TIGARAKSA, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan acara serah terima pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (R-RTLH) Tahun Anggaran 2026 di Desa Cileles, Matagara dan Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Acara berlangsung di Kampung Bendungan, Desa Cileles, dengan penuh khidmat dan kehangatan, pada Senin, 14 September 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tangerang, Staf Ahli Bupati Kabupaten Tangerang, serta unsur Forkopimcam Tigaraksa yang dipimpin langsung oleh Bapak Camat Tigaraksa. Turut hadir Ketua PTS Tigaraksa, Bapak Mad Yunus, Kepala Desa Cileles, Bapak Amanta, serta para tamu undangan dan masyarakat penerima manfaat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTS Tigaraksa, Bapak Mad Yunus, membuka acara sekaligus memaparkan hal-hal terkait teknis pelaksanaan kegiatan, target sasaran, serta mekanisme penyaluran bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Cileles, Amanta, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas terealisasinya program RTLH di wilayahnya.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memperhatikan warga Desa Cileles melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini. Semoga program ini dapat bermanfaat, meningkatkan kualitas hunian warga, serta menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak," ujar Amanta.
Perwakilan Dinas Perkim Kabupaten Tangerang dan Staf Ahli Bupati juga memberikan stetment pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas, serta benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Acara serah terima kegiatan R-RTLH Tahun 2026 ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat memberikan dampak positif serta meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Desa Cileles pada khususnya dan Kecamatan Tigaraksa pada umumnya. (War)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mendukung penuh gelaran Kejuaraan Gymnastics Kota Tangerang Open 3 Tahun 2026 yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp19 juta. Sebanyak 500 peserta dijadwalkan bertanding dalam kategori Artistik dan Aerobik Gymnastics pada 25–30 September 2026.
Ajang yang terbuka untuk umum ini mencatatkan lonjakan partisipasi pada pelaksanaan tahun pertamanya hingga memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menuturkan, komitmen Pemkot Tangerang dalam memfasilitasi wadah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi para atlet muda.
"Kehadiran 500 peserta menunjukkan lonjakan yang sangat pesat dan menjadi bukti bahwa olahraga senam makin diminati. Kami berharap ajang ini dapat memotivasi para atlet muda untuk menunjukkan bakat terbaiknya,"tutur Kaonang.
Sementara itu, Ketua Gymnastic Kota Tangerang Sumarti, mengapresiasi tingginya antusiasme pendaftar dari berbagai tingkatan yang ikut berpartisipasi tahun ini.
"Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Gymnastics Kota Tangerang Open, dan jumlah 500 peserta ini meningkat sangat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan dibukanya kategori dari Level 1 sampai 5, Federasi Gymnastics Indonesia (FGI) Junior putra-putri, hingga Aerobik Gymnastic, kami optimistis kejuaraan ini mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif serta melahirkan bibit-bibit atlet senam potensial," ungkap Sumarti.
Menurutnya, kejuaraan ini memperlombakan dua disiplin utama, yakni Aerobik Gymnastic serta Artistik Gymnastic putra-putri yang terbagi mulai dari Level 1 hingga 5 dan kategori FGI Junior.
"Kejuaraan ini diharapkan, tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang ramah dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga nasional, tutupnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang menghadiri, sekaligus menjadi narasumber acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/26).
Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa penataan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh stakholder, bukan hanya dari pemerintah pusat dan daerah namun juga lembaga, akademisi, swasta dan tentu saja masyarakat setempat.
"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak. Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan bahwa di Desa Tanjung Anom Kec. Mauk tadinya ada sekitar 1,2 hektar wilayah yang sangat kumuh dan tidak tertata. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak di antaranya Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa dan masyarakat nelayan setempat sepakat untuk bersama-sama menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang lebih baik dan nyaman.
"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.
Lanjut dia, sebagai bentuk komitmen nyata dan kehadiran kepada masyarakat nelayan, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan koperasi dan lembaga Habitat for Humanity menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi 110 hunian dan memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para nelayan.
"Saat ini, alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi hunian yang sehat bagi para nelayan. Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan jalannya, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan," jelasnya.
