Banten

Banten (7137)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka kegiatan Kemah Bakti Pelajar Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang. Kegiatan diikuti Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tangerang dan digelar di GSG Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Curug, Rabu (24/06/26)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Berbagai pengaruh negatif dapat dengan mudah masuk melalui berbagai platform media digital. Untuk itu diperlukan penguatan karakter dan ketahanan mental sejak usia sekolah agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya dan melupakan nilai-nilai luhur idiologi bangsa

“Anak-anak muda saat ini hidup di era digital yang penuh tantangan. Karena itu, penting bagi kita untuk terus memperkuat karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta membangun mental yang tangguh agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif,” ungkap Wabup Intan.

Menurut dia, Kemah Bakti Pelajar merupakan sarana penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi. Generasi muda merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan daerah dan negara, sehingga pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan harus terus diperkuat melalui berbagai kegiatan positif.

“Kegiatan pembinaan kepemudaan ke depan harus terus diperkuat, dengan melibatkan berbagai pihak, seperti psikolog pendidikan, tenaga kesehatan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN), guna memberikan edukasi yang lebih komprehensif mengenai berbagai isu yang dihadapi remaja saat ini,” ujarnya

Dia menandaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dan kemampuan menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Untuk itu, para pelajar harus mampu menyikapi setiap tantangan dengan bijak, lebih terbuka dan tidak cepat mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Setiap orang pasti menghadapi tantangan dan kesulitan. Karena itu, jangan pernah ragu untuk bercerita kepada orang tua, guru, teman maupun pihak yang dapat membantu ketika menghadapi masalah,” tandasnya.

Selain itu, Wabup Intan juga mengajak para peserta untuk melestarikan permainan tradisional dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai secara berlebihan. Menurutnya, aktivitas fisik dan permainan tradisional dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kerja sama, sportivitas, kreativitas, dan interaksi sosial antarpelajar.

“Kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antar pelajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, bertukar pengalaman, membangun jejaring pertemanan, dan mengembangkan potensi diri,” imbuhnya.

Dia berharap kegiatan Kemah Bakti Pelajar tersebut bisa menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Peserta akan mendapatkan berbagai materi dan pengalaman yang bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, kepemimpinan, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan jadikan pengalaman yang didapat sebagai bekal untuk menjadi generasi yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mudah-mudahan tahun depan jumlahnya dapat bertambah sehingga semakin banyak generasi muda Kabupaten Tangerang yang mendapatkan pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan,” harapnya

Menutup arahannya, dia juga memberikan pesan dan dorongan semangat kepada seluruh peserta untuk terus belajar, berkarya dan berprestasi. Mampu menjaga nama baik, keluarga sekolah dan menginspirasi sesama serta lingkungannya untuk maju lebih baik lagi.

“Teruslah belajar, berkarya, dan berprestasi. Jadilah generasi muda yang membanggakan orang tua, sekolah, daerah, serta bangsa Indonesia. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa Kabupaten Tangerang dan Indonesia menjadi lebih maju,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan peletakan batu pertama pembangunan perluasan Maqbaroh Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (24/6/26).

Pembangunan perluasan Maqbaroh Kasepuhan Al-Istiqlaliyyah diharapkan dapat mendukung kenyamanan para peziarah sekaligus memperkuat peran kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata religi yang menjadi kebanggaan Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa keberadaan kawasan Maqbaroh Al-Istiqlaliyyah tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga sebuah potensi menjadi destinasi wisata religi yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Di sini ada wisata religi, sekaligus dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner hingga usaha-usaha lainnya. Dengan demikian, keberadaannya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga sekitar," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjut dia, perluasan area maqbaroh diharapkan dapat memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para peziarah yang datang untuk mendoakan para ulama dan sesepuh, di antaranya Almarhum Abah Sepuh Dimyati dan Almarhum Abah Sepuh Uci Turtusi.

