Banten

Banten (6091)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meluncurkan Mobile Training Unit (MTU) Pelatihan Tata Busana UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah di Halaman Kantor Kecamatan Gunung Kaler. Rabu, (4/6/25).

Peresmian ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperluas akses pelatihan kerja bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pelatihan seperti Kecamatan Gunung Kaler.

"Ini adalah upaya pengembangan dan perluasan program pelatihan kerja oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja. Dengan adanya mobil pelatihan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Jayanti atau Kosambi untuk mendapatkan pelatihan," ujar Bupati Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa layanan pelatihan melalui MTU ini mencakup keterampilan tata busana dan otomotif. Pelatihan akan dilaksanakan selama 20 hari kerja. Dan setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta juga akan menerima bantuan berupa mesin jahit guna mendukung praktik langsung dan memulai usaha mandiri.

"Pelatihan ini tidak hanya membekali keterampilan, tapi juga diikuti dengan dukungan alat produksi. Harapannya, peserta dapat membuka usaha sendiri, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan penurunan angka kemiskinan," ungkapnya

Pihaknya berharap adanya MTU yang dapat menjangkau wilayah-wilayah kecamatan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah-wilayah pelosok.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Tangerang, Rudi hartono mengatakan program MTU tersebut merupakan bagian dari inisiatif layanan "jemput bola" Pemerintah Kabupaten Tangerang, yang bertujuan memberikan kemudahan akses pelatihan dan meningkatkan mutu pelayanan publik.

"Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan dapat mendaftar melalui kecamatan masing-masing secara manual, atau secara online melalui sistem aplikasi yang sedang terus dikembangkan," jelasnya

Peluncuran MTU tersebut juga dihadiri oleh staf ahli, perwakilan kepada OPD, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat Kec. Gunung Kaler. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bambang Soesatyo (Bamsoet), Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, mengapresiasi peluncuran Wikinara Academy, sebuah sekolah bisnis berbasis sistem yang dirancang untuk membimbing para mitra usaha dalam mengembangkan bisnis mereka.

Wikinara Academy menawarkan pendekatan berbeda dalam model bisnis multi-level marketing (MLM). Dengan tools bisnis dan pelatihan yang terintegrasi, para mitra dapat meraih prestasi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Bamsoet menekankan pentingnya kehadiran sistem dan edukasi dalam MLM untuk menghindari sistem yang tidak jelas dan tanpa arah.

Sebagai bagian dari PT Wikinara Bening Bersama Putra, Wikinara Academy memiliki visi menjadi perusahaan direct selling global berbasis teknologi dan edukasi dari Indonesia. Perusahaan ini fokus pada pemasaran produk-produk nutrisi, kecantikan, dan alat kesehatan.

Wikinara didirikan oleh empat sosok yang berdedikasi dan berpengalaman di bidangnya, yaitu: dr. Oky Pratama, Owner Bening Clinic, Ina Rahman, S.H., A.M.,H., advokat dan founder Maserto Group, Dewi Bambang Soesatyo, istri Ketua MPR RI 2019–2024, Putra Siregar, pengusaha nasional dan pendiri PS Store.

Mereka menyatukan kekuatan untuk membangun ekosistem bisnis yang sehat, transparan, dan mendukung kesejahteraan mitra.

Acara peluncuran Wikinara Academy turut dihadiri oleh lebih dari 1000 member dari berbagai kota di Indonesia, serta tokoh publik Jhon LBF. Kehadiran mereka semakin memperkuat posisi Wikinara sebagai perusahaan MLM pendatang baru yang memiliki potensi besar di pasar nasional maupun internasional.

"Bapak dan ibu sudah berada di tempat yang tepat. Produk bagus, sistem jelas, dan ada sekolah bisnis yang membimbing. Ini bukan hanya soal usaha, tapi juga tentang membahagiakan keluarga," tutur Bamsoet. (Lingga)

Kota Tangerang, lensafokus.id -- Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, didampingi Kadinsos Kota Tangerang Mulyadi, Kapolsek Tangerang AKP Suyatno dan Kasi Humas AKP Prapto Lasono menyerahkan bantuan kursi roda dan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 3 (tiga) orang warga di Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Selasa, (3/6/2025).

Kegiatan bhakti kesehatan ini merupakan rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 tahun 2025, yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang.

