Tangerang, lensafokus.id - Dalam mengoptimalkan media sosial serta memperbanyak literasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Evaluasi Media Sosial di Ruang Rapat Quantum Hall Gedung Smart Building, Rabu (16/4/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Lurah di Kabupaten Tangerang.
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kecamatan Jatiuwung menggelar acara Pelatihan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) dengan fokus pada pengembangan potensi ekonomi ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK. Rabu (16/4/2025). Acara yang berlangsung di Aula dan halaman Kecamatan Jatiuwung ini bertujuan untuk memberikan keterampilan memasak kepada para peserta, sehingga diharapkan dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Acara PKHP ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Walikota Tangerang, Ibu Hj. Rini Maryono beserta rombongan, Camat Jatiuwung, Edy, S.Sos, perwakilan dari Dinas DP3AP2KB, Ibu Ade, Sekretaris Camat Jatiuwung, Bapak Ade, Kepala Puskesmas Kecamatan Jatiuwung, Dr. Wien, serta narasumber ahli memasak, Chef Tony Loligo. Turut hadir pula para Lurah dari enam kelurahan di wilayah Jatiuwung, yakni Lurah Manis Jaya, Lurah Pasir Jaya, Lurah Gandasari, Lurah Jatake, Lurah Keroncong, dan Lurah Alam Jaya, serta Kasi Kemas Kecamatan, Samsul Rais. Peserta pelatihan terdiri dari ibu-ibu anggota PKK perwakilan dari setiap kelurahan, anggota PKHP, serta staf kecamatan dan kelurahan.

Dalam sambutannya, Camat Jatiuwung, Edy, menyampaikan bahwa program Pelatihan PKHP ini merupakan inisiatif yang tepat dan baik dari pemerintah daerah. Ia mendorong agar ibu-ibu PKK di Kecamatan Jatiuwung dapat menjadi lebih kreatif dan aktif dalam berbagai kegiatan, seperti pelatihan memasak yang sedang dilaksanakan. Edy juga mengajak para ibu untuk tidak lagi hanya berdiam diri di rumah, melainkan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar memasak dari ahlinya.
"Saya berharap para ibu-ibu PKK Kecamatan Jatiuwung harus lebih kreatif serta aktif dalam segala kegiatan seperti yang di adakan pada Acara PKHP saat ini. Jangan lagi berdiam diri di rumah, mari belajar masak memasak makanan yang akan di peragakan oleh Chef nantinya," ujar Camat Edy.
Lebih lanjut, Camat Edy berpesan kepada seluruh peserta agar dapat menyimak dan mencatat dengan baik materi pelatihan memasak yang akan disampaikan. Ia berharap ilmu yang didapatkan tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk menambah penghasilan keluarga.
"Tolong di simak dan di catat agar dapat menambah ilmu untuk kebutuhan dalam rumah tangga juga dapat menambah penghasilan nya. Saya sangat bangga sekali bahwa pada hari ini ada kegiatan masak memasak agar para ibu-ibu PKK dan ibu-ibu kader serta ibu-ibu yang hadir agar dapat menyimak apa yang di peragakan oleh Chef nantinya dan dapat dipahami serta mengerti untuk mendapat pengalaman dan menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari," katanya.
Di hadapan para peserta, Edy kembali mengingatkan pentingnya memahami dan menguasai teknik memasak yang akan dicontohkan oleh Chef Tony Loligo. Ia berharap para ibu dapat mempraktikkannya di rumah dan bahkan mengembangkan usaha kuliner rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
"Saya ingatkan agar dapat di pahami apa yang di contohkan tentang masak memasak oleh Chef agar dapat menambah ilmu dan penghasilan nantinya, dan bisa di praktek kan sendiri di rumah, sehingga ibu-ibu dapat berjualan di rumah yang dapat menunjang penghasilan dan kebutuhan keluarga," tutup Camat Edy.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang, Ibu Hj. Rini Maryono, menjelaskan bahwa kegiatan PKHP merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam pelaksanaan kesetaraan gender. Program ini sengaja dibentuk untuk memberdayakan ibu-ibu agar dapat berperan aktif dan memiliki kesempatan yang sama dengan para suami dalam menghasilkan pendapatan, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.
"PKHP itu kegiatan bukti kepedulian pemerintah daerah dalam pelaksanaan jender, dan ini yang sengaja di bentuk oleh Pemerintah agar ibu-ibu dapat berperan aktif sejajar dengan para suami yang bisa mendapatkan penghasilan dan dapat membantu keuangan Suami dalam Rumah Tangganya," terang Ibu Hj. Rini Maryono.
