Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berdiaolog interaktif dan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penyandang disabilitas pada acara Ngariung Bareng Maesyal (NGEMAS) di Aula Kantor Kec. Kosambi, Jumat (07/08/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi kepala OPD, Camat Kosambi, Teluknaga dan Camat Pakuhaji bersilahturahmi langsung dengan para penyandang disabilitas dengan penuh kehangatan dan berdialog interaktif, mendengarkan aspirasi mereka.
"Alhamdulillah hari ini saya didampingi oleh para kepala dinas, kepala badan juga Pak Camat Teluknaga, Camat Kosambi, Camat Pakuhaji dan para kepala desa untuk hadir bersama silaturahmi dengan penyandang disabilitas orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Kita mendengarkan apa-apa yang disampaikan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyap Rasyid mengungkapkan bahwa acara NGEMAS di Kecamatan Kosambi tersebut sangat berbeda dan istimewa. Kalau sebelumnya kegiatan NGEMAS dengan para kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, NGEMAS kali ini Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dan mendengarkan aspirasi dari para penyandang disabilitas. Ia menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melayani semua masyarakat, tanpa ada perbedaan pengakuan.
"Acara kali ini begitu luar biasa dan instimewa. Ini bagian dari kebersamaan kita, pemerintah daerah, para kepala dinas, camat dan para kepala desa yang ada di Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang menyandang disabilitas. Tidak ada pengakuan yang berbeda kepada mereka yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat penuh keceriaan," ungkapnya.
Dia menyebut bantuan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen nyata pemerintah daerah agar para penyandang disabilitas bisa lebih semangat, percaya diri dan mampu berperan meningkatkan perekonomian keluarganya. Bantuan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas dari 3 kecamatan tersebut antara lain: penyerahan KK dan KTP, bantuan sosial tunai dari Dinas Sosial, 6 unit kursi roda, kaki palsu, bantuan beras cadangan pangan, peralatan pengolahan tempe, bantuan usaha, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
"Untuk saat ini, bantuan diberikan kepada 52 orang. Nanti kita akan upayakan lagi, datang lagi ke tempat-tempat di kecamatan lain. Hari ini di Kosambi, nanti insya Allah akan kita adakan di seluruh Kecamatan," jelasnya.
Menurut dia, fokus utama kepada para penyandang disabilitas tersebut adalah jaminan kesehatan dari pemerintah daerah dan penguatan pemberdayaan penyandang disabikitas dalam memulai usaha untuk kemandiran serta peningkatan ekonomi keluarga.
"Fokus utamanya supaya mereka ini mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah daerah, tadi sudah difasilitasi, sudah aktif BPJS-nya. Tadi juga sudah dibantu juga permodalan usaha pembuatan tempe. Mereka secara kelompok dibantu alatnya dan kita bantu permodalannya pinjamannya, tanpa bunga nanti dia bisa usaha dan dia juga bisa mandiri," tandasnya.
Terkait berbagai usulan dan permohonan dari peserta, pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi dan permohonan yang disampaikan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah yang dimiliki.
"Mohon dukungan dan doanya agar apa yang tadi disampaikan bisa kami upayakan, sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah daerah. Apa yang menjadi harapan bapak ibu sekalian akan kami bahas lebih lanjut, kita perjuangkan dan upayakan secara bertahap," ujarnya.
Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memandang sebelah mata dan menjauhi para penyandang disabilitas di lingkungannya masing-masing.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang apabila di tempat tinggalnya ada penyandang disabilitas bisa memberikan perhatian dan membantunya karena mereka mempunyai hak yang sama dengan masyarakat yang lainnya," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meninjau lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (06/08/26)
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Intan melihat langsung kondisi lahan, bangunan hanggar, serta fasilitas pendukung yang akan digunakan untuk operasional TPS3R. Ia juga berdiskusi dengan jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur TNI mengenai kesiapan sarana prasarana agar pembangunan TPS3R dapat segera direalisasikan.
Wabup Intan mengatakan, kunjungannya tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi. Saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki dua unit mesin pengolah sampah Motah yang beroperasi di TPS Cilingok, Kecamatan Pasar Kemis. Ke depan, pemerintah daerah juga mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Pertahanan melalui Dandim 0510/Tigaraksa untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah di wilayah Tigaraksa.