Zain menyebutkan, bakti sosial pemberian sembako itu juga merupakan bentuk kepedulian Polri langsung terhadap masyarakat kurang mampu di wilayah, khususnya kepada mereka yang sangat membutuhkan bantuan.

"Bantuan kursi roda dan baksos paket sembako ini kami serahkan kepada warga yang kurang mampu, khususnya mereka yang sangat membutuhkan," ujar Zain.

Hingga saat ini ada 18 warga yang sudah terdata di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota untuk menerima bantuan kursi roda. Polisi bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang yang memiliki bank data masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Alhamdulillah, kami (polri) didukung oleh Dinas Sosial Kota Tangerang, melalui PSM termasuk stakeholder terkait yang terlibat dalam kegiatan sosial ini," katanya.

"Semoga bantuan kursi roda dan paket sembako ini dapat bermanfaat dan meringankan beban warga yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara, Ibu Vera Lindawati (46) yang menerima bantuan kursi roda dan paket sembako sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Polri. Ia saat ini sedang dalam keadaan sakit dan tidak dapat berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Bantuan kursi roda tersebut sangat bermanfaat untuknya.

"Sudah 9 tahun gak bisa jalan mas, Awalnya sakit kepala hingga menyerang saraf di kepala, terus tiba-tiba ke kaki gak bisa jalan," ujarnya kepada wartawan.

"Sekarang Alhamdulillah, dibantu bapak Kapolres, saya memang sangat membutuhkan kursi roda ini kalau mau berobat ke rumah sakit. Terimakasih saya sudah di berikan bantuan," sambungnya. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id -- Unit Opsnal Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Ciledug berhasil mengamankan 4 dari 10 pelaku terduga penyerangan terhadap warga Jalan Metland, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Akibat itu, empat orang warga menjadi korban mengalami luka-luka akibat kekerasan benda tumpul mauoun sajam. 6 (enam) pelaku lainnya terus diburu polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 1 Juni 2025, sekira pukul 02.00 WIB. Kejadian tersebut langsung dilaporkan keluarga korban ke pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan pihaknya merespon cepat laporan kasus pengeroyokan disertai dengan tindak kekerasan (penganiayaan) hingga mengakibatkan korban luka cukup serius akibat benda tajam.

"Empat pelaku yang kami amankan 2 dewasa dan 2 anak dibawah umur, yakni M (21), HL (18), APP (16) dan CH (15). Enam lainnya masih dalam pengejaran petugas di lapangan. Identitas seluruhnya telah kami ketahui untuk segera dilakukan penangkapan," tegas Kapolres dalam keterangannya. Selasa, (3/6/2025).

Zain mengungkapkan, motif dari penyerangan gerombolan pemotor terhadap warga dan pedagang itu dipicu karena salah satu diantara mereka dendam terhadap seseorang. Kemudian menduga orang tersebut berada disekitar TKP, sehingga terjadilah penyerangan itu.

"Para pelaku secara bersama dengan menggunakan sepada motor disertai dengan membawa senjata tajam langsung melakukan penyerangan terhadap orang-orang yang tengah duduk-duduk sambil ngopi, termasuk pedagang yang ada di sekitar TKP. sehingga ada 4 orang mengalami luka cukup serius," ungkapnya.

Dari penangkapan empat terduga pelaku tersebut, ungkap Zain, polisi mendapati barang bukti yang digunakan para pelaku berupa senjata tajam (sajam) jenis kerambit berikut sarungnya, 1 pisau, pecahan botol yang disiapkan para pelaku, handphone dan 3 unit sepeda motor yang dikendarai keempat pelaku.

"Pemeriksaan mendalam masih dilakukan terhadap para pelaku. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHPidana atau pasal 351 KUHPidana dan atau UU Drt No 12 tahun 1951. Ancaman pidana penjaranya 10 tahun," tutupnya. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengukuhkan perpanjangan masa jabatan seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Tangerang dan melantik Pengurus Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Tangerang Periode 2025-2031.

Acara pengukuhan dan pelantikan ini menandai babak baru bagi pemerintahan desa di Kabupaten Tangerang, seiring dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 yang memperpanjang masa jabatan Kepala Desa dan anggota BPD dari enam tahun menjadi delapan.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan selamat kepada seluruh anggota BPD yang telah dikukuhkan dan kepada pengurus PABPDSI yang baru saja dilantik.

