TANGERANG, lensafokus.id – Maraknya pemberitaan sejumlah media online terkait dugaan praktik prostitusi di wilayah Kecamatan Solear mendapat perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang. Lokasi yang disorot berada di beberapa titik sepanjang jalan menuju kawasan Podomoro, tepatnya di Kampung Cibayan, depan Puri Delta hingga area gardu, yang disinyalir menjadi tempat perbuatan asusila.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Kabupaten Tangerang yang dipimpin langsung Bidang Penegakan Perda (Gakda) melalui Satuan Tugas Bina Investigasi (Satibi/PPNS), bersama unsur Trantib Kecamatan Solear, Babinsa, serta personel Kodim Tigaraksa, menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (5/1/2026).

“Sidak hari ini masih sebatas pendataan. Nantinya pihak yang diduga sebagai penyedia lapak akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Satibi di sela kegiatan.
Dalam sidak tersebut, tim gabungan menyisir sejumlah titik yang dicurigai. Di salah satu lokasi berupa bangunan menyerupai warung, petugas menemukan sedikitnya lima kamar yang berada di bagian belakang. Namun demikian, tidak ditemukan adanya pelaku praktik prostitusi di tempat kejadian perkara (TKP) saat pemeriksaan berlangsung.
Petugas menyayangkan hasil sidak yang dinilai belum maksimal. Pasalnya, saat dilakukan penggeledahan, seluruh lokasi dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Dari pantauan di lapangan, bangunan-bangunan tersebut tampak seperti warung kopi biasa. Namun di bagian belakang terdapat kamar-kamar yang disekat, yang kuat dugaan disiapkan untuk transaksi prostitusi online yang beroperasi pada malam hari.
Babinsa 1 Kecamatan Cikasungka, D. Sukendar, menegaskan pentingnya keterbukaan para pedagang terhadap aparat kewilayahan guna menjaga ketertiban umum. Ia juga mengingatkan potensi bahaya lain yang dikhawatirkan menyertai praktik tersebut.
“Kami mendorong transparansi dan kerja sama dari masyarakat serta pelaku usaha. Jangan sampai wilayah Solear dicap buruk karena adanya dugaan prostitusi dan potensi peredaran narkoba yang meresahkan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Ikbal, warga Kecamatan Solear sekaligus aktivis dari Lembaga Wadah Aspirasi Rakyat (WAR), menyebut dugaan aktivitas prostitusi di dua titik tersebut sudah menjadi rahasia umum.
“Pada tahun sebelumnya juga pernah dilakukan sidak, tapi hasilnya nihil. Tidak ada penertiban signifikan terhadap bangunan liar. Akibatnya, citra Kecamatan Solear menjadi buruk karena aktivitas yang cenderung menyimpang,” ujarnya.
Ikbal juga mendesak agar pemerintah kecamatan, Satpol PP Kabupaten Tangerang, serta instansi terkait bertindak lebih tegas dan tidak setengah-setengah.
“Kami meminta sidak dilakukan pada malam hari. Kalau siang hari jelas kosong, bahkan bisa saja informasinya sudah bocor. Polanya selalu sama, sidak, pendataan, lalu tidak ada hasil nyata. Jangan sampai penegakan aturan terkesan melempem,” pungkasnya.
Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga nama baik wilayah Kecamatan Solear dari kabar-kabar negatif yang dapat mencoreng citra daerah. (Rosmala)