"Kita melihat langsung lokasi rencana TPS3R ini. Alhamdulillah, ada dukungan dari Kementerian Pertahanan melalui Pak Dandim untuk pengembangan mesin Motah di lokasi ini. Harapannya nanti sampah dapat diolah di sini sehingga tidak lagi seluruhnya dibawa dan menumpuk di TPA Jatiwaringin. Mohon doa agar seluruh prosesnya berjalan lancar," ujar Wabup Intan
Dia menambahkan, selain dukungan peralatan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD untuk memperbaiki hanggar dan melengkapi fasilitas penunjang agar operasional TPS3R dapat berjalan secara optimal.
"Pada perubahan anggaran nanti kita juga siapkan untuk renovasi hanggar. Fasilitasnya akan kita rapikan supaya masyarakat di sekitar sini lebih nyaman dan kegiatan pengolahan sampah bisa berjalan dengan baik," imbuhnya
Wabup Intan juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus didukung dengan meningkatnya kepedulian masyarakat dan pengembangan inovasi, salah satunya ecoenzym yang kini telah digunakan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.
"Ecoenzym dari Kabupaten Tangerang sudah digunakan oleh Charoen Pokphand. Artinya kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah dan limbah organik agar semakin bermanfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha," ungkapnya.
Dia berharap pembangunan TPS3R di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya, mengurangi beban TPA Jatiwaringin, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Dandim 0510/Tigaraksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa beserta jajaran, Kepala Desa beserta BPD. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Hotel Yasmine, Kamis (06/08/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan berharap seluruh peserta pelatihan KHA bisa menjadi pelopor implementasi pengembangan minat, bakat dan kreativitas anak melalui permainan tradisional.
"Saya sangat berharap para peserta pelatihan KHA ini bisa jadi pelopor dalam mengimplementasikan permainan tradisional sebagai pusat kreativitas dan pengembangan bakat serta minat anak nantinya," ujar Wabup Intan
Menurut dia, permainan tradisional bukan hanya olahraga prestasi namun banyak mengajarkan tentang sportifitas, kejujuran, kerjasama, disiplin kepemimpinan, gotong royong, toleransi hingga kemampuan memecahkan masalah
"Jadi olahraga tradisional itu bukan cuma berprestasi bertanding tapi banyak filosofinya, mengajarkan karakter, bekerja tim, bukan egois maunya sendiri. Nilai-nilai inilah yang kelak akan menjadi pondasi lahirnya generasi emas Kabupaten Tangerang dan Indonesia karena di sinilah kalian," ungkapnya
Dia juga menegaskan bahwa olahraga tradisional harus terus dilestarikan, salah satunya dengan dengan cara mensosialisasikan ke sekolah-sekolah dan menggelar berbagai permainan tradisional bukan hanya untuk memeriahkan perayaan hari besar nasional tapi juga event-event lainnya. Prestasi Kabupaten Tangerang dalam bidang olahraga tradisional juga sangat membanggakan di tingkat nasional
"Alhamdulillah sejak jadi Ketua KORMI, sekolah-sekolah ini antusiasnya luar biasa, ternyata para pelajar Kabupaten Tangerang sudah banyak mengukir prestasi di tingkat nasional, kita itu juara enggrang sama dagongan di NTB dalam ajang FORNAS," jelasnya.
Wabup Intan juga mengajak semua pihak untuk menguatkan sinergi melestarikan dan menghidupkan kembali olahraga tradisional yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa.
"Mari kita jadikan permainan tradisional bukan sekedar kenangan masa lalu melainkan warisan yang terus hidup di tengah kehidupan kita. Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan ruang untuk tertawa bersama, belajar menghargai teman, mengenal budaya dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat serta berkarakter," pungkasnya
Kepala Dinas DPPPA, Asep Suherman mengatakan bahwa Konvensi Hak Anak merupakan komitmen dunia untuk menjamin terpenuhinya hak-hak setiap anak agar dapat tumbuh berkembang memperoleh perlindungan serta berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.
Pihaknya berharap kegiatan pelatihan tersebut mampu melahirkan generasi pelopor yang memahami hak-haknya, mencintai budaya bangsa melalui permainan tradisional serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungannya masing-masing.
