Banten

Banten (6088)

TANGERANG KOTA, lensafokus.id – Penasehat Hukum bersama Dewan Pembina Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPD Provinsi Banten, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang Selatan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan, pada Selasa (14/10/2025).

Laporan tersebut disampaikan langsung di Kantor Kejari Tangsel, Jalan Veteran, Kota Tangerang, dan diterima oleh bagian Tata Usaha Kejaksaan. Usai melapor, Penasehat Hukum GWI, M. Aqil B, SH, didampingi Dewan Pembina GWI, menjadi pusat perhatian awak media yang telah menunggu di lokasi untuk melakukan konfirmasi.

Dalam keterangannya, Aqil B, SH membenarkan bahwa pihaknya datang ke Kejari untuk menyerahkan laporan resmi terkait dugaan korupsi dana APBD Tahun 2022–2023 yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan.

“Benar, kami melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di tiga OPD tersebut. Di antaranya terkait penggelembungan jumlah tenaga non-ASN serta kegiatan fiktif pada belanja perawatan gedung sekolah,” ujar Aqil kepada wartawan.

Menurut Aqil, di Dinas Lingkungan Hidup tahun anggaran 2023 terdapat penyimpangan pada pemberian honorarium tenaga non-ASN sebanyak 1.215 orang dengan nilai pagu mencapai Rp65,6 miliar. Namun, berdasarkan hasil penghitungan, potensi kebocoran keuangan negara ditaksir mencapai Rp21,8 miliar.

Selain itu, ditemukan pula dugaan penyimpangan dana kompensasi dampak negatif sampah senilai Rp20,4 miliar yang seharusnya diberikan kepada 600 kepala keluarga di beberapa kampung di wilayah Tangsel. Dari anggaran tersebut, GWI menduga telah terjadi korupsi sebesar Rp16 miliar.

Lebih lanjut, Aqil membeberkan bahwa dugaan korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan terjadi pada program honorarium tenaga guru dan pegawai non-ASN tahun 2023 dengan total anggaran Rp79,7 miliar.

Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), jumlah tenaga non-ASN sebanyak 2.066 orang, sedangkan versi Disdikbud tercatat 2.480 orang, terdapat selisih 414 orang yang dianggap tidak jelas statusnya.

Dugaan mark-up honorarium tenaga non-ASN ini diperkirakan merugikan keuangan negara sekitar Rp10,1 miliar. Selain itu, terdapat juga dugaan penyimpangan dana insentif guru dan kepala sekolah swasta sebesar Rp2,2 miliar.

“Bahkan, pada tahun 2022, kegiatan pemeliharaan gedung SD dan SMP dilakukan ganda. Pihak Disdikbud melaksanakan program yang sama dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Bangunan, yang berpotensi menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,8 miliar,” ungkap Aqil.

Sementara untuk Dinas Kesehatan, dugaan penyimpangan terjadi pada tahun 2022 dalam pemberian honorarium tenaga non-ASN. Berdasarkan data, jumlah tenaga non-ASN versi BKPSDM hanya 1.700 orang, namun dalam laporan Dinkes tercatat 2.693 orang, sehingga terdapat selisih 993 orang fiktif.

Anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp27,7 miliar, terdiri dari beberapa bidang, antara lain Bidang Pelayanan BLUD sebesar Rp23,7 miliar, serta bidang layanan kesehatan lainnya. Potensi kerugian negara dari selisih tenaga non-ASN tersebut diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Sebelum laporan resmi diajukan ke Kejari, pihak GWI mengaku telah melakukan konfirmasi ke tiga OPD terkait, namun hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang memberikan tanggapan, itupun dinilai tidak memuaskan.

“Kami sudah berupaya konfirmasi, namun sebagian besar enggan ditemui. Disdikbud pun terkesan melempar tanggung jawab ke Dinas Cipta Karya. Karena itulah, kami membawa kasus ini ke ranah hukum,” tegas Aqil.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan dikabarkan menyambut baik langkah yang diambil GWI. Aqil optimistis laporan ini akan diproses secara profesional.

“Kami yakin Kejari Tangerang Selatan akan menangani laporan ini dengan profesional. Jadi kami tidak ragu, tinggal menunggu tindak lanjut proses hukumnya,” tutup Aqil sembari meninggalkan gedung Kejari menuju kantor DPD GWI di Kota Tangerang. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Perikanan (Diskan) menggelar Final Lomba Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Klompencapir) Nelayan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025 di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini juga turut memeriahkan HUT ke-393 Kabupaten Tangerang dan sebagai momentum memperkuat semangat membangun daerah pesisir yang mandiri dan berdaya saing.

Dalam Perayaannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Klompencapir Nelayan bukan hanya sekedar ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan solidaritas antar-nelayan.

“Tanganan sektor perikanan saat ini sangat beragam, mulai dari perubahan cuaca hingga pemanfaatan teknologi modern dalam penangkapan ikan. Maka dari itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menekankan bahwa kegiatan seperti Klompencapir dapat menjadi langkah nyata menjawab tantangan tersebut dengan cara yang membangun dan menyenangkan.

