Festival Rasa dan Nada 2025 Ditutup, UMKM Tangerang Tunjukkan Potensi Besar

TANGERANG, lensafokus.id - Festival kuliner dan UMKM bertajuk “Rasa dan Nada 2025” resmi ditutup dengan meriah di Kecamatan Solear, Minggu (23/11). Kegiatan ini pun meninggalkan pesan kuat bahwa ekonomi rakyat berbasis UMKM terus menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan ekonomi global.

Festival yang berlangsung meriah ini sukses menjadi ruang temu bagi pelaku usaha mikro, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus menunjukkan kekuatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.

Pada kesempatan itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Muchamad Solehudin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai festival ini menjadi bukti nyata bagaimana kreativitas dan kolaborasi dapat mendorong kebangkitan UMKM.

“Tema ‘Rasa dan Nada 2025’ menggambarkan harmoni antara kuliner, budaya, dan musik yang menciptakan inspirasi dan kebersamaan. UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” terangnya di lokasi.

Lebih dari sekadar acara hiburan, festival ini menjadi ruang edukasi dan promosi bagi para pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas jejaring pasar.

"Kami akan terus memperkuat dukungan melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan fasilitas pemasaran agar UMKM dapat melangkah ke panggung nasional bahkan internasional," jelas dia.

Dalam momentum itu, dirinya turut menegaskan kembali bahwa koperasi dan UMKM menjadi bukti penyangga ekonomi rakyat, terlebih di masa penuh tantangan ekonomi global. Ia berharap festival ini mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga wadah edukasi, inovasi, dan kolaborasi antar pelaku ekonomi rakyat. Mari kita dorong transformasi digital, peningkatan kualitas produk, dan penguatan akses pasar bagi UMKM kita,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, tambahnya, akan terus berkomitmen memperkuat sektor ini melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, bantuan permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.

“Harapan kita, dari sini akan lahir produk-produk unggulan lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, soleh kembali mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berkarya dan menjaga kualitas. “Gunakan kesempatan ini untuk memperluas jejaring, meningkatkan daya saing, dan membawa produk lokal kita ke panggung yang lebih besar,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah menjelaskan bahwa festival ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro.

“Festival ini adalah sarana strategis untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat, serta membangun jejaring usaha yang lebih kuat,” kata Anna.

Menurutnya, koperasi dan UMKM memegang peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan, sehingga membutuhkan ruang promosi yang efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya memamerkan berbagai produk unggulan, tetapi juga menghubungkan pelaku UMKM dengan konsumen melalui interaksi langsung. Selain itu, kehadiran musik dan hiburan menjadikan festival lebih hidup dan menarik perhatian masyarakat luas.

Adapun disampaikan juga bahwa pameran “Rasa dan Nada 2025” menghadirkan lebih dari 30 tenda UMKM, termasuk 20 tenda Kecamatan Solear, 4 tenda Kecamatan Cisoka, 4 tenda Kecamatan Tigaraksa, 1 tenda UPT-PDB Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, dan 1 tenda KDMP Pesanggrahan.

Selama festival, transaksi penjualan berlangsung aktif dan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha. Sejumlah pelaku UMKM juga berhasil membangun jejaring bisnis baru, baik dengan sesama pengusaha maupun dengan stakeholder pendukung.

Dari sisi outcome, penyelenggaraan festival ini memberikan dampak signifikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal, terbentuknya jejaring pelaku usaha baru, serta teridentifikasinya potensi UMKM untuk dikembangkan lebih lanjut dalam program pendampingan pemerintah. (Red)

Wabup Intan Lepas Peserta Tangkab Fun Run 2025

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melepas peserta Tangkab Fun Run 2025 di Scienta Square Park, Gading Serpong, Minggu (23/11/25).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa Tangkab Fun Run 2025 yang mengusung tema Semakin Peduli Lewat Berlari merupakan ajang olahraga yang menghadirkan aspek kesehatan, aksi kepedulian sosial, dan inovasi digital.

"Alhamdulillah, pagi ini kita berkumpul dalam kegiatan Tangkab Fun Run 2025 dengan mengusung tema Semakin Peduli Lewat Berlari. Sebuah ajang olahraga sekaligus gerakan sosial yang menghadirkan nilai kesehatan, kepedulian, dan inovasi digital. Tiga aspek dalam satu momentum," ungkap Wabup Intan.