"Saya berharap kepada seluruh peserta mengikuti setiap materi praktek dan simulasi dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk mengembangkan berbagai kegiatan kreatif sekolah, lingkungan tempat tinggal, forum anak Kecamatan maupun komunitas masing-masing," ujar Herman
Lanjut dia, kegiatan pelatihan tersebut mengusung tema "Menciptakan Pelopor Permainan Tradisional dan Implementasi Pusat Kreativitas Anak" dan diikuti oleh sekitar 120 peserta, berasal dari pengurus forum anak Kabupaten Tangerang dan forum anak kecamatan.
Permainan tradisional tidak sekedar menjadi hiburan tetapi juga mengajarkan kerjasama sportivitas kepemimpinan kreativitas kemampuan berkomunikasi berkomunikasi serta mempererat interaksi sosial lebih dari itu permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
"Tema ini sangat relevan dengan tantangan perkembangan zaman dan meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak. Permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang sangat tinggi, jadi jangan sampai ini permainan tradisional hilang," imbuhnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengajak masyarakat memanfaatkan Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, program ini menghadirkan berbagai keringanan pajak daerah yang membuat pembayaran pajak menjadi lebih ringan dan menguntungkan.
Program ini menjadi kesempatan bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya sekaligus menghemat pengeluaran. Tak hanya memberikan potongan pajak, Pesta Diskon Kemerdekaan juga menjadi bentuk apresiasi Pemkot Tangerang kepada masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak.
Berikut empat keuntungan yang bisa dinikmati masyarakat selama Program Pesta Diskon Kemerdekaan:
1. Diskon Pokok PBB-P2 hingga 17 Persen Masyarakat yang masih memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga Tahun Pajak 2014 dapat menikmati potongan pokok pajak sebesar 17 persen. Sementara itu, tunggakan PBB-P2 Tahun Pajak 2015 hingga 2020 mendapatkan diskon sebesar 8 persen. Kesempatan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melunasi tunggakan dengan nilai pembayaran yang lebih ringan.
2. Diskon BPHTB hingga 45 Persen Pemkot Tangerang juga memberikan diskon 45 persen Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat yang memperoleh hak atas tanah melalui program pemerintah, seperti PRONA, PTSL dan PTKL. Keringanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan administrasi kepemilikan tanah dengan biaya yang lebih terjangkau.
3. Bebas Sanksi Administrasi Selain potongan pokok pajak, masyarakat juga mendapatkan penghapusan sanksi administrasi atau denda atas tunggakan PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2025. Dengan demikian, wajib pajak cukup melunasi pokok pajak tanpa dibebani denda selama periode program berlangsung.
4. Pembayaran Semakin Mudah Pemkot Tangerang juga memberikan kemudahan pembayaran melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Pembayaran dapat dilakukan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang, bank bjb, Alfamart, dan Pos Indonesia. Sementara itu, pembayaran secara nontunai tersedia melalui Aplikasi Tangerang LIVE, Tokopedia, OVO, LinkAja, Shopee, GoPay, bjb DIGI, QRIS, PosPay, serta kanal pembayaran elektronik lainnya.
Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, hingga berbagai pelayanan publik lainnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, apel kesiapsiagaan dilaksanakan sebagai langkah awal menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang.
"Alhamdulillah hari ini kami didampingi Pak Kapolres, Pak Dandim, Dan Satradar, Lanud, Pak Kajari, dan Danpom melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap darurat. Musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang sehingga seluruh Forkopimda dan unsur terkait harus siap melakukan pengawasan, monitoring, sekaligus merespons setiap kejadian yang terjadi di masyarakat," ujar Bupati Maesyal.
Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada antisipasi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berbagai potensi bencana lain seperti kebakaran permukiman, kekeringan, hingga kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Seluruh unsur pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus bergerak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok di area yang berpotensi menimbulkan api. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan melalui jajaran Polsek, Koramil, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
"Kita semua terus merespons harapan masyarakat, terutama terkait kekeringan dan kebutuhan air bersih. Alhamdulillah, TNI, Polri, Dan Satradar, Kejaksaan, Lanud, dan seluruh unsur lainnya telah bergerak memberikan bantuan air bersih serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh pihak dalam menangani kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Berkat sinergi pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi Banten, BNPB, dan seluruh elemen terkait, proses pemadaman api dan asap berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar sepuluh hari.