Ia juga mengucapkan syukur dan apresiasinya atas inisiatif dan semangat kebersamaan dari pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah beserta seluruh jamaah yang bergotong royong mendukung percepatan pembangunan kawasan maqbaroh tersebut

"Apresiasi kepada seluruh pimpinan, para santri Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah dan jamaah, alhamdulillah akhirnya pembangunan ini dapat dimulai, tujuannya juga mulia agar masyarakat Kabupaten Tangerang maupun dari luar daerah yang datang untuk berziarah dapat melaksanakannya dengan aman dan nyaman," ujarnya

Pihaknya juga mengajak semua yang hadir untuk mendukung dan mendoakan agar pembangunan pembangunan pelataran atau perluasan area maqbaroh dapat berjalan lancar dan dapat diselesaikan pada waktunya

"Mari kita dukung dan doakan bersama, mudah-mudahan pembangunan pelataran maqbaroh ini berjalan lancar dan segera selesai sehingga mampu mengakomodasi dan menerima para peziarah dengan lebih baik dan nyaman," imbuhnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan amal ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Pengajian Akbar Tingkat Kabupaten Tangerang, di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (24/6/26).

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Pengajian Akbar tersebut diisi ceramah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fudholi dan dihadir pula pada acara tersebut, jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, para Kepala OPD, para pegawai dan masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Momentum pergantian tahun hijriah hendaknya tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi sarana introspeksi dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.

"Tahun Baru Islam selalu menjadi pengingat bagi kita tentang makna hijrah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam keimanan, akhlak, cara berpikir maupun dalam menjalankan amanah yang diberikan kepada kita," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia pun mengajak seluruh pegawai dan masyarakat menjadikan Muharam sebagai titik awal untuk meningkatkan amal ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan semangat pengabdian dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang.

"Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat hijrah, semangat memperbaiki diri, semangat melayani dengan lebih baik, serta semangat untuk terus berbuat kebaikan bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat

"Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, saya juga ingin mengajak kita semua untuk semakin peduli terhadap sesama, memperkuat rasa empati, saling membantu, saling menguatkan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.

Selain diisi dengan pengajian akbar, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian dan implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan cinta kepada sesama. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Asisten Bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Firzada Mahalli menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta orientasi yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta orientasi yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Menurut dia, para peserta merupakan insan terpilih yang telah melalui proses seleksi dan kini dipercaya untuk turut mengemban amanah pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Firzada menegaskan bahwa orientasi PPPK merupakan tahapan penting untuk memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, hak, kewajiban, serta nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga momentum untuk membangun karakter ASN yang profesional, berintegritas, berorientasi pelayanan, adaptif, akuntabel, serta mampu bekerja secara kolaboratif.

“Sebagai PPPK, Saudara dituntut untuk mampu menunjukkan kinerja terbaik, disiplin dalam bekerja, serta senantiasa menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Seorang ASN juga harus mampu memegang rahasia yang menurut sifatnya harus dirahasiakan, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh peserta orientasi diharapkan dapat memahami visi pembangunan daerah serta menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang siap memberikan solusi.

“Pahami visi pembangunan daerah dan jadilah pelayan masyarakat yang siap memberikan solusi, bukan menambah persoalan,” katanya.

Firzada juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan orientasi sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. Selain memperluas wawasan, para peserta diharapkan dapat membangun jejaring kerja yang baik serta menanamkan semangat pengabdian sejak dini.

Ia berpesan agar seluruh PPPK senantiasa menjaga nama baik institusi, memegang teguh nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai core values ASN, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan humanis kepada masyarakat.

“Jadilah aparatur yang tidak hanya bekerja karena tugas, tetapi juga mengabdi dengan hati. Kehadiran Saudara sebagai PPPK harus mampu menghadirkan perubahan positif, memperkuat kualitas pelayanan publik, dan menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Kabupaten Tangerang yang semakin sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan orientasi tersebut diikuti oleh 186 PPPK Tahap II Tahun 2026 dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai ASN sekaligus meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Usaha Keripik Baby Crab yang dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan Peralatan Usaha bagi masyarakat pelaku usaha mikro. Selasa (23/06/2026).

Kegiatan pemberdayaan ekonomi ini dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Sukadiri dan diikuti oleh 65 peserta berasal dari dua wilayah, yakni 50 peserta dari Kecamatan Sukadiri dan 15 peserta dari Kecamatan Mauk.

