Banten

Banten (6306)

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang meresmikan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang sebagai Zona Literasi Digital. Peresmian tersebut menandai pemanfaatan kawasan ikonik ini sebagai ruang publik berbasis edukasi dan teknologi digital.

Dalam kesempatannya Asisten Daerah bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli menyampaikan Tugu Titik Nol tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol identitas, arah pembangunan, dan kebanggaan daerah.

“Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujarnya, Kamis (15/01/2026)

Tugu Titik Nol yang dibangun pada tahun 2025 tersebut memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi. Kawasan ini dimanfaatkan sebagai Zona Literasi Digital dan ke depan akan dikembangkan menjadi Technopark.

Sebagai Zona Literasi Digital, area Tugu Titik Nol telah dilengkapi fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta sarana pendukung literasi digital lainnya.

Seleain itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Erwin Mawandy menambahkan, hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Tugu Titik Nol kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi publik agar kawasan tersebut dapat berkembang sebagai ruang edukasi, ruang interaksi sosial, dan ruang publik yang inklusif.

"Kami berharap keberadaan Zona Literasi Digital ini dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan informasi di era digital," Kata Erwin.

Dalam peresmian hadir ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, serta berbagai siswa untuk di kenalkan fasilitas yang dapat di manfaatkan sebagai sarana edukasi. (Red)

PANDEGLANG, lensafokus.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Banten melaksanakan kunjungan sekaligus pengawasan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing sejak usia dini melalui intervensi gizi yang terarah, terukur, dan berbasis data keluarga.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi, dengan fokus memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat melalui pendataan, pemutakhiran, serta validasi keluarga berisiko stunting. Pengawasan difokuskan pada pelaksanaan MBG B3, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok paling rentan terhadap stunting.

IMG 20260115 WA0056

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten meninjau secara menyeluruh operasional dapur MBG, mulai dari kualitas dan keamanan bahan pangan, standar pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga mekanisme pengemasan dan distribusi agar sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Rusman Efendi menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya melalui MBG B3 yang menjadi intervensi kunci pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan perwujudan langsung Asta Cita Presiden dalam agenda pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan. Karena itu, pendataan dan validasi keluarga berisiko stunting harus dilakukan secara akurat agar bantuan gizi benar-benar tepat sasaran,” ujar Rusman.

Ia menambahkan, penguatan MBG B3 menjadi langkah krusial karena kualitas pemenuhan gizi pada ibu dan anak akan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Selain aspek teknis, kehadiran kader PKK dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam proses distribusi juga menjadi perhatian utama. Peran kader tidak hanya memastikan makanan diterima dengan baik, tetapi juga menjadi sarana edukasi keluarga terkait pola asuh, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya gizi seimbang.

“Kader TPK berperan memantau dan memastikan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat, baik kondisi ibu maupun anak. Dengan pendekatan ini, MBG B3 tidak hanya menjadi intervensi gizi, tetapi juga intervensi perilaku dan edukasi berbasis keluarga sehingga dampaknya lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusman menyampaikan bahwa sejumlah kejadian yang sempat viral beberapa waktu lalu dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran untuk penyempurnaan pelaksanaan MBG B3 ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten mendorong penguatan kepatuhan terhadap juknis dan SOP, khususnya terkait standar pengemasan dan distribusi makanan yang higienis. Optimalisasi peran SPPG juga dilakukan melalui penyediaan sarana pendukung, seperti penggunaan lebih dari satu wadah agar proses distribusi tidak dilakukan secara terburu-buru.

Peningkatan koordinasi dengan kader PKK turut diperkuat agar proses pengantaran tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kebersihan. Selain itu, penerima manfaat didorong untuk berpartisipasi aktif, misalnya dengan menyiapkan wadah makanan yang layak dan bersih sebagai bagian dari upaya menjaga mutu makanan.

“Dengan langkah-langkah tersebut, MBG B3 diharapkan semakin tertib, higienis, dan berkualitas, serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan ibu dan anak,” tambah Rusman.

Selain pengawasan teknis, kunjungan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola SPPG, serta kader pendamping keluarga. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program prioritas nasional agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Purwaraja mengapresiasi perhatian dan pendampingan dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten. Program MBG dinilai tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga rentan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting sejak dini.