Menurut dia, Tangkab Fun Run merupakan kolaborasi antara Pemkab Tangerang dengan Bank Indonesia Provinsi Banten yang juga diramaikan dengan pelayanan adminstrasi kependudukan, donasi kemasiaan dan sosialisasi inovasi produk keuangan digital.

"Tangerangkab Fun Run ini menempuh jarak sekitar 5 kilometer, seru, dapat door prize, donasi dari registrasi peserta untuk pengadaan air bersih ke Provinsi Banten, ada juga pelayanan adminduk, dan sosialisasi pembayaran digital QRIS," imbuhnya.

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi BI Provinsi Banten, perangkat daerah, peserta dan seluruh pihak yang terlibat langsung untuk menyukseskan acara.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi antara Pemkab Tangerang dan Bank Indonesia Provinsi Banten, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya gelaran ini. Mudah-mudahan ini menjadi acara tahunan yang akan kita ulang tiap tahunnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa mengatakan kegiatan Tangerangkab Fun Run tersebut juga merupakan bentuk sarana edukasi dan sosialisasi tentang transaksi keuangan digital khususnya kepada generasi muda.

"Ada edukasi dan sosialisasi supaya teman-teman yang masih muda-muda ini belanjanya lebih sering dengan menggunakan Qris. Karena dengan penggunaan Qris bisa lebih cepat, praktis, enggak usah pakai pengembalian," ujar Moesa.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut bisa mendorong masyarakat dan generasi muda untuk meningkatkan penggunaan digitalisasi transaksi keuangan.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang khususnya, terima kasih juga kepada Ibu Intan yang telah berkolaborasi dengan Bank Indonesia pada pagi ini. Semoga Kabupaten Tangerang semakin maju transaksi digitalnya, maju juga pendapatan asli daerahnya," pungkasnya. (Red)

THI Archery Festival 2025 Digelar, Sachrudin Ajak Pemuda Terlibat dalam Pembangunan Kota

Kota Tangerang, lensafokus.id - Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menghadiri Tunas Harapan Indonesia (THI) Archery Festival 2025 yang diikuti oleh 280 peserta dari Jabodetabek dan digelar di SMPIT THI Cipondoh, Sabtu (22/11/2025). 

Dalam sambutannya, wali kota, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan dan SMPIT THI yang telah konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi tumbuh kembang generasi muda. Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter, ketangguhan mental, dan fokus anak-anak dapat dilatih melalui olahraga, termasuk panahan yang kini menjadi cabang olahraga berstandar nasional hingga internasional.

“Panahan ini bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana melatih fokus, kesabaran, dan kekuatan mental anak-anak kita. Ini perpaduan yang baik antara olahraga, pendidikan karakter, dan nilai keagamaan,” ujar Sachrudin.

Wali Kota Sachrudin, juga berbagi pesan motivatif kepada para peserta, menekankan bahwa masa depan Kota Tangerang berada di tangan generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, memiliki keyakinan kuat, dan berusaha semaksimal mungkin dalam mengembangkan potensi diri.

“Anak-anak kita inilah pemimpin masa depan. Tidak ada yang mustahil ketika kita punya keyakinan, semangat, dan terus belajar. Saya dulu pun tidak pernah menyangka bisa menjadi wali kota. Semua proses itu hadir karena usaha dan izin Allah,” tutur Sachrudin.

Pada kesempatan tersebut, wali kota juga menyelipkan ajakan kolaboratif melalui semangat Techland Tangerang, sebuah gerakan pembangunan kota yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, hingga generasi muda.

“Membangun kota tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Kita perlu kebersamaan, kolaborasi pentahelix. Bahkan bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak. Maka dari itu, saya ajak anak-anak untuk semangat membangun kota melalui prestasi dan pembelajaran,” tegasnya.

Menutup sambutan, Wali Kota Tangerang, mengucapkan selamat milad ke-18 untuk THI dan berharap lembaga ini terus melahirkan generasi bermanfaat bagi bangsa dan agama.