Bupati Tangerang menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat Desa Tanjung Anom. Sebagai bentuk implentasinya, Pemkab Tangerang telah menetapkan proram unggulan pembangunan daerah SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan) yang fokus utamanya antara lain: pengelolaan sampah, pengendalian banjir dan pembangunan rumah layak huni.
"Kami sudah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan pemukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS)," tuturnya.
Pihaknya berharap dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, penataan kawasan pesisir Kab. Tangerang tidak hanya akan membuat kawasan yang lebih ramah lingkungan, aman, sehat dan nyaman, namun juga mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat. (Red)
SEMARANG, lensafokus.id – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA., MM., menekankan pentingnya melakukan lompatan dalam penataan dan penguatan organisasi Mathla’ul Anwar di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan KH. Jazuli Juwaini saat memberikan arahan dalam penutupan Musyawarah Wilayah (Muswil) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, 12–13 September 2026.
Dalam Muswil tersebut, Dr. H. Muh. Haris, M.Si., terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031. Haris melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dijabat H. Sumanto, SH., MH.
Sebelum terpilih sebagai Ketua PW Mathla’ul Anwar Jawa Tengah, Haris diketahui menjabat sebagai Ketua Majelis Amanah/Penasehat Pimpinan Daerah Mathla’ul Anwar Salatiga.
Muswil Mathla’ul Anwar Jawa Tengah tidak hanya menetapkan kepengurusan baru, tetapi juga mengesahkan program kerja serta sejumlah agenda strategis organisasi untuk lima tahun mendatang.
Muswil dibuka oleh Wakil Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. H. Abdul Fikri Faqih. Sementara penutupan Muswil dilakukan dengan arahan langsung Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini.
Dalam arahannya, KH. Jazuli berharap kepengurusan baru PW Mathla’ul Anwar Jawa Tengah mampu menghadirkan berbagai lompatan dalam penguatan dan penataan organisasi.
“Di bawah kepengurusan baru, kita berharap Mathla’ul Anwar Jawa Tengah bisa melakukan lompatan-lompatan dalam penataan organisasi, kaderisasi, penataan aset, dan perluasan syiar dakwah Mathla’ul Anwar di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi dengan segera melengkapi kepengurusan Pimpinan Daerah (PD) Mathla’ul Anwar di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, soliditas organisasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjalankan amanah sekaligus memperkuat kontribusi Mathla’ul Anwar di tengah masyarakat.
Soliditas tersebut, lanjutnya, harus dibangun dengan semangat kerja yang ikhlas dan istiqamah dalam mengemban risalah Mathla’ul Anwar, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
“Insya Allah kalau ikhlas, solid, dan tertib dalam bekerja, Mathla’ul Anwar menjadi ringan dalam menjalankan amanah. Kita juga akan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan,” tegasnya.
Terpilihnya Dr. H. Muh. Haris, M.Si., sebagai Ketua PW Mathla’ul Anwar Jawa Tengah diharapkan membawa energi baru bagi penguatan organisasi sekaligus meningkatkan kiprah Mathla’ul Anwar di Jawa Tengah.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, Mathla’ul Anwar Jawa Tengah diharapkan semakin solid dan tertata serta mampu memperluas kontribusinya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial kemasyarakatan di seluruh wilayah Jawa Tengah. (C2p)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Kebakaran terjadi di wilayah Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026) sore. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.53 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan petugas segera menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Mengingat kondisi api cukup besar, pihaknya memperkuat penanganan dengan menambah personel dan armada pemadam.
Proses pemadaman berlangsung selama hampir empat jam. Petugas juga menghadapi kendala dalam pengisian sumber air sehingga perlu melakukan pengambilan air dari sejumlah titik di sekitar lokasi.
“Kurang lebih hampir empat jam dan kita perlu waktu untuk pengisian sumber air. Tadi juga dibantu dengan hidran dari perusahaan dan kita ambil air dari area sekitar,” ujar Mahdiar.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kota Tangerang mengerahkan 14 unit armada pemadam kebakaran dengan 60 personel yang berasal dari Mako, Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta sejumlah pos pemadam kebakaran.