Melalui kegiatan pengawasan ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program strategis nasional secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas. (Cecep)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menetapkan sejumlah program prioritas kesehatan pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kinerja pelayanan medis di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dr. Amir Ali, menyampaikan bahwa fokus utama program kesehatan tahun 2026 diarahkan pada penurunan angka stunting, penuntasan Tuberkulosis (TBC), penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penguatan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

“Program prioritas ini ditetapkan sebagai bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Dr. Amir saat menyampaikan paparan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (13/1/2026).

IMG 20260115 WA0055

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amir juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit baru di tengah masyarakat, salah satunya Superflu. Ia menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan rumah tangga maupun di lingkungan sekitar.

“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran penyakit,” katanya.

Terkait penanganan stunting, Dr. Amir menjelaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama yang sejalan dengan program nasional pemerintah pusat. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pelayanan gizi, penguatan pemberian makanan bergizi, serta pendampingan berkelanjutan kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga menargetkan penurunan hingga nol kasus kematian ibu dan bayi. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga pascapersalinan, dengan dukungan fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga medis yang siaga.

Pada tahun 2026, program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi salah satu prioritas utama. Melalui program ini, masyarakat dapat melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh guna mendeteksi dini berbagai penyakit, baik penyakit menular seperti TBC maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.

“Deteksi dini sangat penting agar penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelas Dr. Amir.

Dalam rangka penuntasan TBC, Pemkot Tangerang memperkuat kegiatan skrining aktif, pengobatan secara tuntas, serta pendampingan pasien. Upaya ini dilakukan mengingat TBC merupakan penyakit menular yang berpotensi menyebar luas apabila tidak ditangani secara serius.

Sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga tengah mempersiapkan pengembangan RSUD Panunggangan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang.

“Dengan berbagai program prioritas ini, kami berharap kualitas kesehatan masyarakat Kota Tangerang terus meningkat secara signifikan,” pungkasnya. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Universitas Prasetiya Mulya menandatangani Perjanjian Kerja Sama Kawasan Ekonomi Kreatif (PKS-KEK). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Sekretaris Daerah Kab. Tangerang, Soma Atmaja di Ruang Rapat Wareng, Rabu (14/1/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa PKS-KEK tersebut melibatkan 12 kecamatan dan 12 desa yang akan menjadi pelaksanaan pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya yang akan membantu membantu memfasilitasikan sekaligus merumuskan kegiatan-kegiatan yang bisa di jalankan oleh masyarakat di 12 kecamatan 12 desa

"Pemkab Tangerang dengan Universitas Prasetiya Mulya kerja sama, lokusnya ada 12 kecamatan dan 12 kepala desa terkait dengan ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif. Universitas Prasetiya Mulya akan membantu memfasilitasikan sekaligus merumuskan tentang kegiatan-kegiatan yang bisa di jalankan oleh masyarakat kita di 12 kecamatan 12 desa obyek," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, pihak kecamatan, desa maupun masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama untuk kemajuan wilayahnya masing-masing baik dari sisi pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

"Baik pemerintah dalam hal ini, kecamatan, desa dan masyarakat harus mempunyai dan paham tanggung jawabnya masing-masing. Kecamatan dan desa dari sisi pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan, masyarakat juga sama harus mendukung dan berpartisipasi aktif untuk kemajuan bersama," tandasnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Universitas Prasetiya Mulya atas kerja sama yang telah dilakukan untuk bersama-sama berupaya memberikan kepastian aktifitas, usaha dan pendapatan sesuai dengan potensi dan karakter masing-masing wilayah lokus pelaksanaan program.

