TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Cisoka menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) di Aula Masjid Jami' Ar-Rohman, Perumahan Puri Harmoni Cisoka 3, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini kasus TBC di masyarakat untuk menekan angka penularan.
Kepala Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, mengatakan skrining TBC menjadi salah satu upaya penting dalam menemukan kasus secara lebih cepat, sehingga pengobatan dapat segera diberikan kepada warga yang dinyatakan positif.
“Gejala TBC biasanya ditandai dengan batuk lebih dari tiga minggu, badan terasa lemas, terjadi penurunan berat badan, serta menurunnya nafsu makan. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Menurutnya, warga yang memiliki gejala akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya melalui pemeriksaan dahak dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM). Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien akan mendapatkan obat antituberkulosis sesuai dengan tata laksana pengobatan.
“Pengobatan TBC dilakukan selama enam bulan dengan pengawasan minum obat. Kami juga melakukan monitoring melalui kunjungan rumah untuk memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sampai tuntas,” katanya.
Selain pengobatan bagi pasien, Puskesmas Cisoka juga melakukan upaya pencegahan terhadap anggota keluarga maupun warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut di lingkungan sekitar.
drg. Reta menambahkan, pencegahan TBC juga perlu dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang baik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh. Masyarakat perlu memastikan rumah memiliki jamban sehat, sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, serta lingkungan tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Ia mengatakan, Puskesmas Cisoka juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan lingkungan untuk melakukan pemantauan langsung ke rumah pasien. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal pasien memenuhi aspek kesehatan dan tidak menjadi lingkungan yang mendukung penyebaran bakteri TBC.
“Selama ini kami juga bekerja sama dengan petugas kesehatan lingkungan dan sering turun ke lapangan untuk memastikan rumah pasien dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Reta menjelaskan bahwa penemuan kasus TBC di wilayah Cisoka dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Namun, peningkatan tersebut tidak semata-mata menunjukkan bertambahnya penularan, melainkan juga karena semakin aktifnya kegiatan penemuan kasus melalui skrining dan active case finding (ACF).
“Kegiatan penemuan dan skrining TBC yang terintegrasi dengan PKG membuat kami lebih aktif turun langsung ke masyarakat. Dengan semakin banyak kasus baru yang ditemukan, diharapkan semakin banyak pula pasien yang mendapatkan pengobatan,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan penemuan kasus tersebut dapat diikuti dengan peningkatan angka keberhasilan pengobatan, sehingga kasus TBC di Kabupaten Tangerang secara bertahap dapat ditekan dan target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Tercatat, target penemuan kasus TBC di Kecamatan Cisoka tahun ini sebanyak 464 kasus. Hingga saat ini, Puskesmas Cisoka telah menemukan sebanyak 290 kasus TBC, sehingga upaya skrining dan penemuan kasus secara aktif terus dilakukan untuk mencapai target tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga, Suparti, mengapresiasi kegiatan skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Cisoka. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke puskesmas karena harus mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami semua. Kami para ibu ada yang tidak bisa naik motor dan ada juga yang repot dengan anak-anak, jadi sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan gratis ini. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya dan tidak perlu meninggalkan anak-anak,” ujarnya.
Suparti juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan berharap kegiatan pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat dapat terus dilaksanakan. Ia mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan juga membantu warga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh jarak jauh ke puskesmas.
“Alhamdulillah, tadi saya sudah diperiksa dan insyaallah diberikan obat serta vitamin. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah perhatian kepada warga. Semoga kegiatan seperti ini terus ada ke depannya karena sangat membantu kami, terutama para ibu yang banyak pekerjaan di rumah,” pungkasnya. (Red)