Lebih lanjut, Hj. Rini berharap melalui kegiatan PKHP ini, keterampilan memasak yang diperoleh dapat ditingkatkan menjadi sebuah usaha yang berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga.
"Lewat kegiatan PKHP ini nantinya juga dapat di tingkatkan menjadi usaha untuk membantu ekonomi keluarga," ujarnya.
Dalam penutup sambutannya, Hj. Rini Maryono menegaskan bahwa PKHP adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah yang dilakukan secara berkesinambungan untuk memberdayakan kaum perempuan agar dapat sejajar dengan para suami dalam mencari nafkah dan membantu perekonomian keluarga.
"PKHP ini merupakan bentuk keperdulian pemerintah Daerah yang di lakukan secara berkesinambungan untuk memberdayakan para perempuan agar bisa sejajar dengan para suami untuk mendapatkan penghasilan, yang dapat membantu ekonomi keluarga," pungkasnya.
Dengan adanya pelatihan PKHP ini, diharapkan para ibu-ibu di Kecamatan Jatiuwung dapat mengembangkan potensi diri dalam bidang kuliner, membuka peluang usaha baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi di tingkat kecamatan. Kehadiran Chef Tony Loligo sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan inspirasi dan teknik memasak yang praktis dan inovatif bagi para peserta. (Adv)
Tangerang, lensafokus.id - Perumahan Taman Cisoka Indah yang berada di Desa Jeungjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang menawarkan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat.
Dengan lokasi yang strategis, perumahan ini menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang mencari hunian yang ideal serta Perumahan Taman Cisoka Indah memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
1.Lokasi yang strategis
2.Desain rumah yang modern dan minimalis
3.Fasilitas keamanan yang lengkap
4.Taman yang luas dan hijau
5.Akses yang mudah ke fasilitas umum
Perumahan Taman Cisoka Indah menawarkan kemudahan pembayaran yang fleksibel, sehingga memudahkan Anda untuk memiliki hunian impian, untuk informasi lebih lanjut tentang Perumahan Taman Cisoka Indah, silahkan hubungi: Sarah 085697888742.
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian kepada para petani semangka. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penanaman perdana semangka oleh Bupati Tangerang sebagai simbol dimulainya program budidaya hortikultura semangka secara masif. Berlangsung di Tanjung Anom Kecamatan Mauk, Selasa (15/04/2025).
Program budidaya semangka ini mencakup luas lahan total 10 hektar, yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu:
• 5 hektare di Kecamatan Mauk
• 3 hektare di Kecamatan Kemiri
• 1 hektare di Kecamatan Kronjo
• 1 hektare di Kecamatan Teluknaga
Bantuan yang diberikan meliputi benih semangka unggul, pupuk kimia (NPK dan urea), pupuk organik, mulsa plastik, pompa air, serta dua unit kultivator masing-masing satu unit untuk Kecamatan Mauk dan Kemiri. Bantuan diserahkan secara merata kepada kelompok tani penerima manfaat untuk mendukung kelancaran budidaya semangka hingga masa panen.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Pemkab Tangerang terhadap program nasional ketahanan pangan yang menjadi bagian dari visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Tanpa intervensi dari pemerintah daerah, keberhasilan program pangan tidak akan maksimal. Maka dari itu, kami hadir mendampingi petani bersama stakeholder lainnya agar pertanian tetap kuat dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Kadis DPKP.
Salah satu penerima bantuan, Sape’i, petani asal Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom, turut menyampaikan rasa syukur dan harapannya.
“Alhamdulillah saya dapat bantuan sarana produksi pertanian. Bantuan ini berupa mesin traktor, kultivator, pupuk, bibit, mulsa, NPK, urea, dan pupuk organik. Harapan saya, bantuan ini akan saya manfaatkan semaksimal mungkin agar hasil tanam semangka bisa bagus, dan mudah-mudahan nanti Pak Bupati bisa hadir kembali saat panen. Ke depan, kami akan terus mengembangkan budidaya ini,” ujarnya dengan semangat.
Program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Berdasarkan analisa usaha tani, satu hektar lahan semangka dapat menghasilkan sekitar 6.000 buah dengan berat rata-rata 7 kg, dan harga jual sekitar Rp.4.000 per kg. Dengan demikian, omzet per hektar dapat mencapai Rp.168 juta. Jika seluruh 10 hektar berhasil, potensi perputaran ekonomi di wilayah penerima bisa mencapai Rp.1,68 miliar per musim tanam.