"Kami sangat menghormati dan menghargai kedatangan dari Universitas Prasetiya Mulya langsung oleh Pak rektornya Bapak Hassan Wirajuda. Alhamdulillah terus peduli mengikuti perkembangan di Kabupaten Tangerang terkait dengan kerja sama kawasan ekonomi kreatif dan dunia pendidikan," ujarnya

Sementara itu, Rektor Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda memastikan bahwa PKS-KEK yang ditandatangani bersama tersebut bukan hanya ceremonial semata. Pihaknya serius dan fokus untuk mewujudkan bentuk yang konkret, khususnya dalam hal pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sesuai dengan potensi dan karakter wilayah lokus yang telah ditetapkan

"Kita bukan sekedar bicara tapi juga ingin mewujudkan kerjasama dalam waktu yang sudah dipastikan dan sudah ditandatangani dengan 12 Camat dan 12 Kepala Desa. Dokumen PKS Universitas Prasetiya Mulya fokusnya memang UMKM dan ekonomi kreatif," tandas Hassan Wirajuda

Dia menambahkan Universitas Prasetiya Mulya mempunyai misi yang besar membantu meningkatkan kapasitas UMKM di Kabupaten Tangerang

"Kami mempunyai misi yang besar bagaimana Universitas Prasetya Mulya dapat membantu usaha kecil dan menengah juga membantu serta mendorong kehidupan universitas yang lebih plural," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Suasana penuh kekeluargaan mewarnai acara syukuran kantor baru Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) DPC Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Ruko Batara, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Rabu (14/1/2026).

Syukuran ini menjadi penanda resmi ditempatinya kantor dua lantai yang kini difungsikan sebagai sekretariat KWRI DPC Kabupaten Tangerang. Acara tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Heriyanto.

Ketua KWRI DPC Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyampaikan bahwa syukuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mempererat kebersamaan antaranggota serta memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“Syukuran ini adalah bentuk rasa syukur kita bersama. Kantor ini milik seluruh anggota, mari kita rawat, kita jaga, dan kita manfaatkan untuk membesarkan KWRI DPC Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Sekretaris Desa Pasanggrahan Agung Budiyanto, para pembina dan penasehat KWRI, serta jajaran anggota. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan semangat persatuan dalam tubuh organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Agung Budiyanto mengungkapkan apresiasi atas berdirinya kantor KWRI di wilayah Desa Pasanggrahan. Ia menilai kehadiran KWRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami merasa bangga karena Desa Pasanggrahan menjadi tempat berdirinya kantor KWRI DPC Kabupaten Tangerang. Semoga sinergi yang terjalin ke depan semakin baik,” tuturnya.

Dengan digelarnya syukuran ini, KWRI DPC Kabupaten Tangerang diharapkan semakin solid, berdaya, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab. (Asp)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi rumah Ibu Sati (63), seorang janda warga Desa Talok, Kecamatan Kresek, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa hari yang lalu. Rabu, (14/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD, Camat Kresek, Kades beserta perangkat Desa Talok meninjau langsung kondisi rumah Ibu Sati dan memberikan bantuan pembangunan ulang rumah yang mengalami kerusakan parah akibat hujan yang terus-menerus dan terpaan angin.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa rumah Ibu Sati yang roboh perlu segera diperbaiki secara gotong royong seluruh pihak agar dapat kembali layak huni.

“Ini rumah Bu Sati yang pada hari Senin terkena hujan dan angin hingga roboh. Alhamdulillah hari ini kami datang bersama dewan, Pak Camat, Pak Lurah, dan warga untuk bergotong royong agar rumah ini bisa segera dibangun kembali, sehingga ibu tidak kehujanan lagi dan nyaman ditinggali,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menekankan bahwa perbaikan rumah Bu Sati tidak hanya difokuskan pada bangunan fisik semata, tetapi juga perlunya panataan agar rumahnya bisa lebih sehat dan layak serta nyaman.

“Nanti rumahnya akan ditata supaya lebih sehat, ada ventilasi, kamar mandi, dan kamar tidur, sehingga bersih dan sehat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi Bu Sati, keluarganya, dan juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau seluruh jajaran kecamatan dan desa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia juga meminta Camat, Kades, RW dan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan serta mengaktifkan kembali kerja bakti pembersihan saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir membantu warga yang terdampak bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Saya mohon kepada camat, kades, RT, RW dan warga tetap waspada dan siap sedia. Aktifkan kembali kerja bakti membersihkan saluran air" tandasnya

Sementara itu, Ibu Sati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang yang sudah membantu dan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah saya yang roboh,” ucapnya haru. (Red)

Page 33 of 631
Go to top