“Melalui ajang ini, kita tidak hanya menggelar lomba adu pengetahuan dan ketangkasan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkuat daya saing nelayan di era modern,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Dinas Perikanan, para panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi.

“Saya bangga dengan dedikasi dan semangat belajar para nelayan Kabupaten Tangerang. Bertandinglah dengan jujur dan sportif, jadikan lomba ini sebagai ajang silaturahmi dan pembelajaran bersama,” pesannya.

Adapun hasil lomba tahun ini menobatkan Kelompok Samudra Nelayan dari Kecamatan Kronjo sebagai Juara 1, disusul Kelompok Sinar Laut Sukawali dari Teluknaga sebagai Juara 2 sekaligus Kelompok Terbaik, dan Kelompok Mina Baru Jaya Bahari dari Kecamatan Pakuhaji sebagai Juara 3.

Bupati berharap, kegiatan Klompencapir Nelayan dapat membawa manfaat besar bagi pengembangan sektor perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Tangerang.

“Semoga kegiatan ini mempererat kebersamaan nelayan serta menjadi bagian dari langkah besar mewujudkan Kabupaten Tangerang yang Gemilang, Berdaya Saing, dan Sejahtera untuk Semua,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid melepas 9 orang peserta pemagangan ke Jepang dan 16 orang peserta pelatihan bahasa Jepang di Ruang Rapat Wareng Gedung Kantor Bupati Tangerang, Selasa (14/10/25).

Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program pemagangan ke Jepang tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Tenaga Kerja dengan Yayasan Dewa Aksara Nusantara. Ia menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yang akan berangkat ke Jepang maupun yang akan menjalani pelatihan di ISO Depok.

“Saya bangga kepada anak-anak muda Tangerang yang berani meraih mimpi hingga ke luar negeri. Jaga semangat, disiplin, serta tunjukkan karakter baik di negeri orang,” ujar Bupati Maesyal.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama internasional dan membuka akses kerja serta pendidikan bagi masyarakat. Selain Jepang, Pemkab Tangerang juga telah memberangkatkan penerima beasiswa kuliah ke berbagai negara seperti Mesir, Swiss, dan Jerman, baik melalui program beasiswa maupun praktik kerja lapangan.

“Melalui program ini, diharapkan para peserta yang kembali dari luar negeri dapat menjadi contoh, dapat ikut berkontribusi dalam membangun daerah serta menginspirasi generasi muda lainnya,” jelasnya

Dirinya juga berpesan kepada seluruh peserta agar selalu menjaga ibadahnya, menghormati budaya setempat, dan menjunjung tinggi nama baik Kabupaten Tangerang.

“Kalian adalah duta Kabupaten Tangerang di Jepang. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, raih pengalaman, dan pulanglah sebagai kebanggaan bagi daerah,” imbuhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa pelepasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Sejak kerja sama dimulai pada tahun 2023, sebanyak 71 peserta telah mengikuti pelatihan bahasa Jepang, di mana 35 orang di antaranya sudah bekerja di Jepang dan 58 peserta lainnya tengah dalam proses pemberangkatan secara bertahap,” ungkap Rudi Lesmana.

Pihaknya juga menandaskan bahwa dengan adanya program tersebut, pemerintah memastikan seluruh peserta diberangkatkan secara legal dan terlindungi.

"Selama ini masih banyak masyarakat yang berangkat ke luar negeri secara ilegal. Melalui kerja sama yang resmi ini pemerintah memastikan seluruh peserta diberangkatkan secara legal dan dilindungi," tandasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meninjau rumah hasil program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan menyerahkan bantuan berupa kasur dan sembako kepada ibu Maesarah, salah satu warga Desa Cirumpak, Kec. Kronjo, Selasa (14/10/25)

"Hari ini, saya bersama pak Camat Kecamata Kronjo berkunjung ke rumah ibu Maesarah di Desa Cirumpak. Alhamdulillah rumahnya sudah selesai dibangun yang sebelumnya rumahnya ini sangat tidak layak huni," ujar Wabup Intan

Dia juga sangat mengapresiasi pihak Kecamatan Kronjo dan Pemerintah Desa Cirumpak yang aktif dan menindaklanjuti langsung laporan masyarakat. Pihak kecamatan mengecek langsung lokasi dan memastikan langkah-langkah solusi yang harus dilakukan

"Terima kasih kepada pak camat dan seluruh jajaranya serta pemerintah desa Cirumpak yang telah bergotong royong membangun rumah Ibu Maesarah. Kita berikan bantuan berupa sembako dan juga tempat tidur supaya Ibu Maesarah dalam kondisi sakitnya ini bisa nyaman tidur di rumah," ucapnya

Pihaknya juga kembali menegaskan bahwa program bedah RTLH yang telah digulirkan sejak beberapa tahun yang lalu telah banyak dirasakan manfaatnya. Dirinya pun memohon dukungan masyarakat termasuk pihak swasta agar program bedah RTLH ini terus berlanjut dan bertambah targetnya setiap tahun.

