Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi eksistensi dan perkembangan Koperasi Al-Husna yang telah berdiri selama 27 tahun dan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi tersebut yang berlokasi di Desa Saga Kec. Balaraja. Minggu, (8/2/26)
“Dua puluh tujuh tahun sudah didirikan dan berkembang anggotanya sampai 1.058, luar biasa. Ini salah satu contoh yang menginspirasi dan harus mendapatkan penghargaan, sudah 27 tahun masih eksis dan anggotanya sejahtera semua,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, keberadaan Koperasi Al-Husna yang terus beroperasi hingga puluhan tahun menjadi bukti kuat bahwa tata kelola koperasi tersebut berjalan dengan sangat baik serta memberikan kesejahteraan bagi anggotanya.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan karena dijalankan dari, oleh, dan untuk masyarakat.
“Karena koperasi itu adalah intisarinya dari, oleh, untuk anggota. Anggotanya siapa? Masyarakat, rakyat. Jadi ini sejalan dengan program Bapak Presiden kita dalam Asta Cita, bahwa perekonomian harus tumbuh dari bawah, dari desa,” jelasnya.
Pihaknya pun terus mendorong penguatan kolaborasi antar-koperasi, termasuk dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar semakin banyak masyarakat yang dapat terlayani dan memperoleh akses permodalan.
“Koperasi yang sudah ada, silakan berkembang. Kehadiran koperasi baru bukan persaingan, tetapi untuk mengakomodir masyarakat yang belum menjadi anggota koperasi,” ujarnya.
Ia juga sangat terkesan dengan nilai aset Koperasi Al-Husna yang mencapai sekitar Rp14 miliar dan terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya
“Naik tiap tahun karena memang uangnya diputar untuk anggota, untuk usaha dan kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Koperasi Al-Husna akan pentingnya Rapat Anggota Tahunan sebagai forum transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi.
“Saya berharap mekanismenya ditempuh melalui Rapat Anggota Tahunan untuk melihat kinerja pengurus, tata kelola keuangan, dan transparansi koperasi. Karena hartanya adalah milik anggota, maka anggota harus tahu,” tegasnya. (Red)