Penanganan kebakaran turut mendapat dukungan dari berbagai unsur terkait, di antaranya TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang mengerahkan armada tangki air untuk membantu kebutuhan pemadaman.
Mahdiar menjelaskan, berdasarkan hasil penanganan sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 20 persen dari keseluruhan area.
Adapun bagian yang terbakar merupakan area penempatan atau penyimpanan barang berupa bahan kain yang digunakan sebagai bahan pendukung produk perusahaan.
“Berdasarkan hasil penanganan sementara, area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 20 persen dari keseluruhan area. Lokasi yang terbakar merupakan bagian penempatan atau penyimpanan barang berupa bahan kain yang digunakan sebagai bahan pendukung produk perusahaan,” papar Mahdiar.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.
Mahdiar memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah relatif kondusif. Petugas masih bersiaga hingga proses pendinginan dan pemeriksaan titik-titik rawan benar-benar selesai.
“Alhamdulillah sudah pendinginan. Tidak ada lagi sumber api yang masih besar dan lainnya sudah cukup kondusif. Mudah-mudahan satu sampai dua jam ke depan kita sudah pastikan sudah cukup aman dari sisi kebakaran ini sendiri,” jelasnya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id — Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia resmi memulai langkah pembangunan pusat pendidikan Islam berbasis dakwah, keterampilan, dan kewirausahaan melalui prosesi peletakan batu pertama di Kampung Tapos Gardu RT 02 RW 01, Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Ahad (13/9/2026).
Momentum tersebut dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Dai Muda Indonesia (PW IDMI) Provinsi Banten, serta kegiatan sosial berupa penyaluran santunan 100 paket bagi kaum dhuafa dari AirNav Indonesia.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri lebih dari 500 jamaah dan tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ulama, dai, pengurus DKM, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar.
Bupati Tangerang dalam kegiatan tersebut diwakili Dr. Drs. H. A. F. Firzada Mahalli, S.E., M.Si., Asisten Administrasi Umum (Asda III). Turut hadir Camat Tigaraksa H. Cucu Abdurasyid, Kepala Desa Tapos Khaerudin, Ketua BPD Tapos Syahrudin, perwakilan kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forum DKM se-Citra Raya, PW IDMI DKI Jakarta, Laskar Al-Bahjah, serta jajaran PW IDMI Banten.
Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare di kawasan Tapos, Tigaraksa. Sebagian lahan tersebut merupakan wakaf dari H. Darwoko, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha kayu gaharu di Tapos.
Wakaf tersebut menjadi bagian penting dari ikhtiar membangun pusat pendidikan yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat kaderisasi dai, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Konsep Dai Preneur Indonesia dirancang untuk mempertemukan dua kekuatan yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri, yakni kedalaman spiritual dan kemandirian ekonomi. Para santri nantinya tidak hanya diarahkan mampu membaca kitab, menghafal Al-Qur'an, dan berdakwah, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, public speaking, literasi digital, kewirausahaan, pertanian, serta peternakan.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia, KH. Syahrul Ramadhan, S.Ag., M.M. (Syahdan), mengatakan pembangunan pesantren tersebut berangkat dari cita-cita menghadirkan model pendidikan Islam yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, pesantren masa depan tidak cukup hanya mencetak generasi yang memahami agama, tetapi juga harus mempersiapkan santri agar mampu berdiri tegak secara ekonomi dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.
“Kami bercita-cita melahirkan santri yang kuat imannya, luas ilmunya, baik akhlaknya, terampil berdakwah, melek teknologi, sekaligus memiliki jiwa entrepreneur. Kami ingin mereka kelak tidak hanya mampu berbicara tentang perubahan dari mimbar, tetapi juga mampu menciptakan perubahan di tengah masyarakat,” ujar KH. Syahdan.
Ia menegaskan bahwa konsep “Dai Preneur” bukan dimaksudkan menjadikan dakwah sebagai komoditas, melainkan membangun kemandirian para dai agar pengabdian kepada umat semakin kuat.