"Semoga amanah yang dipercayakan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas yang tinggi untuk kemajuan desa dan masyarakat desa serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang secara keseluruhan," ujar Bupati.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa perpanjangan masa jabatan ini bukan sekadar penambahan waktu, melainkan penambahan beban dan tanggung jawab bagi BPD. Anggota BPD diharapkan dapat bekerja lebih optimal dalam menyerap aspirasi masyarakat, serta mengawal jalannya pemerintahan desa secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Maesyal juga menekankan pentingnya peran BPD sebagai lembaga permusyawaratan desa. Oleh karena itu, sinergi antara BPD dan Pemerintah Desa harus terus ditingkatkan demi pembangunan yang lebih partisipatif dan berkeadilan.

"BPD bukan sekadar lembaga formal, tapi merupakan perwakilan suara rakyat yang harus mampu menjembatani antara aspirasi masyarakat dan kebijakan desa," tegas Bupati.

Secara khusus, kepada seluruh jajaran PABPDSI Kabupaten Tangerang yang baru dilantik, Bupati berharap organisasi ini dapat menjalankan fungsinya sebagai wadah koordinasi, advokasi, dan penguatan kapasitas kelembagaan BPD. PABPDSI juga diharapkan menjadi mitra aktif Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong inovasi dan percepatan pembangunan desa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya peran strategis BPD di tingkat desa. Ia menyampaikan bahwa kemajuan bangsa berawal dari desa, sehingga penguatan kapasitas dan kolaborasi antar unsur pemerintahan desa menjadi sangat penting dalam mendorong pembangunan yang merata.

“BPD ini punya peran yang sangat strategis di level desa. Kalau desanya maju, InsyaAllah Indonesia akan makmur. Maka sekarang kita dorong agar desa-desa itu kuat, baik secara struktur maupun dalam tata kelolanya,” ujar dia.

Menurutnya, struktur pemerintahan desa yang baik harus ditopang oleh dua elemen utama, yaitu Kepala Desa dan BPD, yang memiliki peran sebagai eksekutif dan legislatif desa. Sinergi antara keduanya dinilai sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki setiap desa.

“Saya berharap BPD mulai menginventarisasi seluruh potensi sumber daya yang ada di desa masing-masing. Tujuannya jelas, agar masyarakat bisa merasakan dampak langsung berupa kesejahteraan dan kemakmuran,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menyinggung upaya pemerintah pusat yang saat ini tengah mendorong percepatan transformasi desa melalui berbagai program lintas kementerian, termasuk inisiatif Petrasi (Percepatan Transformasi Desa). Ia mengajak semua pihak, termasuk BPD dan PABPDSI, untuk menjadi bagian dari gerakan pembangunan tersebut.

“Semua kementerian hari ini sedang turun ke desa, membangun dari desa, untuk desa, dan kembali ke desa. Ini momentum yang harus kita manfaatkan. Maka, PABPDSI harus menjadi mitra aktif dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Bazar Murah UMKM menjelang Idul Adha 1446 H di Alun-Alun Tigaraksa, Selasa (3/6/25).

Program kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Adha, serta mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Intan menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.

"Program subsidi sembako ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Iduladha. Semoga program subsidi tebus murah sembako ini dapat kembali dilaksanakan kedepannya," ucapnya.

Kegiatan GPM ini menyediakan 1.000 paket komoditi bersubsidi yang terdiri dari 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 2 kg tepung terigu, dengan harga jual Rp54.000 perpaket, jauh di bawah harga pasar.

"Sembako tersebut dapat ditebus dengan harga Rp54.000 dari belanja modalnya Rp90.000-an. Jadi, pemerintah daerah memberikan subsidi untuk masyarakat

sekitar Rp43.000 supaya mereka bisa menembus komoditi-komoditi yang dibutuhkan dengan harga yang lebih terjangkau," jelasnya.

Ia menegaskan Pemerintah Daerah juga berkomitmen untuk mendukung penuh program-program yang bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi sejak pagi hari. Salah satu warga yang hadir dalam kegiatan GPM ini, Yati, warga Ciatuy mengatakan dirinya sangat terbantu dengan adanya program subsidi tebus murah sembako.

"Alhamdulillah, saya sangat merasa terbantu dengan adanya program ini. Semoga kedepannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali," pungkasnya. (Red)

Page 103 of 610
Go to top