Banten

Banten (6287)

Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 214 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Sabtu (06/12/25).

Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi nasional dan daerah, antara lain Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Gubernur Banten, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, serta Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan program nasional di tingkat daerah, khususnya program KDKMP.

“Penyaluran CSR untuk 214 KDKMP ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya 60 KDKMP menerima dukungan serupa. Dengan demikian, total 274 KDKMP di Kabupaten Tangerang kini telah siap beroperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Menurutnya Penyaluran CSR untuk KDKMP ini merupakan wujud komitmen nyata dalam rangka percepatan perputaran roda perekonomian di tingkat pemerintahan terkecil. KDKMP hadir sebagai instrumen pemberdayaan yang memberi ruang bagi masyarakat desa dan kelurahan untuk melakukan penghematan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung langkah strategi ini demi memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ujarnya

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga secara resmi meluncurkan Aplikasi Mobile KDKMP Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan koperasi desa/kelurahan.

“Aplikasi ini diharapkan menjadi platform yang mempermudah proses administrasi, pelaporan, transparansi, serta pengawasan operasional KDKMP, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan koperasi,” tutupnya

Gubernur Banten, Andra Soni yang juga hadir menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengembangkan ekosistem perekonomian desa dan kelurahan melalui KDKMP.

“Kehadiran 274 KDKMP yang kini siap beroperasi merupakan hal yang tidak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.” ungkap Andra Soni.

Pihaknya juga menegaskan secara kelembagaan di provinsi Banten sudah 100% pembentukan KDKMP dengan total 1551. Pihaknya akan terus mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian rakyat. Dia berharap aplikasi KDKMP yang nantinya bisa direplika oleh daerah lain agar lebih transparan dan akuntabel

“Kami berharap inisiatif ini menjadi model bagi daerah lain. Dengan dukungan teknologi melalui Aplikasi KDKMP, tata kelola koperasi dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya

Dikesempatan yang sama Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan kehadiran Jaksa Kejaksaan dengan programnya Jaga Desa bukanlah ancaman bagi pengurus KDKMP, tetapi menjadi tempat konsultasi agar dalam rangka pelaksanaan pengelolaan KDKMP dapat dikelola secara terbuka, dan transparan bagaimana pengelolaan dan penggunaannya.

“Kehadiran Jaksa dengan programnya Jaga Desa bukanlah ancaman bagi para pengurus koperasi, namun menjadi mitra untuk berkonsultasi agar pelaksanaan pengelolaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dapat terbuka, dan transparan bagaimana pengelolaannya dan pemanfaatannya,” tandasnya.

Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani mengungkapkan bahwa sinergi antara Kejaksaan Agung dengan Kementerian Koperasi dan UKM diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi dan Kerja Sama Dalam Rangka Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia.

“Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan efektivitas pengembangan Koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia. Serta, melindungi dan menyelamatkan aset dan dana yang bersumber dari Pemerintah yang ditujukan kepada Koperasi dan UMKM,” jelas Reda

Beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih agar senantiasa mengedepankan aspek keutuhan, kehati-hatian dalam pengelolaan dana KDKMP

“Manfaatkan momentum ini untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Saya juga berpesan agar mengedepankan kewenangan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengurus KDKMP. Serta, berhati-hati dan waspada mengelola dalam dana KDKMP,” tegasnya. (Red)

Bandung, lensafokus.id - Gelombang kepedulian untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatera terus mengalir. Hingga 4 Desember 2025, Rumah Zakat mencatat penghimpunan donasi Infak Peduli Bencana Sumatera mencapai Rp 5.727.974.162, dengan Rp 3.881.008.832 di antaranya telah disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan. Gerakan ini memperoleh dukungan luar biasa dari 82.690 donatur serta 159 kampanye kolaborasi bersama influencer, komunitas, dan mitra lembaga.

Bantuan disalurkan ke berbagai titik yang terpukul dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mulai dari Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, hingga Medan, Langkat, Solok, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman. Di lapangan, Rumah Zakat mengerahkan 50 relawan, 5 ambulans, dan 5 armada rescue untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah sulit.

Logistik yang telah didistribusikan mencakup 20.000 paket Superqurban, 2.650 paket makanan siap saji, 321 paket sembako, 455 liter layanan air bersih, serta dukungan hunian darurat berupa 69 shelter kit dan 46 paket alat kebersihan. Selain itu, Pos Hangat turut hadir di beberapa titik pengungsian dengan menyediakan 400 minuman hangat bagi para penyintas.

IMG 20251207 WA0012

Chief Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil peran dalam respon kemanusiaan ini. “Apa yang kita lihat di Sumatera adalah bukti bahwa solidaritas masih sangat kuat di tengah masyarakat. Data per 4 Desember ini menunjukkan bahwa ribuan orang ikut bergerak bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah. Rumah Zakat hanya menjadi perantara; kekuatan sesungguhnya ada pada kolaborasi,” ungkap Murni.

