Pandeglang, lensafokus.id - Kasus dugaan mark-up data siswa di PKBM Ahmad Dahlan, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, terus bergulir. Setelah warga sekitar menyoroti kejanggalan jumlah siswa yang tidak sesuai fakta di lapangan, kini praktisi hukum dan pengamat sosial Agus Ruhban Tabriwindarta turut memberikan tanggapan keras.
Menurut Agus, keberadaan PKBM sejatinya merupakan bagian dari upaya negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya putus sekolah. Namun, tujuan mulia itu dinilai tercoreng akibat adanya dugaan penyalahgunaan wewenang.
“PKBM singkatan dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar, ini merupakan bentuk pendidikan luar sekolah. Hal ini bagian dari upaya negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus mempermudah warga negara yang semula putus sekolah di tingkat SD, SLTP, maupun SLTA. Saya prihatin mendengar penyalahgunaan wewenang dari penyelenggaraan pendidikan ini dengan cara memalsukan data peserta siswa PKBM, yang tujuannya mencari keuntungan dari uang bantuan pemerintah,” tegas Agus, Senin (8/9/2025).
Lebih lanjut, Agus mengaku sudah lama mendengar adanya praktik nakal di sejumlah PKBM. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk segera melakukan penertiban dan pengawasan ketat.
“Saya meminta kepada Pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk menertibkan dan mengawasi PKBM-PKBM yang ada di Pandeglang. Saya juga meminta Kepolisian menindak pelaku PKBM yang menyalahgunakan kepercayaan dari tugas dan fungsi PKBM agar menjadi efek jera dan edukasi bagi PKBM lainnya,” ujarnya.
Agus menegaskan, praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan administratif, tetapi juga masuk ranah pidana.
“Itu merupakan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dan juga delik pemalsuan sebagaimana dimaksud Pasal 362 KUHP,” pungkasnya. (Cecep)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi dan meninjau langsung 2 rumah warga milik Ibu Sarnati di Desa Talok, dan rumah Ibu Zaenab di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Minggu (7/9/25).
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid Tangerang didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim), serta unsur Forkopimcam Kresek.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa hadir langsung melihat kondisi rumah milik Ibu Sarnati dan Ibu Zaenab. Keduanya memang sudah sangat layak untuk segera diperbaiki. Besok insyaAllah sudah mulai dilakukan rehab agar rumah yang ditempati menjadi lebih sehat dan layak huni,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia mengungkapkan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Tangerang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setiap tahunnya, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sejak beberapa tahun lalu, kita terus berupaya agar rumah-rumah yang tidak layak huni bisa segera diperbaiki. Target kita setiap tahun ada 1.000 rumah yang direhab secara bertahap. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat dan semakin memperbaiki kualitas lingkungan di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya
Dia berharap program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat dapat memberikan dorongan positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta semakin banyak warga Kabupaten Tangerang yang bisa menempati rumah yang layak, sehat, dan aman.
"Dengan adanya program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini, masyarakat bisa lebih semangat untuk berusaha meningkatkan kesejahteraannya karena bisa menempati rumah yang lebih nyaman, aman dan sehat," ujarnya
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan media massa, baik cetak maupun online yang turut menyebarkan informasi mengenai program-program Pemkab Tangerang.
“Peran media sangat penting dalam membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui langsung apa yang pemerintah lakukan untuk melayani dan membangun daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ibu Sarnati, pemilik rumah yang akan direhab di Desa Talok, tak kuasa menahan haru saat rumahnya mendapat perhatian dari pemerintah. Dan bahkan dia juga diberangkatkan untuk ibadah umroh oleh Bupati Tangerang.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati dan pemerintah daerah. Rumah saya sudah lama rusak dan tidak layak, saya tinggal sendiri sejak anak-anak merantau. Alhamdulillah sekarang akan diperbaiki, dan juga saya tidak bisa berkata-kata lagi, karena saya juga akan diberangkatkan umroh oleh Bupati," ungkapnya haru. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tangerang yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Khaer 3, Kecamatan Panongan, Minggu (7/9/25).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mendorong agar kepengurusan PMII yang baru bisa lebih berkontribusi nyata, bukan hanya organisasi tapi juga madyarakat dan bangsa.