“Semoga THI terus menjadi tempat tumbuhnya anak-anak yang berprestasi, berakhlak, dan membawa manfaat bagi banyak orang. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat,” pungkasnya. (Red)

Dorong Pendidikan Inklusif, Wabup Intan: Setiap Anak Berhak Tumbuh dan Bermimpi

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta semua pihak agar menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman, toleran dan menghargai keberagaman.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka Kegiatan Orientasi Ekstrakurikuler Keputrian dan Advokasi Pendidikan Inklusi untuk Sekolah Dasar di Kabupaten Tangerang di Aula Gedung Diklat Kitri Bakti Curug, Jum'at (21/11/2025).

"Saya ingin tegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan hanya tentang fasilitas, tetapi bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Sekolah harus menjadi lingkungan yang mengayomi, memberikan rasa aman dan menghargai keberagaman," tandas Wabup Intan.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meluncurkan kegiatan Ekstrakurikuler Keputrian pada 21 April 2025 sebagai bagian dari upaya membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

"Program ini bukan hanya untuk menguatkanan kapasitas peserta didik perempuan, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter dan pendidikan moral bagi seluruh anak," jelasnya.

Lanjut dia, peran guru sangatlah besar. Guru bukan hanya penyampai ilmu dan pengetahuan, tetapi juga penguat karakter, pelindung bagi anak serta pembentuk masa depan bangsa. Dia berharap melalui kegiatan tersebut semakin komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan pendikan yang benar-benar ramah anak, aman, merata dan inklusif.

"Dengan semangat kolaborasi, marilah bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang unggul dalam pelayanan pendidikan, terutama pendidikan yang aman, ramah anak, merata dan inklusif," pungkasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna melaporkan bahwa selain bertujuan untuk melakukan refleksi atas pelaksanaan Ekstrakurikuler Keputrian yang telah dimulai sejak April 2025, juga sebagai upaya bersma menguatkan komitmen untuk pencegahan dan juga penanganan perundungan dan kekerasan.

"Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 780 guru sekolah dasar, yang menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kita. Ada 7 orang tim Pengembang Ekstrakulikuler Keputrian Kabupaten Tangerang Dan 1 orang tim ahli Pendidikan Industri dari Kabupaten Tangerang " jelas Agus.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa semakin mendorong seluruh sekolah dasar agar pelaksanaan ekstrakurikuler keputrian sebagai pembentukan karakter generasi Kabupaten Tangerang semakin optimal.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak didik kita bisa menjalani masa-masa pembelajaran dengan penuh kebahagiaan. Dan pelaksanaan ekstrakurikuler keputrian semakin optimal," ujarnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan Gedung Baru SDN Pancar Budaya, Tegaskan Komitmen Pendidikan Aman dan Nyaman

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus meresmikan Gedung SDN Pancar Budaya Desa Tegal Angus Kec. Teluknaga, Jum'at (21/11/25)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berkomitmen untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan proses kegiatan belajar mengajar di semua penyelenggara pendidikan dasar, khususnya SD dan SMP

"Peresmian ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah daerah yang selalu peduli dan komitmen terhadap proses pembelajaran yang ada di SD dan SMP, khususnya di Teluknaga. Kita ingin proses belajar mengajar anak-anak ini nyaman dan aman," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, proses kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman ini sangat berpengaruh kepada semangat belajar dan tingkat penyerapan ilmu serta pengetahuan, baik kepada anak didik sebagai penerima pelajaran maupun guru sebagai tenaga pendidik yang menyampaikannya

"Proses belajar mengajar yang aman dan nyaman ini sangat mempengaruhi semangat belajar anak-anak sebagai penerima pelajaran maupun guru sebagai tenaga pendidik yang menyampaikannya. Dan orang tua juga tidak akan kuatir atau cemas saat anaknya sekolah," tandasnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, guru, masyarakat seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan pembangunan Gedung SDN Pancar Budaya tersebut.

"Terima kasih pembangunan ini sudah dijalankan oleh Dinas Pendidikan dibantu para guru, kepala sekolah, orang tua dan masyarakat. Mohon nanti dirawat dan dijaga yang sudah baik ini agar tahan lama dan banyak manfaat lainnya yang bisa dirasakan semua pihak," ujarnya

Pihaknya juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh jajarannya untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan, baik sarana, prasarana maupun kualitas dan kompetensi para guru agar anak-anak didik nantinya bisa menjadi pemimpin dan generasi penerus pembangunan yang sehat, tangguh dan berdaya saing.