"Alhamdulillah berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Provinsi Banten, dan semua pihak, api dan asap di TPA Jatiwaringin dapat dipadamkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah bekerja keras," katanya.
Meski demikian, Bupati Maesyal juga meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait untuk tetap meningkatkan pengawasan terhadap kondisi TPA Jatiwaringin maupun titik-titik rawan kebakaran lainnya. Pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting mengingat musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
"Kami berharap seluruh dinas terkait terus melakukan monitoring dan pemeliharaan kondisi TPA Jatiwaringin serta wilayah lainnya di setiap kecamatan dan kelurahan agar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada menuturkan, apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan seluruh personel dan pemangku kepentingan menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau.
Menurutnya, sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran. Karena itu, seluruh instansi terkait diharapkan terus memperkuat kolaborasi agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat dan efektif.
"Ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi bentuk persiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran lahan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan personel, khususnya di titik-titik yang rawan kebakaran selama menghadapi musim kemarau," ujar Kapolresta.
Ia berharap, melalui kesiapsiagaan yang didukung koordinasi yang solid, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tangerang dapat diminimalkan sehingga keamanan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memulai Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.
Melalui program yang digagas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang ini, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai keringanan pajak daerah dengan potongan hingga 45 persen sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa mengatakan, momentum kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kemudahan pelayanan, termasuk dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
"Melalui Pesta Diskon Kemerdekaan, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan membayar pajak. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik," ujar Kiki, Senin (3/8/26).
Untuk mempermudah pembayaran, Pemkot Tangerang menyediakan berbagai pilihan kanal pembayaran, baik secara langsung maupun digital. Masyarakat dapat membayar melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang, bank bjb, Alfamart dan Pos Indonesia.
Sementara pembayaran nontunai dapat dilakukan melalui Aplikasi Tangerang LIVE, Tokopedia, OVO, LinkAja, Shopee, GoPay, bjb DIGI, QRIS, PosPay, serta kanal pembayaran elektronik lainnya.
Pemkot Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak menunda memanfaatkan program tersebut mengingat masa berlakunya hanya hingga 31 Agustus 2026.
"Selain menghemat biaya pembayaran pajak, partisipasi masyarakat dalam membayar pajak juga menjadi kontribusi nyata untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan publik di Kota Tangerang,” tandasnya.
Berikut berbagai keuntungan di Pesta Diskon Kemerdekaan:
• Diskon 17% untuk pokok PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2014. • Diskon 8% untuk pokok PBB-P2 Tahun Pajak 2015–2020. • Diskon 45% BPHTB untuk perolehan hak melalui program PRONA, PTSL dan PTKL. • Bebas sanksi administrasi (denda) untuk tunggakan hingga Tahun Pajak 2025
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang membuka sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang dilaksanakan di Aula Rapat Kecamatan Kemiri, Senin (03/08/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mendorong para kepala desa dan BPD untuk menjadi teladan dan garda terdepan dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
"Alhamdulillah Ini putaran kedua kami datang bersama dengan Pak Kajari dan stafnya kepada kepala desa dan BPD-nya dalam rangka memberikan peningkatan wawasan dan kompetensi terhadap kesadaran hukum dalam menjalankan tugasnya selaku abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menandaskan para kepala desa dan BPD hendaknya tidak hanya paham tentang hukum dan peraturan yang berlaku tapi juga konsisten mampu mengimplementasikan dan mentransformasikan kepada masyarakat agar keamanan, ketertiban dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan tetap terjaga.
"Saya yakin tidak ada kepala desa menyalahgunakan kewenangannya. Kades dan BPD-nya tidak hanya paham hukum tapi juga mampu mengimplementasikan dan mentransformasikan dengan baik kepada masyarakat. Agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa untuk kepentingan masyarakat tetap transparan, keamanan dan ketertiban juga terjaga," tandasnya.
Dia juga meminta para kepala desa dan BPD bisa hadir untuk kepentingan masyarakat dan bertanggung jawab penuh terhadap penggunaan sumber-sumber keuangan desa. Alokasi penggunaan sumber keuangan desa untuk pembangunan fisik, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat harus benar-benar tepat sasaran, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya mohon para kepala desa berusaha untuk sama-sama melaksanakan tugas penuh dengan amanah. Kita dipilih menjadi kepala desa maksudnya adalah saat rakyat itu membutuhkan kehadiran kita dalam persoalan apapun yang diharapkan didambakan, kita tidak boleh menghindar dan harus dihadapi, cari solusi yang bisa diselesaikan, kalau belum bisa diatasi lapor ke camat,nlapor ke kami untuk bisa kita tidak lanjutin," tegasnya.
Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kab. Tangerang yang terus bersinergi dalam memperkuat pemahaman, dan kesadaran hukum kepada para kepala desa dan BPD sehingga bisa meningkatkan kapatuhan dan menghindari penyelewengan yang merugikan banyak pihak.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajari dan juga perangkat jajarannya yang telah memberikan pengetahuan dan mengingatkan kita terus agar patuh peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memberikan pencerahan supaya kita terhindar dari tindak korupsi dan penyelewengan yang merugikan masyarakat," ucapnya.
Ketua penyelenggara kegiatan, Jayadi yang juga menjabat sebagai Kades Patramanggala mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi Kadarkum tersebut diikuti sebanyak 124 peserta.
"Total peserta pada hari ini tercatat 124 orang dari 7 kecamatan dan 62 desa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan serta para narasumber. Tentunya ini sangat baik buat kita semua sebagai pamong di desa," ungkap Jayadi. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Camat Sindang Jaya melakukan peletakan batu pertama pembangunan 4 (empat) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, Senin (3/8/26).
Empat rumah yang dibangun kembali tersebut merupakan milik Ibu Jamilah, Bapak Masud, Bapak Asdi, dan Ibu Marsiyah. Keempat rumah berada di lokasi yang berdekatan sehingga proses pembongkaran dan pembangunan dapat dilakukan secara bersamaan.
Bupati Measyal Rasyid mengatakan program pembangunan RTLH tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kecamatan Sindang Jaya, dan pemerintah desa setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan RTLH tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan hunian yang sehat dan nyaman dengan fasilitas sanitasi yang memadai.
"Rumah yang tadinya tidak layak, insyaAllah akan menjadi rumah yang layak huni. Yang sebelumnya belum memiliki sanitasi, air bersih, dan toilet yang memadai, semuanya akan dibangun sehingga masyarakat dapat tinggal di rumah yang sehat, bersih, dan nyaman," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Camat Sindang Jaya beserta kepala desa yang telah bergotong royong bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat.
"Terima kasih saya ucapkan kepada Camat dan kepala Dldesa yang mau bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang membangun rumah-rumah ini. Hari ini empat rumah langsung kita bongkar agar proses pembangunannya bisa dilakukan secara bersamaan dan selesai dalam waktu yang bersamaan pula," ujarnya
Ia juga menegaskan program pembangunan RTLH ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, sehat, dan layak.
Salah satu penerima bantuan, Ibu Jamilah, mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selama ini ia mengaku selalu merasa khawatir tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali. Terima kasih Pak Bupati Maesyal dan jajaran yang telah membangun rumah saya. Selama ini kalau tidur selalu was-was rumah akan roboh, kalau hujan juga sering kebanjiran karena lantainya masih tanah. Alhamdulillah, saya tidak bisa berkata-kata lagi, hanya bisa mendoakan semoga Bapak Bupati selalu diberikan kesehatan dan keberkahan," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memimpin Apel Pagi Minggu Pertama Bulan Agustus di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan momentum Bulan Kemerdekaan sebagai penguat semangat pengabdian dengan meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kita telah memasuki bulan Agustus, bulan yang penuh makna bagi bangsa Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan bekerja lebih disiplin, profesional, lebih cepat, lebih tepat, dan lebih bermanfaat. Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kualitas kerja kita sebagai ASN yang melayani masyarakat," ujar Wabup Intan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (03/08/2026).
Dalam arahannya, Wabup Intan menegaskan bahwa semangat perjuangan para pendiri bangsa harus diwujudkan melalui etos kerja yang lebih baik. Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya mengingatkan kepada seluruh pegawai agar tetap fokus pada pencapaian target kinerja, memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah, serta menghilangkan ego sektoral demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin optimal," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga menyoroti kondisi musim kemarau yang mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang. Ia meminta Perumdam Tirta Kerta Raharja, BPBD, perangkat daerah terkait, serta para camat untuk terus siaga dalam mengantisipasi segala potensi kekeringan dan kebakaran serta memastikan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat berjalan cepat.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar turut mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan dan permukiman.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika mereka sedang mengalami kesulitan. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan bantuan harus menunggu terlalu lama. Saya juga mengajak seluruh ASN menjadi teladan dengan menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kesehatan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.