"Dengan rekam jejak dari yang sebelumnya, kepengurusan yang baru harus bisa lebih memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan organisasi, terlebih masyarakat, bangsa dan negara," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan PMII sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya, serta memberikan pesan kepada pengurus baru agar terus melanjutkan hal-hal positif yang sudah dilakukan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus yang lama. Untuk pengurus baru, saya yakin sudah memiliki rekaman tugas-tugas dari kepengurusan sebelumnya. Mana yang positif dapat diteruskan, mana yang belum sempurna agar disempurnakan,” ucapnya
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan, khususnya PMII, memiliki peran penting sebagai sosial kontrol dan bagian dari upaya mencerdaskan bangsa. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan mahasiswa.
“Mahasiswa adalah garda terdepan dalam menjaga ketenteraman, ketertiban, serta memberikan masukan bagi pemerintah. Bukan hanya Bupati, Kapolres, atau Dandim yang menjaga wilayah, tetapi jutaan rakyat termasuk ratusan ribu mahasiswa yang menjaga rumahnya masing-masing. Untuk itu kami sangat menghormati dan mengapresiasi peran mahasiswa, khususnya PMII,” serunya.
Pihaknya pun mengajak PMII untuk terus berkiprah dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan, mulai dari program sekolah gratis hingga beasiswa bagi siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah maupun mahasiswa
“InsyaAllah PMII akan terus memberikan kontribusi positif kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya dalam upaya mencerdaskan bangsa. Selamat kepada ketua dan seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik, semoga sukses dan dapat menjalankan amanah dengan baik,” pungkasnya. (Red)
Pandeglang, lensafokus.id - Program pendidikan non-formal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kembali tercoreng. Kali ini, dugaan penyimpangan kembali mencuat di Kabupaten Pandeglang. PKBM Ahmad Dahlan, yang berlokasi di Jalan Sindangresmi, Desa Cempakawarna, Kecamatan Sindangresmi, disorot lantaran diduga melakukan mark-up jumlah siswa warga belajar demi mendapatkan kucuran dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data yang dilaporkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan) tahun ajaran 2025–2026, pihak PKBM mencatatkan 103 siswa laki-laki dan 54 siswi perempuan dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) P2966366 berstatus swasta. Namun, fakta di lapangan justru berbeda jauh.
Sejumlah warga sekitar menuturkan, jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di PKBM Ahmad Dahlan tidak sampai sebanyak itu. Bahkan, mereka menduga sebagian besar data siswa yang dilaporkan fiktif alias hanya di atas kertas.
“Jangankan sampai ratusan siswa, kenyataannya hanya ada puluhan orang saja yang datang belajar. Itu pun tidak rutin. Diduga ada mark-up siswa untuk dapat dana lebih besar,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (7/9/2025).
Ketua PKBM Ahmad Dahlan, Joni, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, membantah tudingan adanya mark-up siswa. Ia berkilah, data yang tercatat bukan sepenuhnya berasal dari pihaknya.
“Ada sebagian siswa itu bawaan orang lain, katanya dititipkan. Waktu saya tanya lagi, orang yang menitipkan sudah meninggal. Jadi agak sulit dilacak,” ujar Joni.
Namun, ketika disinggung soal dana BOP yang tetap cair dengan jumlah siswa yang tidak sesuai fakta di lapangan, Joni memilih berkelit.
“Sekarang saya lagi ada urusan keluarga, persiapan saudara mau nikah. Setelah selesai, saya akan klarifikasi lebih lanjut,” pungkasnya. (Cecep)
TANGERANG, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menghadiri acara Zikir Bersama Majelis Dzikir Hikmatul Qodiriyah dalam rangka memperingati Maulid Muhammad SAW di Kecamatan Cisoka, Jumat malam (05/9/25).
Dalam sambutannya, Sekda yang hadir mewakili Bupati Tangerang mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru, para alim ulama, tokoh masyarakat Kecamatan Cisoka, serta seluruh jamaah yang senantiasa istiqamah menjaga tradisi zikir, sekaligus menghidupkan syiar Islam di Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Cisoka.