Sementara itu, Camat Teluknaga Kurnia menambahkan selain membangun gedung sekolah, drainase sekolah juga diperbaiki agar anak-anak yang sekolah bisa lebih betah dalam menimba ilmu dan meraih cita-citanya

"Sekolah kita, SDN Pancar Budaya ini sudah dibangun, drainasinya juga diperbaiki. Sekarang bangunan sekolahnya luar biasa lebih baik dan bagus. Mudah-mudahan anak-anak generasi penerus kita ke depannya lebih betah dan juga bisa makin sukses dalam menimba ilmu," ujar Camat Kurnia. (Red)

Bupati Tangerang Panen Raya Cabai Bersama Kelompok Tani Berenuk Desa Kemuning Kecamatan Legok

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan panen raya cabai setan bersama Kelompok Tani Berenuk Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kamis (20/11/25).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa jenis cabai yang dipanen adalah varietas Cabai Ori 212 atau cabai setan, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Pada panen kali ini, total cabai yang dihasilkan mencapai 6 kuintal. Lahan Kelompok Tani Berenuk terbagi ke dalam 3 blok, yang masing-masing dapat dipanen sebanyak 4 kali dalam satu bulan, sehingga total panen bisa mencapai 12 kali panen perbulan.

“Alhamdulillah, hari ini kita panen cabai Ori 212 sebanyak 6 kuintal. Dalam sebulan dapat dilakukan 12 kali panen, dan satu kuintal cabai bisa dijual sekitar Rp6 juta. Jadi kalau 6 juta dikali 12 kali panen, totalnya Rp72 juta. Dengan anggota 18 orang, masing-masing petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp4 juta perbulan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan bahwa pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para petani cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian disisihkan untuk modal berikutnya. Kelompok Tani Berenuk mengolah lahan sekitar 1,6 hektar dengan pola tanam berkelanjutan, sehingga produktivitas pertanian masyarakat dapat meningkat.

“Kelompok Tani ini mengolah lahan sekitar 1,6 hektar dengan pola tanam berkelanjutan. Jadi produktivitasnya semakin meningkat,” imbuhnya

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Camat Legok, Kepala Desa Kemuning, serta para kepala desa lainnya yang telah membantu kelompok tani dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.

“Ini bagian dari implementasi program Presiden melalui Asta Cita, dan alhamdulillah telah memberikan kepastian nyata ketahanannya, sekaligus kepastian pendapatan bagi kelompok tani. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang di desa-desa lain,” ujarnya.

Selain mendorong kesejahteraan petani, panen cabai yang dihasilkan juga dinilai efektif dalam pengendalian inflasi daerah. Dengan adanya kegiatan pertanian yang produktif, masyarakat memiliki pendapatan yang stabil sekaligus dapat menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Tangerang.

“Di Kabupaten Tangerang, selain budidaya cabai, masyarakat juga mengembangkan komoditas lain seperti tomat, terong, jagung, serta ternak ikan lele dan nila,” tutupnya.

Kepala Desa Kemuning, Dadang, menyampaikan bahwa lahan cabai yang ditata dalam tiga blok memiliki masa tanam bervariasi antara 42 hingga 93 hari dan dikelola oleh 18 anggota kelompok tani.

“Hingga saat ini, total produksi cabai yang telah dihasilkan mencapai lebih dari 6 ton. Selain itu, kelompok tani juga mampu memberikan tambahan pendapatan kepada ibu-ibu setempat hingga Rp60.000–Rp100.000 perkegiatan, pemetikan cabai,” jelas Dadang

Pihaknya menyampaikan kepada Bupati Tangerang dan jajarannya atas dorongan motivasi, bantuan dan pendampingan kepada para kelompok tani cabai.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan menepati janji untuk melaksanakan panen raya bersama. Ini masyarakat menjadi motivasi besar bagi seluruh kelompok tani,” ucapnya.