Acara tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Dalam arahannya, Bupati Tangerang menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah memiliki komitmen serta tanggung jawab penuh dalam mendorong peningkatan taraf hidup, produktivitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat pelaku usaha.

"Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang bersama dengan PKK Kabupaten Tangerang punya tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, meningkatkan pendapatan, meningkatkan aktivitas, serta meningkatkan usaha masyarakatnya. Tujuannya adalah supaya masyarakat kita bisa mandiri," ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan capaian positif indikator ekonomi daerah yang berhasil tumbuh signifikan di atas rata-rata berkat kontribusi aktif dari sektor usaha mikro di lapangan.

"Alhamdulillah, saat ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang mencapai 5,67 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten maupun capaian di tingkat Nasional," ungkapnya.

Kepala Diskum, Anna Ratna Maemunah, dalam laporannya ia menyampaikan bahwa program ini didesain secara terintegrasi untuk menyentuh aspek peningkatan kompetensi sekaligus fasilitasi sarana produksi.

"Maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan kepada masyarakat, serta memperkuat kapasitas usaha mikro melalui dukungan sarana usaha yang memadai," jelas Anna.

Sebanyak 50 peserta pelatihan mendapatkan bantuan berupa paket kompor dua tungku beserta regulator dan mixer, dan 15 peserta pelatihan lainnya menerima bantuan booth UMKM portable.

Sesi edukasi dan praktik pengolahan Baby Crab ini dipandu langsung oleh narasumber praktisi, Dewi Fatimah, selaku Owner PT. Dewi Bahari Indonesia (Dewi Home Crab).

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap kapasitas komparatif produk daerah terus meningkat, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, serta mampu menekan angka pengangguran secara berkala.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, Dansatradar 211 Tanjung Kait, Camat Sukadiri, Sekretaris Kecamatan Mauk, serta para kepala desa dan lurah di wilayah Kecamatan Sukadiri dan Kecamatan Mauk. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - SDN Cempaka 3 di Desa Cempaka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, semakin diminati masyarakat. Jumlah pendaftar terus bertambah setiap tahunnya sebagai bukti kepercayaan warga terhadap kinerja sekolah. Namun, tingginya minat ini tidak diimbangi dengan kondisi sarana belajar yang memadai.

Saat ini beberapa ruang kelas sekolah, yang kondisinya sudah tua dan sebagian dinilai kurang layak digunakan. Terdapat kerusakan bisa terlihat pada atap, jendela, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.

Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran untuk perawatan dan perbaikan. Dana yang tersedia harus dikelola secara ketat mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berlaku. Aturan ini membatasi jenis pekerjaan dan besaran biaya yang dapat digunakan, sehingga tidak cukup untuk menangani perbaikan menyeluruh pada ruang kelas yang sudah rusak.

Meskipun menghadapi keterbatasan tersebut, SDN Cempaka 3 telah melaksanakan program Sekolah Ramah Anak dan lingkungan serta sekolah ketahanan pangan Sekolah terus berusaha menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersahabat, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.

Kepala Sekolah, Bai Sapinah, SPd, menjelaskan kondisi tersebut “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kondisi sekolah. Namun kalaupun ingin melakukan perbaikan, anggaran perawatan juga terbatas karena harus sesuai dengan Juknis BOS yang berlaku. Dana BOS lebih ditujukan untuk operasional harian, belanja modal dan belanja lainnya yg sesuai dengan standar pendidikan nasional dan perawatan ringan bukan untuk perbaikan besar atau pembangunan ruang baru.”

Ia menambahkan, jika kondisi ini tidak segera mendapat perhatian, sekolah akan kesulitan mempertahankan kenyamanan belajar dan terpaksa membatasi penerimaan siswa baru ke depannya.

Berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan bantuan khusus di luar anggaran BOS, baik untuk perbaikan ruang kelas yang ada maupun penambahan ruang baru. Dengan demikian, program Sekolah Ramah Anakdan lingkungan serta sekolah ketahanan pangan dapat benar-benar didukung oleh fasilitas yang layak dan memadai. (Lingga)

Page 50 of 714
Go to top