"Malam ini kita berkumpul bukan sekadar mengenang kelahiran beliau, melainkan momentum untuk memperkokoh keimanan, menumbuhkan rasa cinta, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Kejujuran, kasih sayang dan keadilan beliau merupakan nilai-nilai yang harus senantiasa kita wariskan kepada generasi muda agar Kabupaten Tangerang semakin religius, maju, dan sejahtera," ujar Soma.
Menurut dia, menyikapi perkembangan situasi dan kondisi saat ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Cisoka agar tetap solid menjaga persatuan, persaudaraan dan tali silahturahmi antar sesama. Selain itu, dia menghimbau kepada para orang tua agar menjaga dan mengawasi anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang menyesatkan yang pada akhirnya merugikan pihak lainnya.
"Bapak ibu yang anaknya sekolah, mohon dijaga dan diawasi agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang belum jelas kebenarannya. Anak-anak harus tetap sekolah, jangan sampai putus sekolah," serunya.
Dia juga menandaskan bahwa Pemkab Tangerang telah menggratiskan sekolah tingkat SD dan SMP swasta dan juga memfasilitasi beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
"Saat ini sekitar 200 sekolah SD dan SMP swasta yang telah bekerjasama dengan pemerintah untuk program sekolah gratis. Bukan hanya itu, pemerintah daerah juga telah memberikan beasiswa kepada mereka yang mau kuliah dan memberangkatkan mahasiswa untuk belajar di Kairo," ungkapnya.
Hal yang sama juga ditandaskan Camat Cisoka, Sumartono. Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Cisoka untuk terus memperkuat persatuan dan persuaudaraan dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang menyesatkan.
Dia mengatakan pentingnya memiliki identitas kependudukan kepada seluruh warga yang hadir. Saat ini, Kecamatan Cisoka telah membuka layanan administrasi kependudukan yang lebih baik dan mudah.
"Identitas kependudukan itu penting, salah satunya KTP yang harus dibawa. Bagi warga yang belum punya silahkan ke kecamatan, segera diurus. Setelah selesai akan kami antar langsung ke rumah bapak, ibu," jelasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan Cisoka, alim ulama, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat Kecamatan Cisoka. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja membuka ruang Himpunan Mahasiswa Tangerang Barat (Himatangbar) untuk berkolaborasi dalam bentuk penelitian, inovasi, maupu program pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikan Soma Atmaja bersama Ketua DPRD Kabupaten Tangerang dan Anggota DPRD Fraksi Golkar menghadiri pelantikan Pengurus Himatangbar di Ruang Rapat Bola Sundul Gedung Usaha Daerah (GUD) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Sabtu (6/9/25).
"Kami membuka ruang yang seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk berkolaborasi dalam bentuk penelitian, inovasi, maupu program pemberdayaan masyarakat," ujar Soma
Dia juga menyampaikan bahwa pergantian pengurus bukan hanya sekedar seremonial, melainkan wujud regenerasi serta cerminan dari semangat mahasiswa yang terus bergerak dan berkembang mengikuti dinamika zaman.
"Sebagai calon pemimpin masa depan dan agen perubahan, kita yakin Himatangbar memiliki peran strategis untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang," tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda menandaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar, baik sektor pertanian, kerajinan, industri kreatif, hingga UMKM dan digital. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para mahasiswa untuk berkarya dan memciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.
"Tidak hanya kritis, kita percaya Himatangbar dapat melahirkan mahasiswa berdaya saing, cerdas, kreatif, produktif dan solutif. Mampu melihat peluang untuk menciptakan lapangan sendiri maupun untuk orang lain," tandasnya.
Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus baru Himatangbar dan berharap kepada kepengurusan yang baru agar dapat membawa perubahan positif, membangun budaya organisasi yang solid, mengembangkan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Tangerang.
“Dekatlah dengan masyarakat, jangan jadikan organisasi mahasiswa hanya eksis di ruang akademik namun mampu memberikan manfaat yang nyata di tengah masyarakat," pungkasnya. (Red)