Panen tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Camat Legok, para kepala desa se-Kecamatan Legok, serta kelompok petani setempat. (Red)

Kemah Perikanan 2025, Cetak Generasi Muda sebagai Motor Baru Sektor Perikanan

TANGERANG, lensafokus.id - Kabupaten Tangerang membuka babak baru pembinaan sektor perikanan melalui Kemah Perikanan 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di Tangerang Volunteer Park, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini berhasil menarik antusias tinggi generasi muda, dengan menghadirkan 60 peserta dari SMA/SMK dan relawan PMI se-Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengatakan bahwa kemah ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ikan Nasional (21 November 2025). Sekaligus juga menjadi pintu gerbang dimulainya gerakan besar edukasi perikanan bagi kalangan milenial.

“Kemah Perikanan ini adalah langkah awal. Dari sini kita memilih satu Duta Perikanan yang tahun depan akan menjadi mitra Diskan untuk turun ke sekolah-sekolah, memberikan edukasi budidaya ikan, kesehatan ikan, hingga pola pikir wirausaha perikanan,” terang dia di lokasi.

Menurut Rudi, seluruh peserta mendapatkan pelatihan intensif, mulai dari teknik budidaya ikan yang baik, cara menjaga kesehatan ikan, hingga tantangan pembudidaya masa kini. Bahkan, peserta juga mengikuti Cerdas Cermat Perikanan untuk menentukan sosok Duta Perikanan 2025.

Melihat antusiasme peserta, Rudi menilai Kemah Perikanan perlu dikembangkan dengan skala lebih besar pada 2026. Dengan potensi peserta 200-250 orang, rencana lokasi akan disesuaikan untuk menampung kegiatan yang lebih masif dan terstruktur.

“Harapan kami, anak-anak muda ini bisa mulai mengenal, mencoba, bahkan menjadikan budidaya ikan sebagai pilihan masa depan. Merekalah yang akan menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan kita,” ujar Rudi.

Selain itu, dalam rangka memeriahkan Hari Ikan Nasional, Diskan Kabupaten Tangerang juga menyalurkan 250 paket olahan ikan untuk ibu hamil dan balita serta 70 paket ikan segar bagi peserta kemah dan relawan PMI. Upaya ini sekaligus mendukung program penurunan stunting melalui konsumsi ikan bergizi dan higienis.

Sementara itu, Ditempat yang sama Asisten Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Saifullah menegaskan bahwa Kemah Perikanan merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul di sektor perikanan.

“Kegiatan ini mengajarkan pengalaman lapangan sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap dunia perikanan. Dari sinilah akan lahir generasi yang peduli, kreatif, dan mampu melihat peluang besar di sektor perikanan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini akan dilanjutkan pada 2026 melalui Diskan Goes To School, yakni edukasi perikanan langsung ke SMA/SMK di seluruh Kabupaten Tangerang. Pemerintah daerah, katanya, siap mendukung penuh program tersebut sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan dan geliat ekonomi perikanan.

Salah satu peserta bernama Maria Arneta, siswi SMAN 16 Kabupaten Tangerang, pun berhasil terpilih sebagai Duta Perikanan Kabupaten Tangerang 2025. Maria mengaku tak menyangka bisa terpilih, mengingat awalnya ia datang hanya untuk belajar dan bertemu teman baru.

“Awalnya pesimis, nggak yakin bisa menang. Tapi puji Tuhan bisa jadi duta ikan,” kata Maria.

Ia berjanji untuk mengemban tugas edukasi lingkungan laut dan perikanan ke generasi muda lainnya. “Pesan saya, jangan merusak ekosistem laut, jaga lingkungan, dan manfaatkan ikan karena gizinya sangat penting," terangnya

Maria juga berharap Kemah Perikanan terus digelar setiap tahun. “Kegiatannya seru banget. Harus dilanjutkan dan pesertanya lebih banyak lagi," serunya. (Red)

Wabup Intan Minta Metrologi Legal Terus Dijaga untuk Menjamin Keakuratan Pengukuran

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan bahwa keakuratan metrologi legal sangat diperlukan sehingga harus terus dijaga untuk menjamin keakuratan hasil pengukuran, memberikan kepastian hukum, dan memperkuat perlindungan konsumen.

