membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas.

Ketika musim hujan tiba, permukaan jalan berubah menjadi becek dan berlumpur. Kerikil yang terkena air juga menjadi licin sehingga berpotensi membuat kendaraan tergelincir.

Sebaliknya, saat musim kemarau, debu beterbangan ketika kendaraan melintas. Batu dan kerikil yang tajam juga dikeluhkan dapat mengganggu perjalanan serta berpotensi merusak ban kendaraan.

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan. Jalan menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari dan akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan maupun kegiatan ekonomi.

Hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan kepastian kapan jalan penghubung kedua desa tersebut akan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun pihak Kecamatan Cisoka dapat meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan mencari solusi agar akses masyarakat dapat menjadi lebih layak.

Warga berharap jalan yang selama bertahun-tahun identik dengan batu dan kerikil itu suatu saat dapat berubah menjadi jalan yang lebih mulus, aman dan nyaman untuk dilalui.

Julukan “Jalan Rematik” mungkin terdengar sederhana. Namun bagi warga yang setiap hari melewatinya, sebutan tersebut menjadi gambaran nyata tentang bagaimana kondisi sebuah akses jalan yang masih mereka rasakan hingga saat ini. (Lingga)

Rate this item
(0 votes)
Go to top