Lebih lanjut, dia juga mengingatkan kepada seluruh pagawai bahwa mutasi, rotasi, maupun promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier ASN. Karena itu, ia meminta seluruh pegawai untuk tidak berspekulasi ataupun membandingkan diri dengan orang lain, melainkan terus menunjukkan integritas, loyalitas, disiplin, dan kinerja terbaik.
"Yang paling penting adalah terus menunjukkan hasil kerja nyata. Percayalah, organisasi akan selalu melihat siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Jabatan bisa berganti, tempat tugas bisa berpindah, tetapi dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat harus tetap menjadi pegangan kita di mana pun ditugaskan," tegasnya.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wabup Intan juga mengajak seluruh ASN untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan memasang Bendera Merah Putih di lingkungan kantor maupun rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan HUT RI dengan penuh semangat dan kebersamaan. (Red)
Serang, lensafokus.id - PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten dibawah kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dan melesat jauh.
Tercatat sampai semester I tahun 2026, pertumbuhan Bank Banten dari sisi aset mencapai Rp10,4 triliun, kredit yang disalurkan Rp5,9 triliun, bahkan di tengah kondisi tekanan ekonomi global Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Banten mencapai Rp6,8 triliun.
Ditambah lagi dengan laba bersih sampai dengan Juni 2026 sebesar Rp21,3 miliar dengan kondisi NPL yang terus mengalami perkembangan yang positif berada di bawah 5 persen.
Capaian itu terus tumbuh positif sejak Bank Banten mulai mengalami perbaikan disegala lini, dari mulai tata kelola perusahaan, peningkatan SDM sampai pengelolaan bisnis seiring kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.
"Kami meyakini Bank Banten kedepan akan semakin maju dengan dukungan semua pihak," kata Andra seusai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-10 Bank Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (1/8/2026).
Tidak sampai di situ, Andra Soni juga menegaskan Bank Banten akan menjadi satu-satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang menopang ekosistem keuangan dan mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Banten.
Oleh karena itu, Andra mendorong agar seluruh Pemda di Banten ikut bersama-sama membesarkan Bank Banten, "Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi," pungkasnya.
Pada peringatan HUT Ke-10 Bank Banten, dilakukan juga penandatanganan PKS dan MoU dengan Pemkot Cilegon dan RSUD Kota Cilegon terkait dengan pemanfaatan produk dan layanan keuangan di Bank Banten.
MoU dilakukan antara Walikota Cilegon Robinsar dengan Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi.
Selain penandatanganan MoU, di momen yang berbahagia itu juga dilakukan penandatanganan komitmen pengalihan saham Bank Banten kepada seluruh Pemda di Banten.
"Ini adalah komitmen dari kami dalam rangka menindaklanjuti Perda No 5 Tahun 2023. Untuk teknis pengalihan melalui penyerahan sebagian saham akan dilakukan tidak lama lagi dengan total saham 11,11 persen," katanya.
Tokoh masyarakat sekaligus salah satu penggagas berdirinya Provinsi Banten Embay Mulya Syarif yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengaku bangga dengan capaian yang telah diraih oleh Bank Banten selama 10 tahun berdiri.
"Capaian ini tentunya harus terus ditingkatkan agar semakin baik lagi," katanya.
Mewakili masyarakat Banten, Embay berharap kehadiran Bank Banten bisa semakin dicintai. Insya Allah kita semua mendoakan yang terbaik untuk Bank Banten.
Sementara itu Dirut Bank Banten Muhammad Busthami mengaku bersyukur saat ini Bank Banten terus mengalami pertumbuhan positif. Menurutnya, pertumbuhan itu tidak lepas dari peran penting Gubernur Banten Andra Soni yang selalu memberikan arahan dan bimbingan bagaimana Bank Banten ini bisa menjadi Bank kebanggaan masyarakat Banten.
"Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar Bank Banten ini semakin maju lagi kedepannya, serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banten," katanya. (Red)