“Kami harap petani dapat menggunakan hasil panennya untuk melanjutkan usaha tani secara mandiri. Program ini harus bergulir dan berkembang. Semoga ke depan semakin luas dan berdampak besar bagi kesejahteraan petani,” tambah Kepala DPKP.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, Selasa (15/4/25).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut mengatakan, bantuan ini diberikan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya pengembangan budidaya hortikultura, khususnya tanaman semangka dan berbagai jenis sayuran, untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati menambahkan, budidaya semangka memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Untuk satu hektare, petani bisa menghasilkan sekitar 6.000 buah semangka dalam waktu sekitar 2,5 bulan. Dengan rata-rata berat 7 kg per buah dan harga jual Rp4.000/kg, potensi pendapatan bisa mencapai Rp168 juta perpanen. Setelah dikurangi ongkos produksi dan lain-lain, laba bersih yang bisa didapatkan petani bisa mencapai Rp120 juta.
"Program ini merupakan bagian dari lanjutan kebijakan nasional yang sejalan dengan arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dalam upaya memperkuat sektor pangan dan kesejahteraan masyarakat desa,"ujarnya.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi lintas sektor serta semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi dalam pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Pemkab Tangerang terus berupaya membantu para petani, tidak hanya memberikan bantuan bibit dan sarana peralatan pertanian, juga memberikan pendampingan, bimbingan dan pelatihan bagi para petani agar mereka bisa lebih maju.
"Pemerintah hadir tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga dorongan untuk perubahan pola pikir dan cara kerja yang lebih maju. Petani harus siap dengan teknologi, dengan sistem tanam yang efisien, dan yang paling penting, harus mau bekerja dan menanam. Insya Allah, hasilnya akan berlipat ganda," ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Tangerang akan menggandeng berbagi pihak untuk pemanfaatan lahan tidur agar bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif dan dapat memberikan nilai lebih kepada para petani penggarapnya.
"Diharapkan melalui program ini, lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan secara maksimal, serta menjadi sarana edukasi praktik pertanian modern. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan kelompok tani secara bertahap dan merata," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dialog dengan para pelaku usaha penggilingan padi dalam rangka stabilitasi harga dan penyerapan gabah di Kabupaten Tangerang, Selasa (15/4/2025).
Bupati Maesyal menuturkan keberadaan dan peran pihak swasta dalam mendukung ketahanan pangan sangat dibutuhkan salah satunya keberadaan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi yang berperan penting dalam penyerapan hasil panen petani.
"Keberadaan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi sangat dibutuhkan. RMU Karya Tani merupakan salah satu penggilingan padi modern di Kecamatan Mekar Baru yang sangat berperan penting dalam menyerap hasil panen petani," ucapnya saat di Penggilingan Padi Karya Tani, Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru.
Ia mengatakan keberadaan RMU tidak hanya sebagai fasilitas pengolahan, tetapi juga sebagai penghubung yang strategis antara petani dan pasar. RMU turut membantu menjaga nilai jual hasil pertanian dan mendukung stabilitas harga di pasar.
"Gabah yang diolah di RMU Karya Tani sebagian besar berasal dari para petani lokal, termasuk dari Kecamatan Mekar Baru dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara petani dan RMU dalam menciptakan ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan," tuturnya.
Pihaknya pun memberikan apresiasi kepada seluruh petani, kelompok tani (Gapoktan), dan pelaku usaha tani yang telah bekerja keras, bersinergi, dan berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang.
"Kabupaten Tangerang memiliki sebanyak 1.335 Kelompok Tani (Poktan) aktif dan kami berkomitmen penuh untuk terus mendampingi, membina, dan mendukung kelembagaan petani agar semakin mandiri, berdaya saing, dan sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno mengatakan terdapat sebanyak 411 unit Rice Milling Unit (RMU) yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.
"Sebanyak 411 unit RMU ini berperan aktif dalam proses penyerapan gabah. Kami terus berupaya bagaimana penggilingan padi bisa berperan aktif dalam pengendalian atau stabilitas penyerapan gabah," ujarnya.
Saat ini harga gabah di tingkat petani sekitar Rp6.500 perkilogram Gabah Kering Panen (GKP), sedangkan harga beras medium di pasar sekitar Rp12.500 perkilogram, dan beras premium di kisaran Rp14.000 perkilogram.
"Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan harga agar tetap menguntungkan bagi petani dan terjangkau bagi masyarakat," imbuhnya
DPKP juga terus berupaya agar sinergitas yang telah terbentuk antara pelaku usaha penggilingan petani, bulog dan juga para petani dapat terus menguat dan saling menguntungkan, sehingga nantinya dapat mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Tangerang. (Red)