"Metrologi legal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat seperti: timbangan di pasar, alat ukur takaran di SPBU, hingga dosis obat yang digunakan di layanan Kesehatan, semuanya sangat bergantung pada keakuratan pengukuran," ungkap Wabup Intan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Gelar Pengawasan/ Penyuluhan Metrologi Legal di Hotel Atria Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (19/11/25).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan, peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, khususnya Bidang Metrologi Legal, sangat penting dalam menjamin penggunaan alat ukur yang sesuai standar dan mencegah terjadinya pelanggaran yang merugikan masyarakat. Untuk itu, dia sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih kepada Disperindag yang telah melakukan upaya-upaya untuk meningkatnya literasi dan kesadaran tertib ukur para pelaku usaha.

"Terima kasih kepada Disperindag. Saya berharap bapak, ibu peserta, terutama para pelaku usaha pemilik UTTP, dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait kebijakan kemetrologian, mekanisme pengawasan, serta aspek penegakan hukumnya,"ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, melaporkan bahwa salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mendorong rasa kesadaran dan tanggung jawab pelaku usaha dalam melakukan wajib tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.

"Sebanyak kurang lebih 80 peserta diantaranya dari pelaku usaha yang memiliki alat ukur, takar timbang dan perlengkapannya, dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang," ungkap Resmi.

Dia menambahkan, selama 2025 pihaknya rutin melakukan pemeriksaan alat ukur kepada SPBU, SPBE, perusahaan dan para pelaku usaha perorangan.

"Pada tahun 2025 sudah dilaksanakan pemeriksaan terhadap 275 dari perusahaan seperti Pabrik, SPBU, SPBE serta pelaku usaha perorangan seperti laundry, pedagang buah, pedagang di 30 pasar," jelasnya. (Red)

Sekda Tegaskan Investasi Kesehatan Penting Membantuk Generasi Sehat Dan Berdaya Saing

TANGERANG, lensafokus.id -- Sekretaris Daerah(Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja membuka Seminar Kesehatan dengan tema Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61. Acara yang diikuti oleh sekitar 150 remaja tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Rabu (19/11/25)

Dalam sambutannya, Sekda Soma menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang secara serius berinvestasi besar untuk menciptakan generasi yang unggul, tangguh, serta berdaya saing, melalui berbagai program pendidikan dan kesehatan

“Pemkab Tangerang tengah berinvestasi untuk masa depan, melalui APBD sekitar 2 triliun untuk pendidikan dan 2 triliun untuk kesehatan. Ini menunjukkan keseriusan pemkab dalam mempersiapkan penerus estafet kepemimpinan nantinya,” ujar Soma

Ia juga mengatakan bahwa remaja adalah pilar sekaligus pewaris masa depan. Untuk itu mereka harus dipersiapkan, baik fisik dan mental maupun sosial serta spiritualnya mulai saat ini.

"Mereka akan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak kemajuan bangsa. Karena itu, mereka perlu tumbuh di lingkungan yang sehat, mendapatkan gizi memadai, serta memiliki literasi kesehatan, baik fisik maupun mental dan spiritual, sosial yang dimulai sejak usia dini," jelasnya.

Lanjut dia, seminar gizi tersebut juga bisa menjadi salah satu bentuk investasi kesehatan yang sangat penting bagi remaja agar mereka semua bisa menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan yang benar-benar siap, tangguh, unggul dan berdaya saing tinggi.

“Pemimpin itu diciptakan, bukan datang tiba-tiba. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Jadilah, kalian menempuh pendidikan hingga sarjana, bahkan jika bisa hingga doktor. Tidak boleh ada anak Kabupaten Tangerang yang tertinggal sekolahnya,” serunya kepada seluruh peserta

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan literasi gizi dan kesadaran hidup sehat pada kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa acara ini membawa semangat HKN 2025 untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

“Seminar gizi ini berfungsi meningkatkan pengetahuan remaja terkait pentingnya gaya hidup sehat. ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’, itulah tema besar yang kami dorong agar berdampak pada terciptanya Generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Hendra.