"Mohon dukungannya agar program RTLH ini terus berlanjut dan bertambah cakupannya. Mudah-mudahan program RTLH Kabupaten Tangerang ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Perusahaan Daerah (Perumda) di Kabupaten Tangerang agar memperkuat kerja sama dengan Baznas Kabupaten Tangerang dalam pengeolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS)

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara penyerahan santuan Baznas kepada 393 anak yatim dalam rangka HUT ke-393 Kabupaten Tangerang di Kantor Baznas Islamic Center, Citra Raya, Selasa, (14/10/25)

“Kami akan terus mendorong BUMD dan Perumda yang kami miliki untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi dengan Baznas kabupaten agar pengelolaan ZIS semakin maksimal dan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Baznas Kabupaten Tangerang yang terus berinovasi dan konsisten bersinergi bersama pemerintah membangun daerah. Program yang dilakukan Baznas seperti: bedah rumah, bantuan modal usaha, santuan anak yatim sampai dengan program beasiswa sangat selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah.

“Kiprahnya sudah banyak membantu program pemda dan banyak membantu masyarakat. Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Baznas beserta seluruh jajarannya yang terus konsisten bersama pemerintah membangun daerah. Dalam rangka HUT kabupaten ini, Baznas juga berbagi dengan 393 anak yatim,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid juga berdialog dan memberikan semangat kepada para anak yatim agar mereka tidak perlu merasa malu akan keterbatasan yang dimiliki dan cepat putus harapan.

"Jangan putus asa, harus terus semangat ya. Semangat sekolah, rajin belajar, sholat dan pintar, jangan sampai putus sekolah. Adik-adik nanti adalah calon pemimpin di masa yang akan datang," serunya.

Di Akhir Perayaannya, beliau mengajak semua agar terus mendukung program- program pemerintah yang dijalankan dan mendoakan Kabupaten Tangerang agar semakin maju, sejahtera dan berdaya saing. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri sekaligus menutup kegiatan Puncak Penghargaan Lomba Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Terbaik Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025 yang digelar di Joglo Ardes, Tigaraksa, Selasa (14/10/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan bahwa keberadaan LPM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Lumbung pangan ini harus menjadi sumber daya yang berputar dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah hanya berperan memfasilitasi, sementara masyarakat desa melalui LPM-lah yang menjadi motor penggeraknya,” jelas Bupati Maesyal Rasyid.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa untuk memperkuat ekonomi berbasis pangan. Ia mencontohkan keberhasilan kelompok tani di Kecamatan Sukamulya yang berhasil meningkatkan pendapatan melalui penanaman jagung hibrida dan jagung burung yang bernilai jual tinggi.

“Kita ingin masyarakat desa bangga dan tidak perlu ke kota mencari pekerjaan. Semua potensi yang ada di desa harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, H. Saifullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang pemenuhannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, sistem cadangan pangan nasional dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu Cadangan Pangan Pemerintah (Pusat), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dan Cadangan Pangan Masyarakat. Pilar terakhir inilah yang dikelola melalui kelembagaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

“Kehadiran lumbung di setiap desa sangat penting karena selain menjamin ketersediaan pangan lokal, juga memperkuat kelembagaan masyarakat serta mendukung tercapainya kemandirian pangan di tingkat desa,” jelas Saifullah.

Kegiatan lomba yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 diikuti oleh 26 kelompok LPM dari total 84 kelompok yang ada di Kabupaten Tangerang. Proses seleksi dimulai dari sosialisasi, pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian lapangan, hingga rapat pleno penetapan pemenang.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Abdul Munir mengatakan lomba tersebut bertujuan memperkuat peran LPM sebagai pilar ketahanan pangan di tingkat komunitas dan menjadi ajang pembelajaran bagi kelompok lain dalam mengelola cadangan pangan secara efektif dan berkelanjutan.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi momentum memperkuat semangat kebersamaan, inovasi, dan kemandirian kelompok dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Berikut daftar pemenang Lomba Pengelolaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Terbaik Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2025:

1. Juara I: LPM Karya Jaya, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka

2. Juara II: LPM Dengkul Jaya, Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja

3. Juara III: LPM Melati, Desa Margamulya, Kecamatan Mauk

4. Harapan I: LPM Sodong Pulo, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa

5. Harapan II: LPM Pakuhaji Kulon, Desa Pakualam, Kecamatan Pakuhaji

6. Harapan III: LPM Karoya Sejahtera, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka

Para pemenang mendapatkan piala penghargaan dan uang pembinaan, masing-masing:

Juara I: Rp10.000.000

Juara II: Rp7.000.000

Juara III: Rp4.000.000

Harapan I: Rp2.000.000

Harapan II: Rp1.500.000

Harapan III: Rp1.000.000

(Red)

Page 48 of 609
Go to top