“Dai harus memiliki kemandirian. Tangannya menengadah kepada Allah, tetapi dalam urusan kehidupan ia harus mampu bekerja, berkarya, dan memberdayakan umat. Karena itu kami membawa semangat: Iman Kuat, Skill Hebat, Hidup Selamat,” katanya.
KH. Syahdan berharap Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia kelak berkembang menjadi pusat kaderisasi dai dan pemberdayaan umat yang memberi manfaat bukan hanya bagi santri, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tangerang dan Banten secara luas.
Pesantren tersebut direncanakan mengembangkan sejumlah program unggulan, antara lain tahfiz Al-Qur'an dan bahasa Arab, kajian kitab klasik, kepemimpinan dan public speaking, dakwah digital, kewirausahaan, serta pengembangan pertanian dan peternakan sebagai laboratorium kemandirian ekonomi santri.
Nuansa sosial turut mewarnai kegiatan tersebut. AirNav Indonesia memberikan santunan sebanyak 100 paket bagi kaum dhuafa, yang disalurkan dalam rangkaian kegiatan peletakan batu pertama dan pelantikan PW IDMI Banten.
Program tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan pesantren sejak awal tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membawa semangat kepedulian dan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Bagi pengelola Dai Preneur Indonesia, keterlibatan berbagai elemen pemerintah, dunia usaha, organisasi dakwah, tokoh masyarakat, dan masyarakat merupakan modal sosial penting untuk mengembangkan pesantren secara berkelanjutan.
PW IDMI Banten Dilantik, Hasan Al-Farizy Targetkan Konsolidasi Dai hingga Daerah
Selain peletakan batu pertama, agenda penting lainnya adalah pelantikan kepengurusan PW Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Provinsi Banten.
Ketua Umum PW IDMI Banten, Ust. Hasan Al-Farizy, menyatakan kepengurusan baru akan diarahkan pada penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas para dai agar mampu menghadapi perkembangan sosial dan teknologi.
Menurut Hasan, tantangan dakwah saat ini tidak lagi hanya berada di mimbar dan majelis taklim. Ruang digital telah menjadi “mimbar baru” yang harus diisi dengan konten keislaman yang moderat, santun, mencerahkan, dan mampu menjangkau generasi muda.
“Target kami setelah pelantikan bukan sekadar membesarkan organisasi, tetapi membesarkan manfaat. IDMI Banten harus hadir sampai ke masyarakat, memperkuat jaringan para dai, meningkatkan kompetensi dakwah, serta mendorong dai muda agar mampu berdakwah secara kreatif dan adaptif di era digital,” ujar Hasan.
PW IDMI Banten juga diharapkan memperluas konsolidasi kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pesantren, DKM, majelis taklim, lembaga pendidikan, dan organisasi keagamaan.
Hasan menegaskan bahwa IDMI Banten ingin menjaga dakwah yang menyejukkan dengan semangat “Bersatu dalam Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, Toleransi dalam Khilafiyah dan Furu'iyyah."
Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan panjang Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia. Bagi pengelola, batu yang diletakkan bukan hanya awal berdirinya sebuah bangunan, tetapi simbol dimulainya pembangunan manusia.
KH. Syahdan berharap pesantren ini kelak mampu melahirkan generasi dai yang tidak hanya fasih menyampaikan ajaran agama, tetapi juga hadir membawa solusi atas persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami tidak sedang bermimpi hanya membangun gedung. Kami sedang berikhtiar membangun manusia dan menyiapkan peradaban. Dari Tapos ini, insyaallah akan lahir para santri dan dai yang dekat dengan Allah, dekat dengan umat, mampu berkarya, dan mandiri dalam kehidupan,” tutur KH. Syahdan.
Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, dunia usaha, organisasi dakwah, para wakif, donatur, serta masyarakat, Pondok Pesantren Dai Preneur Indonesia diharapkan menjadi salah satu model pesantren yang mengintegrasikan iman, ilmu, dakwah, teknologi, dan kemandirian ekonomi.
Peletakan batu pertama pada 13 September 2026 pun menjadi titik awal sebuah cita-cita besar: dari Tapos membangun dai, dari pesantren memberdayakan umat, dan dari kemandirian ikut membangun negeri. (Mala)