Ia menambahkan bahwa Rumah Zakat akan terus memperluas dukungan, khususnya memasuki fase pemulihan jangka menengah. “Kami berkomitmen untuk mendampingi warga hingga mereka benar-benar kembali pulih. Masih ada amanah yang perlu kami salurkan, dan itu akan kami optimalkan untuk kebutuhan pascabencana, baik di aspek sosial, lingkungan, maupun ekonomi,” jelasnya.

Respons bencana ini merupakan hasil sinergi dengan berbagai mitra seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BPKH, PT PLN Indonesia Power, Paragon Technology & Innovation, Majelis Telkomsel Taqwa, Jamkrindo Syariah, Jars Indonesia, Masjid Nusantara, dan puluhan lembaga lainnya yang turut memperkuat kehadiran bantuan di lapangan. (Lingga)

Kota Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kota Tangerang membuka posko pengumpulan donasi untuk korban bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Barat. Posko ini diresmikan dalam rangkaian Festival Budaya Kota Tangerang 2025 yang berlangsung pada 5–7 Desember di Mall Metropolis, Sabtu (6/12/2025).

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang H. Mulyani. Bantuan tersebut merupakan hasil urunan para pegawai Pemkot Tangerang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Pada acara Festival yang dimulai dari 5 hingga 7 Desember ini, kami membuka posko penggalangan dana untuk bencana alam. Dengan begitu, seluruh pengunjung dapat turut berpartisipasi menyampaikan kepeduliannya kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan bahwa pegawai Pemkot Tangerang telah menggalang dana kemanusiaan dan berhasil menghimpun Rp 477.354.000. Seluruh dana tersebut dikoordinasikan oleh Dinas Sosial dan akan segera disalurkan melalui lembaga resmi sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

“Seluruh dana yang terkumpul akan segera disalurkan melalui lembaga yang kredibel, agar bantuan dapat tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Festival Budaya Kota Tangerang bukan sekadar panggung seni, tetapi juga wujud nyata komitmen melestarikan nilai luhur bangsa, terutama budaya gotong royong dan solidaritas sosial.

“Festival ini menjadi pengingat agar nilai kebersamaan, saling membantu, dan kepedulian sosial tetap relevan di tengah kehidupan modern. Inilah kekuatan Kota Tangerang sebagai kota heterogen yang tumbuh dengan solidaritas masyarakatnya,” tegas Sachrudin.

IMG 20251207 WA0010

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan turut memberikan apresiasi terhadap semangat solidaritas dan pelestarian budaya yang semakin berkembang di Kota Tangerang.

“Festival ini adalah ruang kolaborasi dan inovasi. Mari menikmati sajian seni budaya yang kita banggakan bersama. Warisan budaya ini telah mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat nasional bahkan internasional,” tutur Maryono.

Ia menyampaikan bahwa Festival Budaya 2025 tidak hanya menampilkan kesenian khas Tangerang, tetapi juga menghadirkan pertunjukan budaya dari berbagai daerah.

“Selain seni lokal, kita menghadirkan kesenian dari Kota Cilegon, Tangerang Selatan, hingga Ponorogo,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival di Mall Metropolis dipilih untuk memperluas ruang ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat.

“Festival Seni Budaya Kota Tangerang digelar sebagai panggung kreativitas dan promosi pariwisata yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat,” jelas Boyke.

Ia menambahkan, festival ini tidak hanya berfokus pada seni dan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pengunjung dapat menikmati beragam stand UMKM, area kuliner, food truck, serta produk kreatif lokal,” ujarnya. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sepatan, Jum'at (05/12/25)

Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengajak masyarakat Sepatan untuk tidak hanya larut dalam kegembiraan dan kemeriahan pembukaan MTQ, namun juga memanjatkan doa untuk para korban bencana di Pulau Sumatera

"Pada kesempatan yang baik ini, kami mengajak semua untuk juga melakukan shalat ghaib kepada para korban musibah bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat serta daerah lainnya," ujar Sekda Soma

Dia menambahkan bahwa Pemkab Tangerang melalui PMI Kab. Tangerang telah memberangkatkan 3 personil beserta 1 unit mobil tangki air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang dikoordinir langsung PMI pusat.

"Mari kita doakan juga para relawan, Tim SAR agar mereka dapat melakukan tugasnya dengan baik. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera," imbuhnya

Dia berharap melalui MTQ tersebut, para kafilah tidak hanya mengejar kemenangan semata tapi juga bisa saling memperkuat ukhuwah Islamiah dan kepedulian terhadap sesama.

"Semua pasti ingin menang, namun esensi dari MTQ itu lebih luas lagi, yaitu meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur'an yang diimplementasikan dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita," pungkasnya

Sementara itu, Camat Sepatan, Aan Ansori melaporkan MTQ Kec. Sepatan 2025 diikuti oleh 7 desa dan 1 kelurahan. Salah satu tujuan yang hendak dicapai adalah untuk memilih qori dan qoriah terbaik Kec. Sepatan yang akan dibina lebih lanjut untuk menghadapi MTQ tingkat kabupaten pada bulan Januari mendatang

"Alhamdulillah, Pak Sekda hampir 300 peserta dari 7 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Sepatan ikut meramaikan MTQ ini. Ini juga membuktikan bahwa Kecamatan Sepatan tidak akan kekurangan qori-qoriah, hafiz-hafizah terbaik yang mampu mengharumkan Kecamatan Sepatan, kabupaten bahkan nasional," jelasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid resmi membuka kejuaraan Panahan Bupati Cup 2025 yang berlangsung di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (5/12/2025).

Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal menyampaikan penghargaan kepada Disporabudpar serta PERPANI Kabupaten Tangerang yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut sebagai bagian dari upaya pelatihan, pengembangan, dan penjaringan bibit atlet panahan.

“Melalui kompetisi yang sehat dan terstruktur seperti ini, kita berharap akan lahir atlet-atlet panahan yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Bupati Maesyal.

Ia juga menekankan bahwa olahraga panahan tidak hanya menuntut ketepatan ketepatan sasaran, tetapi juga mengajarkan konsentrasi, disiplin, ketenangan, serta pembentukan karakter yang kuat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul di Kabupaten Tangerang.

Bupati Maesyal turut menyambut baik antusiasme para peserta. Tercatat sekitar 300 atlet dari kategori pelajar dan umum mengikuti kompetisi ini. Diketahui, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan.

“Jumlah peserta ini menunjukkan tingginya minat para atlet panahan untuk mengikuti kejuaraan ini. Semoga dari event ini lahir bibit-bibit atlet yang bisa diandalkan untuk event tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati menuturkan bahwa kejuaraan Kejuaraan Panahan Bupati Cup 2025 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan cabang olahraga panahan.

“Kejuaraan ini bertujuan untuk mencari serta menyiapkan bibit-bibit atlet yang akan kita persiapkan untuk peserta POPDA 2026 dan PORPROV Banten 2026,” tuturnya.

Diketahui, ajang tersebut diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 5-7 Desember 2025. Ia berharap melalui kejuaraan ini semakin banyak atlet muda yang tumbuh berkembang, dan mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengulas langsung lokasi tanggul atau turap yang jebol di kawasan Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Jumat (5/12/25).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Kecamatan Tigaraksa, termasuk Camat Tigaraksa, Kapolsek, Koramil, serta para ketua RW setempat.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang pada hari sebelumnya dan faktor usia dari tanggul yang sudah 20 tahun lebih.

“Alhamdulillah hari ini, Saya bersama Dinas Bina Marga SDA, Muspika, Pak Camat, Pak Kapolsek, Koramil, dan para RW melihat langsung kondisi robohnya tanggul atau turap yang membatasi antara jalan dan sungai di Perumahan Mustika Tigaraksa. Kemarin hujannya begitu banyak dengan intensitas tinggi dan angin kencang sehingga menyebabkan tanggul ini roboh,” jelas Bupati Maesyal Rasyid

Pihaknya secara langsung juga telah melakukan instalasi kepada dinas terkait untuk melakukan penanganan cepat untuk mencegah risiko banjir yang lebih luas, mengingat puncak musim hujan saat ini.

"Hari ini kita angkut dulu puing-puingnya. Sementara nanti kita pasang bronjong sebagai tanggul darurat untuk menghindari air sungai meluap. Karena sekarang musim hujan, jadi kita harus bergerak cepat. Kalau tidak hujan mungkin air tidak meluap, tetapi ketika hujan lebat, permukaan udara bisa naik. Nanti akan kita lihat kembali langkah yang harus dilakukan," tambahnya.

Dia juga tak henti-hentinya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air dan jangan membuang sampah sembarangan

"Di musim hujan ini, saya mohon kepada masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan, khususnya saluran-saluran udara yang bisa ditangani secara manual. Mohon juga agar sampah tidak membuang ke sungai, buanglah di tempatnya. Setiap ada hal yang perlu ditangani, akan segera kami tanggapi," tegasnya.

Sementara itu, Kabid SDA pada Dinas Bina Marga dan SDA Kab. Tangerang, Rijal menjelaskan bahwa menghentikannya segera melakukan pembersihan puing-puing tanggul yang roboh sepanjang kurang lebih 20 meter.

"Bidang SDA akan mengangkat puing-puing robohan tersebut. Setelah dibersihkan, kami akan memasang bronjong sebagai tanggul sementara untuk mengantisipasi air sungai. Jika tidak sedang hujan deras mungkin udara tidak meluap, tetapi apabila curah hujan tinggi, terjadi peningkatan debit udara jika tidak dilakukan penanganan urgensi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan permanen akan masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Selain itu, saat ini sedang memeriksa kondisi struktur bagian tanggul lainnya di sekitar tanggul yang jebol.

"Nantinya tanggul ini akan dibangun secara permanen pada anggaran 2026 dengan panjang kurang lebih 20 meter. Namun kami juga akan melihat struktur lain di sekitar lokasi. Jika ada bagian lain yang membutuhkan perbaikan, akan kami tangani di luar 20 meter tersebut. Tanggul ini sendiri sudah berusia sekitar 20 tahun sehingga memang sudah termakan usia," ujarnya. (Red)

Page 45 of 629
Go to top