Dalam seminar tersebut, hadir narasumber berpengalaman, Dr. Mury Kiswari, yang juga merupakan Kepala Program Studi Gizi Universitas Esa Unggul. Ia memaparkan berbagai materi mengenai pentingnya gizi seimbang, pola makan yang benar, serta dampaknya pada produktivitas dan perkembangan remaja. Para peserta tampak antusias menyimak paparan yang disampaikan secara interaktif.

Pihaknya berharap melalui kegiatan seminar kesehatan tersebut para peserta memperoleh pengetahuan dan motivasi dalam menerapkan pola hidup sehat aktif dan mampu menginspirasi remaja lainnya.

"Setelah kegiatan ini, kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan dan motivasi yang cukup baik untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif guna membentuk generasi yang kuat cerdas dan berdaya saing tinggi serta dapat menjadi contoh teladan bagi teman-teman remaja lainnya," pungkasnya

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan PKK, DWP, PMI, PMR, Forum Paskibra, Forum Ketua OSIS, serta siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang.

Kehadiran berbagai elemen ini memperkuat komitmen Pemkab Tangerang dalam membangun generasi muda lebih sehat, cerdas, dan siap berkontribusi bagi masa depan daerah maupun bangsa. (Red)

Siaga Cuaca Ekstrem, Pemkab Tangerang Gelar Rapat Darurat

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar rapat inovasi darurat bersama seluruh unsur Forkopimda yang dipimpin langsung Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Selasa (18/11/2025).

Agenda ini dilakukan guna mempersiapkan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi menghadapi cuaca ekstrem akhir tahun 2025

Seluruh unsur Forkopimda, camat, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), DLHK Kabupaten Tangerang, hingga Balai Besar MKG Wilayah 2 hadir pada Rakor yang membahas langkah-langkah penanganan, termasuk pembersihan saluran udara, mitigasi banjir, penyeragamkan persepsi dan hingga kesiapan lokasi bantuan.

Dalam Rakor tersebut, Bupati Maesyal Rasyid meminta seluruh pimpinan daerah beserta perangkatnya segera melakukan antisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang berpotensi terjadi lebih sering tahun ini. Tercatat ada 19 kecamatan yang masuk kategori rawan saat hujan lebat dengan durasi panjang.

“Ini kegiatan rutin setiap memasuki musim penghujan maupun kemarau. Kita melakukan konsolidasi, persiapan, sekaligus menyusun program antisipasi bencana,” kata Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan salah satu langkah antisipasi awal yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan para camat untuk menggerakkan kerja bakti rutin setiap hari Jumat. Langkah ini juga sebagai upaya preventif menghadapi intensitas hujan yang semakin sering dan tinggi

“Para camat mohon bisa menghimbau warganya untuk kerja bakti setiap hari Jum'at. Tempat bantuan juga sudah kami siapkan untuk wilayah-wilayah yang biasa terdampak banjir,” imbuhnya.

Selain banjir, pemerintah daerah juga melakukan pemetaan titik rawan longsor dan bencana hidrometeorologi lainnya. Bupati Maesyal pun menekankan agar seluruh wilayah, baik utara maupun selatan, bersiaga karena hujan sudah mulai merata di seluruh kabupaten.

“Artinya kami melihat dari sisi komprehensif. Semua wilayah harus siap, para camat dan OPD terkait sudah kami minta meningkatkan kesiagaan,” terangnyal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Meteorologi dan Klimatologi, MKG Wilayah II, Ana Oktavia Sejawati menjelaskan bahwa pola iklim tahun ini cukup berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Musim kemarau 2025 berlangsung singkat, sementara hujan datang lebih cepat, khususnya di bagian selatan Kabupaten Tangerang dibandingkan pasaamzññ tahun sebelumnya,” jelasnya.

Ana menekankan bahwa fase peralihan seperti saat ini justru menjadi periode paling rawan. Potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, hingga konsentrasi lebih besar terjadi sebelum musim hujan penuh berlangsung.

Lebih lanjut, memproyeksikan puncak musim hujan akan terjadi pada Februari 2026, dengan kemungkinan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan bencana. Untuk itu, menunda juga para pemangku kebijakan daerah dapat menjadikan informasi BMKG sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, dan pemerintah daerah menggunakan informasi ini sebagai dasar kebijakan pengurangan risiko bencana,” tutupnya. (Red)

Page 22 of 242
Go to top